
🌻Lebih baik sakit diawal daripada semakin lama bersama dan akan membuat kita terluka lebih jauh🌻
"Aku akan jelaskan semuanya tapi tidak disini!" ucap Daniel memandang Zeva dan Citra.
"Baiklah Mas, kita bicara diruanganku yang berada dilantai atas cafe ini" ucap Zeva dengan suara lirih.
Mereka bertiga berjalan menuju keruangan Zeva. Banyak pasang mata yang melihat mereka bertiga terlebih lagi para pegawai cafe merasa heran kenapa sang pemilik cafe terlihat sedih dari raut wajahnya.
"Baiklah Ze kamu kan tau aku menerima pernikahan ini karena terpaksa dan aku tidak mencintaimu sama sekali" ujar Daniel setelah berada diruangan Zeva.
"Tapi kan Mas bukan hanya kamu saja yang terpaksa disini. aku juga sama terpaksa sepertimu namun aku sudah belajar untuk mencintaimu beberapa bulan ini semenjak kita tinggal bersama" lirih Zeva.
"Zeva maafkan aku namun aku sama sekali tak mencintaimu. Bukan kah kamu tau bahwa perasaan itu tidak untuk dipaksakan?"
"Aku tau Mas tapi Apa salah nya kamu belajar mencintaiku dan begitu pula sebaliknya!"
"Bukankah kau sudah melihat ada wanita yang sangat aku cintai disini, jadi mana mungkin aku mencintaimu" ujar Daniel sambil merengkuh pinggang Citra posesif.
Citra hanya diam sedaritadi mendengarkan Daniel dan Zeva. Raut wajah Zeva menunjukan begitu besar kesedihan yang ia rasakan dikala Daniel merengkuh pinggang Citra.
"Apa kalian tahu jika hubungan kalian terlarang? dan apa kalian tahu bukan hanya aku yang akan tersakiti disini, kedua keluarga kita nantinya juga akan tersakiti dengan hubungan ini Mas!" air mata Zeva pun luruh tanpa seizinnya.
__ADS_1
"Maafkan saya Mbak, namun disini kita saling mencintai dan hubungan kita terjalin jau sebelum Daniel mengenal mu" akhirnya Citra membuka suara.
Zeva membuang muka dengan memandang arah lain. Ingin rasanya ia mengeluh namun ia tak tau harus mengungkapkan kelu kesahnya dengan siapa?
"Kau juga seorang wanita Mbak, tapi apakah kau pernah berfikir dengan hubungan ini kau telah melukai wanita lain? apakah kau tak pernah berfikir nantinya akan banyak hati yang kau sakiti?"
"Jadi aku harus bagaimana? bukan hanya kau saja yang tersakiti aku juga. Sebenarnya aku tak menginginkan semua ini namun aku juga tak punya pilihan aku sangat mencintai Daniel dan begitu pula sebaliknya" ucap Citra.
"Bukankah cinta sebuah pengorbanan? kenapa kau tak ingin melepaskannya sedangkan kau tau Mas Daniel adalah laki-laki yang telah beristri?" dengan air mata yang menganak sungai Zeva berusaha tegar.
"Jika cinta adalah sebuah pengorbanan kenapa bukan kamu saja yang berkorban? lepaskan Daniel dan relakan ia bersamaku" ketus Citra.
Serasa disambar petir Zeva yang mendengar penuturan Citra seakan sakit di ulu hatinya.
"Bertahanlah sesukamu, namun aku tetap akan memilih Citra. Aku sarankan hubungan kita sebaiknya diakhiri lebih cepat agar kau tak tersakiti lebih dalam lagi" ucap Daniel dengan nada dinginnya.
Zeva membelalakan matanya seakan tak percaya mendengar ucapan Daniel. Sakit? tentusaja itulah yang dirasakan Zeva. Ia berusaha mati-matian mempertahankan pernikahannya namun laki-laki dihadapannya malah menyuruhnya agar segera mengakhirinya.
"Sudah lah Ze aku akan pergi bersama Citra dan lebih baik kau pikirkan lah ucapanku yang tadi" ujar Daniel.
"Maafkan saya Mbak saya juga manusia biasa dan sama halnya saya juga mencintai Daniel jadi saya tidak akan mundur untuk mengalah" ucap Citra menatap iba kepada Zeva.
__ADS_1
Daniel dan Citra pun pergi meninggalkan ruangan Zeva. Mereka berdua pergi dengan meninggalkan luka dihati Zeva.
Sehina itukah diriku? bahkan aku yang rela berjuang dan bertahan namun ia tak pernah menganggap ku. Hati Zeva berkecamuk dengan luapan emosi yang tak kesampaian.
Ingin pergi sejauh jauhnya menjauhi kehidupannya yang sekarang namun ia tak cukup kuat untuk melakukan itu. Jika harus menjadi seorang janda pada usia muda ia tidak masalah namun bagaimana dengan kedua keluarga yang mempersatukan mereka? apakah mereka nantinya akan menerima hal ini.
"Selama aku masih menjadi istrimu maka aku akan berjuang meskipun harus selalu tersakiti. Aku yakin akan ikatan ini,namun ketika nanti hatimu masih tetap memilihnya maka aku sendiri yang akan mundur tanpa kau perintahkan" batin Zeva dengan tangisannya.
Sedangkan ditempat lain Daniel baru saja sampai dikediamannya setelah tadi mengantarkan Citra kekasihnya.
Sebenarnya Daniel ini lelaki atau bukan? kenapa ia begitu pecundang sehingga menjalin hubungan disaat ia sendiri telah memiliki istri.
Jika dipikirkan Zeva tidaklah buruk. Ia adalah gadis cantik yang senantiasa bersikap ceria dan ia juga sosok pekerja keras ya walaupun usianya terbilang masih sangat muda. Ia bahkan gadis soleha yang senantiasa menjaga marwahnya sebagai seorang perempuan.
Zeva gadis kecil yang senantiasa mengenakan baju gamis berukuran longgar sehingga membuat dirinya terlihat sangat mungil. Bahkan siapapun yang melihatnya tidak akan menyangka bahwa ia adalah wanita yang telah bersuami.
Jika dipikirkan siapapun yang mendapatkan Zeva sebagai istri maka ia akan sangat beruntung pasalnya gadis kecil ini sangat baik, hatinya lembut penuh dengan rasa simpati yang tinggi terhadap sesama. Gadis yang pintar, pekerja keras dan sangat baik.
tbc....
📌Ditunggu keritik dan sarannya;)
__ADS_1
Silahkan komentar dan buat yang sudah like terima kasih banyak;)