
📌Likleah jika kalian setia menanti cerita Author:')
Komen kalau kalian suka dan beri masukan juga, hehehe kalau mau vote juga gk papa
🌜Jadilah kuat untuk melepaskan. Jadilah tabah untuk menerima kenyataan. Sebab tidak semua hal bisa kau miliki dan tidak semua hal bisa berjalan sesuai dengan keinginanmu🌛
Fajar telah tiba tampak semuratan cahaya menyinari bumi dengan kehangatan yang dibawanya. Perlahan butiran-butiran embun tampak mulai mengering melalui proses penguapan.
Pagi, pagi yang cerah dengan berjuta harapan membaur menjadi satu bersama mimpi-mimpi dari sang pemilik nya.
"Sayang, bagaimana apa kita jadi menemui Zeva?" suara lembut dari sang pemilik kehangatan bagaikan pelengkap sebuah cerita kehidupan.
Pagi ini tampak Ahkam dan Nur yang akan memulai aktifitas mereka dirumah baru yang tampak berdiri megah.
"Tentusaja, kita akan menemuinya dicaffe miliknya" ucap pemuda itu dengan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Hubungan halal tampak lebih romantis, sebab setiap keromantisan yang dilakukan oleh pasangan itu adalah suatu sumber pahala.
"Baiklah, kau makan dulu" dengan menyajikan masakannya diatas meja Nur juga duduk disamping suaminya setelah mengambilkan makanan untuk suaminya.
Sedangkan dikediaman Mahendra tampak gadis mungil yang tengah berjalan keluar rumah bersama neneknya yang tampak mulai menua. Ahir-ahir ini kesehatannya mulai menurun.
Tepat saat Zeva dan neneknya keluar rumah dan menapaki kaki pada halaman rumah yang sangat luas muncul kedua sahabat Zeva yang taklain tak bukan Lena dan Klara.
Entah ada rencana apa dan entah sejak kapan kedua gadis blasteran ini sudah berada dirumah Zeva pagi-pagi.
"Assalammualaikum Nek, Ze" kedua gadis itu menyalim tangan nenek Zeva.
"waalaikumussalam" dengan senyum diwajahnya yang sudah menua ia menjawab salam kedua gadis itu. Sama halnya dengan Zeva ia juga menjawab salam dari kedua sahbatnya.
"Kok tumben? masih pagi lo ini aku curiga jangan-jangan" Zeva menyipitkan matanya menghadap kedua sahabatnya itu.
"Heheheheh jangan souzon" ujar Lena dengan cengirannya.
Zeva membawa Ny Karina untuk duduk dibangku yang berada dihalaman rumahnya, katanya hitung-hitung berjemur dipagi hari agar menyehatkan tulang.
"Ada apa?" Zeva menanyakan kepada sahabatnya. Pasalnya tak biasanya kedua gadis ini kerumahnya tanpa menghubunginya terdahulu dan lebih anehnya sepagi ini pula.
"Tidak ada Ze, kita berdua mau ajakin kamu jalan hari ini sekalian bareng sama Aldi heheh" tawa Klara diahir ucapannya.
"Ze lebih tepatnya Kita berdua akan menemaninya berkencan" dengan ketusnya Lena menatap Klara.
"Wah wah, jangan marah dong Le"
"Aku tidak marah, hanya saja aku kesal kepadamu. Kau yang ingin berkencan tapi malah merepotkan kami nantinya"
__ADS_1
"Ze temenin ya, tar aku traktirin deh kalian jajan sepuasnya" wajah Klara memelas.
"Kamu pikir kita anak Sd" ketus Lena.
Sedaritadi Zeva dan neneknya hanya diamenjadi pendengar yang budiman. Sebenarnya kedua sahabat nya ini datang kerumahnya ingin ngajak jalan atau malah ingin bergulat dirumahnya.
"Hey kenapa kalian berdua jadi berdebat? apa kalian mau kusuruh pulang?" jengah sudah Zeva memdengarkan perdebatan kedua sahabatnya yang tidak ada habisnya.
Nenek Zeva hanya tertawa melihatnya. Ketiga gadis ini tampak sangat konyol, sudah dewasa tapi masih saja suka berdebat.
"Aku akan menemanimu Kla dan kamu Le jangan ngambek tar aku cariin deh pasangan hehehe biar gak jutek lagi" tawa Zeva saat berujar seperti itu.
"Ze kau terlalu membelanya, nanti dia jadi keseringan dan membuat kita menderita karena akan menjadi obat nyamuk saat dia berkencan"
Entahlah, sejak pertemuan pertama Aldi menubruk Zeva kini ketiga wanita itu sudah sangat dekat dengan Aldi. Dan lagi malahan sekarang Klara menjalin hubungan, yang katanya cuman temenan tapi sering ngajakin jalan.
"Yasudah, tapi kali ini saja lain kali kami tidak mau menemanimu lagi" ahirya setelah rayuan dan bujukan Klara, Lena mau juga untuk ikut.
"Yasudah nanti kalian kabari saja ya, dan ya nanti kayanya sekitar pukul 10pagi aku akan ke caffe. Apa kalian ingin ikut juga?" ujar Zeva.
"Ze kamukan tau ini masih jam7.30 dan tadi niatnya ingin berolah taga tapi taunya si Klara malah ngajakin kemari pagi-pagi, jadi kayanya sehabis ini aku akan ada urusan dirumah jadi kita ketemunya siang saja ya"
"Ok tidak masalah"
Jam menunjukkan pukul 10kurang, sesuai yang dikatakan hari ini Zeva pergi ke caffenya.
Gadis mungil ini keluar dari rumah diantar oleh mang Mamat supir keluarganya. Dan setelah beberapa menit di perjalannan ahirnya dia sampai juga di caffe miliknya.
"Terima kasih Mang, Ze permisi dulu Assalammualaikum"
"Sudah menjadi tugas Mamang Neng, Waalaikumussalam"
Zevapun melangkah dan memasuki caffe miliknya. Caffe baru saja dibuka dan memang masih sunyi sebab baru jam 10.30.
Tanpa Zeva ketahui ternyata didalam ruangannya telah duduk pemuda yang sangat ia rindukan.
Tadi tepat pukul 10pagi Ahkam bersama istrinya telah sampai dicaffe Zeva, dan sangat kebetulan caffenya baru dibuka dan kebetulan pula Ahkam mengenal Mbak Arum yang menjadi manager caffe dan dengan izinnya pula Ahkam kini telah berada diruangan Zeva.
Tanpa rasa curiga Zeva melangkah dan saat ini ia sudah memegang handel pintu dan ketika pintu terbuka dengan heran ia melihat seseorang tengah duduk dikursinya dengan membelakangi arah pintu masuk.
"Assalammualaikum, maaf tua.." ucapan Zeva terpotong saat Ahkam berbalik dan menghadap ke arahnya.
"Gadis kecil" suara Ahkam dengan bersemangatnya memanggil adiknya itu.
Zeva tanpa bicara lagi ia langsung berlari menghampiri kakanya. Seketika tubuh mungilnya langsung menubruk tubuk kekar Ahkam"Kakak" lirihnya.
__ADS_1
Ahkam mendekap tubuh adiknya dengan sayang dan mencium puncak kepalanya. Dan disaat itupula Nur masuk keruangan Zeva setelah kembali dari toilet.
"Mbak Nur kau juga disini?"
"Tentu, apakau tak akan memeluku?" dengan senyuman angunnya wanita hamil ini berucap.
"Mbak Nur" Zeva dengan bahagia memeluk kaka ipar yang baru ini ia temui secara langsung. Yang dulunya mereka hanya bicara melalui ponsel tapi kali ini bertemu langsung.
"Sudah berapa bulan Mbak?" tanya Zeva dengan antusiasnya mengelus perut buncit Nur.
"Lima bulan Ze"
"Wah sebentar lagi Ze bakalan punya keponakan" dengan rasa bahagia ia memegangi perut Nur dengan berkata-kata, ibaratkan sedang bercerita kepada bayi nya Nur.
"Kak kenapa kalian bisa disini? sejak kapan kalian ada di Indonesia? dan kenapa tidak memberitahukan ku?" Zeva memberondong dengan banyak pertanyaan.
"Ze kau, bertanyalah satu-satu aku jadi bingung harus menjawabnya darimana" ucar Ahkam.
Dia bingung kenapa sekarang adiknya begitu cerewet? apa kah selama ini dia baik-baik saja?
"Ah sudahlah nanti ceritanya dan Mbak Nur ayo duduklah nanti kau akan merasakan pegal dikakimu jika terus berdiri" dengan menuntun Nur ke soffa dan mereka duduk disitu.
"Ah apa nenek tau kalian ada disini? dia pasti senang jika tahu dan Papa? pasti dia juga senag kalau tau sebentar lagi cucu pertamanya akan lahir, aku jadi punya ponakan.."
Zeva terus bicara panjang lebar, entah ada apa dengan gadis yang satu ini tidak biasanya dia begitu? dia sekarang jadi banyak bicara dan sangat ceria berbeda dari sebelumnya dia tidak begitu banyak bicara. Tapi sudahlah yang penting dia tidak beredih lagi. Begitulah yang di pikirkan Ahkam.
Nur sangat senang melihat adik iparnya sangat antusias ketika bercerita bahkan ia tak menyangka kalau Ze sangat suka bicara.
Kebahagiaan tak harus tentang harta, cukup bersama dengan orang-orang yang tulus menyayangimu dan berjalan bersama itu sudah lebih dari cukup.
.
.
.
**Maaf baru up lagi, tapi Author mohon like dan support nya. Meski Author jarang up tapi kalian jangan hapus cerita ini dari Faf ya:')
Kemarin Author gak up" karena lagi ujian jadi maklumlah, lagian setelah ujian lebih banyak daring dan tugas:)
Tetap bantu support Author:')
follow ig Author 😂: pmhh03
Yg mau aja hehehehe😂**
__ADS_1