Kun Fayakun

Kun Fayakun
Lebih baik melepaskan


__ADS_3

**Mohon Like sebelum membaca karna Like itu geratis dan bisa membuat Author bersemangat;)


🌜Lepaskan! Kau tak perlu menahan seseorang agar ia tetap bisa bersamamu karena itu hanya akan menjadi sia-sia saja. Sebab jika ia benar cinta maka ia akan bertahan dengan sendirinya tanpa harus kau menahannya agar tak pergi🌛**


✒by:Patmah


_____________★★___________


"Kenapa menangis begini Ze?" tanya nenek.


Ny Karina menuntun Zeva masuk kedalam begitu pula dengan Ahkam, ia masuk bersama Tn Mahendra.


"Ahkam jelaskan ada apa ini?" tanya Tn Mahendra.


Diruang tamu tampak Zeva duduk bersama Ny Karina neneknya tengah menangis sesugukan, selain itu Mama Veronika juga berada disana saat tadi mendengar ada suara ribut-ribut.


"Pa! apa Papa tau perbuatan menantu pilihan Papa?" ucap Ahkam tegas.


"Maksud kamu apa Ahkam?" kini Mama Veronika mulai bersuara.


"Pa, menantu pilihan Papa itu kini telah menceraikan putri mu, dia membuat adik ku menagis!"


"Jangan lancang kamu Ahkam, tidak mungkin Daniel melakukan itu!" ucap Tn Mahendra sambil memegang kerah baju Ahkam.


"Pa buka matamu dan sadarlah, saat ini dihadapanmu Putrimu tengah menangis akibat dari ulah laki-laki itu"


"Ze jelaskan apa semua ini? benar Daniel menceraikan mu? pasti kau telah melaku kan kesalahan kan makanya Daniel sampai menceraikanmu?" ucap Tn Mahendra yang kini menghadap ke Zeva.


"Stop Arya! apa kau tau yang dihadapan mu saat ini adalah Putrimu. Harusnya kau tau keperibadian Putrimu bagaimana, dan tak seharusnya kau menyalahkan Putrimu!" ucap Nya Karina dan bangkit dari duduknya.


"Bu pasti ini salahnya makanya suaminya menceraikannya dan..."


"Pa! apa kau tau ini semua salah mu akibat ketamakan dan ambisimu kau mengorbankan putrimu dan inilah hasil dari keputusanmu. Sekarang lelaki itu menceraikan Adik ku dan diusia muda adiku telah menjadi janda. Dan ini semua adalah salahmu tak seharusnya kau menyalahkan Zeva" ucap Ahkam memotong ucapan Papanya.

__ADS_1


Zeva. Apa yang dilakukan gadis itu saat ini? tentu saja saat ini ia menangis, hanya menangis yang bisa ia lakukan saat ini. Mengapa Papanya begitu tega menyalahkannya atas semua ini, padahal disini ia yang tersakiti.


"Pa jika kau tidak ingin menerima Zeva tinggal dirumahmu saat ini juga aku yang akan membawanya pergi darisini. Pergi menjauh dari mu tapi aku mohon jangan pernah menyalahkan adikku karna pada dasarnya Papa lah yang salah"


"Ahkam tenanglah, Ze adalah cucuku dan rumah ini juga adalah haknya jadi dia akan tinggal disini" Ny Karina berucap.


Ia sangat kasihan melihat Zeva, gadis kecil ini begitu terpukul hingga dari tadi ia hanya menagis. Bahkan matanya sampai membengkak akibat terlalu lama ia menangis.


"Ahkam aku akan tanyakan hal ini kepada Tn Hijaya" ucap Tn Mahendra lalu ia pergi kekamarnya dan diikuti oleh istrinya.


"Sudah jangan menangis lagi Ze, lebih baik kau melupakannya laki-laki itu tidak pantas untukmu" ucap Ahkam sambil menghapus air mata adiknya.


Sedangkan dikamar Tn Mahendra menghubungi mantan besannya dan menceritakan semua kejadian yang ia ketahui dari Ahkam.


"Bagaimana bisa anakmu menceraikan putriku?" ucap Tn Mahendra dari telfon.


Tn Hijaya mengatakan kepada Tn Mahendra bahwa ia tidak mengetahui apapun yang terjadi antara Daniel dan Zeva sebab saat ini ia dan istrinya tidak berada dirumah.


Saat ini Tn Hijaya tak berada dirumah ia dan istrinya sedang berada di tempat Reva putri sulung mereka. Namun setelah mendengarkan kejadian ini mereka memutuskan akan segera pulang dan membicarakan semuanya.


**


__Di Rumah Keluarga Daniel__


"Pa maafkan Daniel, tapi ini adalah yang terbaik Daniel tidak ingin menyakiti nya terlalu lama lagi" ucap Daniel menjelaskan semuanya kepada Papanya melalui telfon.


Ya tadi setelah Tn Mahendra memberitahukan kejadian yang terjadi antara Daniel dan Zeva Papa Daniel langsung menghubungi putranya.


"Daniel kamu tunggu Papa dan Mama pulang. Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ini!" ucap Tn Hijaya.


..


Keesokan harinya Papa dan Mama Daniel telah sampai dirumah mereka. Dengan terburu-buru Papa Daniel mencari keberadaan putranya itu. Ia ingin tau apa alasannya sampai-sampai menceraikan istrinya.

__ADS_1


"Daniel!" Tn Hijaya memanggil Daniel dari ruang keluarga. Suaranya menggema di rumah besar miliknya. Membuat Daniel yang berada dikamarnya mampu mendengar suara tegas milik Papanya.


"Pa,Ma kalian sudah sampai?" ucap Daniel dari lantai atas dan langsung turun kebawah.


Satu persatu anak tangga dipijak Daniel hingga sampai pada anak tangga terakhir, terpancar aura dingin dari sang Papa sedangkan Mama Daniel hanya diam. Ia tak mampu ingin bicara apa? begitu bodoh putranya ini mengapa bisa ia menceraikan gadis sebaik dan sesholeha Zeva.


"Daniel kamu tau yang kamu lakukan? kamu telah menyia-nyiakan istri sebaik Zeva"


"Maafkan Daniel Pa, Aku tidak mencintainya jadi tidak mungkin aku mengikatnya dengan pernikahan yang tanpa cinta ini. Aku tidak ingin menyakitinya lebih lama lagi" Ucap Daniel sambil menundukan kepalanya.


Mau bagimana lagi? jika tidak cinta lebih baik lepaskan dari pada harus menahannya lebih lama lagi dan hal itu hanya akan menyakitinya.


"Dasar pemuda gila! kau menyia-nyiakan istri sebaiknya dan selain itu kau akan menghancurkan kerja sama ku dan juga Mahendra"


"Pa apa Papa tau? aku pikir keputusanku bercerai adalah yang terbaik karena sebenarnya kalian hanya memikirkan urusan bisnis bukan kami. Dan apa Papa tau jika kalian ingin menjalankan bisnis kerja sama maka lakukanlah tapi aku mohon jangan mengorbankan diriku dan juga Zeva" ucap Daniel lirih dan dengan nada yang pelan menyiratkan kesedihan.


"Dan apa Papa tau aku akan bicara kepada Om Mahendra dan akan menjelaskan semuanya, yang penting jangan korbankan kebahagiaan Ku dan Zeva. Dia gadis baik Pa jadi dia berhak bahagia tapi tidak bersama Daniel" ucap Daniel lagi.


"Pa sudahlah kasihan Putra kita, apa yang dikatakannya benar. Lagian kita tidak mungkin memaksakan kehendak kita lagian itu hanya akan sia-sia Pa. Daniel sudah Dewasa dan biarkanlah dia memilih keputusan untuk hidupnya" ucap Mama Daniel.


Ahirnya Mama Daniel membuka suaranya. Dengan lembut ia menjelaskan dan memberikan pengertian kepada suaminya.


"Tapi Ma apa yang akan kukatakan kepada Mahen?"


"Kita bicarakan dengan baik-baik Pa, hari ini juga kita akan kerumah Mahendra dan menjelaskan semuanya"


.


.


.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2