Kun Fayakun

Kun Fayakun
Pulang


__ADS_3

Keseriusan seseorang tidak dinilai dari seberapa lama mereka mengenal dan berpacaran. Namun keseriusan dibuktikan seberapa yakin dia untuk mengajakmu menuju ke akad dan menjalin hubungan halal.


Suara adzan subuh dari rumah sakit telah menggema dengan merdunya. Semua mulai menuju ke mushola untuk melaksanakan panggilan sang Khalik.


"Ze, kamu sholat disini apa ke mushola nak?" tanya Bunda kepada Zeva.


"Ze ikut kemushola ya Bun"


"Yasudah ayo"


Bunda dan juga Zeva menuju ke mushola rumah sakit. Keduanya pergi menuju tempat wudhu untuk mengambil wudhu. Setelah itu mereka. langsung masuk kedalam mushola.


Sholat berjamaah pun dimulai. Semua melakukan sholat dengan khusyuknya. Selesai sholat semua orang memanjatkan doa masing-masing, meminta kepada sang pemilik kehidupan.


Setelah selesai sholat Bunda dan juga Zeva kembali lagi ke kamar rawat Zeva.


"Bun jam berapa Ze baru boleh pulang?" Zeva bertanya setelah berada di ruang rawatnya.


"Nanti sayang, kita tunggu dokter memeriksa mu dulu" kata yang diucapkan Bunda mampu membuat Zeva mengerti.


..


Waktu terus bergulir, sekarang menunjukkan pukul 16.00. Dokter masuk dan melakukan pemeriksaan kepada Zeva. Perban diganti dengan yang baru.


"Lukanya sudah mengering hanya menunggu pemulihan saja. Pola makan harus di jaga ya, agar cepat sembuh. Nanti rajin-rajin kontrol. Setelah perban di lepas, saya akan memberikan obat untuk menghilangkan bekas lukanya" ucap Dokter panjang lebar.


Administrasi dan urusan kepulangan Zeva telah diurus sebelumnya. Semua selesai tanpa hambatan hanya menunggu pulang saja.


Hari ini Zeva pulang di jemput oleh Bunda dan Papa Malik. Dengan setianya Papa Malik menemani Bunda, hingga Zeva sembuh. Semua urusan kantor yang di Singapura dia tangani melalui email dan melalui bantuan dari orang-orang kepercayaannya.


Kepulangan Zeva telah di nanti semua orang buktinya ketika sampai di rumah Ahkam semua orang telah berkumpul. Nenek, Papa, Mama Veronika, Nur, Ahkam, Lena dan juga Klara sudah menanti diruma. Bahkan Aldi, Kahfi dan Aldo juga ada di rumah Ahkam.


Semua menyambut kepulangan Zeva dengan semangat. Rasa syukur tak hentinya terucapkan. Setelah lama berada di rumah sakit ahirnya kini Zeva bisa kembali ke rumah lagi.


..


Seminggu berlalu semenjak kepulangan Zeva. Perban di kepala juga sudah dilepas, dan hanya menyisakan bekas luka yang lumayan terlihat sedang dalam masa pemulihan agar bekas lukanya memudar meski tak menghilang tanpa bekas.


Papa Malik dan Bunda sudah pulang dua hari yang lalu. Sebenarnya Zeva belum mengizinkan mereka pulang, tapi mau bagai mana lagi. Utusan kantor Papa Malik juga harus segera di urus.

__ADS_1


Beruntung Zeva mengenakan hijab, jadi luka itu tak begitu terlihat. Hari ini Zeva tengah berada di cafe nya. Sudah lama sekali dia tak memantau cafe miliknya itu.


Waktu menunjukkan jam makan siang. Baru saja Zeva memasuki cafenya tak sengaja ia melalui meja pelanggannya.


"Le" ucapnya. Sehingga membuat sang empunya nama menatap nya.


Sedikit terkejut dan gugup lena menjawab "Ze" ucapnya.


"Kak Aldo kan?" tanya Zeva kepada laki-laki yang tengah duduk di hadapan Lena.


Pertanyaan Zeva dibalas anggukan oleh Aldo. Tak lupa senyuman terbit di bibirnya menandakan ia adalah orang yang ramah.


"Sejak kapan kalian saling kenal?" dengan penasaran Zeva bertanya.


"Duduk dulu" ujar Aldo


"Sampai lupa kan. Le kamu hutang penjelasan loh ya" Zeva berucap sambil menarik kursi dan duduk diantara Lena dan Aldo.


"Iya Ze aku jelasin semuanya" Ucap Lena. Ia pun mulai menjelaskan kepada Zeva.


Mulanya mereka bertemu tanpa sengaja di rumah sakit, dua hari setelah Zeva mengalami kecelakaan. Saat itu Aldo yang memang mau menjenguk Zeva yang belum sadar kan diri tak sengaja menabrak Lena yang menuju ke luar rumah sakit.


Lena bercerita panjang Lebar, sedangkan Aldo masih setia diam mendengar kan bersama dengan Zeva. Diahir cerita Zeva menatap Aldo dan yang di tatap pun menganggukkan kepala tanda meng iya kan ucapan Lena.


"Kak Ahkam tau ini kak?" tanya Zeva menatap Aldo.


"Tau Ze, tapi dia gak tau kalau gadis itu Lena sahabatmu"


"Jadi sudah sampai mana hubungan kalian?" Zeva menatap Lena.


"Gak tau Ze tanya Kak Aldonya aja" ucap Lena.


"Kak? jangan pernah mempermainkan wanita, sebeb nanti jika di sudah disakiti maka dia akan pergi sejauh mungkin. Dan kepergiannya akan menyisakan penyesalan bagi yang menyakitinya. Aku harap Kak Aldo serius dan tidak mempermain kan perasaan Lena. Dia sahabat Ze dan jika nanti Kaka menyakiti Lena, dan Kak Ahkam tau dia pasti akan sangat kecewa. Sebab dia sudah menganggab kedua sahabat Ze seperti adiknya juga"


"Ze, Kaka tau dan InsyaAllah Kaka serius gak main-main. Lagian umur Kaka juga udah pantas buat menikah. Tingga sicalonnya aja siap atau enggak buat di ajakin menikah" Aldo berucap dan melirik Lena.


"Hahaha baiklah, ini urusan peribadi kalian dan tak sepantasnya Ze ikut campur. Jadi Ze pamit dulu ya, Ze tinggal ke ruangan Ze"


Zeva yang mengerti memberikan ruang kepada dua orang itu untuk menyelesaikan urusannya langsung pamit meninggalkan mereka.

__ADS_1


Setelah kepergian Zeva keduanya melanjutkan pembicaraan mereka. Aldo berniat serius.


"Kakak menunggu keputusanmu Le. Kaka gak mau pacaran terlalu lama. Lagian usia kakak sudah 25tahun dan itu sudah cukup untuk membangun rumah tangga"


"Apa kamu sudah cerita ke orang tua mu Le?" lanjut Aldo.


"Le udah bicara. Kata Papa Kakak disuruh menemui Papa di rumah lusa. Soalnya kalau tidak Lusa Papa sibuk urusan kantor"


"Baiklah Lusa Kakak akan menemui keluargamu,kamu siap jika Kakak mengajak mu menikah? apa ini tak terlalu cepat untukmu?"


"Le tidak masalah Kak. Yang penting restu orang tua. Ya memang terlalu cepat, kita juga mengenal belum lama. Tap keseriusan seseorang kan bukan dinilai dari seberapa lama mereka mengenal dan pacaran. Lagian Le gak mau pacaran terlalu lama takutnya kebablasan"


"Mikirnya kejauhan" Aldo berucap sambil mengacak puncak kepala Lena.


"Yakan godaan setan itu lebih kuat kak, kita kan gak tau kedepannya"


"Hahah iya iya"


Mereka larut dalam pembicaraan keduanya sedangkan Zeva tengah sibuk mengurus semua berkas laporan caffe selama dia sakit. Pemasukan caffe meningkat, kinerja semua pegawai juga bagus. Cafe semakin ramai semenjak taman di sebelah terbuka dan juga area luar caffe selalu ramai pengunjung.


Allah maha adil dibalik musibah Allah limpahkan rezeki lainnya. Semua tercukupi tanpa merasa kekurangan. Nikmat mana lagi yang pantas untu fi dustakan? yentu saja tidak ada.


Jika hari ini rezeki yang di dapatkan sedikit, niscaya berusaha lah lagi. InsyaAllah akan Allah tambah lagi nantinya.


.


.


.


Next..


Like jika suka, baca jika berminat, vote juga jika berkenan:')


Lop lop buat yang senantiasa like, komen, rate5, faf dan juga vote.


Follow me.


ig: pmhh03

__ADS_1


fb:Patmah


__ADS_2