
**Mohon Like dan Komen masukan para reder's semua dan terima kasih buat yang senantiasa mampir ke novel Author;')
Tanpa dukungan kalian semua novel ini bukanlah apa-apa**:')
Mentari tampak mulai muncul memancarkan cahayanya yang siap menghangatkan seisi bumi. Sesuai rencana semalam hari ini Zeva dan Neneknya akan berkunjung ke rumah baru milik Ahkam.
Zeva tampak cantik mengenakan gamis berwarna biru muda dengan hijab panjang berwarna senadah. Ny Karina pun tampak anggun menggunakan balutan pakaian syari berwarna hitam dengan perpaduan hijab berwarna senadah.
"Ingin kemana bu sepagi ini?" tanya Tn Mahendra saat melihat Ibu dan putrinya pagi-pagi sudah rapi.
"Ke rumah Ahkam. Dia berencana akan menetap di Indonesia dan baru dua hari yang lalu dia kembali bersama istrinya"
Tn Mahendra hanya ber 'oh' ria kala mendengar jawaban ibunya. "Sejauh itukah aku dan putraku? hingga hal sepenting inipun ia enggan berbicara kepadaku?" Tn Mahendra hanya bisa berbicara didalam hatinya.
"Pa! Ze dan Nenek pergi dulu dan ya kata Kak Ahkam nanti kapan-kapan ia akan kemari bersama istrinya" ujar Zeva. Gadis itu menyalim tangan Papanya dan pergi keluar rumah bersama nenek.
Mereka berdua diantar oleh Mang Mamat menuju ke kediaman Ahkam. Mobil berjalan dengan kecepatan sedang hingga beberapa menit diperjalanan ahirnya mereka sampai pada kompleks perumahan X dimana rumah Ahkam berada.
"Terima kasih Mang. Nanti kalau Ze pulang Ze bakal hubungi Mamang ya"
"Baik Non. Nya saya permisi" ucap Mang Mamat kepada Ny Karina dan di balas anggukan serta senyuman dari nya.
Zeva dan Ny Karina melangkah kan kaki memencet bel rumah Ahkam dan tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan sosok wanita canti dengan perut yang mulai membuncit.
"Nenek. Apa kabar nek?" tanya Nur. Ia juga menyalim serta memeluk Nenek dari suaminya.
Merekapun masuk kedalam rumah dan disana mereka berbincang panjang leber setelah Ahkam juga bergabung.
Sedangkan dikediaman Hijaya mereka tampak berbahagia sebeb setelah beberapa bulan pernikahan Daniel dan Citra terlalui dan saat ini mereka tengah menerima kabar bahagia.
"Ma, Pa!..." Daniel memasuki rumah dan memanggil kedua orang tuanya. Dengan wajah sumringah Daniel tampak menggandeng Citra di sampingnya.
"Daniel ini rumah bukan hutan jadi jangan teriak-teriak!"seru Ny Hijaya. Ia kesal kala mendengar putranya itu berteriak.
" Ma Daniel bahagia. Ahirnya daniel akan menjadi Papa" ujarnya sambil memeluk Mamanya.
"Maksud kamu?"
"Iya Ma. Citra hamil dan kata dokter usia kehamilannya baru dua minggu"
"Alhamdulillah" ujar Papa yang tiba-tiba muncul "Daniel syukurilah ini rezeki terindah yang Allah berikan buat keluarga kita" sambung papa.
Ada apa ini? ada apa dengan papa? sejak kapan ia menjadi religius begitu? itulah yang ada di benak Daniel tapi tak mau ambil pusing ia pun diam saja.
"Citra sayang mulai sekarang kamu harus jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak beraktifitas diluar agar tidak kecapean" Ny Hijaya memberikan banyak nasihat kepada menantunya itu.
Kebahagiaan hadir di tengah-tengah keluarga besar Hijaya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kau dustakan? seakan kalimat itu mampu menyadarkan banyak orang.
Kebahagiaan tak dapat diukur hanya dengan menggunakan materi saja. Namun kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika yang jauh kini mulai dekat kembali kepada sang pencipta.
Kembali ke Ahkam.
"Kak. Jadi kakak akan bekerja dimana?" tanya Zeva.
"Kakak akan bekerja dirumah sakit milik keluarga Giantara yang berada di dekat caffe milikmu"
__ADS_1
"Rumah sakit mewah itu? bagaimana bisa kakak mendapatkan pekerjaan secepat itu? dan terlebih di rumah sakit mewah itu?"
"Kakak mengenal pemiliknya dan kedua anak dari pemilik rumah sakit itu adalah sahabat Kakan"
"Alhamdulillah kau sangat beruntung Ahkam. Semoga pekerjaanmu lancar. Oh ya kapan kau akan mulai kembali bekerja?" tanya Nenek.
"Insyaallah lusa nek dan ya jika nenek dan Zeva ingin tinggal dirumah Ahkam, maka Ahkam tak keberatan"
"Baiklah nenek akan memikirkannya"
"Baiklah Kak sudah lumayan siang jadi Ze mau pamit ke caffe dulu dan nanti Ze akan kembali dan menginap disini"
"Yasudah pergilah. Hati-hati dijalan nenek nanti akan kembali kerumah" ujar sang nenek.
Zeva berpamitan dan menyalim tangan Ny Karina, Ahkam dan Nur. Tak lupa ia juga mencium calon keponakannya.
"Dede baby jangan nakal. Jagain bunda kamu ok. Nanti bibik akan kembali lagi kemari" ucapnya dengan mengelus perut Nur.
Setelah Zeva pamitan ia pergi ke caffe miliknya dengan taxi yang dipesannya. Tak lama ia pun sampai sebeb jarak caffe dan rumah Kakanya tidak terlalu jauh.
Saat turun dari taxi Zeva langsung membayar ongkos dan ketika ingin masuk kedalam caffe ia melihat seorang gadis kecil tengah mengorek-ngorek tong sampah di seberang caffe miliknya.
Dengan langkah perlahan Zeva berniat menghampiri gadis kecil itu dengan menyebrangi jalan.
"Assalammualaikum dek" ucap Zeva. Gadis kecil itu mendongak melihat sumber suara yang mengucapkan salam.
"Kenapa kau mengorek tempat sampah ini? ini kan sangat kotor apa kau tak takut jika kau akan sakit akibat memakan-makanan bekas itu?" tanya Zeva.
"......" gadis itu masih diam. Ia memegangi perutnya dengan tatapan sendu miliknya.
"Kak tanganku kotor! dan aku juga bauk, nanti pakaianmu akan ikut kotor jika kau memegang ku" ahirnya gadis kecil itu membuka suaranya.
"Tidak masalah. Ayo ikut denganku" Zeva membawa gadis kecil itu ke caffe miliknya.
Zeva masuk melewati pintu samping caffe. Ia tidak ingin jika masuk dari depan maka akan mengganggu para pelanggannya dan akan menjadi pusat perhatian jika ia membawa seorang pemulung kedalam caffe miliknya.
"Ayo msuklah dan ya kau harus mencuci tanganmu terlebih dulu. Habis itu duduklah disini aku akan memesankanmu makanan"
"Kak..."
"Jangan membantah duduklah" ucap Zeva memotong pembicaraan gadis itu.
Setelah mencuci tangan dan menggosok kaki yang kotor didalam kamar mandi yang ada di ruangan Zeva kini gadis itu tengah duduk disoffa.
Tak lama suara ketukan pintu terdengar. Zeva membuka pintu dan terlihat Mbak Arum manager caffe membawakan kantong belanjaan yang tadi diminta Zeva.
Ya tadi saat gadis itu mencuci tangannya Zeva menghubungi Mbak Arum untuk membelikan pakaian untuk gadis itu.
"Ini Mbak dan itu makanan yang tadi Mbak Ze mintak" ujar Mbak Arum.
"Terima kasih Mbak Arum" dan dibals senyuman oleh Mbak Arum. Kemudian ia pamit meninggalkan ruangan Zeva.
"Ayo makanlah" ucap Zeva saat sudah berada diruangannya.
"Apa boleh? aku tak punya uang untuk membayar semua ini kak" wajah sendu gadis itu sangat menyayat hati siapa saja yang melihatnya.
__ADS_1
"Tidak masalah makanlah" dengan sumringah gadis itupun memakan makananya.
"Nama mu siapa?"
"Cira kak" jawab gadis itu dengan tetap memakan makananya.
"Nama yanga bagus. Sejak kapan kau menjadi pemulung"
"Sejak kecil"
"Apa kau tak punya ibu?"
"Entahlah kak" gadis itu menunduk.
"Em sudahlah. Dimana tempat tinggal mu?"
"Dijalanan. Aku tak punya Ibu dan tak punya tempat tinggal"
"Berapa usiamu?"
"15 tahun Kak"
"Baiklah ini pakailah baju ini nanti kita bicara lagi" Zeva memberikan kantong yang di berikan Mbak Arum tadi kepada gadis kecil itu.
"Apa aku boleh mengenakannya? ini terlalu mahal kak dan ini juga ada hijabnya" ucap gadis itu saat membuka dan mengeluarkan isi barang tersebut.
"Mandilah dan pakai pakaian itu. Nanti kakak akan mengajarkan mu mengenakan hijab itu"
Zeva membawa gadis itu kedalam kamar mandi yang berada diruangannya"Kau mandilah kakak akan menunggu disini" ujar Zeva.
"Gadis yang malang. Ia bahkan tak memiliki ibu begitu pula tempat tinggal. Dia pasti tidak bersekolah jika melihat dari kehidupannya" batin Zeva.
Sangat kasihan gadis itu. Jika dilihat ia cantik namun kecantikannya tertutup oleh abu jalanan dan bau tidak sedap dari kehidupan yang luntang lantung dijalanan.
Beruntung sekali hidup Zeva meski ia terpisah dari Ibunya tapi kehidupannya tercukupi bahkan lebih dari cukup untuknya.
Ingat syukuri apa yang kau punya saat ini dengat tidak menyia-nyiakannya. Jaga, rawat apa pun yang kau punya. Jangan pernah mengeluh sebab belum tentu orang diluar sana seberuntung dirimu saat ini.
.
.
.
.
Tbc....
**Like,komen,Rate5, faf dan vote
Terima kasih:')
follow: pmhh03
Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, dan tak sayang maka tak cinta.
__ADS_1
Author akan berusaha untuk mengenal para reders. Dan terima kasih buat support nya**:')