
๐ **Jika berkenan mohon supportnya emmm walau author sangat jarang upnya;)
_____POV ZEVA**_____
Setega itu kau mengambil keputusan itu dengan alasan tak ingin menyakitiku lebih dalam lagi. Namun apa kau tau dengan ucapan mu yang ini kau telah dengan sengajanya menyakiti ku. Aku juga manusia Mas sama sepertimu aku juga ingin dicintai, namun apa itu salah.
Namun sudah lah jika itu yang kau ingin kan dan itu memang yang terbaik untuk aku, kamu dan juga dia maka aku lah yang akan mundur meski harus menahan segala luka dan kecewa. Lagian entah apa jadinya setelah perpisahan ini, mungkinkan keluarga kita akan baik-baik saja? atau malah sebaliknya.
***
"Ingin bicara apa mas?" tanya Zeva saat keduanya telah berada didalam kamar mereka.
"Ze aku ingin menceraikanmu" ucap Daniel langsung pada inti pembahasan.
Seketika tubuh Zeva terasa lemas saat ia mendengar kalimat itu dengan mudahnya keluar dari mulut suaminya. Sakit bahkan sangat sakit.
"Mas apa yang kau bicarakan? pernikahan kitah bahkan baru memasuki 3bulan namun kau dengan mudahnya bicara tentang perceraian?" seketika air mata yang disembunyikan Zeva luruh membasahi pipi tanpa seizinnya.
Laki-laki dihadapannya sungguh tega. Bahkan demi apapun ia tampak seperti peria pengecut yang tengah menyakiti seorang wanita dengan mudahnya.
"Maafkan aku tapi aku benar-benar tidak mencintaimu! kau tau kan Ze bahwa ada Citra wanita yang sangat aku cintai"
Dengan lembut Daniel memegang bahu Zeva. Sebenarnya ia tak tega melihat wanita baik ini menangis dihadapannya, bahkan Zeva tidak bersalah ia juga korban, korban dari ambisius Papanya dan juga Papa Daniel.
__ADS_1
"Ze aku mohon jangan menangis, kau wanita baik percayalah ini yang terbaik untukmu. Aku hanya tidak ingin menyakitimu lebih dalam lagi. Aku tau kau sangat terluka tapi ini hanya akan sebentar saja" dengan perlahan Daniel menghapus air mata Zeva.
Gadis itu diam hanya menangis sesugukan tanpa ingin bicara panjang lebar menjelaskan rasa sakit dan kecewanya.
"Setelah aku menceraikanmu aku akan menikahi Citra dan setelah ini kau pasti akan menemukan laki-laki yang lebih baik dari pada aku. Kau gadis baik bahkan kau juga merupakan gadis shaliha dengan ilmu agama yang cukup membuat lelaki manapun dengan mudahnya mencintaimu"
"Kalau aku gadis seperti yang kamu katakan lalu kenapa kau tak bisa mencintaiku Mas?" ahirnya Zeva membuka suara. Dengan suara gemetar ia memotong pembicaraan Daniel.
"Ya karena sudah ada Citra di hati aku. Dia pilihanku satu untuk selamanya, jadi aku tidak mungkin mencintaimu Ze" dengan nafas berat Daniel menjelaskan kepada Zeva.
Sedangkan dirumah keluarga Mahendra tampak Ny Karina nenek Zeva tengah duduk di teras belakang rumahnya.
"Sudah hampir 3bulan ini Zeva gadis kecil ku menikah dan dia hanya beberapa kali saja mengunjungiku dan entah kenapa hari ini aku sangat merindukan gadis itu. Wajah cerianya selalu terbayang dikala ia tertawa saat berbicara mengenai teman-temannya" gumam Ny Karina.
Nenek yang sedari Zeva kecil mendidiknya hingg tumbuh dewasa menjadi gadis cantik berbalutkan ilmu agama yang ia miliki membuat gadis itu tumbuh dengan kasih sayang dan rasa empati yang tinggi.
Kembali ke Zeva dan Daniel mereka masih berada fidalam kamar dan masih memperdebatkan hal yang sama.
"Sudahlah Ze berhenti bertahan dipernikahan tanpa rasa cinta ini sebab itu semua hanya akan menyakiti kita. Hubungan ini tidak baik intuk kau dan juga aku, tidak ada cinta didalam hubungan ini"
"Mas kau bahkan tidak pernah menyentuhku. Jangankan menyentuh kau bahkan tidak pernah melihatku tanpa hijab dikepalaku. Tapi hari ini dengan mudahnya kau ingin menceraikanku" isak tangis Zeva.
Gadis ini sangat malang jika difikir-fikir benar adanya Daniel yang selama hampir 3bulan ini menjadi suaminya namun tak pernah sekalipun menyentuhnya.
__ADS_1
"Masalah itu maafkan aku Ze. Aku tidak ingin melakukanya karna pada akhirnya kita akan berpisah. Biarlah urusan itu nantinya untuk suamimu yang sebenarnya, untuk laki-laki yang nantinya akan mencintaimu sepenuh hatinya"
"Biarkan kesucian dan juga kecantikan dibalik hijab mu hanya untuk suami yang benar-benar mencintaimu Ze. Aku tidak pantas untuk merenggut itu darimu" Daniel dengan tegas memberikan penjelasan kepada Zeva.
Hufff sehina itukah aku mas? hingga selama ini kau tak mau menyentuhku. Hem sudahlah ini saatnya aku pasrah akan takdir. Jika kita memang harus berpisah aku akan terima itu dengan ikhlas dan lapang dada.
"Berbahagia lah Ze, aku akan selalu berdoa untukmu agar kelak kau akan mendapatkan laki-laki yang akan benar-benar mencintaimu" dengan lembut Daniel merengkuh tubuh Zeva kepelukannya.
Pelukan ini nyaman ada rasa tenang saat berada dekkat dengan nya namun apalah daya hati Daniel tetap tidak bisa mencintainya.
"Ikhlaskan Ze mungkin kita memang tak ditakdirkan untuk berjodoh dan jika kita bertahan dengan pernikahan ini maka kau akan tersakiti lebih dalam lagi" ucap Daniel.
Sedari tadi Zeva hanya diam, diam tanpa ingin bicara hatinya sudah sangat hancur. Ia merasa dirinya hanyalah seorang istri yang tak diinginkan oleh suaminya.
.
.
.
Next..
๐Buat yang mampir buat baca, like, komen, rate5 atau bahkan yang vote author ucapkan terima kasih:(
__ADS_1
๐ปBuat yang selalu nyempatin buat komentar dan ngoreksi author ucapkan terima kasih banyak. Maaf jika komen" nya tidak author balas, tapi author selalu baca kok;) ๐ป