
📍Mohon Like sebelum komen:')
Yakinlah! ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran (yang kau jalani) yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.
__Ali Bin Abi Thalib__
Hari ini adalah hari dimana Daniel melangsungkan resepsi akad nikahnya dengan sang wanita pujaan hatinya.
Setelah sekian lama ia menanti hari ini ahirnya keinginan nya terwujudkan, ada hati yang akan ia bahagiakan.
Mungkin hari ini adalah hari yang berbahagia buat Daniel dan Citra namun lain halnya dengan Zeva. Ada hati yang harus merelakan dengan menanggung segudang kesedihan.
"Semoga berbahagia dan SAMAWA buat pernikahan kalian ya" ucap Zeva dengan senyum yang terukir di wajahnya sedang menjabat tangan Citra.
"Aamiin ya, semoga kau juga berbahagia Ze" balas Citra.
Kini Zeva berdiri dihadapan Daniel, memandang wajah lelaki yang pernah memporak porandakan perasaanya namun rasa itu berahir tanpa harus terbalaskan.
"Semoga bahagia meliputi kehidupanmu Mas" ujar Zeva saat berdiri dihadapan Daniel tanpa menjabat tangan Daniel sebab mereka sekarang bukanlah muhrim.
Wanita ini tubuhnya mungil namun hatinya besar sebab ia mampu berbesar hati merelakan dan mengikhlaskan segalanya yang pernah terjadi dalam kehidupannya.
"Terima kasih Ze atas doa-doamu dan atas kehadiranmu juga" balas Daniel dengan menebar senyuman kepada Zeva.
Baru kali ini Zeva melihat senyuman itu terbit untuknya dengan segala kebahagiaan terliput didalamnya.
Setelah mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru ini Zeva kembali lagi bergabung bersama tamu undangan yang lainnya.
Tampak sedikit kesedihan di wajah Zeva namun dengan sekuat tenaga gadis ini mampu menyembunyikannya.
Sebenarnya saat ini Zeva harus disebut apa? jika disebut gadis tapi ia sudah pernah menikah, dan jika disebut sebagai seorang janda tapi jika diingat ia masihlah perawan seperti seorang gadis pada umumnya. Emm sudahlah lupakan itu.
__ADS_1
"Ze" sapa Nya Hijaya mama Daniel dan lebih jelasnya lagi mantan mertua Zeva.
"Eh ma, em maaf tante maksudnya" dengan tersenyum canggung Zeva berbalik melihat wanita cantik yang berdiri di hadapannya sekarang.
"Mama saja tidak masalah! maafkan Daniel Ze dengan atau tanpa sengaja ia telah menyakitimu"
"Tidak masalah, Ze sudah ikhlaskan biarlah semua hanya menjadi cerita lalu" dengan tersenyum manis dan dengan ketegaran Zeva membalas ucapan Mama Daniel.
"Kamu wanita baik Ze, semoga kelak siapapun yang akan menjadi pendampingmu tidak akan pernah melepaskan apalagi menyakitimu" dengan memegang puncak kepala Zeva Nya Hijaya berucap.
"Aamiin doakan saja ya Ma"
..
Setelah acara resepsi pernikahan selesai dan kini Daniel dan Citra sudah sah menjadi sepasang suami istri di mata hukum dan agama.
Saat ini adalah saat dimana keduanya memulai kebahagiaan dalam naungan rumah tangga yang didasari oleh rasa cinta dari keduanya.
"Kau benar, dan semoga kebahagiaan segera datang untuknya" ucap Daniel dan dengan gerakan cepat ia mendekati Citra.
Awalnya hanya perbincangan ringan dan lama kelamaan keduanya pun terhanyut dalam hubungan yang telah halal ini. Waktu yang tepat malam ini adalah malam pengantin mereka dan sesuai keinginan semuanya pun terjadi dengan berlandaskan rasa cinta dari keduanya.
__
Semburat cahaya oranye dari mentari pagi mulai tampak menyinari bumi dan seluruh isinya. Tetesan embun pagi perlahan mulai mengering, satu persatu manusia mulai keluar dari rumah mereka dan melakukan aktivitas masing-masing.
Satuhal yang Zeva tahu hari ini ia harus memulai semuanya dengan bismillah dengan perlahan gadis cantik itu turun dari kamarnya menapakan kaki pada anak tangga satu persatu.
Aneh ya sangat aneh, tidak biasanya Zeva tak melihat sang nenek di meja makan. Biasanya ia yang selalu menjadi orang pertama yang menyapa pagi Zeva.
"Pa dimana nenek?" tanya Zeva kepada papanya.
__ADS_1
"Dia dikamarnya Ze, kata nenekmu ia kurang enak badan. Tadi Mama Vero juga sudah liat kondisinya" jelas Tn Mahendra.
Tanpa bicara lagi Zeva langsung menuju kekamar sang nenek.
Dikamar tampak sang nenek tengah berbaring, wajahnya tampak pucat namun ia masih tersenyum saat melihat cucu kesayangannya mulai mendekat ke tempat ia berbaring.
"Nek, nenek sakit tapi kenapa gak beritahu Ze?"
"Hanya demam saja, jadi tidak perlu memberitahukan mu lagian aku tak ingin membuatmu cemas" ucapnya dengan senyuman yang terpancar diwajah pucatnya."Bagaimana resepsi Daniel yang kau hadiri tadi malam?" sambungnya lagi.
"Emm begitu lah nek" ujar Zeva lirih.
"Yasudah ikhlaskan. Karena dengan mengikhlaskan semuanya akan baik-baik saja" sambil mengusap pipi Zeva Nya Karina berucap.
"Tentu saja nek bagaimanapun dan sesakit apapun aku tetap harus merelakan semua yang telah terjadi" balas Zeva dengan senyumannya.
Mungkin semua yang pernah singgah dikehidupan Zeva hanyalah bagian dari pelengkap dalam cerita kehidupannya. Biar bagaimanapun yang telah pergi tidak harus kita paksakan untuk tetap bertahan namun kita harus mengikhlaskannya.
Ketidakrelaan untuk melepaskan sesuatu selalu menjadi alasan, perpisahaan itu semakin sulit diikhlaskan. Tapi percayalah dibalik perpisahan ini terdapat kebahagiaan yang sedang menantimu dimasa depan.
Siapapun yang nantinya akan singgah dikehidupanmu dan memulai ceritanya bahkan ia akan menjadi bagian terpenting dalam hidupmu maka sambutlah ia dengan rasa syukur.
Dan siapapun nantinya yang akan singgah untuk melengkapi cerita cinta dalam hidupmu maka sambut lah ia dengan rasa cinta yang sama. Dan apabila suatu saat ada yang akan pergi meninggalkanmu relakanlah ia dengan ikhlas untuk pergi munggkin ceritanya telah usai.
Ada saat dimana kau terluka dan adapula saat dimana dirimu akan berbahagia. Selalu ingat jika kau mencintai Rabbmu maka kelak Rabbmu akan menghadirkan seseorang untuk melengkapi cerita cintamu.
.
.
.
__ADS_1
Tbc...