
📌Bantu support dengan tinggalkan jejak;)
🌷Bukan hanya kamu yang ingin dimengerti. Sama sepertimu aku juga! kau marah karena pejodohan ini? begitupun aku. Lalu apa bedanya sekarang aku sama terpuruknya sepertimu namun aku tetap berusaha tegar agar tak menyakiti hati yang lain! cukup aku saja yang tersakiti, orang tua kita jangan.🌷
Dua hari sudah berlalu semenjak kejadian dikantor Daniel. Hari ini orang tua Daniel akan pergi mengunjungi rumah saudaranya yang berada di Jogja sekaligus mengunjungi Reva, Kakak perempuan dari Daniel.
"Daniel Mama sama Papa disana kurang lebih dua minggu, kamu dirumah jagain Zeva!" ucap Ny Hijaya.
"Em" deheman khas dari Daniel.
"Ze kalau nanti ada apa-apa kamu hubungi saja Mama atau Papa ya" ucap Ny Hijaya sambil membelai wajah Zeva.
"Iya Ma, nanti Mama jangan lupa hubungin ya kalau sudah sampai disana"
"Iya pasti"
Papa dan Mama mertua Zeva pun pamit meninggalkan rumah setelah Zeva menyalim tangan Papa dan Mama secara bergantian.
Kini dirumah besar hanya tinggal Daniel, Zeva dan beberapa Art yang bekerja dirumah itu.
Daniel dan Zeva tampak tak berbicara. Aura dingin menyelimuti rumah itu entah apa yang dipikirkan keduanya sehingga hanya berdiam diri tanpa ingin memulai pembicaraan.
"Mas hari ini aku izin ke cafe"
Ahirnya Zeva membuka pembicaraan duluan.
"Jika ingin pergi pergi saja, tidak usah meminta izin" ucap Daniel ketus tanpa memandang Zeva.
"Baiklah" ucap Zeva lirih.
"Dia kenapa? dari kemarin diam dan ketika berbicara sangatlah ketus" gumam Zeva.
Dengan membawa tas sandang belakangnya Zeva pergi menuju cafe miliknya diantar oleh taxi online yang tadi dipesannya.
Setelah kepergian Zeva Daniel juga bersiap-siap ingin pergi. Dengan menggunakan baju kaus dan jaket hitam Daniel keluar dari rumah mengendarai mobilnya.
Hari ini ia tidak kekantor sebab hari ini adalah hari sabtu. Hari dimana biasanya digunakan orang-orang untuk menghabiskan waktunya bersantai dengan keluarga.
__ADS_1
Didalam mobil Daniel menghubungi nomer seseorang.
"Iya hallo sayang kita jumpa di cafe biasa ya" ucap Daniel kepada seorang yang berada diseberang telfon.
Setelah usai menghubungi kekasihnya Daniel kembali fokus menyetir mobilnya menuju tempat yang sudah ia janjikan untuk bertemu.
Sedangkan Zeva kini ia telah sampai dicafe miliknya.
"Selamat siang Mbak Ze, sudah lama gak keliatan datang ke cafe" ucap Arum pegawai cafe.
"Siang Mbak Arum. Iya Ze baru sempat kemari lagi banyak urusan" ucap Zeva.
"Oo begitu ya Mbak"
"Iya Mbak Arum yasudah saya keruangan saya dulu ya"
Arum sang pegawai cafe memberi anggukan kepada Zeva dan Zevapun pergi meninggalkan Arum menuju ke ruangannya yang ada dilantai dua cafe.
Sedangkan ditempat lain Daniel sudah berada di parkiran cafe tempat ia janjian bersama kekasihnya Citra.
Citra kini sudah berada didalam cafe dan sedang duduk di meja nomor 03 menunggu Daniel.
Sebelumnya Daniel tidak pernah mengetahui jika cafe tempat ia berada sekarang adalah milik Zeva. Sebab dari awal pernikahan ia tidak pernah menanyai hal pribadi mengenai Zeva.
Dengan langkah bersemangat Daniel masuk kedalam cafe dan menghampiri Citra.
"Hallo sayang! maaf jika membuatmu lama menunggu" ucap Daniel saat berada didepan Citra.
"Tidak masalah" balas Citra dengan senyuman khas miliknya.
Daniel dan Citra pun duduk sambil berbincang. Tak lupa mereka memesan makanan sebagai teman disaat berbincang. Ya bisa dibilang saat berkencan.
"Mbak kita pesen nasi goreng seafood dua dan jus melon satu, serta jus jeruknya satu" Ucap Daniel kepada pelayan cafe.
"Baik Mas silahkan menunggu sebentar" ucap pelayan cafe setelah selesai mencatat pesanan dan pergi untuk membuat pesanan Daniel.
Disisi dapur Zeva tengah memantau para pegawai cafenya ia sedikit berbincang dengan ceff yang menjadi tukang membuat menu makanan di cafenya.
__ADS_1
Dia menanyakan perkembangan cafe, dan berencana ingin membuat menu makanan baru di cafenya ini.
Berjalan dan terus berjalan hingga Zeva sampai dikasir dan sedikit berbincang kepada penjaga kasir di cafenya.
Zeva mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan cafenya ia berfikir ingin sedikit merenovasi cafe agar terlihat lebih moderen dan sedikit perubahan ini juga akan membuat para pengunjung tidak bosan.
"Mbak Arum gimana menurut Mbak jika bagian pojokk dekan pintu masuk kita renovasi agar lebih fressh dari sebelumnya apa Mbak setuju?" ucap Zeva.
"Kenapa tidak Mbak Ze, yakan kalau cafe kita renov dan kita buat dengan gaya ala-ala anak milenial kan akan membuat para pengunjung lebih ramai. Dan tidak membuat pengunjung bosan".
" Em ok Mbak, Ze percayakan kepada Mbak Arum yang akan mengurus mengenai konsep baru cafe ini"
"Siap, Mbak Ze tenang saja tar saya buatin konsep yang baru ok"
"Em baiklah"
Zevapun berjalan melihat-lihat pengunjung cafe miliknya, hingga matanya tertuju pada meja nomer 03 dimana dimeja itu terlihat Daniel sedang bermesraan bersama kekasihnya.
Entah keberanian dari mana sehingga Zeva menghampiri meja itu.
"Mas!"ucap Zeva dan membuat Daniel menoleh ke sumber suara "kamu ngapain disini dan dia siapa?".
Alangkah terkejutnya Daniel saat melihat Zeva.
" Ze!" ucap Daniel.
"Sayang kamu kenal sama Mbaknya?" tanya Citra yang kini membuka suaranya.
"Mbak siapanya Mas Daniel ya" tanya Zeva.
"Mbak saya ini pacarnya, kita pacaran udah lama banget dan kita kesini buat kencan" ucap Ciyra dengan santainya.
Citra bicara dengan sopan ia menjelaskan hubungannya dengan Daniel karna memang dari awal Citra belum pernah bertemu dengan Zeva yang ternyata istrinya Daniel.
"Mas maksudnya apa?" tanya Zeva dengan nada pelan.
Terlihat kesedihan diwajah Zeva namun ia berusaha menutupinya. Dengan tenang ia menanyakan kebenarannya kepada Daniel ia berharap Daniel mampu jujur dan menjelaskan semuanya mengenai apa yang ia dengar barusan dari Citra.
__ADS_1
"Iya dia pacar aku namanya Citra, dan sayang dia istri aku Zeva" ucap Daniel.
Zeva yang mendengar pengakuan Daniel serasa hatinya sakit dan tanpa izin air matanyapun luruh membasahi wajah cantiknya.