Kun Fayakun

Kun Fayakun
Kecelakaan


__ADS_3

Hidup dan mati seseorang hanyalah ditangan Allah. Tak ada zat yang Maha Kuasa melainkan Dia. Berserahlah kepada Allah, kembali lah kepadan-Nya. Memohon ampun dan memohon keselamatan hanya kepada-Nya.


Kecelakaan naas pun tak dapat di hindari. Pengguna jalan segera berhenti dan keluar melihat siapa yang menjadi korban kecelakaan.


Seketika suara jalan raya itu menjadi ramai. Banyak pengguna jalan yang menghampiri dan melihat kecelakaan naas itu terjadi.


"Mbak mari saya bantu" ucap salah seorang ibu-ibu paruh baya pengguna jalan membantu Citra yang terjatuh ke seberang jalan. Semua isi belanjaannya berhambur ke sembarang arah.


"Ahhhh" ringis Citra. Darah segar mulai tampak terlihat turun dari atas paha dan membasahi betis kakinya.


"YaAllah Mbak! Mbaknya lagi hamil?" seketika ibu itupun menjadi panik dan meminta tolong dengan orang yang ada disitu agar segera membawa ke rumah sakit.


"Ahhhh, bu perut saya sakit. Akhhh hiks..hikss ini benar-benar sakit" keluh Citra sembari memegangi perutnya. Darah segar tak berhenti mengalir membanjiri dress selutut yang di kenakannya.


Sementara Citra dibawa kerumah sakit. Ditempat yang sama tampak Zeva yang menjadi korban kecelakaan. Cairan merah membanjiri tampak merembes membasahi hijab yang dikenakannya. Naas itulah yang terlihat.


Sementara pengendara yang menabrak tampak tengah diamankan pengguna jalan lainnya. Diduga lelaki yang menabrak itu tengah mengantuk dan juga tercium aroma alkohol di badannya.


Dari kejauhan tadi Mang Mamat langsung berlari sebab melihat Zeva yang akan menyelamatkan seseorang. Terkejut? itu pasti dengan segera dia menghampiri Zeva, namun yang terlihat adalah anak dari majikannya itu tengah terbaring dengan banyaknya cairan merah di sekitar kepala.


"Pak tolong, tolong bantu saya bawa kerumah sakit. Gadis ini majikan saya" ucap Mang Mamat dengan gemetar meminta pertolongan.


Tak lama Ambulance yang sempat dihubungi tadi pun datang. Dan dengan segera warga membopong tubuh lunglai Zeva masuk kedalam ambulance.


Dengan kecepatan sesegera mungkin ambulance berlalu membawa Zeva kerumah sakit sekitar. Rumah sakit terdekat adalah tempat Ahkam bekerja. Apa jadinya jika nanti Ahkam mengetahui bahwa adik kesayangannya mengalami kecelakaan? cemas tentu saja.


Mang Mamat kembali kemobil dan menghubungi keluarga dirumah "Pak non Ze kecelakaan di jalan X dan sekarang sudah dibawa ke Rs tempat Den Ahkam bekerja" mau tak mau Mang Mamat harus menghubungi Tn Mahendra.


...


Di rumah sakit yang sama Zeva tengah berjuang antara hidup dan mati. Begitu pula dengan Citra saat ini ia tengah ditangani dokter.


Disaat yang bersamaan Daniel dan kedua orang tuanya telah sampai dirumah sakit. Begitu pula dengan Tn.Mahendra dan Ny Veronika juga telah sampai dirumah sakit. Tadi sedari kantor semenjak Mang Mamat menghubungi Tn Mahendra, ia langsung menghubungi istrinya untuk langsung menuju ke rumah sakit tanpa memberi tahu Ny Karina terdahulu. Pasalanya dengan kondisi Ny Karina yang tidak memungkinkan mereka tak mau menambah kecemasan.

__ADS_1


"Daniel! sedang apa kamu disini?" wajah panik Tn Mahendra sangat terlihat jelas.


"Pa. Daniel disini karena Cita masuk rumah sakit. Dan Papa kenapa disini?"


"Ze kecelakaan" seketika lemah terasa tubuhnya dan langsung terduduk di kursi tunggu rumah sakit.


Dari kejauhan terdengar branka rumah sakit berjalan semakin mendekat. Tak disangka tampak Zeva terbaring lemah dengan hijab telah berubah warna menjadi merah.


"Sus dia anak saya! selamatkan dia! lakukan yang terbaik untuknya" Tn Mahendra memegang wajah pucat tanpa kehidupan Zeva.


Ahirnya setelah sekian lama baru kali ini Tn Mahendra tampak menangis.


"Kami akan membawanya ke ruang ICU" para suster yang mendorong branka itu langsung berlalu masuk kedalam ruangan yang telah ditentukan.


Semua alat muali terpasang ditubuh Zeva. Baju yang tampak kotor tadi telah terganti dengan baju rumah sakit. Hijab yang semula belum pernah ia lepas kini tampak terlepas. Rambut indah yang dimilikinya tampak jelas terlihat. Luka di kepala apa lagi? sudah pasti sekarang tengah ditangani dokter.


...


Setelah beberapa waktu di dalam ruangan dan ditangani dokter kini dokter yang menangani Citra tampak sudah keluar.


"Maafkan kami. Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi kandungan istri bapak masih terbilang sangat muda dan tidak bisa kami selamatkan. Istri bapak keguguran" Dengan menunduk dokter itu berkata.


Seakan kaki sudah tak mampu menopang tubuhnya Daniel pun terjatuh lemah kelantai rumah sakit. Seketika pandangan matanya kosong seolah tak ada kehidupan. Mama Daniel pun tampak menitikkan air mata. Seolah kehilangan dan hancur sehancur hancurnya.


"Lalu bagaimana kondisi menantu saya dok?" Papa Hijaya pun mulai bertanya.


"Untuk beberapa saat pasien tidak sadarkan diri. Luka ringan di siku dan lututnya sudah kami obati dan tidak ada yang perlu di khawatirkan. Namun nanti ketika pasien sadar tolong tenangkan dia"


"Terima kasih dok" Dokter pun pergi berlalu meninggalkan ruangan Citra.


Satu pasien telah usai namun bagaimana dengan keadaan Zeva?


...

__ADS_1


Di rumah sakit yang sama tampak ramai. Ahkam terheran tidak biasanya rumah sakit ini sangat sibuk jika tidak ada korban kecelakaan. Dari ruangannya tadi ia sempat melihat banyak warga datang membantu seorang wanita dan kini mereka semua telah kembali.


Jika dilihat jam. Waktu masih menunjukkan hari masih siang dan lengang. Mungkin ada korban kecelakaan? begitulah fikirnya. Dengan melangkah pelan Ahkam keluar dari ruangannya dan melihat siapa yang menjadi korban kecelakaan.


Dari ujung sudut rumah sakit ia melihat Mang Mamat "Seperti Mang Mamat? tapi ngapain dia disini" gumam Ahkam.


Ia melangkah semakin mendekat "Assalammualaikum Mang" ucapnya menepuk pelan pundak Mang Mamat.


"Ehh Den Ahkam. Wa.. waalaikumussalam den" dengan terbata ia menjawab.


"Mang! Mamang kok tumben dirumah sakit?"


"Emm anu.. anu Den anu"


"Anu anu apa Mang? mari duduk dulu Mang saya akan ambi air dulu" Ahkam pun berlalu untu mengambil air minum.


"Ini diminum dulu Mang" Ahkam menyodorkan air mineral setelah kembali tadi.


"Anu Den, Non Ze... Non Ze kecelakaan Den" ucap Mang Mamat gugup setelah meminum air yang Ahkam berikan.


"Innalillahi wainailahirojiun. Mang beneran? bagaimana bisa Ze kecelakaan? dan sekarang dimana Ze" Dengan nafas yang memburu Ahkam bertanya. Kaget? itu pasti.


"Tadi Non Ze lagi ditanganin Dokter di ICU....."


Tak menunggu kelanjutan jawaban Mang Mamat Ahkam langsung berlari cepat menuju ICU.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2