
Semburat mentari jingga telah menyinari bumi, membawa kehangatan dipagi hari. Hari-hari berlalu dan keadaan masih sama seperti hari kemarin dimana Zeva masih setia dengan kesendiriannya yang sampai sekarang belum menemukan orang baru untuk menata kehidupan pernikahan.
Kemarin setelah pergi menghabiskan waktu bersama neneknya dengan mengunjungi panti asuhan sedikit mengobati kesepian pada diri Zeva. Dimana ia bisa bermain dan menghabiskan waktu bersama dengan anak-anak panti dan melupakan kehidupannya yang sedikit kesepian.
Tadi malam Ahkam kakanya menghubungi dirinya, Ahkam mengatakan bahwa ia akan ke Indonesia dan berencana untuk menetap di Indonesia. Dengan keadaan Nur istrinya yang tengah mengandung dengan usia kehamilan memasuki empat bulan.
Ada kebahagiaan dihati Zeva saat mendengarkan jika Kakanya akan menetap di Indonesia bersama istrinya, ia berfikir ahirnya ia akan memiliki seorang kakak perempuan yang akan menjadi tempatnya berbagi cerita.
Hari ini wanita mungil ini telah rapi dengan baju gamis berwarna marun dengan hijab berwarna senadah. Ia akan pergi ke caffe miliknya, semenjak bercerai Zeva lebih sering menghabiskan waktu di caffe dari pada berdiam diri dirumah nya.
Jangan ditanya soal Papa nya, orang tua yang satu ini masih saja sama seperti sebelumnya lelaki yang gila kerja sedangkan Mama Veronika juga jarang dirumah. Dan mengenai Zidan jangan ditanya! sudah pasti dia sedang berada diasrama untuk menyelesaikan pendidikannya.
Cerita itu masih sama dimana aku akan selalu menantimu dengan perasaan yang sama pula namun sudah dengan keadaan yang berbeda.
Ah penggalan kalimat itu seakan menggambarkan keadaan hidup Zeva namun ia terus melangkah kedepan dengan keyakinan jika kebahagiaan sedang menantinya.
"Mbak Ze ada Mbak Lena dan juga Mbak Klara didepan katanya mau ketemu Mbak Ze" ucap Arum pegawai caffe Zeva membuyarkan lamunan Zeva yang tengah menatap novel ditangannya.
"Ehh iya Mbak, Ze akan kedepan sekarang juga" dengan melangkahkan kakinya dan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Ze" teriak Klara saat melihat Zeva yang tengah berjalan kearahnya.
"Kalian tidak kuliah? ayo duduk dulu" dengan mengajak kedua sahabatnya duduk di meja pelanggan.
"Hari ini jadwal ngampus kita kosong Ze" ahirnya Lena membuka suara setelah duduk.
"Kalian mau makan apa?"
"Seperti biasa"
"Baiklah" dan Zevapun memanggil pegawai caffe dan memesan makanan kesukaan kedua sahabatnya.
"Ze jangan bilang lo suka sama Aldi?" dengan menyipitkan sebelah matanya Lena bertanya.
"Ze menurut gue dia itu baik, ramah dan dia juga cowok humoris dan" Klara menjelaskan dengan gamblang mengenai Aldi dimatanya.
"Eh tunggu dulu, Ze jangan bilang lo suka sama dia?" sambung Klara lagi dan kini Lena dan juga Klara menatap Zeva dengan tatapan mengintimidasi.
"Tidak mungkin" jawaban yang santai meluncur dari bibir Zeva.
__ADS_1
"Terus kenapa lo tanya-tanya soal dia? hayo ketauan lo Ze" ucap Lena.
"Tidak apa aku hanya bertanya, yasudah ayo dimakan makanan kalian" ucap Zeva mengalihkan pembicaraan dengan menyuruh kedua sahabatnya untuk makan pesanan yang telah rapi dimeja.
Kini mereka bertiga duduk dan memakan makanan masing-masing dengan hidmat dan setelah itu mereka melanjutkan perbincangan mereka dengan membahas hal lain.
__
"Kau sudah kembali? aku akan membuatkanmu kopi" ucap Citra setelah menyambut suaminya pulang.
"Tidak perlu cukup kau disini aku sudah sangat rindu" dengan menahan tangan Ciyra Daniel berucap.
Kehidupan mereka beberapa hari setelah menikah sangat bahagia dan beruntung nya Mama dan Papa Daniel dapat menerima Citra dengan lapang hati sebagai menantu.
Lagian buat apa mereka menolak jika itu merupakan pilihan dan kebahagiaan bagi putranya. Kerjasama antara perusahaan Hijaya dan Mahendra tetap berjalan meskipun hubungan mereka sudah berubah.
Berdamai dengan hati barulah bisa berdamai dengan keadaan ikhlaskan adalah jalan yang terbaik dan merupakan keputusan yang bijaksana.
Sedangkan dirumah sakit tampak seorang dokter wanita paruh baya tengah berjalan dengan anggunnya, jas putih selalu melekat pada tubuhnya ditemani seorang perawat ia mulai masuk kedalam ruangan dan satu persatu ia memeriksa pasienny.
__ADS_1