Kun Fayakun

Kun Fayakun
Tak Dapat Menghindar


__ADS_3

Allah adalah penentu garis takdir yang paling adil dari keadilan apapun yang ada di bumi. Allah adalah Zat yang menentukan segalanya. Baik atau buruknya suatu takdir Allah lebih tau daripada manusia.


Hari-hari pun berganti. Seolah takdir sedang bekerja secara perlahan namun tampak nyata. Sejak seminggu lalu pertemuan Zeva dan mantan suaminya, sejak itu pula kehidupannya perlahan mulai berubah.


Perlahan tapi pasti Zeva dan dokter muda itu semakin deka. Seminggu belakangan Zeva sering berkunjung ke rumah sakit. Entah untuk menemui sang Kakak atau bahkan menemani neneknya untuk melakukan kemoterapi rutin penyakitnya.


Entah siapa yang memulai ingin bicara? namun tanpa disadari Zeva dan Kahfi sedang terlibat masuk kedalam situasi dimana keduanya akan merasakan rasa nyaman saat berdekatan.


Perlahan juga hubungan Aldi dan Klara memasuki tahap ingin keseriusan. Sejak pertemuan pertama dan bermula dari omelan dan kini keduanya tengah menjalin hubungan.


"Al jika kamu serius maka aku tidak ingin pacaran. Toh kita juga sudah dewasa dan kamu juga mapan. Selain itu keluargamu juga adalah keluarga baik-baik, jadi jika kita ingin melanjutkan hubungan ini maka aku ingin lebih serius lagi"


Begitulah ucapan Klara kepada Aldi. Ya benar saja hari ini Klara dan Aldi bertemu di caffe milik Zeva. Tidak hanya mereka berdua tentunya Zeva dan Lena kedua sahabanya juga ada disitu.


Mendengarkan Klara berbicara seperti itu seakan membuat Zeva dan Lena terkaget-kaget. Pasalnya sejak kapan ia mulai bijak? dan ada benarnya juga perkataannya toh mereka sudah dewasa.


"Baiklah Kla lusa aku akan menemui keluargamu bersama dengan kedua orang tuaku" Ahirnya setelah lama berbincang panjang lebar Aldi memantapkan keputusannya untuk menemui keluarga Klara.


"Terima kasih Al. Maafkan aku, bukannya bermaksud memaksamu. Namun aku adalah seorang perempuan sudah sepastinya aku meminta kepastian mu sebab aku tidak mau menjalani hubungan tanpa kepastian lebih lama lagi" seulas senyum terbit di bibir Klara.


Benar jika ia adalah laki-laki sejati maka ia akan memberikan kepastian kepada kekasihnya. Toh tidak mungkin juga hubungan mereka digantung. Pastinya itu sangat menyakitkan.


"Aldi kamu harus bangga memiliki Klara. Walaupun dia cerewet tapi dia pinter kok. Tuh liat entah belajar bicara pada siapa dia, sampai-sampai menjadi bijak hari ini" ucap Lena setelah sedari tadi dia diam.


Hahahah....


Seketika tawa Aldi, Zeva, Lena pecah memenuhi caffe milik Zeva. Dan seketika itu pula meja mereka menjadi pusat perhatian. Buru-buru mereka menyudahi tawanya dan meminta maaf atas tindakan mereka.


"Le jangan gitu dia itu Klara wajar jika dia pintar" ujar Zeva setelah tawanya.


"Zeeee kau memang yang terbaik" Klara memeluk gemas Zeva "Dan kamu ya Le kebiasaan gak seneng banget liat temennya pintar" ucap Klara memandang Lena.

__ADS_1


...


Berlalu dari pertemuan tadi. Ada rasa bahagia menyelimuti hati Zeva. Pasalnya ahirnya setelah penantian dan juga proses panjang Klara akan melanjutkan hubungannya ke tahap yang lebih serius. Jika begini kan Zeva dan Lena bahagia. Pasalnya jika nantinya mereka sudah menikah Zeva dan Lena tak perlu lagi menjadi obat nyamuk saat mereka bertemu.


"Bismillah" gumam Zeva setelah selesai sholat dan berdoa.


Ia akan memulai kembali kehidupannya. Seolah tak ingin menoleh ke belakang dan tetap terus berjalan kedepan. Kuliahnya sudah tak ia lanjutkan. Bukannya tak ada biaya namun ia hanya ingin fokus pada caffe dan kesembuhan neneknya.


Setidaknya dengan usaha caffe miliknya ia akan mandiri dan entah alasan apa sekarang Zeva ingin menjadi pengusaha bukannya ingin menjadi ahli hukum ataupun pengecara. Jika dipikir kuliah hukumya akan sia-sia sebab hanya tinggal beberapa semester lagi ia akan menamatkan S1 nya.


Hubungannya dengan Papa Mahendra juga biasa saja. Tak banyak percakapan bahkan jarang bertemu juga walaupun dia berada dirumah utama. Mungkin inilah yang dikatakan bahwa ia adalah gadis yang tak dekat dengan Ayahnya. Sebab sejak kecil neneknya lah yang senantiasa merawatnya.


"Nek Ze izin ke rumah Kak Ahkam ya. Ze ingin menemui Mbak Nur" ucap Zeva.


Tadi setelah selesai sholat ia langsung menemui neneknya untuk meminta izin. Sudah beberapa hari ini Zeva belum bertemu Nur istrinya Ahkam.


"Iya Ze. Kamu hati-hati ya. Nanti jika menginap beritahu Nenek ya" ucap Nya Karina.


Zeva pergi diantar oleh Mang Mamat supir keluarga Mahendra.


"Mang singgah sebentar ke supermarket ya. Ze mau beli kue untuk Mbak Nur"


"Ok Non" ucap Mang Mamat.


Tak berapa lama mobil yang membawa Zeva sudah sampai di area parkir supermarket. Zeva masuk kedalam dan dengan segera mencari apa yang ingin ia beli.


Disaat bersamaan tampak Citra baru keluar dengan menenteng dua bungkus besar yang berisikan belanjaan yang baru ia beli.


Tak berapa lama Zeva sudah berada dikasir untuk membayar belanjaanyya.


"250.000 Mbak" ucap Mbak-mbak kasir.

__ADS_1


Zeva menyodorkan uang seratus ribu tiga lembar kepada penjaga kasir.


"Kembaliannya Mbak. Terima kasih atas kunjungannya" Mbak penjaga kasir itu memberikan uang kembalian kepada Zeva. Dengan senyum ramah Zeva menerima uang kembaliannya dan berjalan keluar supermarket.


Didepan supermarket Zeva melihat Citra berada di jalan raya. Entah sedang menunggu seseorang atau ingin menyebrang jalan. Yang pasti Citra tengah berjalan perlahan di jalan raya.


Dan disaat bersamaan Zeva melihat mobil melaju kencang kearah Citra berada. "Mbak awas" teriak Zeva namun tak di dengar oleh Citra.


Jarak mereka lumayan jauh dan dengan berlari Zeva berusaha menolong Citra agar tak tertabrak mobil.


Peresetan persekian detik. Mungkin waktu dan kecepatan tak berpihak dan kejadian yang tak di inginkan pun terjadi.


brukkk.....


Aaaaa...aaaa... Innalilahi


Persekian detik suara jeritan para pengguna jalan terdengan. Tubrukan keras dari mobil menghantam tubuh seorang gadis. Seketika itu pula cairan berwarna merah merembes dijalan raya.


Kecelakaan naas pun tak dapat di hindari. Pengguna jalan segera berhenti dan keluar melihat siapa yang menjadi korban kecelakaan.


.


.


.


Bersambung...


Siapa kah yang tertabrak? Zeva, Citra atau gadis lain?


Penasaran? tetap baca terus KUN FAYAKUN:')

__ADS_1


__ADS_2