
Syukuri apapun yang kau miliki saat ini dengan tidak menyia-nyiakannya. Niscaya Allah akan menambah nikmatmu.
Setelah satu minggu terlewati semenjak hari dimana Zeva menolong gadis kecil yang malang itu. Kini gadis itu tengah bekerja di caffe miliknya sebagai salah satu pelayan.
Gadis itu tak mempermasalahkan nya yang penting sekarang kehidupannya perlahan mulai membaik. Tidak tinggal dijalanan dan dapat memenuhi kebutuhannya.
Pov Zeva
Semenjak beberapa hari terahir gadis ini tinggal di rumah baru milik kakanya dan kemarin kakanya juga sudah mulai bekerja di rumah sakit ternama sebagai dokter bedah.
Hari ini ku melangkahkan kaki, niatnya ingin ke rumah sakit mengantarkan makan siang yang dibuat Mbak Nur untuk Kak Ahkam.
Sesampainya dirumah sakit betapa terkejutnya diri ini saat melihat malaikat pelindung ku yang mulai menua tampak pucat dan tengah berada dirumah sakit. Seketika itu pula aku menghampirinya.
"Assalammualaikum nek. Sedang apa nenek disini? apa nenek sakit?" tanyaku kepada nya.
Wajah yang mulai menua kini tampak terlihat menyedihkan.Seakan harapan hidup hanya tinggal harapan.Wajah pucat dengan pandangan mata mulai meredup.Walau begitu tak membuat kasih sayangnya meredup.
"Waalaikumussalam Ze. Bagaimana bisa kau disini?" dengan wajah sayupnya sang nenek malah balik bertanya.
"Nek..." ucapan Zeva terpotong saat ada seorang suster menghampiri tempatnya duduk, lebih tepatnya tempat dimana Ny Karina sedang duduk.
"Maaf Bu, dokter sudah menunggu di dalam" ucap perawat itu.
Dengan bingung aku menetap tidak tahu. Lebih anehnya lagi saat kehadiran perawat itu wajah nenek tampak menjadi seperti orang yang tengah kebingungan.
"Ada apa ini? nek apa nenek sakit? lalu mengapa tak memberitahukan aku?" ucap Zeva sambil memegang bahu lemah nenek.
"Maaf kan nenek sayang. Aku tak mau membuat mu ataupun yang lainnya menjadi kawatir dengan penyakitku"
Nenek pun pada ahirnya menyerah akibat aku terus saja bertanya.Dan betapa terkejutnya diri ini.Mengapa aku bisa tak menyadari bahwa selama ini nenek menyembunyikan penyakitnya? dan bahkan penyakit itu sangat parah.
Setelah menjelaskan semuanya aku pun memutuskan untuk menemaninya masuk kedalam ruangan yang disana sudah ada dokter di dalammnya.Rupanya selama ini nenek selalu melakukan kemoterapi penyakitnya dengan bersembunyi-sembunyi.
Setelah beberapa waktu kemoterapi pun selesai.Dengan berbagai penjelasan dari dokter ahirnya penyakit nenek tampak mulai membaik setelah melakukan serangkaian kemoterapi dan selalu meminum obat secara rutin.
"Baiklah Ze, Nenek akan pulang sekarang untuk beristirahat.Dan kamu antarkanlah makanan itu kepada Kakamu,dia psti sudah menunggu mu dari tadi" ucap Nenek saat setelah keluar dari ruangan kemoterapi.
"Tapi bagaimana dengan Nenek? Aku akan ikut pulang dan merawat nenek dirumah Papa"
__ADS_1
"Tidak lebih baik antarkan makanan itu keruangan Ahkam.Aku akan pulang bersama supir dan jangan hawatir aku baik-baik saja" begitulah ucapan Nenek.
Wanita tanggu namun sekarang tampak menua. Namun kehangatannya tak pernah memudar. Wajah teduh kini semakin sayup akibat wajah pucat sedang menyelimutinya.
"Tapi nek...."
"Jangan membantah.Antarkan makanan itu dan nanti nenek akan pulang dengan supir"
"Baiklah" jika sudah begitu ucapan Nenek aku pun tak berani membantahnya.Aku mengantarkannya kedepan dimana Mang Mamat sudah menunggu.
Setelah menyalim tangan Nenek dan ia pun memasuki mobil dan berlalu meninggalkan rumah sakit, aku pun pergi menuju ke ruangan Kak Ahkam.
"Assalammualaikum Kak" ucapku saat sudah membuka pintu ruangan Kak Ahkam.
Jangan ditanya aku mengetahui ruangannya dari resepsionis rumah sakit dan tentunya diantar kan oleh seorang perawat.
"Waalaikumussalam Ze" ucap Kak Ahkam. Dia baru saja membuka jas putihnya dan sedang mencuci tangannya.
Aku masuk kedalam ruangannya.Tampak ruangan bercat putih dengan jendela serta orden yang berwarna putih.Ruangan yang sangat bersih dan luas.Semua barang tertata rapi pada tempatnya.
"Kak ini makan siangmu.Maaf telat tadi Ze bertemu nenek disini"
"Hiks..hiks.. Kak!" seru Zeva dia sudah tak tahan menyembunyikan kesedihanya.Ahkam yang melihat adiknya menangis langsung menghampirinya.
"Kenapa kau jadi menangis?"tanyanya sambil mengusap air mata Zeva " Apa nenek sakit?atau kau ada masalah lain?baiklah ceritakan lah semua masalahmu, aku ini kakakmu bukan orang lain" ucapnya lagi.
"Kak... Nenek sakit..." ucap Zeva dengan sesugukan.
Dengan perlahan ia menjelaskan tentang kesehatan neneknya.Mengenai penyakit neneknya Ahkam yang mendengarnya pun turut ikut sedih.Ia paham mengapa adiknya menjadi sedih begini.
Pasalnya Zeva besar dirawat oleh sang Nenek dan ia juga sangat dekat dengan neneknya.Dengan memeluk dan mengusap pundak Zeva, Ahkam menyalurkan ketenangan untuk adiknya itu.
"Tenanglah Ze.Nanti kita akan mengunjungi nenek dan mengenai penyakitnya kita akan berusaha untuk menguatkan nenek.Memberinya semangat disaat menjalani perawatan"ucap Ahkam.
Disaat-saat Ahkam menenangkan adiknya dengan memeluk nya seseorang masuk kedalam ruangan nya.
" Kak Ahkam ada...."ucapan pemuda itu terhenti saat melihat Ahkam memeluk seorang wanita yang sedang menangis.
"Kak apa yang kau lakukan?dan dia! dia bukan Mbak Nur.Lalu kenapa kau memeluknya dan dia juga menangis?" tanya pemuda itu.
__ADS_1
Dia tidak melihat wajah Zeva sebab wajah Zeva sedang tenggelam dalam dada bidang Ahkam.Bagi Zeva tempat ternyamannya adalah Kakanya.Sebab semenjak Papanya menikah ia sangat jarang mendapatkan kasih sayang dari seorang laki-laki.
Nyaman adalah kata yang paling tepat disaat kita menemukan tempat berpulang yang paling tepat.Tempat berbagi segala suka dan duka.Tempat berkeluh kesah yang paling nyaman.
Selain kepada Allah tempat berpulang ternyaman selanjutnya adalah kepada orang-orang yang menyayangi kita setulus hati.
Entah itu Kakak, saudara laki-laki ataupun perempuan,ibu,ayah atau bahkan sahabat. Mereka semua mampu menjadi tempat kita berpulang yang paling nyaman setelah Allah.
Ingatlah tidak ada cinta yang sia-sia saat kau mencintainya karena Allah.Selalu libatkan Allah dalam setiap urusanmu.Sesungguhnya Allah adalah Dia tempat berpulang yang paling nyaman.
.
.
.
.
.
Next..
Siapakah pemuda itu?
Ingin tau?
Ikuti terus ceritanya!
Dan jangan lupa Like,Komen,Rate5, dan Vote seikhlasnya:')
📌LIKE
KOMEN
RATE5
VOTE. SEIKHLAS NYA!
🌜follow ig Author: pmhh03
__ADS_1