Kun Fayakun

Kun Fayakun
Ingin ku mengeluh


__ADS_3

๐Ÿ“ŒPlease tinggalkan jejak kalian dengan cara Like, Komen, Vote, Rate dan Love:)


๐ŸŒœBisa kah kau belajar menghargai kehadiranku walau hanya sebagai teman mu? Aku juga hanyalah manusia biasa yang juga ingin dihargai layaknya kau menghargainya! Bisakah kau melupakannya sejenak saja dan menghargai ku?๐ŸŒ› POV ZEVA


Hari-hari berlalu tanpa terasa sebulan sudah terlewati namu kehidupan pernikahan Zeva masih tidak seperti hubungan pernikahan pada umumnya.


Bahkan kini kesedihan semakin hari semakin melanda hati Zeva. Usahanya untuk menjadi istri seutuhnya tak pernah dihargai oleh Daniel.


Seperti saat ini Zeva dan Daniel berada di kamar pribadi mereka. Tampak Daniel sedang duduk di sofa yang berada didekat pojok kamar sedang berkutat dengan laptopnya.


"Mas kamu mau minum teh atau kopi?" ucap Zeva memecah keheningan.


"Tidak terima kasih" ucapnya datar tanpa menoleh kearah Zeva.


"Emm yasudahlah, aku istirahat duluan" ucap Zeva pelan dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang miliknya dan Daniel.


Meskipun pernikahan mereka tidak semestinya namun mereka tetap tidur satu ranjang dengan guling sebagai pembatas diantara keduanya.


Zeva tertidur dengan raut mata teduhnya yang menggambarkan kesedihan mendalam.


**


Matahari tampak bersinar sangat cerah menemani aktifitas anak manusia. Cahaya mentari pagi tampak menghangatkan apabila menembus kulit tubuh.


Embun pagi yang tadinya terlihat kini tampak mulai mengering, suara kicauan burung tampak terdengar merdu menelisik indra pendengaran.


Setelah selesai sholat Zeva kini berada didapur memasak makanan untuk sarapan pagi bersama Mama mertuanya.


Ditengah asik berkutat dengan peralatan dapur Daniel turun dari lantai atas sudah menggunakan jas kantornya dan sudah sangat rapi.


"Ma Daniel pamit kekantor" ucapnya saat berada di lantai bawah.


"Sarapan dulu baru ngantor" ucap Mama menghampiri Daniel.


"Ma Daniel sarapan di kantor aja hari ini soalnya ada meeteng dengan clien dari perusahaan Mitra jaya yang gak bisa ditunda" ucapnya yang hanya meminum segelas susu dan langsung pergi setelah berpamitan.


"Dia sudah dewasa dan sekarang ia menjadi pemuda yang gila kerja" gumam Mama.

__ADS_1


"Ze nanti siang kamu antar makanan ya buat Daniel ke kantor" ucap Mama menghampiri Zeva.


"Em iya Ma"


Kini yang menikmati sarapan hanyalah Mama, Papa dan Zeva. Setelah sarapan Papa langsung pamit berangkat kekantor.


Setelah selesai sarapan Zeva membersihkan meja makan dan mencuci peralatan makan yang kotor dibantu oleh Bik Ijah Art keluarga Hijaya.


**


Dikantor Daniel sedang mengadakan rapat dengan para client dari perusahaan Mitra Jaya.


Setelah selesai rapat Daniel kembali keruangannya untuk menyelesaikan berkas-berkas pekerjaannya yang menumpuk di mejanya.


Ditengah asiknya membereskan berkas-berkasnya pintu ruangan Daniel diketuk oleh seseorang dari luar.


Tok..tok..tokk


Suara ketukan dari luar.


Pintu pun terbuka dan menampilkan sosok wanita cantik yang mengenakan dress selutut.


"Selamat siang sayang, sibuk banget keliatannya" ucap Citra dan langsung bergelayut di lengan Daniel.


"Eh kamu sayang aku kira entah siapa"


"orang kamu serius bener liat tin tuh berkas-berkas" ucap Citra dengan manyun.


"emmmm"


"Yaudah kamu pasti belum makan siang kan? Jadi yaudah sekarang kita makan siang bareng ini aku udah bawain makanan buat kamu" ucapnya sambil memperlihatkan kotak bekal yang ia bawa.


"Yaampun sudah jam 11.30 ternyata" ucap Daniel melihat jam ditangannya.


"Orang kamu keasikan kerja sampai-sampai lupa waktukan"


"emmmm" gumam Daniel.

__ADS_1


"Yaudah ayo makan siang dulu ini udah aku bawain spesial lo aku yang masakin"


"Serius?" dan hanya dibalas anggukan oleh Citra.


Sedangkan dirumah Zeva tengah bersiap-siap untuk menuju ke kantor Daniel dengan membawa kotak makan siang.


Dengan menggunakan taxi Zeva menuju ke kantor Daniel. Setelah beberapa menit kini Zevapun sampai di depan gedung kantor Daniel.


Resrpsionis kantor yang mengenal Zeva adalah istri Daniel langsung mempersilahkan Zeva masuk menuju ke ruangan Daniel.


Dengan langkah perlahan Zeva melewati para staf kantor banyak yang memandangnya dengan tatapan kagum karena keanggunan wajahnya.


Dengan menaiki lif kini Zeva sampai di depan ruangan Daniel. Dengan perlahan ia membuka knop pintu ruangan Daniel.


"Assalammualaikum Ma-" ucapan Zeva terpotong saat ia melihat Daniel tengah disuapi makanan oleh Citra.


"Ze!" ucap Daniel menoleh kearah Zeva yang berada di depan ruangannya.


"Emmm, maaf mengganggu" ucap Zeva dan menundukan wajahnya.


Tanpa berfikir lagi Zeva membalikan badannya dan pergi meninggalkan ruangan Daniel dengan kotak bekal yang masih berada di tangannya.


Dengan perasaan sedih Zeva meninggalkan kantor Daniel dan berjalan ditrotoar.


Ia terus berjalan tanpa sadar air matanya menetes. Rasa sakit saat melihat suaminya bersama wanita lain tidak dapat ia tahan.


Ingin rasanya ia berontak dan mengeluhkan semuanya namun apalah daya ia hanyalah seorang istri yang tak pernah dianggab kehadirannya.


.


.


.


Tbc.....


Terima kasih buat like, komen dan support nya;)

__ADS_1


__ADS_2