Kun Fayakun

Kun Fayakun
Bercerita


__ADS_3

🍁Jangan lupa like sebelum komen🍁


Ke esokan harinya....


Zeva baru pulang dari kampusnya dan dia langsung pergi ke cafe untuk mengisi waktu luangnya agar sibuk.


"Selamat siang Mbak Ze" ucap pelayan cafe yang melihat Zeva masuk kedalam cafe.


"Selamat siang Mbak" ucap Zeva singkat dan ia langsung masuk ke ruangannya.


Zeva benar-benar bingung. Dia tidak tau hari ini dia harus bahagia atau bersedih. Setelah mengingat keputusan tadi malam bahwa dia akan bertunangan seminggu lagi.


Derttttt....


Suara ponsel Zeva berdering dari dalam tas sandang yang ia letakan di atas meja.


Dengan segera tangan mungul Zeva merogoh tas miliknya. Dan terlihat sebuah panggilan Vidio.


"Kak Ahkam" gumam Zeva saat melihat nama kakak laki-lakinya tertera pada layar ponsel.


_Percakapan di pangilan vidio_


"Assalammualaikum kak" ucap Zeva sambil melihatkan senyuman manisnya.


"Waalaikumussalam, My Love gimana kabar kamu dan nenek?"


"Alhamdulillah baik Kak. Ada apa kakak telfon di jam segini?"


"Heyy,, memangnya aku tidak boleh menghubungimu di jam segini" ucap Ahkam dengan suara dan tatapan tajam miliknya.


"Kak, bukan seperti itu hanya saja ini kan jam kerja. Jadi apa kak Kakak tidak sedang tugas dirumah sakit?"


"Hemm, Kakak baru saja selesai melakukan oprasi. Jadi kaka rasa ini adalah waktu sengga makanya Kakak menghubungimu".


"Oo, Kak gimana kabar Bunda,Ayah, Dek Hafizah dan juga Mbak Nur?" tanya Zeva.


Bunda adalah panggilan Zeva untuk ibu kandungnya sedangkan Ayah adalah panggilan untuk Tn Hisyam yang sekarang menjadi suami Ibu kandung Zeva.


Sedangkan Hafizah adalah anak kandung dari Ibu Zeva dan Tn Malik yang berusia 10tahun. Dan Mbak Nur adalah nama istri dari Ahkam kakanya Zeva.


Ahkam dan Mbak Nur menikah dua tahun yang lalu, saat Zeva baru saja lulus dari SMA.


"Alhamdulillah mereka semua baik dek"


"Em Syukurlah"


"Dek, kamu kenapa? Ada yang kamu sembunyiin dari Kakak? Kelihatan banget kamu lagi murung" ucap Ahkam dengan penuh selidik.

__ADS_1


"Kak, Zeva... Zeva di jodohin oleh Papa dengan anak temannya dan sekaligus anak rekan bisnianya" ucap Zeva dengan menundukan kepalanya.


"Apa? Apa yang kamu katakan Dek? Kamu jangan main-main" ucap Ahkam dengan nada sedikit meninggi.


"Kak Zeva tidak main-main, Zeva serius..."


Zeva pun menceritakan semuanya dari awal. Mulai dari rencana perjodohan hingga kesepakatan bahwa mereka akan bertunangan minggu depan.


Ahkam yang mendengarkan hanya terdiam dia menatap iba kepada adi perempuannya yang satu ini. Ia ingin merengkuh tubuh mungil adiknya namun apal daya jarak memisahkan keduanya.


"Ze, Katakan kepada Kakak apa kamu bahagia dengan semua ini?"


"Entah lah Kak, yang jelas jika ini membuat Papa bahagia Insyaallah Zeva ikhlas. Dan mungkin ini yang terbaik"


"Ze apa nenek mengetahui hal ini?"


"Tidak Kak. Nenek belum tahu sebab sekarang dia sedang berada di Bandung"


Perbincangan terus terjadi antara Zeva dan Kakak laki-lakinya. Kini Zeva merasa sedikit lega sebab dia telah menemukan tempat bercerita.


"Ze, maafkan Kakak yang tidak bisa melakukan apa-apa. Kamu kan tahu jika Papa sudah mengambil keputusan maka tidak ada yang mampu menentangnya" ucap Ahkam dengan nada kecewanya.


"Tidak apa Kak. Insyaallah Ze menerima semua ini dengan ikhlas".


"Yasudah Ze, kita sudahi dulu percakapan kita. Nanti jika Kakak tidak sibuk maka Kakak akan menghubungimu lagi"


"Assalammualaikum, jangan lupa berdoa kepada Allah Dek. Serahkan semuanya kepada Sang Khalik sebab hanya Dia yang Maha Membolak balikan hati manusia"


"Iya Kak, Waalaikumussalam. Salam buat yang lain ya Kak".


"Iya My Love nanti Kakak sampaikan salammu ya" ucap ahkam dan Zeva hanya tersenyum.


Kini panggilan vidio pun terputus. Zeva merasa lega sebab beban pikirannya telah ia bagi dengan Kakanya.


**


_Rumah Sakit Di Singapura_


Seorang laki-laki berpakaian dokter sedang duduk di kursinya. Lelaki tersebut adalah Ahkam.


Dia Kakak laki-laki Zeva yang bekerja sebagai Dokter badah pada rumah sakit pusat kota Singapura.


Lelaki tampan bertubuh atletis, pemilik senyum manis, berbola mata hitam pekat seperti Zeva, memiliki alis tebal dan bibir tipis berwarna sedikit merah alami sebab ia bukanlah perokok.


"Tega-teganya Papa. Demi bisnis ia tega menjual putrinya dengan alasan menjodohkannya" ucap Ahkam.


Ia sangat kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Papanya. Dia bingung nantinya dia harus bicara apa kepada sang ibu kandung.

__ADS_1


Ibunya sangat menyayangi Zeva, sebab ia dalah putri kecil yang sangat dekat dengan ibunya, ya meskipun mereka berjauhan.


"Ahhhh. Gimana nanti reaksi Bunda saat mengetahui tentang perjodohan Zeva putri kesayangannya" ucap Ahkam yang merasa prustasi.


*"


Sedangkan dirumah sakit pemerintah di kota Jakarta seorang dokter baru saja keluar dari ruangan oprasi. Dia habis melakukan oprasi pada pasiennya.


Dokter laki-laki tersebut masuk kedalam ruangan pribadinya setelah itu melepaskan jas putih yang dikenakannya dan membersihkan dirinya.


Setelah selesai membesihkan diri ia duduk pada kursi kebesarannya.


"YaAllah gadis kecil itu selalu ada dalam pikiranku" ucap Kahfi pelan sambil tersenyum menatap kejendela yang mengarah pada cafe milik Zeva.


"Mungkinkah aku bisa bertemu lagi dengannya" gumam Kahfi sambil menatap gelang yang ia pegang.


"Ia sangat cantik, tatapan yang menyejukkan dan juga senyuman manis yang ia lontarkan. Astaufirullah kenapa aku jadi berhayal tentang wajahnya yang mungil itu" ucap Kahfi sambil memegangi rambutnya persis seperti orang yang sedang di mabuk cinta.


🍁🍁


🌜Waktu terus berjalan biar sejauh apapun kita teringgal waktu tidak akan berhenti hanya untuk menunggu kita yang tengah tertinggal dibelakang.πŸŒ›


"Sayang, jadi aku haru gimana lagi. Please kamu ngerti in posisi aku" ucap Daniel.


Kini Daniel tengah berada disebuah club malam bersama dengan Citra kekasihnya.


Daniel menceritakan semua rencana kedua orang tuanya yang akan menjodohkan dirinya kepada Citra.


"Sayang, jadi gimana nasib aku?" ucap Citra.


"Yang, aku memang menikah dengan gadis itu namun aku tetap mencintaimu. Sebab hanya kamu yang aku cinta"


"Percuma Daniel Sayang. Kan kamu telah menikah dengannya dan aku tidak bisa berbuat apa-apa"


"Kau akan tetap menjadi kekasihku".


"Apa kau sudah gila? Kau nantinya akan menikah lalu aku?"


"Mama telah berjanji jika nanti aku tetap tidak mencintai gadis itu, maka aku bebas untuk mengambil keputusan"


"Tapi,, kau harus berjanji tidak akan mencintainya"


"Aku berjanji, hanya kamu yang aku cintai" ucap Daniel.


Keluarga Daniel merupakan keluarga yang jauh dari agama jadi tak heran jika Daniel berada diclub malam.


🍁🍁

__ADS_1


Mampir juga ke karya author "KETIKA SIBUCIN MOVE ON"


__ADS_2