
📌Ojolali untuk like sebelum komen;)
Mobil yang membawa Ahkam, Bunda, Ny Karina dan Tn Malik kini telah berada pada area parkir hotel yang akan menjadi tempat Bunda menginap.
"Ahkam, kamu jaga adik mu. Insyaallah besok Bunda akan hadir di acara akad nikahnya" ucap Bunda setelah turun dari mobil.
"Bun kenapa tidak langsung menemuinya saja hari ini?"
"Bukannya Bunda tidak ingin, namun Bunda yakin jika hari ini Bunda bertemu maka belum tentu besok bisa hadir disana. Kamu kan tau gimana sikap Papa mu" ucap Bunda.
"Yasudah, kalian jangan lupa istirahat besok supir ku yang akan menjemput kalian" ucap Ny Karina.
Bunda dan Papa Malik hanya membalas dengan anggukan yang disertai senyuman.
"Yasudah kami pulang dulu, kasihan Zeva dia pasti sedang bersedih mengingat eskok adalah akad nikahnya" ucap Nenek.
"Bun, istirahatlah jangan sedih Ahkam akan selalu menjaga Zeva" sambil memeluk Bunda yang tampak bersedih.
"Pa Ahkam pamit. Assalammualaikum" sambil menyalim tangan Bunda dan Papa Malik.
"Waalaikumussalam nak"
Kini mobil yang di kendarai Ahkam telah melaju meninggalkan hotel. Sedangkan Bunda dan Papa Malik langsung memesan kamar untuk mereka beristirahat.
**
Di kediaman Mahendra tampak sangat sibuk, hingga hari ini Papa Zeva tidak kekantor sebab ia ingin memastikan persiapan untuk acara esok.
"Ma bagaimana persiapan untuk acara besok?" tanya tn Mahendra.
"Sudah beres Pa. Pihak catring dan lainnya sudah Mama hubungi" jawab Mama Veronika.
Meskipun acara besok akan dilangsungkan dengan sederhana tapi semua persiapan harus dilakukan sebaik mungkin.
🍁🍁
Di sebuah cafe tampak Daniel sedang duduk dan mengobrol bersama seorang gadis.
"Cit, besok adalah acara Akad nikah aku dan Zeva. Maafkan aku yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk membatalkan pernikahan ini" ucap Daniel.
"Sudahlah Daniel mungkin ini adalah saatnya kamu melupakan aku dan hiduplah bersamanya" ujar Citra.
"Biar bagaimana pun aku tidak akan melupakanmu Cit. Orang yang aku cintai itu kamu dan bukan dia"
"Aku juga mencintaimu namun apalah dayaku disaat kau telah dimiliki olehnya secara utuh, hubungan kalian nantinya akan terikat oleh akad sedangkan hubungan kita" ucap Citra dengan nada bergetar.
__ADS_1
Citra adalah kekasih Daniel. Sebenarnya Citra adalah gadis yang baik hati. Dia menjalin hubungan dengan Daniel sudah sangat lama kurang lebih hampir 5tahunan.
"Cit, tidak akan mudah melupakan orang yang sangat kita cintai. Apalagi hubungan kita ini sudahlah sangat lama"
"Cit aku berjanji pernikahan ini hanya lah satu tahun saja. Aku berjanji tidak akan jatuh cinta kepadanya" ucap Daniel sambil memegang tangan Citra.
"Sudahlah Daniel kita lihat saja kedepannya bagaimana" ucap Citra.
Merekapun melanjutkan memakan makan siang yang telah mereka pesan.
Sementara di tempat lain tampak seorang pemuda gagah yang sedang duduk di cafe milik Zeva. Ia menikmati pesananya.
Sebenarnya dia datang ke cafe Zeva ada alasan lain. Ia ingin melihat gadis yang pertama kali menabraknya saat akan masuk ke cafe.
"Semenjak hari itu, aku sering kemari namun tak pernah lagi melihat gadis kecil itu" batin Kahfi sambil menikmati makan siangnya.
🍁
Dikamar Zeva tampak terlihat gadis itu sedang duduk melamun di balkon kamarnya. Entah apa yang sedang dia pikirkan hanya ia yang tahu.
Sementara di halaman rumah tampak dua orang gadis sedang memasuki rumah, mereka ingin bertemu dengan Zeva.
Ting..tong..
Bi Sumi yang mendengar itu langsung menuju pintu utama dan membuka kan pintu.
"Eh, ada non Lena dan non Klara" ucap Bi Sumi saat pintu terbuka.
"Bi, apa Zeva ada dirumah?" ucap Lena.
"Ada Non, silahkan masuk. Non Ze ada di kamarnya" mempersilahkan masuk.
"Terima kasih Bi" ucal Lena dan Klara dan langsung masuk.
"Langsung ke kamar Non Ze aja" ucap Bi Sumi.
"Yasudah Bi, kita ke atas ya" ucap Lena.
Mereka pun berjalan menaiki tangga menuju ke lantai atas dimana kamar Zeva berada.
Mereka berdua adalah sahabat Zeva jadi wajar saja jika Bi Sumi mengenal mereka. Dan langsung menyuruh mereka masuk.
"Assalammualaikum Ze" ucap Klara dan Lena.
Namun tidak ada jawaban, mereka mencoba mendorong pintu kamar dan benar saja pintu tidak dikunci. Merekapun langsung masuk setelah mengucapkan salam dan mengetuk pintu namun tak ada jawaban.
__ADS_1
Lena dan Klara melihat Zeva yang duduk melamun di balkon kamarnya. Tanpa ragu mereka langsung menghampiri Zeva.
"Ze" ucap Lena sambil memegang pundak Zeva dan membuatnya kaget.
"Asstaufirullah kalian, kenapa tidak mengucapkan salam?" ucap Zeva saat melihat kedua sahabatnya.
"Sudah Ze, namun tak ada jawaban dan pintu kamar mu juga tak terkunci jadi ya langsung masuk. Hehehe" ucap Klara dan Lena yang cengengesan.
"Apa yang sedang kamu pikir kan? Sehingga kau tak mendengarkan salam kami" tanya Lena.
"Tidak ada" ucap Zeva dengan raut wajah yang sedih.
"Jangan berbohong" ucap Klara.
Dan tanpa di duga Zeva langsung memeluk kedua sahabatnya dan menangis. Klara dan Lena yang mengerti kenapa Zeva menangis pun mengusap lembut pundak Zeva sambil menenangkannya.
"Jangan bersedih Ze"
Setelah Zeva tenang mereka tampak bercerita panjang lebar. Zeva menceritakan semua kegelisahannya mengenai pernikahannya besok.
"Ze, kamu yang sabar. Semoga dia yang terbaik untukmu maaf kan kami yang tak bisa berbuat apa-apa selain mendoakanmu" ucap Klara.
"Tidak apa Kla, Le. Besok acara akad jadi aku mau kalian hadir disana" ucap Zeva.
"Tentu saja kami hadir, masa di hari pernikahan sahabat sendiri kami tidak hadir" ucap Klara dan Lena.
Sangat lama mereka berbicara dan kini Lena dan Klara berpamitan pulang sebab waktu juga sudah mulai sore.
"Jangan bersedih lagi, ingat besok kami akan datang lebiah awal demi dirimu" ucap Lena.
"Yasudah kami pamit pulang, ingat jangan sedih lagi" ucap Klara dan mereka berpelukan.
"Assalammualaikum" ucap Lena dan Klara.
"Waalaikumussalam".
Setelah mengantar kan sahabatnya ke depan Zeva kembali lagi ke kamarnya.
.
.
.
🌿Nantikan kelanjutannya
__ADS_1