Kun Fayakun

Kun Fayakun
Seperti Waktu Dulu


__ADS_3

📌Terimakasih sudah dengan setianya mapir dan like😇 Oya sekedar meningatkan Jangan lupa like sebelum komen.💛


Salam dari Author untuk kalian. Tidak akan berarti karya yang author buat tanpa dukungan kalian semua:)


🍁Ingin rasanya ku kembali ke masalalu, dimana aku selalu melihat tawa si adik kecil dengan sangat senang. Wajah polos nan mungil tanpa beban. ___ POV AHKAM___


Setelah usai perdebatan antara Tn Arya Mahendra, Ny Karina dan juga Ahkam kini malam pun tiba dengan cepat tanpa terasa.


Para Art sudah menyiapkan hidangan makan malam untuk keluarga Mahendra.


Dimeja makan tampak Papa, Mama Veronika dan juga Zidan sudah duduk pada kursi masing-masing. Mereka sudah siap untuk menyantap hidangan.


"Bik Sum, dimana Zeva, dan Mama" tanya Papa Zeva kepada Bi Sumi.


"Maaf tuan, sepertinya mereka masih berada di kamar masing-masing" ucap Bi Sumi sambil menunduk hormat.


"Oh, apakah Ahkam masih disini?" ucap Tn Mahendra.


"Masih Tuan. Tadi siang den Ahkam berada di kamar non Zeva"


"Oh, yasudah bi panggil kan Zeva, Ahkam dan juga Mama. Tanyakan apakah mereka ingin makan malam bersama atau tidak"


Seusai Papa Zeva berucap, Bi Sumi pun ingin melangkah kan kakinya menuju lantai dua namun langkahnya terhenti saat melihat Zeva dan juga Ahkam turun dari lantai atas.


"Bagus kalian turun, silahkan kalian duduk dan kita nikmati hidangan malam ini" ucap Papa Zeva saat melihat Zeva dan Ahkam.


"Pa kita akan makan diluar, aku akan mengajak adik ku untuk menikmati harinya sebelum pernikahannya" ucap Ahkam.


"Ahkam apa kau berniat membawanya kabur" ucap Mama Veronika membuka suara.


"Cucuku tidak selicik kalian yang akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuan kalian" ucap Ny Karina nenek Zeva yang tiba-tiba muncul.


Ny Karina terus berjalan mendekati kedua cucunya.

__ADS_1


"Pergilah Ahkam, jaga gadis kecil ini dengan baik. Ingan jangan kembali terlalu larut" ucap Nenek sambil mengelus kepala Zeva.


"Tentu saja nek, aku akan menjaga gadis kecil kita dengan sangat baik. Bahkan melebihi papa yang menjaganya selama ini" ucap Ahkam melirik Papanya.


Mendengar ucapan putranya Tn Mahendra hanya diam tanpa merespon perkataan Ahkam begitupula dengan Mama Veronika. Sedangkan Zidan yang telah selesai makan pergi ke ruang keluarga.


"Ternyata Putra kecilku sudah sangat dewasa, hingga perkataannya mampu menohok lubuk hati ini. Ya Tuhan ingin rasanya merengkuh tubuh kekar itu, namun aku terlalu malu utuk melakukannya" batin Papa Zeva.


" Yasudah Nek kami berangkat, Assalammualaikum" ucap Ahkam sambil menyalim tangan sang nenek dan di ikuti oleh Zeva setelahnya.


"Pa Ze keluar dulu, Assalammualaikum" ucap Zeva sambil menyalim tangan Papa dan juga Mama Veronika secara bergantian.


Berbeda dengan Ahkam. Setelah ia menyalim tangan sang nenek ia langsung keluar menuju halaman rumah.


Setelah berpamitan Zeva pun keluar menyusul kakanya.


Didepan tampak Kakanya sudah menunggu disamping taksi online yang telah di pesannya.


"Kita berangkat tuan putri kecil ku" ucap Ahkam sambil mengusap pipi Zeva dengan sayang.


Kini Zeva dan Ahkam telah berada didalam taksi online dan mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju ke tempat yang sering ia kunjungi saat dulu sewaktu dirinya belum menikah dan masih tinggal di Indonesia.


Sebenarnya dulu Ahkam setelah lama dibawa Bunda pergi dan menetap di Singapura dan menempuh pendidikan disana. Namun saat dia berada pada pendidikan perguruan tinggi dia memilih berkuliah di Indonesia dengan alasan dia sangat merindukan adik kecilnya yang saat itu masih berada di bangku SMA.


Setelah 30menit di perjalanan akhirnya taksi mereka sampai pada sebuah tempat.


_Taman Kota_


Ya tempat yang mereka kunjungi adalah sebuah taman, dimana saat malam hari taman ini banyak dikunjungi oleh para muda mudi.


Tempat ini adalah tempat vaforit mereka berdua, dimana dulu mereka sering menghabiskan waktu berdua tanpa diketahui sang Papa.


Sebab dulu sewaktu Ahkam kuliah ia tidak tinggal bersama Papanya, dia memilih tinggal dalam kos-kosan para mahasiswa.

__ADS_1


Jadi dulu jika ia ingin bertemu Zeva makan sang neneklah yang akan membantunya itupun tanpa sepengetahuan sang Papa.


"Kak tempat ini, sudah lama aku tak pernah berkunjung kemari semenjak Kakak kembali ke Singapura" ucap Zeva saat mereka telah turun dari taksi.


"Heeemmm tempat yang paling banyak kenangan, dimana dulu adik kecilku selalu mengantuk dan mengeluh saat ia lelah berkeliling" ucap Ahkam.


"Kak, kau bahkan masih ingat" ucap Zeva.


"Tentu saja aku ingat, kau adalah cintaku setelah Bunda dan Mbak Nur adalah cinta ketigaku" ucap Ahkam.


Mendengar itu Zeva hanya tersenyum, sangat lucu jika mengingat masalalu di mana dia dan Ahkam selalu di bilang berpacaran oleh setiap pengunjung taman yang melihat mereka.


Mereka berdua terus berjalan, hembusan angin malam menerpa hijab yang dikenakan oleh Zeva, dengan perlahan hijabnya melambai lambai cantik.


"Adik kecil lihatlah abang penjual sate padang itu, dia bahkan sudah mulai terlihat tua namun dagangannya tak pernah berubah masih sama seperti dulu" ucap Ahkam sembari menunjuk pedagang sate padang gerobak.


"Hem kau benar Kak, tidak ada yang berubah masih sama seperti dulu. Hanya saja keadaan kita yang telah berubah" ucap Zeva lirih.


"Hey, jangan bersedih keadaan masih sama dimana malam ini kita kembali berkencan setelah sekian lama tidak" ucap Ahkam dengan jahil mencium pipi gembul Zeva.


"Kau benar, tidak ada yang berubah kekasih ku ini sangat nakal" ucap Zeva sambil mencubit lengan Kakanya.


Mereka bercanda bersama banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.


Mereka terlihat bahagia layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta tanpa beban.


.


.


.


NANTIKAN KELANJUTANYA.

__ADS_1


📌Maaf jika banyak typo betebaran. Terima kasih atas support kalian:)


__ADS_2