Kun Fayakun

Kun Fayakun
ZEVA, KLARA dan LENA


__ADS_3

Jangan lupa like ya sebelum komen:)


Soalnya itu buat author semangat. Apalagi ada yang Faf, Vot, dan rate


Allahhu Akbar.... Allahhu Akbar....


Suara azan subuh mulai berkumandang. Dengan terbiasa kini Zeva telah terbangun lebih awal sebelum suara azan terdengar.


Dengan merasakan kedamaian Zeva memakai mukenah dan menggelar sajadah untuk melaksanakan sholat subuh.


Zeva terbiasa sholat sendirian didalam kamarnya, tanpa di imami oleh sang Ayah.


Mungkin karena Ayahnya terlalu sibuk mengejar dunia sehingga ia lalai dalam menjalankan kewajibannya sebagai muslim sehingga dirumah keluarga besar Mahendra jarang melaksanakan ibadah shalat berjamaah.


Zeva sholat dengan khusyuk dan setelah selesai tak lupa pulai ia berdoa untuk kebaikan dirinya serta keluarganya di dunia dan juga di akhirat kelak.


Selesai sholat Zeva turun menuju ke lantai satu dimana dapur dan meja makan terletak.


Meskipun dirumah keluarga Mahendra terdapat ART namun Zeva tetap memasak sarapan pagi untuk sang nenek sendiri tanpa bantuan ART.


Setelah beberapa menit kini semua hidangan sudah tersaji dimeja makan dengan rapi.


Tn Mahendra dan Ny Veronika telah duduk ditempat masing-masing. Begitupula dengan Zeva, Ny Karina (Nenek Zeva) dan juga Zidan (anak kandung Tn Mahendra dan Ny Veronika yang berusia 15tahun).


"Nek, Zeva sudah selesai sarapannya. Zeva pamit ya hari ini ngampus lebih awal". Ucap Zeva berpamitan kepada sang nenek.


"Pa, Ma Zeva pamit". Ucap Zeva sambil menyalim tangan Ayah dan Ibu tirinya.


"Assalammualaikum semuanya". Ucap Zeva.


"Waalaikumussalam, hati-hati dijalan Ze jangan lupa baca doa dulu". Ucap sang nenek.


Sedangkan Tn Mahendra dan Ny Veronika hanya diam menikmati sarapannya tanpa menjawab salam dari Zeva.


Ya begitulah Ayah dan Ibu tiri Zeva. Terlalu dingin, ketus dan sangatlah tegas. Hanya sang neneklah yang tetap hangat dengan sejuta kasihnya untuk Zeva.


Zeva pergi ke kampus diantar oleh Mang Mamat supir keluarga Mahendra.


Setelah kurang lebih 20menit kini Zeva sudah sampai didepan kampusnya.


"Mang Zeva pamit Assalammualaikum". Ucap Zeva sambil membuka pintu mobil.


"Iya waalaikumussalam neng". Ucap Mang Mamat.


Setelah itu Zeva berjalan menuju ke kelasnya dan Mang Mamat pergi meninggalkan area kampus Zeva.


"Assalammualaikum Kla". Ucap Zeva saat sudah sampai di kelasnya.

__ADS_1


"Waalaikumussalam Ze, gimana hari ini di omelin apa kaga?" Tanya Klara.


"Enggak, lebih dingin dari sebelumya". Ucap Zeva dengan guratan kesedihan.


"Hai Ze, Kla". Ucap Lena yang baru datang.


"Assalammualaikum Le". Ucap Zeva dan Klara bersamaan.


"Heheh, iya lupa. Assalammualaikum".


"Waalaikumussalam". Ucal Zeva dan Klara.


"Lagi bahas apa?" Tanya Lena.


"Biasa". Ucap Klara.


"Yaudah Ze, lupain yang dirumah. Ingat Kak lo, Kak Ahkam". Ucap Lena.


"Iya Le". Ucap Zeva.


"Selamat Pagi". Suara Prof Alex yang tiba-tiba terdengar dengan lantang.


"Pagi Prof". Ucap semua mahasiswa dan mahasiswi.


"Baiklah kita akan langsung mulai kelas tanpa ada basa-basi ataupun yang lainnya". Ucap prof Alex.


Prof Alex adalah salah satu dosen yang mengajar tentang ilmu hukum. Dia adalah tipe dosen yang sangat tegas dan tidak ingin bertele-tele dalam mengajar mahasiswa dan mahasiswinya.


**


Kini Zeva, Klara dan Lena sedang berada di area parkir kampus.


"Ze, kamu kecafe lagi hari ini?" Tanya Lena.


"Iya Le, lagian aku malas dirumah. Kamu kan tau gimana sikap Mama Vero dengan ku".


"Yaudah Ze, kita berdua ikut kamu ke cafe ya". Ucap Klara.


"Boleh aja, tapi apa kalian gak sibuk?"


"Enggak Ze, kan sesekali juga kita berdua main-main kecafe lo". Ucap Lena.


"Yaudah iya".


"Yaudah ayo kita kesana naik mobil gue". Ucap Lena.


Ketiga gadis itupun masuk kedalam mobil Lena untuk menuju ke Cafe Zeva.

__ADS_1


Lena adalah seorang mualaf keturunan tiongkok yang masuk islam saat menetap di Indonesia. Jadi wajar saja kalau Lena bicara Lo atau gue. Sedangkan Klara dia asli keturuna berdarah Indonesia.


"Kla, Ze". Ucap Lena.


"Hemm"


"Tar malam kalian diajakin makan malam sama Papa dan Mama gue".


"Makan malam?" Tanya Klara.


"Iya, makan malam keluarga. Kalian di undang ama Papa dan Mama gu kerumah".


"Emm,, insyaallah ya Le. Kalau gak sibuk aku adatang". Ucap Zeva.


"Em,, kalau aku ngikut aja". Ucap Klara.


Setelah beberapa menit mengendarai mobil, kini mereka telah sampai di area parkir cafe Zeva.


"Yaudah ayo kita langsung ke ruangan aku aja". Ucap Zeva sambil berjalan bersama kedua sahabatnya.


"Siang Mbak Ze". Ucap Mbak Arum salah satu pelayan cafe dengan ramah.


"Siang Mbak". Jawab Zeva dengan tetsenyum ramah.


Mbak Arum juga menyapa Klara dan Lena dengan ramah, sebab Mbak Arum tau jika mereka berdua adalah sahabat Zeva sang pemilik Cafe.


"Le, Kla kalian langsung ke ruangan aku aja ya. Aku mau bicara bentar sama Mbak Arum". Ucap Zeva.


"Oke, Ze. Kita duluan ya". Ucap Lena dan Klara sambil berjalan menuju ruangan Zeva.


Sedangkan Zeva dan Mbak Arum berbicara sambil menuju ke luar cafe.


.


.


.


.


.


**Jangan lupa like oke 👍


Nantikan kelanjutan ceritanya:)


Jangan lupa mampir ke

__ADS_1


"KETIKA SI BUCIN MOVE ON**"



__ADS_2