
📌Ditunggu jejak kalian;)
🌻Sejauh apapun kau melangkah jika itu sudah menjadi bagian dari takdirmu maka kau tidak bisa menghindarinya 🌻
"Ahkam" ucap Tn Mahendra.
Ia sebenarnya sangat kaget bertahun-tahun ia tak pernah melihat anak laki-lakinya namun hari ini dia berdiri dengan gagah dihadapannya.
"Alhamdulillah jika Papa masih mengenali Ahkam" sambil melepaskan kacamata hitam yang masih berada pada wajahnya.
Veronika tampak terkejut, seorang laki-laki berusia 10tahun waktu pertama ia temui kini telah tumbuh besar segagah saat ini sedang berada di hadapannya.
Dia tidak menyangka Ahkam lebih tampan dibandikan dengan foto-foto yang ia lihat pada Instagram milik Ahkam.
Tanpa aba-aba Zeva langsung berlari dan mendekap tubuh atletis sang kakak laki-laki nya. Sudah lama mereka tak bertemu tapi hari ini tanpa diduga Ahkam telah berada disini.
"Ka, kapan kau kemari kenapa tidak memberi tahu kan ku?" Zeva tampak menangis dalam dekapan hangat kakanya.
"Nanti aku ceritakan bagaimana aku bisa kemari, sekarang aku ingin penjelasan dari Papa" ucap Ahkam sambil menghapus sisa air mata Zeva.
"Pa, jelaskan apa maksud dari perjodohan Zeva? Mengapa Papa tak pernah menanyakan pendapat ku ataupun Bunda?" ucap Ahkam sambil menatap ke arah Tn Mahendra.
"Ahkam kau tidak perlu tahu begitu pula dengan Bundamu" menatap ke arah Ahkam.
"Pa maksudnya apa? Bukankah Aku dan Bunda juga berhak atas kehidupan Zeva. Dia adik ku dan dia adalah putri kandung Bunda" dia merasa kecewa mendengar penjelasan Papanya.
"Ahkam mulai saat kalian pergi meninggalkan rumah ini dan juga meninggalkan Zeva maka mulai dari saat itu Bundamu dan juga Kau tidak punya hak apapun atas putriku" Jelas Tn Mahendra dengan nada tinggi.
"Papa masih sama tidak pernah berubah, sama seperti 15tahun lalu masih saja egois. Hanya mementingkan dirimu sendiri" ucap Ahkam lirih.
Perdebatan terus terjadi antara Papa dan juga Ahkam. Mereka sama-sama keras kepala dan tidak ingin mengalah.
Disela sela perdebatan akhirnya Tn Mahendra menjelaskan alasannya di balik perjodohan Zeva.
"Kamu dengar baik-baik. Aku menjodohkan putriku demi keuntungan bisnis yang aku jalani saat ini. Dengan adanya perjodohan ini maka perusahaan yang aku pimpin akan berkembang pesat". Tegas Tn Mahendra.
Mendengar hal itu seketika membuat Ahkam diam. Di merasa sedih dengan nasib adik kecilnya.
"Pa sudahlah, Ze mohon tidak perlu kalian berdebat lagi" ucap Zeva yang kini telah menangis.
"Ya Allah sehina itukah aku, sehingga papa tega menjodohkan ku untuk urusan bisnisnya. Aku menerima semuanya namun aku tak kuat jika harus melihat Kak Ahkam sekecewa itu" batin Zeva sambil menangis.
__ADS_1
"Ze, hei jangan mengangis aku akan membelamu sebab kau adalah adikku dan hidupku" ucap Ahkam sambil mengusap air mata Zeva.
"Kak apa kau menyayangi adikmu ini?"
"He, itu tentu saja" ucap Ahkam.
"Jika benar maka berhentilah berdebat, aku menerima perjodohan ini dengan ikhlas" ucap Zeva lirih.
Tanpa aba-aba Ahkam langsung merengkuh tubuh mungil adiknya kedalam pelukannya.
"Kenapa kau berbohong, aku melihat kau besedih seperti ingin memberontak" suara Ahkam menjadi lirih ia tak kuasa menahan air matanya.
"Sudahlah Ahkam aku senang jika kau berada disini dan tiga hari lagi adalah pernikahan Zeva maka kau harus menghadirinya" tegas Tn Mahendra.
Sementara dari tadi sang nenek tampak hanya terdiam, dia sudah lelah menjelaskan kepada Putranya untuk membatalkan rencananya namun semua sia-sia saja. Putranya Arya Mahendra sangatlah keras kepala.
Setelah perdebatan panjang kini Tn Arya Mahendra tampak pergi kekamarnya meninggalkan ruang keluarga dan tampaklah Veronika berada di belakangnya.
"Sudahlah Ahkam, dia sangat keras kepala. Aku tak menyangka putra ku sangat egois" lirih Nenek saat berucap.
"Nek lupakan saja, Ze menerima keputusan papa dan insyaallah Ze ikhlas nek" ucap Zeva sambil menghampiri sang Nenek yang terduduk lemas di sofa.
"Ze maafkan nenek yang tak bisa berbuat apa-apa untukmu" lirih Ny Karina.
"Sekarang lebih baik nenek istirahat pasti lelahkan" ucap Zeva sambil menuntun neneknya masuk ke kamarnya.
"Istirahatlah, Zeva ingin bicara kepada Kak Ahkam" ucap Zeva lalu keluar menuju ruang keluarga.
"Kak mari ikut Ze, Kaka pasti lelah kan. Lebih baik kaka istirahat di kamar Ze" ucap Zeva sambil berjalan dan Ahkam hanya menuruti nya.
Mereka berjalan menaiki tangga menuju kamar Zeva yang berada di lantai dua. Setelah berada di lantai dua dan pintu kamar Zeva terbuka tampak terlihat kamar berukuran besar dengan desain sederhana.
"Dari kecil kau tak pernah berubah, kamar yang luas terlihat sederhana" ucap Ahkam.
Ahkam duduk di tepi ranjang Zeva sambil tetap melihat lihat kamar adiknya. Ternyata tidak banyak yang berubah dari kamar ini. Kamar yang 15tahun lalu mereka tempati.
"Kak katakan bagaimana kau bisa sampai di Indonesia? Kenapa Bunda dan juga Mbak Nur istrimu tidak kelihatan?" ucap Zeva.
"Ze, Bunda sangat merindukanmu dia juga sudah tau tentang perjodohan ini. Bunda sangat sedih mendengarnya jadi kakak barada disini karna bunda yang menginginkan"
"Sebenarnya Bunda yang ingin datang kemari, namun kaka mencegahnya sebab Kakak tidak ingin melihat bunda berdebat dengan Papa" ucap Ahkam.
__ADS_1
"Kak, jadi kapan kau sampai di Indonesia dan dimana kamu menginap saat ini?" tanya Zeva.
"Kamu tidak usah kawatir Kakak menginap di rumah Kak Aldo teman kakak saat kuliah dulu" Ucap Ahkam "Kemarilah, aku sangat merindukan dirimu" sambil membentangkan tangannya untuk Zeva.
Tanpa aba-aba Zeva langsung menghampiri dan memeluk Ahkam.
"Maafkan Kakak yang tidak bisa melakukan apapun untuk membatalkan perjodohanmu" ucap Ahkam sambil memeluk erat adiknya.
"Sudahlahkan Ze ikhlas mungkin ini sudah takdir hidup Ze" membalas pelukan hangat Ahkam
"Kak, nanti di akad Zeva kakak akan hadir kan?"
"Tentu saja aku hadir, aku ingin melihat sehebat apa calon suamimu hingga Papa sangat menginginkannya menikah denganmu" ucap Ahkam.
"Sudah lah Kaka istirahat, pasti lelah kan. Kakak bisa berbaring di ranjang Ze".
**
_Di Rumah Keluarga Malik\=> Singapura_
"Bun Ahkam sudah tiba di Indonesia dan tadi katanya dia akan langsung kerumah Papanya" ucap Tn Malik.
"Mas, semoga masalah ini cepat terselesaikan dengan adanya Ahkam" ucap Bunda Zeva dan Ahkam.
Ia tampak sangat sedih sebab mantan suaminya Papa Zeva tidak memberinya kabar mengenai keputusan besar untuk hidup putrinya.
**
Sementara di tempat lain tampak Daniel sedang bersama Citra kekasihnya sedang berkencan romantis di sebuah cafe ternama.
Sedangkan Kahfi berada di rumah sakit tempatnya bekerja ia sedang duduk di kursi kebanggannya dan tampak memikirkan seseorang dan memegangi gelang Zeva yang ada padanya.
"Mungkin kah kita akan bertemu lagi?" batin Kahfi.
.
.
.
Next episode.
__ADS_1
📌Jangan bosan buat mampir dan support author💛☺