Kun Fayakun

Kun Fayakun
Perpisahan Keluarga


__ADS_3

📌Ojo lali buat Like sebelum Komen. Yang bersedia vote juga boleh, dan buat yang love karya author terima kasih banyak:)


Setelah acara akad nikah selesai dan kini para tamu dari kedua belah pihak telah mulai berpulangan.


Satu persatu tamu berpamitan untuk kembali kerumah masing-masing. Begitu pula dengan kedua sahabat Zeva.


"Ze kita berdua pamit pulang ya, kita doakan semoga pernikahan kalian langgeng dan SAMAWA ya buat kalian" ucap Lena.


"Aamiin, terima lasih sudah hadir dan buat doanya juga. Kalian hati-hati dijalan ya" ucap Zeva.


Lena dan Klara membalas perkataan Zeva dengan anggukan.


"Kita pamit Ze, Assalammualaikum" ucap Klara dan kini mereka bertiga berpelukan.


"Waalaikumussalam" ucap Zeva.


Kedua sahabat Zeva juga berpamitan kepada semua keluarga Zeva.


Kini dirumah keluarga Zeva hanya ada ia, keluarganya, dan juga keluarga Daniel.


"Hen, kita juga pamit pulang kerumah utama keluarga Hijaya" ucap Papa Daniel.


"Tidak nginap dulu?" tanya Tn Mahendra.


"Tidak usahlah, lagian nanti malam kita juga ada pertemuan bisnis" ucap Tn Hijaya.


"Oh yasudah, bagaimana dengan Daniel apa dia juga kembali?"


"Em, iya Om Daniel juga pulang kerumah" ucap Daniel.


"Yasudah terserah kalian saja" ucap Tn Mahendra sambil tersenyum dan merangkul bahu Daniel.


"Daniel sekarang kamu adalah menantu Papa, jadi jangan panggil Om lagi. Oya Papa titip Zeva jaga dia baik-baik. Berusahalah mencintainya dan jangan sakiti dia" ucap Tn Mahendra kepada Daniel.


"Baik O eh Pa" ucap Daniel.


Sebenarnya ada rasa sedih di hati Tn Mahendra, namun hanya saja ia gengsi untuk memperlihatkan hal itu.


"Ze, kamu ikut kerumah keluarga suamimu, sekarang kamu adalah tanggung jawab suamimu dan kamu belajarlah melayani suamimu dengan baik" ucap Tn Mahendra.


Tampak Zeva yang mulai terisak, ia berpelukan dengan sang nenek.

__ADS_1


"Jaga dirimu, jika kau merindukan rumah ini datanglah kemari. Pintu rumah ini selalu terbuka untukmu" ucap nenek dan memeluk Zeva.


Zeva masih saja terisak dalam tangisannya dengan perasaan sedih Ahkam juga memeluknya.


"Jangan menangis, jika suamimu menyakitimu aku dengan senang hati akan membawamu pergi darinya. Ingat kau tidak sendiri" ucap Ahkam.


"iya kak" dengan memeluk tubuh Ahkam.


Beralih ke Bunda, ia sangat sedih jika mengingat 15 tahun lalu. Dimana ia di pisahkan dari putri kecilnya, namun sekarang ketika bertemu kembali putri kecilnya telah tumbuh menjadi wanita dewasa bahkan telah menjadi istri seseorang.


Begitu cepat waktu berlalu, bahkan ia tidak sempat melihat saat-saat putri kecilnya tumbuh menjadi remaja dan bercerita banyak hal.


"Saya ingatlah selalu Bunda sangat menyayangimu dan pastinya akan berdoa yang terbaik untukmu" ucap Bunda ia mencium kening, pipi dan memeluk tubuh Zeva.


"Bunda Ze juga menyayangi Bunda begitupula dengan Papa Malik" ucap Zeva lirih dan membalas pelukan Bundanya.


"Papa akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak. Papa sebelumya tidak pernah bertemu langsung dengan mu. Bahkan kali ini kita bertemu kau sudah sangat dewasa nak" ucap papa Malik mengusap kepala Zeva.


"Papa Malik, Ze titip salam buat Hafiza" ucap Zeva.


Tanpa berpikir Tn Malik langsung merengkuh tubuh mungil Zeva. Zeva tak menolak saat pelukan hangat dari Tn Malik ia rasakan. Bahkan ia bahagia setelah sekian lama kini ia kembali merasakan dekapan hangat dari pelukan seorang Papa yang sudah lama tak ia rasakan.


"Pa, Ma Ze pamit. Salam buat Zidan" ucap Zeva.


Ia menyailim tangan Tn dan Ny Mahendra. Mungkin ada perasaan sedih dan terharu dari dalam diri Mama Veronika sehingga tanpa aba-aba ia langsung memeluk tubuh Zeva.


"Ze pamit Ma" ucap Zeva kepada Mama Veronika.


Setelah derama perpisahan kini Zeva dan keluarga Daniel meninggalkan rumah keluarga Mahendra dan menuju ke kediaman Hijaya.


**


Sedangkaan ditempat lain dunia medis sedang dihebohkan dengan kepopuleran seorang dokter muda ahli bedah.


Dengan kepandaiannya ia telah menyelamatkan banyak nyawa dan memberikan semangat untuk melalui kehidupan melalui oprasi bedah yang ia lakukan.


Keramah tamahan yang ia miliki membuatnya banyak disukai oleh orang. Tak jarang jika banyak wanita muda bahkan sampai yang tua mengidolakannya.


Tak hanya berprofesi sebagai dokter ia juga ikut menggeluti dunia bisnis dalam bidang farmasi bersama kakak laki-lakinya.


Dengan kelihaian dan kecerdasan yang mereka miliki, mereka mampu membawa perusahaanya pada tingkat kejayaan yang sedang naik daun dan digadang gadang banyak perusahaan yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan mereka.

__ADS_1


Kedua lelaki tersebut adalah Kahfi yang lebih dikenal berprofesi sebagai dokter muda ahli bedah sedangkan kakanya adalah Aldo seorang pebisnis dalam dunia farmasi yang kini perusahaanya berada pada tingkat kejayaannya.


Kerja keras yang mereka laku kan ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Dengan kepandaian, ketelitian, kecerdasan serta kegigihan kini mereka berhasil membawa perusahaan mereka menjadi perusahaan sukses nomer satu dalam bidang farmasi.


Sedangkan Kahfi lebih cenderung mendalami frofesinya dengan menjadi dokter dan tidak sering tampil sebagai seorang pebisnis.


Seperti saat ini ia berhasi mengoprasi seorang anak yang menjadi korban tabrakan yang mengakibatkan penggumpalan pembulu darah pada kepalanya yang menyebab kan pasien tersebut mengalami keritis.


"Dok bagaimana oprasinya dan bagaimana keadaan anak saya?" tanya ibu pasien saat melihat Kahfi keluar dari ruang oprasi.


"Alhamdulillah operasi kali ini lancar dan mengenai keadaan anak ibu dan bapak, ia berhasil melewati masa keritisnya. Nanti pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat sebab keadaannya sudah mulai membaik" ucap Kahfi.


"Alhamdulillah terima kasih dok" ucap sang ibu pasien.


"Berterima kasih kepada yang Maha Kuasa, berkat kekuatanya anak ibu terselamatkan dan saya hanya perantara saja" jawab Kahfi sambil tersenyum ramah.


"Yasudah Bu, pak saya permisi dulu" sambil tersenyum dan pergi meninggalkan keluarga pasien.


**


Disisi lain keluarga Hijaya telah sampai di kediaman keluarga besar Hijaya.


"Yasudah Daniel kamu ajak istri kamu masuk duluan" ucap Mama Daniel dan hanya di balas anggukan oleh Daniel.


"Sayang kamu ikut Daniel, kalian masuk duluan" ucap Mama Daniel sambil mengusap kepala Zeva.


"Iya, Ma" balas Zeva


Daniel dan Zeva melangkahkan kaki masuk kedalam menuju kamar Daniel.


.


.


.


.


Tbc...


Terima kasih buat like, rate5, komen, dan yang udah nglove ini karya;)

__ADS_1


__ADS_2