
Apa yang kita minta belum tentu yang terbaik menurut Allah, dan apa yang Allah beri sudah pasti yang terbaik. Jadi tetaplah berbaik sangka kepada Allah. Sebaik -baiknya ketetapan adalah milik Allah dan kita yang hambanya wajib mensyukurinya.
Penerbangan dari Singapura ke Jakarta hanyalah memakan waktu kurang lebih 1jam 30menit. Perjalanan Bunda dan Papa Malik berjalan lancar tanpa kendala. Dari bandara mereka langsung menuju ke Rumah Ahkam setelah tadi menghubungi Ahkam terdahulu.
Tanpa terasa waktu bergulir cepat. Sekarang waktu menunjukkan pukul 18.30. Setelah selesai sholat magrib tadi Ahkam langsung kembali ke ruang rawat Zeva. Ironisnya dari tadi siang seusai menjalankan perawatan hingga saat ini Zeva belum juga sadar.
Melihat gadis mungil ini terbaring tak berdaya membuat hati yang melihat nya seakan ingin ikut menangis. Kedua sahabat Zeva, yakni Klara dan Lena juga sudah tau jika Zeva mengalami kecelakaan.
Bagaimana bisa? itulah kalimat yang pertama kali muncul tak kala kedua sahabat Zeva mengetahui dirinya kecelakaan. Dengan sabar Ahkam menjelaskan semua kejadiannya. Mula awal cerita dia dengar dari penjelasan Mang Mamat.
Kondisi Citra tampak mulai membaik. Walau sempat histeris kehilangan calon bayi nya tapi kini ia sudah mulai menerima kenyataan itu.
"Sayang bagaimana kondisi Zeva? apa kamu tahu jika tidak ada dia mungkin aku lah yang akan kecelakaan" Citra bertanya kepada Daniel.
"Bagaimana bisa? tadi terahir kali aku tau kondisi Zeva masih belum sadarkan diri" jelas Daniel sambil tetap menyuapi bubur pada Citra.
"Tadi sepulang dari minimarket......." Citra menjelaskan bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi secara jelas kepada suaminya "Dan aku malah kehilangan calon bayi ku" begitulah ucapnya diahir kalimatnya.
"Sudahlah jangan bersedih mingkin belum saatnya Tuhan kasih kita anak. Dan nanti jika kamu sudah mulai membaik lagi kita akan melihat kondisi Zeva"
...
"Ahkam sudah hampir jam 8malam. Dan ini sudah lebih dari 5jam, kenapa Zeva belum sadar juga?" Papa Mahendra bertanya sedari tadi ia dengan sabarnya menunggu Zeva.
"Pa! Ahkam akan panggil dokter yang menangani Zeva untuk memeriksakan kondisinya" Keluar dari ruangan Zeva, Ahkam bertujuan untuk menemui dokter.
Tak lama Ahkam kembali bersama dengan dokter yang menangani Zeva. Dokter itu memeriksa kondisi Zeva dengan seksama.
"Huffff.... jalan satu-satunya jika sampai besok pagi pasien belum sadar maka kita akan melakukan operasi pukul 08.00 pagi" dengan membuang nafas kasar dokter bicara.
"Dok dengan operasi anak saya bisa selamat kan?" begitulah kalimat yang keluar dari Tn Mahendra.
"Kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa pak. Kemungkinan terburuk dari operasi ini adalah pasien akan tetap koma untuk jangka waktu yang tak dapat dipastikan"
"Kalau begitu tidak usah dioperasi dok" bantah Tn Mahendra.
"Akibat benturan itu ada pembulu darah yang pecah pada kepala pasien dan jika dibiarkan akan tambah membuat nyawa pasien dalam bahaya"
"Dokter jika benar begitu kenapa tidak dari tadi saja dilakukan operasi?" Tn Mahendra mulai frustasi ia mulai mengacak rambutnya.
"Kita juga harus menunggu waktu yang pas pak. Kita melakukan operasi juga memiliki prosedur dan aturan jadi kita harus mematuhinya" Dengan sabar Dokter menjelaskan alasan mengapa tak dari tadi melakukan tindakan operasi.
__ADS_1
Sedangkan dirumah Ahkam, Bunda sudah tampak mulai menangis. Tadi setelah Bunda dan Papa Malik sampai Nur, istri Ahkam langsung mempersilahkan masuk.Tak lama Nur pun mulai betcerita mengenai kejadian yang menimpah Zeva.
"Mas... kenapa tidak bilang dari tadi? pantas saja perasaan ku tidak enak. Dan kenapa kamu sembunyiin ini semua hiks..hiks"
"Sayang sabarlah. Inilah alasan mengapa aku tak memberitahukan mu saat sebelum ke Indonesia. Aku takut kau akan histeris seperti ini" Papa Malik memeluk istrinya guna menenangkannnya.
"Bun, Mas Ahkam bilang jika kita akan ke rumah sakit besok pagi. Jadi Bunda tenanglah jangan menangis lagi. Kita harus tetap kuat dan mendoakan Zeva"
"Sayang apa nenek Zeva tau hal ini? dan Papa Zeva apa dia juga tau?" Bunda menghapus air matanya dan beralih menatap menantunya itu.
"Papa Mahendra sudah tau dan sedari tadi ia juga sudah di rumah sakit. Tapi kalau nenek kata Mas Ahkam mereka belum memberitahukan nya"
"Ya Allah Mas, kenapa bisa anakku mengalami ini semua" begutulah rintihan Bunda.
Jika seorang anak berada pada suatu masalah dan keadaan rumit orang pertama yang sangat khawatir adalah Ibu. Sebab hubungan batin anatar Ibu dan anak adalah yang paling kuat.
..
Sinar mentari sudah mulai tampak. Matahari sudah siap menjalankan tugas nya untuk menyinari bumi ibu pertiwi. Tetesan embun pagi juga masih terlihat membasahi dedaunan. Bunga dihalaman rumah utama milik keluarga Mahendra juga mulai bermekaran. Bunga yang dirawat Zeva dengan penuh kasih tentunya.
Waktu menunjukkan pukul 07.30 itu artinya tinggal 30menit lagi maka Zeva akan di operasi. Keputusan tadi malam adalah yang terbaik. Sampai sekarang pun belum ada tanda-tanda Zeva akan sadarkan diri, jadi sudah sebaiknya mereka mengambil tindakan.
Ny Karina juga sebelumnya sudah di beritahu dan kini sudah berada dirumah sakit. Sempat terkejut dan menangis "Mengapa baru memberitahu sekarang?" itulah ucapan pertama Ny Karina disertai tangisannya.
"Sayang kenapa kamu tidurnya sangat lama? ayo sadarlah! bukankah kau sudah berjanji akan menemani nenek mu ini untuk melakukan pengobatan dari penyakitku?" Suara lirih dari Ny Karina sambil memegangi wajah tenang nan pucat milik Zeva dia berucap.
"Sayang ini Bunda nak. Bukannya kamu senang jika Bunda berada di Indonesia? ini Papa Malik juga ikut bersama Bunda. Ayo kamu sadar ya. Bunda janji akan lama di sini menemanimu" Bunda juga berucap sambil membelai rambut Zeva yang tidak terbalut hijab.
"Ze kamu harus kuat ya. Katamu kau ingin melihat dan merawat calon ponakan mu. Jadi kamu harus kuat agar segera sembuh ya" Nur juga sedih melihat keadaan Zeva seperti ini.
Sedari pagi Nya Karina, Bunda, Papa Malik dan Nur istri Ahkam sudah berada di rumah sakit untuk melihat keadaan Zeva.
Semua larut memikirkan kondisi Zeva. Seakan lupa Tn Mahendra belum menyadari bahwa kenapa bisa Ahkam disini? pasalnya setelah pindah ke Indonesia Ahkam belum sempat untuk bicara dan menemui Papa kandungnya itu.
Bahkan Tn Mahendra belum sadar jika wanita hamil yang berada disitu adalah menantunya yang tengah mengandung calon cucunya.
__Di ruang para dokter__
"Dokter Ahkam. Zeva akan di tangani langsung oleh Dokter Kahfi dan katanya sebentar lagi dia akan kemari" ucap Dokter yang menangani Zeva sebelummnya.
"Tapi Dokter Kahfi sedang ada urusan?" tanya Ahkam.
__ADS_1
"Kami sudah menghubunginya. Dan jika bukan dia lalu siapa? Dokter sendiri kan jam 9.30 juga ada jadwal operasi"
"Yasudah baiklah lakukan yang terbaik dok, dia adik saya"
"Kita para Dokter akan melakukan semaksimal mungkin, selebihnya kita serahkan kepad Tuhan. Sebab hidup dan matinya seseorang berada di tangan Tuhan"
Tak lama waktu yang sudah ditentukan juga sudah tiba. Dengan bantuan beberapa perawat Zeva dibawa ke ruang operasi.
Didalam ruang operasi sudah ada dokter dan beberapa perawat hanya tinggal menunggu dokter bedah yang akan masuk belakangan.
"Dok lakukan yang terbaik buat cucu saya" pinta Nya Karina saat melihat donter laki-laki akan masuk keruang operasi.
"Saya akan melakukan yang terbaik. Selebihnya kita serahkan kepada yang Maha Kuasa dan jangan lupa untuk mendoakannya" jawab dokter itu dengan ramahnya.
"Fi!" seru Ahkam yang berjalan semakin dekat dengan ruang operasi.
"Kak"
"Fi lakukan yang terbaik. Didalam itu adik kaka, Ze" ucap Ahkam.
"Apa kak?" terkejut itulah yang dialami Kahfi saat ini.
"Nanti Kakak jelaskan dan Kaka mohon berikan yang terbaik untuknya"
"Baiklah"
Setelah perbincangan singkat itu Kahfi mulai masuk dan akan menjalankan tugasnya. Kali ini ia sangat-sangat bersemangat untuk menyembuhkan pasiennya. Ada perasaan yang berbeda di dalam dirinya.
Melangkan masuk semakin mendekat ke branka tempat pasiennya terbaring. Alat-alat rumah sakit juga sudah terpasang di tubuh pasiennya.
Sebelum melakukan operasi semua tim bersiap untuk berdoa. Gadis cantik terbaring dengan wajah pucat tak berdaya, itulah pemandangan yang dilihat Kahfi. Dia tak menyangka pasien darurat yang harus ditangani nya adalah gadis pujaannya.
Pasien yang membuat izinnya tertunda dan seharusnya hari ini ia ke kantor tapi malah kembali lagi ke rumah sakit.
.
.
.
Tbc....
__ADS_1
📌Jika suka mari Like, Komen, Rate5, Love dan Vote