
Sebelum baca dan komen jangan lupa like👍👇dibawah:)
"Ma,, please jangan paksa Daniel" ucap Daniel.
"Daniel Mama tidak memaksamu, namun kali ini menurutlah karna ini demi kebaikan kamu dan juga banyak orang" ucap Mama memberika penjelasan kepada putranya.
Lama Daniel terdiam dan merenung memikirkan semua kata-kata Mamanya.
Huffffff
Daniel membuang nafas secara kasar dan mengusap usap kepalanya sendiri.
"Oke, Daniel akan coba Ma. Daniel terima keputusan yang diambil Papa. Daniel akan coba mencintai gadis yang akan Daniel nikahi, namun jika suatu saat Daniel tetap tidak mencintainya maka Daniel berhak mengambil keputusan" ucap Daniel.
"Sayang maksud kamu keputusan" tanya Ny Hijaya dengan memasang wajah bingungnya.
"Keputusan apakah Daniel akan bertahan dengan gadis itu, atau Daniel akan meninggalkan nya".
"Sayang.."
"Jika Mama setuju, makan Daniel juga setuju namun jika tidak maka Daniel juga tidak akan setuju" ucap Daniel memotong ucapan Mamanya.
"Oke, Mama setuju. Dan nanti malam kita akan bertemu dengan keluarga Om Mahendra kamu" ucap Mama.
"Oke" jawab Daniel singkat dengan wajah yang menggambarkan kekecewaan.
"Ya sudah Mama akan bicarakan kepada Papamu" ucap Ny Hijaya dan pergi menunggalkan kamar Daniel.
**
"Oke Ma, jika itu kemauan Daniel Papa akan menyetujuinya" ucap Tn Hijaya saat mendengarkan penjelasan dari sang istrinya mengenai keputusan dari Putranya.
"Ma, nanti malam kita akan bertemu dengan keluarga Mahendra"
"Iya Pa. Mama juga sudah bilang sama Daniel"ucap Ny Hijaya.
🍁🍁
Zeva baru pulang dari cafennya dan kini ia sedang berada dikamarnya.
Zeva masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan melaksanakan shalat isya.
Setelah selesai sholat Zeva berdoa kepada Allah agar diberikan segala sesuatu yang terbaik untuknya.
(Maaf jika Doa dari Zeva gak author buat dengan Detail:v)
Tok..tok..tok
__ADS_1
Suara ketukan pintu kamar Zeva.
"Ze" ucap Mama Veronika sambil mengetuk pintu kamar Zeva.
"Sebentar Ma" ucap Zeva sambil merapikan seluruh alat shalatnya.
Krekk...
Pintu terbuka.
"Ze, malam ini kamu siap-sia, dandan yang rapi" ucap Mama Veronika.
"Ma, kita mau kemana memangnya?" tanya Zeva bingung.
"Ze jangan bilang kamu lupa. Malam ini kita mau bertemu dengan keluarga Hijaya, calon mertua dan suami mu nantinya"
"Astaufirullah, Ze lupa Ma"
"Yasudah kamu segera siap-siap, Papa dan Mama tunggu dibawah" ucap Mama Veronika lalus pergi meninggalkan Zeva.
Zeva segera masuk kembali kedalam kamarnya dan membuka lemari pakaian miliknya.
Zeva mengambil satu set baju gamis berwarna biru langit lengkap dengan hijab yang senadah.
Setelah 15menit menunggu, kini Zeva pun turun kelantai bawah dimana sang Papa dan Mama nya sudah menunggu.
"Ze, kamu sudah siap kan?" ucap Tn Mahendra.
Zeva hanya menunduk sambil menganggukan kepalanya pelan. Perasaannya campur aduk. Entah dia harus sedih atau senag.
"Yaudah kita berangkat" sambung Tn Mahendra sambil berjalan keluar rumah menuju mobil yang sudah terparkir apik dan siap untuk membawa mereka pergi.
Mobil melaju menuju ke sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Jepang dan China.
Kurang lebih 30menit kini mereka sudah sampai di area parkir restoran.
Zeva dan kedua orang tuanya pun melangkah masuk kedalam restoran dan berjalan menuju meja yang sudah dipesan sebelummya.
Dari kejauhan tampak seorang pria muda sedang duduk bersama kedua orang tuannya.
"Selamat Malam Tn Hijaya" ucap Papa Zeva saat telah berada dekat dengan keluarga Hijaya.
"Selamat Malam, ayolah Arya tidak usah terlalu formal begini" ucap Tn Hijaya sambil memeluk papa Zeva.
Sedangkan Mama Veronika sedang cipika cipiki dengan Ny Hijaya ibu Daniel.
Lain halnya dengan Zeva dan Daniel mereka hanya diam tanpa satu katapun terucap.
__ADS_1
"Ayo, silah kan duduk" ucap Papa Daniel.
Papa dan Mama Zeva pun segera duduk dengan posisi saling berhadapan dengan orang tua Daniel.
"Nak, Ayo duduk" ucap Mama Daniel mempersilahkan Zeva duduk disampinggnya.
"Em i..iya tan" ucal Zeva dengan gugup.
Zevapun berjalan dan duduk disebelah Ny Hijaya.
"Jadi gimana, apakah putrimu setuju?" ucap Tn Hijaya memulai pembicaraan.
"Tentu saja dia setuju" balas Papa Zeva.
"Hoh, baguslah Daniel juga setuju dengan hal ini" ucap Tn Hijaya sambil tersenyum ramah.
Mama Daniel sangatlah ramah dan sangat Friendly. Banyak hal yang iya tanyakan kepada Zeva. Mulai dari pendidikan, hobi, pekerjaan dan juga hal lainnya.
"Jadi kita sepakat jika minggu depan Daniel dan Zeva akan melaksanakan pertunangan" ucap Tn Hijaya.
"Iya, kita sepakat. Lebih cepat maka lebih baik juga" ucap Papa dan Mama Veronika.
"Daniel kamu setujukan?" tanya Ny Hijaya kepada putranya.
"Daniel terserah Papa dan Mama saja"
"Bagus, gimana dengan kamu Nak Ze. Kamu setuju?"
"Ze ikut apa kata Papa saja Tan" ucap Zeva.
"Bagus berarti kita semua sepakat kalau minggu depan pertunangan kalian". Ucap Tn Hijaya.
Mereka terus berbincang-bincang mengenai hal-hal bisnis dan lainnya.
Sedangkan Daniel sedari tadi hanya diam tanpa banyak bicara apapun begitupula dengan Zeva. Selain bicara pada Mamanya Daniel Zeva tidak banyak berbicara.
"YaAllah hamba tidak tau apakah ini yang terbaik untuk hamba atau tidak. Namun apapun yang akan terjadi kedepannya hamba serahkan hanya kepada-Mu. Engkau yang Maha Mengetahui, hanya kepada-Mu aku memohon meminta yang terbaik untuk hidup hambamu ini" ucap Zeva dalam hatinya.
Dia tidak tau apakah harus bahagia atau bersedih. Sebab semua terlalu cepat untuknya.
.
.
.
Terima kasih atas Like dan jejak lainnya:)
__ADS_1