
Jangan lupa like sebelum komenπππ
Awal dari segalanya akan dimulai. Insyaallah aku akn berusaha untuk mencintaimu dalam ikatan halal ini "POV VANIA ZHALIA ZEVANKA"ππ
Sinar mentari telah menampakan diri. Terbit dengan membawa sejuta kebahagiaan.
Selesai melaksanakan sholat subuh Zeva turun kebawah.
Dibawah lebih tepatnya dimejamakan telah tampak semua anggota keluarga telah berkumpul.
"Selamat pagi Nek, pa, ma, dek" ucap Zeva dan langsung duduk di kursi tempat biasanya.
"Pagi sayang" ucap sang nenek.
"Ze, hari ini kamu libur kuliahnya kan?" tanya sang papa.
"Iya Pa, hari ini Ze libur kan hari minggu" ucap Zeva.
"Yaudah nanti selesai sarapan Papa mau bicara sama kamu"
"Oke pa" ucap Zeva singkat tanpa pertanyaan dan bantahan.
Sarapan pun dilakukan dengan hidmat tanpa ada pembicaraan yang terdengar hanyalah dentingan sendok yang beradu dengan piring.
Setelah kuarang lebih 15menit Ayah Zeva pun selesai sarapan.
"Ze, Papa tunggu di ruang kerja" ucap Tn Mahendra dan pergi meninggalkan meja makan.
"Iya Pa" ucap Zeva.
Tak lama pun semua selesai makan dan meninggalkan meja makan satu persatu.
"Nek, Papa mau bicara apa ya kok tumben?" ucap Zeva yang merasa bingung.
"Sayang, nenek juga tidak tahu. Tapi kamu kesana saja siapa tau ada hal penting" ucap sang Nenek sambil membelai pipi gembul cucu kesayangannya.
"Emm,, Zeva takut Nek perasaan Zeva hari ini berbeda" keluh Zeva kepada sang Nenek.
"Udah kamu yang tenang, jangan tegang"
"Emm,, Bissmillah Ze ke ruang kerja dulu ya Nek"
"Iya sayang" ucap sang nenek dengan tersenyum.
Zeva pun berjalan menuju ruang kerja papanya.
"Assalammualaikum" ucap Zeva setelah mengetuk pintu.
"Masuk Ze, pintu tidak dikunci" ucap sang Papa dari dalam.
Dengan perlahan Zeva mendorong pintu agar terbuka dan masuk kedalam.
"Kamu duduk dulu Ze" ucap Papa.
Tanpa di perintahkan dua kali Zeva pun duduk.
__ADS_1
"Ze, Papa mau bicara hal penting dengan kamu"
"Iya Pa, bicara saja. Memangnya mau bicara mengenai apa?"
"Ze Papa ingin segera menjodohkan kamu dengan anak dari sahabat Papa yang merupakan kolega bisnis Papa" ucap Tn Mahendra secara gamblang dan langsung keinti pembahasan.
Duarttttt.........
Seperti sebuah petir yang menyambar. Hati Zeva terasa sesak mendengar hal itu dari sanga Papa.
Walaupun rasanya sakit, namun Zeva tetap tenang.
"Pa, apa Papa serius?" tanya Zeva memastikan.
"Papa serius Ze, lagi pula ini demi mengembangkan bisnis keluarga kita" ucap sang Papa.
"Tapi Pa, Ze kan masih terlalu muda dan Ze juga masih kuliah"
"Ze, kamu masih kuliah atau masi muda, ataupun ada alasan lainnya namun Papa akan tetap menjodohkan kamu" ucap Tn Mahendra.
"Pa, jika hal itu yang Papa inginkan dan memang dia yang terbaik buat Ze, insyaallah Ze nurut apa kata Papa" ucap Zeva dengan suara yang bergetar.
"Oke, itu keputusan yang bijak. Jadilah wanita yang penurut tanpa banyak membantah" ucap Tn Mahendra.
"Nanti malam kita atur pertemuan kalian, dan kamu jika sudah tidak ada lagi yang ingin ditanyakan papa permisi"
"Tidak pa" ucap Ze dengan tertunduk.
Setelah mendengar jawaban Zeva papanya pun langsung pergi meninggalkan ruang kerjanya.
Setelah Papanya pergi dengan langkah gontai Zeva melangakhkan kakinya menuju ke kamarnya dilantai atas.
"YaAllah, apa keputusan Papa adalah hal yang terbaik buat hidupku. Atau mungkin ini merupakan salah satu caraku untuk berbakti kepadanya?" Ucap Zeva dalam hatinya sambil menangis.
Sangat lama Zeva menangis memikirkan tentang hidupnya hingga ia tertidur dengan mata sembabnya.
^~^
Azan Zuhur pun berkumandang, membangunkan Zeva dari tidurnya.
"Allhamdulillah" ucap Zeva saat Azan berkumandang.
Dengan hati masih kecewa Zeva melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, membersihkan dirinya.
Setelah keluar dari kamar mandi Zeva langsung mengambil perlengkapan sholatnya dan melakukan sholat Zuhur.
**
Di Kediaman HIJAYA
"Apa, Pa bagimana bisa papa ingin menjodohkan Daniel?" ucap seorang laki-laki muda berusia sekitar 25 tahun.
Laki-laki itu adalah Daniel Aditya Hijaya putra bungsu dari Tn Adnan Hijaya dan Ny Nara Aulia.
"Sudahlah Daniel ini sudah jadi keputusan Papa. Ini juga demi masa depanmu dan Kakak perempuanmu Reva" ucap Tn Hijaya.
__ADS_1
"Tapi kan Pa, Daniel tidak mengenalnya. Lagi pula sudah ada Citra kekasih Daniel"
"Daniel kamu harus menerima perjodohan ini. Karna dengan adanya perjodohan diantara kalian maka perusahaan Hijaya groop dan Mahendra groob akan lebih berkembang lagi" ucap Tn Hijaya kepada putranya.
"Terserah apa kata Papa, Daniel tidak akan menerimanya" ucap Daniel lalu pergi meninggalkan Papanya.
"Keras kepala" gumam Tn Hijaya.
"Bisa-bisanya Papa mau jodohin gue, mana gue gak kenal lagi ama tuh cewek" Gerutu Daniel saat berada dikamarnya.
**
Kini Zeva telah berada dicafe miliknya, sebab tadi sehabis sholat dia langsung pergi kecafe.
Semenjak mendengar rencana perjodohan tadi kini Zeva tampak murung.
Dia belum memberitahu kan hal perjodohan ini kepada sang Nenek, Ibu dan juga Kaka Laki-lakinya yang berada di Singapura.
**
"Ma lebih baik kamu pujuk Daniel, bilang sama dia agar mau menerima perjodohan ini" ucap Tn Hijaya kepada istrinnya.
"Pa, apa gak sebaiknya kita tidak terlalu memaksa Daniel" ucap Ny Hijaya.
"Ma, bukan memaksa tapi ini demi kebaikan Daniel juga"
"Yaudah, Papa tenang ya biar Mama yang bicara dengan Daniel" ucap Ny Hijaya dan pergi menuju ke kamar putra bungsunya.
**
"Daniel, Sayang Mama mau bicara sama kamu" ucap Ny Hijaya saat berada di kamar putranya.
"Ma Daniel gak mau bicara kalau membahas hal itu"
"Sayang kamu dengarin penjelasan Mama dulu" ucap Ny Hijaya sambi mendekati Daniel yang tengah duduk di balkon kamarnya.
"Sayang ini juga untuk kebaikanmu, untuk kebaikan kita bersama. Dengan begini perusahaan keluarga kita akan lebih maju dan semakin pesat perkembangannya"
"Ma, jadi gimana hubungan Daniel dan Citra kedepannya?"
"sayang, cobalah mencintai Zeva calon istrimu nak" ucap nya sambil mengelus kepala Daniel.
Berbagai penjelasanpun di lontarkan Ny Hijaya hingga Daniel mengambil keputusan.
"Ma........." Tukas Daniel
.
.
.
***Apakah keputusan yang akan diambil Daniel?
Nantikan jawabannya di epsd selanjutnya:)
__ADS_1
Baca juga karya Author π
"KETIKA SIBUCIN MOVE ON***"