Kun Fayakun

Kun Fayakun
Bertemu


__ADS_3

Aku selalu berfikir adakah cinta yang tulus?


Ah sampai sekarang pun belum kutemukan!


Tapi sudah lah bukankah cinta Allah kepada hamba-hambanya adalah cinta yang tulus?


Lalu mengapa masih banyak saja manusia yang lalai dan tak mensyukuri nikmat yang Allah berikan?


Ahh sudahlah mungkin mereka lupa!


POV Abidzar Al-Kafi


Banyak pertanyaan yang muncul dibenak ketika aku melihat lelaki yang kukenal adalah sosok panutan yang sangat baik dan memperioritaskan keluarganya.


Tapi kali ini saat aku melihat dia memeluk seorang perempuan serasa aku tak percaya bahwa itu adalah dia laki-laki yang ku kenal.


"Fi kenapa gak ngucapin salam" ucap Kak Ahkam memarahi ku. Memang salah juga aku memasuki ruangan nya tanpa permisi.


"Kak siapa dia?" aku masih saja penasaran.


"Tenanglah dek. Sudah jangan menangis lagi ok nanti kita akan ke tempat Nenek" Kudengar Kak Ahkam menyebutnya dengan panggilan dek.


Apa dia adiknya? memang benar Kak Ahkam memiliki seorang adik perempuan tapi aku memang belum pernah bertemu dengannya.


"Ze...." ucap ku saat melihat gadis itu melepas pelukannya dari Kak Ahkam. Betapa terkejutnya aku saat kutau ternyata dia gadis yang kukenal.


POV Author


"Fi ini kenalin dia adik perempuan Kakak" ucap Ahkam kepada Kahfi.


Zeva mengusap wajahnya dan membersihkan sisa air matanya. Ia belum menyadari bahwa sedari tadi ada pemuda yang tengah melihatnya.


"Dek" ucapan Ahkam seketika membuat Zeva menoleh ke sumber suara.


"Dokter Kahfi" ucap Zeva saat melihat pemuda yang dia kenal.


Kahfi hanya tersenyum melihat wajah sembab Zeva. Gadis ini cantik alami tanpa balutan make up. Namun kali ini wajah sembab, hidung merah membuat gadis itu terlihat begitu imut.


"Tidak baik jika laki-laki baik menatap wanita baik-baik secara beebihan. Kalian bukan muhrim" ucap Ahkam. Dia bingung apakah mereka sudah saling mengenal sebelumnya?


Zeva mendengar ucapan Kakanya hanya menundukkan wajahnya dan Kahfi dia seakan menjadi seperti orang ling-lung lupa akan arah tujuannya kemari.


"Fi kenapa? em maksud Kakak kenapa tadi kamu memanggil Ku dengan terburu-buru?"

__ADS_1


"Astaufirullah" seakan lupa tujuan semula dan kini Kahfi baru menyadari.


"Kak aku kemari ingin meminta bantuan mu. Nanti selepas sholat Zuhur aku ada jadwal operasi, tapi kali ini kakak yang menggantikan ku ya" ujar Kahfi.


"Loh memangnya kamu kenapa?"


"Kak Kahfi mau ke kantor Kak Aldo, disana ada urusan soal perusahaan jadi Kafi disuruh hadir. Kan Kakak tau sendiri walaupun jarang Kahfi juga ikut ambil andil diperusahaan itu" jelas Kahfi.


"Ah baiklah. Kau tenag saja kebetulan aku juga tidak memiliki jadwal oprasi saat ini"


"Baiklah Kak. Apa kau sudah makan siang?" Kahfi melihat ada kotak makanan diatas meja.


"Kau menggangguku, tadinya aku ingin makan siang tapi akibat suara dan pertanyaan mu itu aku tak jadi makan siang" ujar Ahkam dengan nada bercanda.


"Ah baiklah lanjutkan makan siang yang tertunda itu. Aku akan keluar" ucap Kafi "Dan Ze aku permisi. Maaf tadi sudah salah paham" sambil menatap Zeva Kahfi berujar.


"Tidak masalah Dok"


"Baiklah Assalammualaikum" Kahfi pun melangkahkan kakinya keluar ruangan Ahkam.


"Waalaikumussalam" ucap Zeva dan Ahkam.


"Baiklah Kak ini dimakan makan siang yang tertundamu"


Ahkam dan Zeva kembali duduk di soffa yang ada diruangan itu dan kemudian Ahkam menikmati makanannya.


"Ah seceroboh itu? bahkan aku tadi menduga yang tidak-tidak. Bagaimana bisa dia adiknya Kak Ahkam? Astaufirullah bagaimana ini? baru saja kenal dengan gadis itu dan apakah perasaan ku ini hanya perasaan kagum yang hanya sesaat? apa mungkin aku mencintainya?"


Sudahlah beralih dari Kahfi ke pasangan suami istri yang satu ini.


Kali ini Daniel dan Citra berencana kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan istrinya. Tepat setelah makan siang dari kantor Daniel langsung kembali menjemput istrinya dan membawanya kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kandungan.


"Sayang kamu sudah buat janji ketemu dokter kan?" ucap Daniel yang terus-terusan menggandeng istrinya.


"Sudah kok yang" ucap Citra.


Sepasang suami istri ini langsung masuk dan menemui dokter kandungan. Didalam ia melakukan pemeriksaan pada kandungannya.


Dokter melakukan USG dan menjelaskan perkembangan bayi yang dikandung Citra. Daniel tampak sangan antusias mendengar penjelasan mengenai perkembangan tentang anaknya.


Setelah melakukan USG dokter menanyakan apakah ada keluhan selama masa kehamilan? dan Citra menjawab bahwa tidak ada keluhan apapun. Semua berjalan lancar-lancar saja.


Tak lama setelah berbincang dengan dokter mereka pun pamit izin pulang kepada sang dokter yang menangani Citra.

__ADS_1


Langkah mereka terhenti ketika tak sengaja melihat gadis berhijab biru muda yang mereka kenali juga berada di rumah sakit.


"Sayang bukankah itu Zeva?" tanya Citra dan berjalan mendekati Zeva.


"Ze.." ucap Citra saat telah berada dekat dengan Zeva.


"Ya" Zeva menoleh ke sumber suara dan ia sedikit terkejut melihat Daniel dan Citra lah orang yang memanggil nya.


"Eh Mbak Citra" dengan senyum ramahnya.


"Iya, Ze kamu ngapain di sini? apa kamu sakut? atau ada keluargamu yang sakit?" tanya Citra.


Zeva melihat Daniel yang hanya dia disamping Citra "Enggak Mbak. Aku cuma mengunjungi seseorang" ucap Zeva.


"Dan Mbak, dan Mas Daniel lagi apa disini?" Zeva kembali bertanya.


"Emm kita habis periksa kandungan Ze" Citra berucap sedikit canggung.


"Oo, Mbak Citra hamil? dan selamat ya Mas, Mbak. Semoga lancar sampai proses persalinan. Aku turut bahagia ya" ujar Zeva.


"Iy Ze terima kasih" ucap Citra dan Daniel. "Yaudah Ze kita duluan ya" Daniel berucap untuk segera pamit meninggalkan rumah sakit.


"Iya hati-hati Mbak,Mas" dengan seulas senyum Zeva berucap.


Sakit? itu pasti!


Jika diingat belum lama Zeva berpisa dengan Daniel, namun sekarang Daniel telah tampak bahagia.


Sesulit apapun Zeva tetap harus mengikhlaskannya munggkin ini yang dikatakan bukan jodoh.


Zeva melanjutkan langkahnya untuk kembali pulang kerumah Kakanya Ahkam. Tadi setelah selesai menemani Ahkam makan siang ia pamit untuk pulang. Namun tanpa disangka saat ingin pulang ia bertemu dengan Daniel dan Citra.


Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah pertemuan terahir di hari pernikahan Daniel. Banyak yang berubah kini Daniel tampak lebih bahagia dan lumayan ramah kepadanya.


Gadis cantik ini melanjutkan langkahnya untuk kembali. Dengan membawa sejuta emosi ia pergi meninggalkana rumah sakit.


Hari ini entah dia harus berbahagia atau malah harus bersedih ia pun tak tau. Jika bahagia untuk Daniel dan Citra dan jika bersedih untuk penyakit sang Nenek.


.


.


.

__ADS_1


-BERSAMBUNG.


LIKE seikhlasnya, KOMEN sesukanya, RATE5 seikhlasnya dan VOTE juga boleh. Dan FOLLOW Author juga boleh:')


__ADS_2