Kun Fayakun

Kun Fayakun
Pertunangan


__ADS_3

📌Jangan lupa like,komen,rate5dan love


Maaf kan author jika part tunangan ini tak menarik, sebab author tidak tahu mengenai bagai mana acara pertunangan yang selayaknya sebab usia author masihlah 16 thn dan msih harus belajar lebih banyak lagi.🍁☺


Jadi Autor mohon msukannya dari reders sekalian☺


Seminggu berlalu setelah hari pertemuan keluarga Mahendra dan keluarga Hijaya. Sesuai perjanjian nanti malam adalah waktu yang ditentukan untuk Daniel dan Zeva melaku kan pertunangan.


_Malam Hari_


"Ze, kamu pakai gamis yang sudah mama belikan, yang ada di kamarmu" ucap Mama Veronika.


Entah mengapa semenjak kedua keluarga menetapkan perjodohan ini Mama Veronika lebih terlihat perduli terhadap Zeva.


"Iya Ma" jawab Zeva dan ia pun menuju ke kamarnya.


Dikamarnya Zeva tampak sedang bersiap-siap. Dia tampil sangat sederhana dengan balutan hijab panjang yang menutupi dada dan baju gamis berwarna hijau muda yang sangat serasi dengan kulit putih Zeva.


Zeva tampak semakin sederhana saat balutan make up pada wajahnya sangat natural. Ia hanya menggunakan pelembab wajah serta sedikit polesan pelembab pada bibirnya.


Malam ini keluarga Daniel akan datang untuk melakukan pertunangan. Pertunangan mereka hanya dilakukan dengan sederhana, yang menghadirinya pun hanya lah keluarga inti dari kedua belah pihak.


Hal ini dilakukan karna permintaan Daniel. Ia tidak ingin publik mengetahui bahwa ia akan menikah dengan seorang gadis yang sangat sederhana yang menurut pandangan orang sangat jauh dari selera Daniel.


Pukul delapan malam keluarga Daniel telah datang dan keluarga Zeva tampak menyambutnya dengan antusias. Hanya saja nenek Zeva tidak ada disini sebeb ia masih diBandung.


*SINGKAT CERITA*


Zeva turun dari lantai atas kamarnya menuju ke ruang tamu. Sesampainya diruang tamu Zeva tidak banyak bicara begitu pula dengan Daniel.


Setelah berbincang sebentar kini kedua belah pihak keluargapun melangsungkan pertunangan.


"Daniel, sayang ayo sekarang pakaikan cincin ini kepada Zeva" ucap Mama Daniel.

__ADS_1


Tanpa diperintahkan dua kali Daniel langsung mengambil cincin dan memakaikannya pada jari manis Zeva. Semua yang berada diruang tamu bertepuk tangan.


"Ze, sekarang giliran kamu" ucap Mama Veronika sambil menyodorkan cincin kepada Zeva.


Zeva mengambil cincin tersebut dan akan memasangkan nya pada Daniel.


Setelah cincin terpasang di tangan kedua mempelai calon pengantin semua yang berada di ruang tamu tampak bertepuk tangan dan tertawa bahagia.


"Baiklah sekarang kalian resmi menjadi sepasang tunangan" ucap Papa Daniel.


Sedangkan Daniel tampak tersenyum terpaksa sebab ia tidaklah mencintai Zeva.


"Iya, jadi sekarang kesepakatannya pernikahan kalian akan dilangsungkan lebih cepat" ucap Arya Papanya Zeva.


"Daniel gimana menurutmu?" tanya Mama Veronika.


"Om, Tante Daniel bersedia menikahi putri Om, tapi Daniel punya syarat" ucap Daniel.


Semua tampak bingung dengan ucapan Daniel.


"Om, Daniel ingin menikahi putri Om hanya dengan acara yang tertutup tanpa ada acara resepsi mewah atau pun yang lainnya. Dan dipernikahan ini hanya akan dihadiri oleh keluarga kedua belah puhak serta beberapa saksi lainnya" ucap Daniel.


"Daniel, maksud kamu apa bicara sepert itu" bentak Papa Daniel.


"Pa Daniel hanya akan menikah jika kalian menyetujui persyaratan Daniel"


"Dasar anak tidak waras kamu" ucap Papa Daniel dan hampir ingin menampar anaknya namun suara Papa Zeva menghentikannya.


"Sudahlah tidak usah pakai kekerasan. Turuti saja kemauan Putramu lagian anaku juga tidak keberatan" ucap Papa Zeva.


Zeva yang mendengarkan penuturan Papanya tidak menyangka jika dia menyetujui persyaratan Daniel.


"Yasudah jika itu persyaratanmu kami terima. Tapi pernikahan kalian akan dilaksanakan 5hari lagi dari sekarang" ucap Papa Daniel.

__ADS_1


"Pa, apa itu tidak terlalu cepat?" tanya Mama Daniel.


"Tidak Ma, lagiankan kita tidak mengadakan resepsi mewah. Jadi 5hari akan cukup untuk kita mempersiapkan semuanya. Gimana Mahen kamu setuju?" ucap Papa Daniel.


"Aku ikut kemauanmu"


"Baiklah jadi kita semua sepakat" ucap Papa Daniel.


Sebenarnya Daniel ingin protes tapi saat mendengar palanya yang bicara dengan nada agak meninggi ia mengurungkan niatnya.


Dari tadi Zeva hanya diam, ingin rasanya ia bicara namun mulutnya seakan akan kaku dan tak mampu untuk berbicara. Ingin rasanya ia berteriak mengapa mereka membuat keputusan mengenai kehidupannya semudah itu. Namun apalah daya ia hanya seorang wanita yang hanya dianggab lemah dimata Papanya.


Cukup lama kedua keluarga saling berbincang dan haripun semakin larut malam.


Tepat pukul 11malam keluarga Daniel pamit pulang kerumah mereka.


Setelah keluarga Daniel kembali kerumah mereka Papa dan Mama Veronika tidak mengatakan apapun kepada Zeva.


Mereka hanya diam dan langsung pergi menuju kamar mereka.


Sedangkan Zeva masih berdiri didepan pintu utama rumahnya. Tanpa disadari air mata nya pun luruh membasahi pipi nya.


Setelah agak lama Zeva termenung kini dia sadar dan menghapus air matanya. Ia kembali menuju ke kamarnya.


Dengan perasaan sedih Zeva duduk dilantai dan bersandar pada dinding kamarnya lalu menangis.


"YaAllah seberat inikah ujiannmu. Hamba bahkan tak mampu berucap didepan mereka walau hanya sekedar membela diri atas keputusan yang mereka buat" ucap Zeva dalam hatinya dan air matanya tetap menetes.


Sangat lama Zeva menangis hingga tanpa disadari ia tertidur dilantai tanpa mengganti hijab dan baju yang dikenakannya.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih buat yang sudah mampir, like,komen, faforit, rate5 dan vote.💚🍁


__ADS_2