
📌Jangan lupa like;)
★Lebih baik kita melupakan semua yang telah terjadi, maaf kan walau sulit, ya setidaknya dengan memaafkan hati akan llebih damai tidak perlu mempermasalahkan suatu masalah lebih dalam lagi. Toh namanya juga hidup biar bagaimana pun tetap berjalan★
Hari ini juga keluarga Hijaya langsung mendatangi rumah Mahendra sang mantan besan. Daniel, Papa dan juga Mamanya mereka bertamu ke kediaman Mahendra untuk membicarakan semuanya secara baik-baik.
"Selamat siang Mahen" ucap Papa Daniel dengan tetap ramah.
"Iya selamat siang, mari silahkan diduk"
Papa, Mama dan juga Daniel pun duduk disoffa yang berada diruang tamu rumah Mahendra.
"Daniel apa keputusanmu ini? kenapa kalian bercerai sedangkan sebelumnya kalian tidak pernah menanyakan pendapat kami?" ucap Papa Mahendra.
"Om maafkan Daniel, dari awal Daniel memang tidak mencintai Zeva. Om Zeva gadis baik jadi lebih baik Daniel melepaskan Zeva biarkan ia memilih kebahagiaannya" lirih Daniel.
"Hen maaf kan kami, bahkan kami berdua pun baru tau saat kau menelfon dan menceritakan semuanya kemarin" ucap Papa Daniel.
Mereka berempat terus saja berbincang, membicarakan dari permasalahan Daniel dan Zeva hingga membicarakan bisis-bisnis kerja sama mereka.
__ADS_1
Sejatinya keputusan terbaik adalah 'melepaskan' karena biar bagaimana pun jika sudah menyangkut tentang rasa pasti semuanya akan menjadi sangat egois.
"Yasudah baiklah Daniel semoga ini yang terbaik untuk kalian, ya walau jujur saya sangat menyayangkan keputusanmu" ucap Tn Mahendra.
Sudahlah saatnya melupakan, lupakan semua kisah lalu yang hanya menyakitkan hati saatnya membuka lembaran hidup yang baru.
Sekarang sudah satu minggu semenjak perceraian itu. Kini Zeva maupun Daniel telah melakukan aktifitas masing-masing, toh buat apa terlalu lama bersedih percuma saja itu tidak akan memperbaiki semua yang telah hancur.
Hari ini hari minggu dimana seluruh aktifitas kantor saat ini sedang libur, jadi Tn Mahendra saat ini berada dirumah.
"Pa bagaimana kerja sama perusahaan Papa dan Om Hijaya?" tanya Zeva.
"Kerjasama kita berlanjut Ze. Dan kamu tidak masalah bukan? Ze maafkan Papa karena keputusan Papa kini kami yang harus menjadi korban" ucap Tn Mahendra.
"Sudahlah Pa, jadikan semuanya pelajaran. Lagian anggap lah ini sebagai bukti Zeva untuk berbakti kepada Papa" ucap Zeva.
"Sudahlah Pa, saran Ahkam sekarang berhentilah mengorbankan Zeva, biarkan ia nantinya memilih dan memutuakan mengenai kehidupannya. Belajar dari kesalahan ini agar nanti Papa tidak perlu menjodoh kan Zeva lagi" ucap Ahkam yang tiba-tiba muncul.
"Kak" ucap Zeva.
__ADS_1
Ya begitu lah Ahkam pemuda ini sangat suka memojokkan Papanya pasalnya ia masih kesal jika mengingat ulah papanya yang tega membuat adiknya menjadi alasannya untuk membangun bisnis.
Sudah seminggu dia belum kembali lagi ke Singapura. Ia masih ingin berlama-lama berada di Indonesia. Lagi pula saat ini adalah saatnya untuk membahagia kan adiknya. Ya begitulah pikir Ahkam.
"Kamu benar Ahkam, kamu sudah sangat dewasa ternyata sehingga mampu bicara begitu kepada Papamu"
"Sudahlah Kak, Pa lupakan lah semuanya tidak baik jika kalian terus saja berdebat" ucap Zeva.
"Emmm memang sebaiknya begitu Ze" ucap Papa Mahendra lalu pergi meninggalkan Ahkam dan Zeva berdua.
Tidak ingin berdebat lagi lebih baik Papa pergi meninggalkan Ahkam dan Zeva. Seditadknya membiar kan mereka berdua saja itu lebih baik dari pada harus berdebat lebih jauh lagi.
.
.
.
Tbc...
__ADS_1