Kun Fayakun

Kun Fayakun
Ingin bicara


__ADS_3

★Jika kemunduran diriku membuatmu bahagia maka aku siap dan jika bersamanya pula kau bahagia insyaallah aku belajar mengikhlaskanmu★


Setelah kejadian dimana Daniel mengakui hubungannya dengan Citra dihadapan Zeva, hubungan Zeva dan Daniel pun semakin memburuk. Daniel menjadi lelaki yang jarang pulang dan gilak kerja.


Daniel menjadikan pekerjaannya sebagai alasaan untuk dia tidak kembali kerumah. Kebetulan Mama dan Papa Daniel juga belum kembali kerumah mereka.


Hari ini Zeva berencana mendatangi cafe miliknya, yah hitung-hitung mengusir kebosanan berada dirumah.


Gadis cantik ini sangat penurut, tidak sekalipun ia perotes atas kelakuan Daniel kepadanya. Namun jika dipikir bagaimana ia akan memperjuangkan pernikahannya jika Daniel saja lebih sering berada diluar rumah dari pada dirumah.


Usia pernikahan mereka juga sudah lumayan laman namun tak sekalipun Daniel menyentuh Zeva, sehingga hingga saat ini pun ia belum menjadi seorang istri yang seutuhnya.


Kini Zeva tengah berada didalam ruangannya, ia duduk di kursinya dan sesekali memeriksa keuangan restoran dan ia juga berfikir setelah renovasi cafe selesai ia juga akan menambah menu makanan baru dicafenya.


"Apa aku seburuk itu dimatanya? sehingga semenjak kejadian itu ia hanya pulang sebentar lalu pergilagi" gumam Zeva memikirkan Daniel.


"Kemarin aku sempat melihat Mas Daniel bersama dengan Citra berada di mall, mereka terlihat bahagia sekali. Sebenarnya apa aku bersalah karena telah menghalangi hubungan mereka? tapikan aku disini juga korban. Jika ada yang tersakiti itu bukan hanya Mas Daniel saja tapi aku juga" gumam Zeva.


Zeva bergelut dengan pikiranya. Semalam ia tak sengaja melihat Daniel bersama Citra sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan.


**


Dikantor Daniel sedang makan siang bersama Citra di kantin kantor. Mereka duduk berdua dengan hidangan diatas meja.


"Sayang" ucap Citra dengan nada manjanya kepada Daniel.


"Hem" Daniel hanya berdehem tanpa melihat Citra.


"Apa aku boleh bertanya?"


"Tentusaja, tanyakan lah!"


"Apa kau benar-benar tidak memiliki perasaan apapun kepada istrimu?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu Daniel pun mengalihkan tatapannya dan berfokus kepada Citra yang ada didepannya.


"Emm tidak ada" ucapnya singkat.


"Alasanya?"


"Karena aku memilikimu"


"Hanya itu? em apakah dia tidak pernah melayanimu?"


"Dia melayaniku bahkan dengan sangat baik. Dia menyiapkan pakaian ku, kebutuhanku, memasakan makanan untuk ku dan dia sangat memperhatikanku layaknya seorang istri dan suami sesungguhnya"


"Jadi kenapa bisa kau tak memiliki perasaan kepadanya?"


"Entahlah mungkin dihatiku cuma ada kamu" ujar Daniel dengan memegang tangan Citra. "Lagian kenapa kau bertanya hal itu" ucapnya lagi.


"Tidak aku hanya merasa bersalah kepadanya, sepertinya di wanita yang baik dan sepertinya dia sangat mencintaimu" Citra menundukak kepalanya.


Setelah selesai makan siang Daniel pun kembali keruangannya dan Citra juga memilih kembali karna ia tidak ingin mengganggu pekerjaan Daniel.


Citra kembali dengan diantar oleh supir Daniel. Sepanjang perjalanan ia memikirka mengenai Zeva. Ia berfikir apakah ia telah menyakiti hati Zeva atau seharusnya sebaliknya. Lagian jika dipikir kembali yang menjadi penghalang disini adalah Zeva, namun kembali lagi posisi Zeva lebih beruntung darinya sebab sekarang Zeva adalah istri sahnya Daniel.


Entahlah jika ingin ia akan menjadi sangat egois. Ia ingin Daniel menikahinya dan meninggalkan Zeva, lagian percuma saja hubungan mereka tidak ada cinta didalamnya.


Lama Citra memikirkan hal mengenai hubungannya, cinta segitiga dimana ia tidak tau siapa yang menjadi orang ketika sebenarnya.


Jika Citra dianggab orang ketiga tapi ia lebih dulu mengenal Daniel dan menjalin hubungan. Namun jika Zeva yang disebut sebagai orang ketiga itupun tak mungkin sebab Zeva adalah istri sahnya Daniel.


"Hufff. Sangat-sangat rumit hubungan ini" gumam Citra pelan.


..


Tak terasa jam pun sudah berganti siang menjadi malam. Tepat pukul delapan malam Zeva sampai dirumah. Ia segera masuk dan membersihkan dirinya, setelah itu ia melakukan ibadah sholat isya.

__ADS_1


Entah angin apa namun malam ini Daniel kembali lebih awal. Jika biasanya ia kembali setelah larut dan Zeva juga sudah tidur namun malam ini ia kembali begitu cepat.


Daniel melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya ia melihat Zeva tengah khusyuk melaksanakan sholat.


"Gadis yang baik, mungkin ia sangat sempurna untuk ku namun sayang aku tak menginginkannya apa lagi mencintainya" ucap Daniel pelan.


Ia langsung membersih kan tubuhnya, malam ini ia ingin bicara kepada Zeva mengenai hubungannya. Dari kantor tadi ia sudah berfikir untuk mengakhiri hubungannya dengan Zeva lebih cepat agar tak menyakiti Zeva lebih dalam lagi.


20menit ahirnya Daniel selesai membersihkan diri dan sudah berpakaian santai. Ia melihat Zeva berada di dapur sedang membuat makan malam.


Dengan perlahan Daniel menghampiri Zeva didapur "Ze aku ingin kita bicara" ucap Daniel kepada Zeva.


"Mas kamu sejak kapan kembali" Zeva heran melihat Daniel sebab dari ia selesai sholat tadi ia belum tau jika Daniel telah kembali.


"Beberapa menit yang lalu, dan tadi aku berada di kamar tamu untuk membersihkan diri" ucapnya.


"Oo baiklah kita makan dulu Mas nanti selesai makan baru kita bicara"


Dengan sabar Daniel pun ikut duduk dan makan malam. Zeva sangat perhatian kepadanya ia melayani Daniel dengan bahagianya.


Setelah selesai makan Daniel langsung mengajak Zeva kembali kekamar mereka. Daniel ingin membicarakan hal penting kepada Zeva.


.


.


.


.


Next...


📌Terima kasih sudah mampir;)

__ADS_1


__ADS_2