
Tinggalkan jejak kalian dengan cara like, komen, rate5, love dan vote jika berkenan;)
🌻Lebih baik diam memendam segala amarah dan kelukesah didalam hati dari pada harus berbicara mengungkapkan semuanya jika itu hanya akan menambah beban pikiranmu🌻
Jam delapan malam Daniel baru kembali kerumah setelah hampir satu harian ia berada diluar rumah. Dengan beralaskan lembur karena pekerjaan kantor ia pulang malam hari ini.
Dirumah keluarga besar Hijaya tadinya telah selesai melakukan rutinitasnya yaitu makan malam bersama. Makan malam dilakukan hanya bertiga tanpa kehadiran Daniel dan Reva kakak Daniel yang sekarang telah tinggal di Australia untuk meneruskan kuliahnya.
Setelah makan malam dan membereskan peralatan makan yang kotor dengan dibantu Art Zeva memilih kembali kekamarnya.
Saat ini Zeva berada dikamar bahkan ia tidak menyambut Daniel yang baru kembali dari kesibukannya. Daniel masuk kerumah dengan Bik Ijah yang membukakan pintu.
"Tumben sepi? yang lain kemana bik?" tanya Daniel.
"Tuan dan Nyonya berada dikamarnya, begitu pula dengan non Zeva Mas" ucap Bubik memberitahu Daniel.
Daniel hanya mengangguk dan langsung melangkahkan kaki menuju lantai atas kekamarnya.
Sesampainya ia dikamar dan melihat Zeva barusaja selesai membereskan perlengkapan sholatnya. Mungkin ia baru selesai sholat isya pikir Daniel.
Hening tanpa sepatah kata terucap. Tak biasanya Zeva diam kala melihat Daniel pulang dari bekerja. Bahkan Zeva tak menghiraukan Daniel yang berada satu kamar dengannya.
Merasa tak dianggap Daniel membuka suara.
"Tumben tadi gak bukain pintu pas aku pulang?" ucapnya namun Zeva hanya diam tak menjawab.
"Aneh sekali dia" gumam Daniel.
__ADS_1
"Ze kamu gak dengar apa yang aku bilang?aku tanya kenapa tadi kamu tidak membukakan pintu pas aku pulang?" ucap Daniel.
Lelaki ini mulai emosi sebab Zeva lagi-lagi diam tanpa berniat menjawab bahkan ia tak melihat Daniel sedikitpun.
"Zeva!" suara Daniel mulai meninggi.
"Apa kau tidak menganggab keberadaan aku suamimu? daritadi aku bertanya namun kau hanya diam?" Bentak Daniel.
Hati Zeva meringis menahan rasa sakit saat Daniel menyebut kata 'suami'. Ada apa dengan Daniel? kenapa baru sekarang ia menyadari bahwa ia adalah suami Zeva.
"Kamu bilang apa tadi Mas? 'suami' apakah ada seorang suami yang bermesraan bersama wanita lain? apakah ada suami yang tega melukai hati istrinya?" ucap Zeva dengan menekan kan kata 'suami' disetiap kalimatnya.
"Apa maksudmu?" tanya Daniel.
Zeva pun berbalik dan menatap Daniel, wajahnya menyiratkan kesedihan mendalam namun ia tak mampu berucap untuk menjelaskan keadaan hatinya.
Mendengar ucapan Zeva Daniel terdiam ia tampak berfikir. Dalam hatinya bertanya ada apa dengan wanita yang dihadapannya ini? Apakah masalah tadisiang begitu menyakitinya?
"Aku istirahat duluan Mas, aku tidak ingin membahas apapun denganmu" ucap Zeva sendu dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Daniel masih terdiam memikirkan ucapan Zeva. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri Daniel juga merebahkan tubuhnya disamping tubuh Zeva yang berbaring membelakanginya.
"Aku juga manusia biasa Mas, aku juga ingin kamu hargai sebagai istrimu meskipun pernikahan ini merupakan paksaan untukmu. Namun bukan hanya kau yang terpaksa menikah aku juga sama Mas, sama-sama terpaksa. Namun aku mencoba ikhlas dan membuka hati untukmu tapi apa yang kamu lakukan kau bahkan tidak pernah menghargaiku" gumam Zeva dan memejamkan matanya.
🍁🍁
__ADS_1
Pagi hari dirumah keluarga Mahendra tampak nenek Zeva tengah duduk di pekarangan belakang rumah.
Semenjak Zeva cucunya menikah dan tinggal dirumah mertuanya, rumah ini menjadi sunyi seakan-akan tidak ada tanda kehidupan didalammnya.
Dimana seorang Papa yang sibuk bekerja dan seorang Ibu yang sibuk dengan urusan sosialitanya. Rumah besar ini tampak tak hidup sebab para penghuninya hanya sibuk dengan urusan masing-masing.
Hanya ada Art yang berlalu lalang untuk membersihkan rumah, tanpa ada percakapan mereka melakukan tugas mereka masing-masing.
Hari-hari terus berlalu berbagai macam berita muncul mengenai kesuksesan para pengusaha hebat.
Perusahaan Hijaya dan Mahenda saat ini sedang ramai diperbincangkan diberbagai kalangan. Perusahaan sukses menjalin kerjasama sehingga membuat kedua perusahaan itu semakin sukses dan maju pesat.
Tak hanya itu dunia Farmasi juga sedang ramai dibicarakan sebab kemunculan pengusaha muda yang sukses membawa perusahaan miliknya maju berkembang pesat.
Pengusaha muda yang digadang-gadang merupakan pengusaha sangat tampan bahkan ia sangat cerdas sehingga mampu mengembangkan perusahaannya.
Ia adalah Aldo sang pengusaha muda yang berasal dari kalangan kelas menengah namun sekarang termasuk dalam jejeran kalangan kelas atas.
Pengusaha yang merintis usaha dibidang farmasi obat-obatan mampu menjadi topik utama yang banyak diperbincangkan di dunia bisnis.
Banyak perusahaan yang mengajukan kerjasama dengan perusahaan yang ia pimpin.
Di usianya yang masih sangat muda jadi tak heran jika banyak yang memuja-mujanya menginginkan menjadi istrinya yang akan menemani kesuksesannya.
.
.
__ADS_1
🌿Terima kasih sudah mampir;)