
📌Ojo lali buat like sebelum komen, bantu rat5, love dan vote jika berkenan:)
🍁Jangan menyimpan nama seseorang didalam hati. Sebab hati manusia mampu bolak-balik. Simpanlah nama itu didalam doa, karena doa tercatat dilangit selamanya.🍁
🍁Selamat Membaca🍁
Pagi sudah datang namun mentari tampak malau-malu untuk menampak kan diri. Hari ini adalah hari dimana acara akad nikah Daniel dan Zeva akan dilaksanakan.
Akad nikah hari ini dilaksanakan dengan sangat sederhana dan hanya dihadiri dari keluarga kedua belah pihak mempelai saja, tanpa mengadakan resepsi besar-besaran.
Pagi-pagi sekali Klara dan Lena sudah datang kerumah Zeva, sesuai janji mereka kemari yang akan datang lebih awal.
Dirumah keluarga Mahendra tampak sangat sibuk mempersiapkan untuk acara akad yang akan dilangsungkan setelah shalat Zuhur.
Dikamar Zeva tampak ia dan kedua sahabatnya tengah duduk dan mengobrol ringan di balkon.
Sedangkan di kamar Ny Karina tampak Ahkam yang sedang berbincang.
"Nek, Bunda kapan akan kemari?" tanya Ahkam.
"Rencananya Nenek bakalan suruh Mang Udin jeput sebelum acara akad Zeva"
"Nek bagaimana Bunda dan Papa Malik segera kemari, agar Bunda bisa menemani Zeva saat di acara akad nanti. Mungkin dengan begini bisa mengurangi kesedihan Zeva" ujar Ahkam.
"Benar juga yang kamu katakan. Yasudah nenek bicara dulu dengan Mang Udin" sambil berjalan keluar dari kamarnya.
"Ya Allah semoga dengan begini adik kecilku bisa sedikit bahagia" batin Ahkam.
Ahkam sangat sedih mendengar keputusan sang Papa. Disaat adik kecilnya ingin beranjak dewasa namun Papa sudah mengambil keputusan untuk menjodohkannya dengan alasan bisnis.
Dirumah keluarga Daniel tampak mereka sedang sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa untuk acara akad.
Diruang keluarga Hijaya tampak semua bergembira namun berbeda dengan Daniel yang tampak frustasi.
"Hufffff..... Hanya setahun jadi tenanglah Daniel. Lagian hubunganmu dengan Citra akan tetap berlangsung" batin Daniel.
**
Setelah disuruh Ny Karina untuk menjemput Bunda Ahkam Mang Udin langsung melajukan mobil menuju hotel tempat Bunda dan Papa Malik menginap.
Setelah 45menit diperjalanan akhirnya Mang Udin sampai dan di loby hotel telah tampak Bunda dan Papa Malik yang menunggu.
Sebab tadi Ny Karina langsung mengabari Bunda untuk segera bersiap-siap dan Mang Udin yang akan menjemput.
"Assalammualaikum Tuan dan Nyona" ucap Mang Udin.
__ADS_1
"Waalaikumussalam, panggil saja Bu Laura dan Pak Malik tidak usah pakai Tuan dan Nyonya" ucap Papa Malik.
"Baiklah Pak, Bu mari berangkat" ucap Mang Udin.
Merekapun menaiki mobil, Bunda dan Papa Malik duduk di kursi belakang dan Mang Udin didepan. Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan meninggalkan hotel.
Setelah beberapa menit diperjalanan kini mereka telah sampai di kediaman Mahendra.
Papa Malik dan Bunda turun dari mobil, didepan pintu tampak Nya Karina bersama Ahkam telah menunggu dan akan menyambut mereka.
"Setelah 15tahun hari ini aku kembali lagi menginjakan kaki dirumah ini. Namun bukan sebagai Nyonya dikeluarga ini melainkan sebagai tamu yang akan singgah tanpa berniat menetap" batin Bunda sambil berjalan dan memerhatikan sekitar rumah.
Ternyata rumah utama sudah banyak yang berubah, pasalnya sudah lebih dari 15tahun Bunda tidak pernah lagi kerumah keluarga Mahendra dan kali ini ia kembali setelah sekian lama.
"Selamat datang kembali Laura dan Malik" ucap Ny Karina menyambut Bunda dan Papa Malik.
Bunda dan Papa Malik berjabat tangan dengan nenek dan Ahkam menyalim tangan kedua orang tuanya.
"Bu apakah Mas Arya berada dirumah?" tanya Bunda.
"Dia ada di dalam, tenang lah aku sudah memberitahunya jika hari ini kamu akan datang kemari" ucap nenek.sambil membawa Bunda masuk.
Sedangkan Papa Malik berjalan bersama di belakang nenek dan Bunda.
Jangan ditanya Papa Malik dan Zeva sangat dekat meskipun mereka belum pernah bertemu langsung dan hanya berhubungan dari jarak jauh saja.
"Dia di kamarnya Pa bersama kedua sahabatnya. Dan dia juga tidak tau kalian berada disini" ucap Ahkam.
Kini mereka berada di ruang keluarga, tampak diruang keluarga ada Papa Mahendra dan Mama Veronika.
Papa Mahendra yang melihat kedatangan mantan istrinya bersama dengan suaminya tampak sedikit terkejut. Begitupula dengan Mama Veronika.
"Silahkan duduk, aku akan panggilkan cucu kesayangan ku" ucap nenek dan pergi menunu kamar Zeva.
"Sekian lama kita tak pernah bertemu, namun dirimu tidak pernah berubah masih tetap cantik" batin Papa Mahendra saat melihat mantan istrinya.
"Oh ya silahkan duduk. Anggap rumah sendiri" ucap Papa Mahendra kepada Bunda dan Papa Malik.
"Terima kasih Tuan"ucap Papa Malik.
"Ayolah, tidak usah terlalu formal sebut saja nama ku" ucap Papa Mahendra.
Meskipun telah berpisah lama namun hubungan antara Tn Mahendra dan Bunda tetap baik-baik saja meskipun tak saling bicara.
"Kenapa kau tak pernah menanyakan pendapatku mengenai rencana mu ini Mas?" ucap Bunda yang tiba-tiba menanyakan keputusan suaminya mengenai Zeva.
__ADS_1
"Aku....."
Ucapan Papa Mahendra terpotong saat suara Zeva terdengar dari atas tangga.
"Bundaaa"
Ucap Zeva dan dengan terburu-buru menuruni anak tangga. Nenek,Lena dan Klara yang melihat Zeva bersemangat tampak senang.
"Berhati-hatilah nanti kamu terjatu Ze" teriak Bunda dan langsung bangun dari duduknya.
"Bun Ze kangen sama Bunda, kenapa Bunda baru kemari hiks hiks" tangis Zeva didalam pelukan Bundanya.
"Sayang tenanglah kan sekarang Bunda sudah berada disini. Bunda juga akan menemanimu saat acara akad nanti" ucap Bunda sambil memeluk putrinya.
Tanpa dia sadari airmatanya juga menetes. Saat sekian lama akhirnya ia mampu memeluk kembali putri kecilnya yang sekarang telah tumbuh dewasa.
Zeva melepas pelukannya dan melihat Papa Malik berada disamping Ahkam kakanya.
"Papa Malik Kan?" tanya Zeva dan berdiri dihadapan Papa Malik.
"Tentu saja" jawab Papa Malik sambil tersenyum.
"Kemarilah apa kau tak ingin memeluk Papa tampanmu ini?" ucap Papa Malik sambil merentangkan kedua tangannya.
Ahkam dan Bunda tersenyum. Memang dari dulu Zeva sangat dekat dengan Papa Malik dan menyebutnya Papa Tampan, namun baru kali ini mereka bertemu langsung.
"Papa tampan" ucap Zeva dan langsung memeluk Papa Malik.
"Ternyata adik kecil Ahkam sudah besar dan sangat cantik" ucap Papa Malik mengusap kepala Zeva dan memandang Ahkam.
Mama Veronika dan Papa Mahendra yang memperhatikan itu sedikit tersentuh.
"Putriku, memang benar dia sudah dewasa tapi kenapa tampaknya dia sangat dekat dengan Malik?" gumam Papa Mahendra.
"Apa kah selama ini dia kurang kasih sayang dari seorang ayah sehingga dia sangat dekat dengan suami ibunya namun jauh dariku. Semenjak ia tumbuh besar aku bahkan tidak pernah ia peluk seperti itu" ucap Tn Mahendra di dalam hati dengan lirih.
Semua tampak berbincang dan melepas kerinduan Klara dan Lenapun tampak memeluk Bunda Zeva dan mulai ikut berbincang.
.
.
.
Terima kasih sudah mampir;)
__ADS_1