Kun Fayakun

Kun Fayakun
Keputusan


__ADS_3

📌Mohon tinggalkan jejak dukungan kalian:)


🌿Apa pun yang sudah ditakdirkan untuk mu maka itu akan menjadi milikmu dan begitupula sebaliknya jika hal itu tak ditakdirkan untukmu maka sekeras apa pun usahamu hanya akan sia-sia.


___


"Ze bicaralah! aku mohon jika kau menyetujui perceraian ini maka aku akan urus secepatnya" ucap Daniel.


Zeva hanya diam sedari tadi ia bingung apakah ia harus setuju atau tidak. Ia tidak masalah kehilangan Daniel namun bagi mana dengan kedua keluarga ini? apa nantinya mereka juga akan terluka karena akibat dari perpisahan ini?


"Aku bingung harus menjawab apa Mas? jika aku setuju bagaimana dengan keluarga kita? mereka pasti akan sangat kecewa" ucap Zeva dengan suara lirih.


Air mata gadis ini luruh tanpa henti membasahi wajahnya, bahkan mata indahnya kini telah mulai membengkak hidung mancungnya tampak memerah akibat ia terlalu lama menangis.


"Kau tidak perlu memikirkan keluarga ini, apa kau tau sebenarnya mereka tidak memperdulikan kita sama sekali. Mereka hanya terlalu berambisi untuk membangun perusahaan mereka makanya kita yang menjadi korban" Daniel memegang pundak Zeva.


"Lihat aku Ze" dengan mata teduhnya Zeva memandang Daniel "Yang terpenting adalah kebahagiaan mu, aku tidak mau menyakitimu lebih lama lagi. Kau gadis baik Ze jadi kumohon setujulah, jika kau setuju aku akan langsung mengurus tentang perceraian kita langsung dipengadilan"


"Ya Allah apa yang harus hamba lakukan, suami hamba benar-benar tak menginginkan hamba. Mungkinkah sekarang saatnya, saatnya aku melepskannya" batin Zeva.


"Emm, hiks ba.. baii.. ik lah Mas aku bersedia berpisah denganmu" ucap Zeva dengan tanhis sesugukan.


Inilah ahirnya, ahir dimana ia harus menyerah pada keadaan, keadaan dimana ia harus merelakan tanpa mempunyai kesempatan untuk berjuang.

__ADS_1


"Terima kasih Ze, ini memang menyakitkan tapi ini adalah yang terbaik untuk kita Ze. Aku akan selalu mendoakanmu agar kelak kau bisa mendapatkan pendamping yang lebih baik dari diriku" ucap Daniel dengan keberanian ia memeluk tubuh Zeva untuk yang terakhir kailinya sebelum ia benar-benar menceraikan Zeva.


"Jangan menagis Ze. Vania Zhalia Zevanka mulai saat ini kau bukan istriku, aku menalakmu dan kau bebas mulai hari ini" ucap Daniel dengan nada lantangnya.


Seketika itupula Zeva menjauh dan tubuhnya terkulai lemah jatuh diatas ubin kamar. Gadis ini menangis sesugukan mengapa takdirnya sangat kejam? mengapa harus begini?


"Maafkan aku Ze" ucap Daniel lalu ia pergi meninggalkan Zeva sendiri berada dikamar itu dan menangis tanpa ada yang menenangkan nya?


Daniel pergi sebab ingin membiarkan Zeva menangis sepuasnya melepaskan rasa yang ada dalam hatinya.


"Hiks.. hiks heee YaAllah mungkin ini yang terbaik hamba akan berusaha untuk ikhlas. Bimbinglah hamba agar tak terlalu berlarut dalam kesedihan ini" ucap Zeva.


Bangkit dengan tenaga yang masih tersisa, Zeva mengambil ponselnya dan menghubungi nomor seseorang.


"Assalammualaikum Kak, hiks"


Nada sesugukan Zeva terdengar memilukan hati. Ya orang yang ia hubungi adalah kakanya Ahkam.


"Waalaikumussalam Ze ada apa? apa kau sedang menangis? suaramu begitu sedih kedengarannya"


"Kak, Zeva dan Mas Daniel telah bercerai baru saja Ia menceraikan ku kak hiks"


"Apa yang kamu katakan Ze bagai mana bisa ia menceraikanmu?" tanya Ahkam dari seberang sana.

__ADS_1


Ahkam yang mendengar hal itu sangat terkejut bagai mana bisa mereka bercerai? bahkan pernikahan mereka masih baru?


"Ze ceritakan semuanya sama Kakak jangan takut, tidak perlu kamu tutupi!" pinta Ahkam dari seberang telfon.


Dengan sesugukan Zeva menceritakan semuanya dari awal hingga ahir secara detail tanpa ada yang kurang.


"Kamu tenang Ze. Hari ini juga Kakak akan terbang ke Indonesia, kamu tunggu Kakak akan menjemputmu!" ucap Ahkam.


Menangis hanya itu yang saat ini bisa dilakukan Zeva. Bagaimanapun ia harus tegar dan berjuang melanjutkan hidup.


Toh sudah tidak berguna lagi jika dia memperjuangkan pernikahannya jika orang yang di perjuangkan sedang memperjuangkan orang lain.


Sakit itu pasti. Masalah hati pasti akan sangat lama untuk dapat percaya dan jatuh cinta lagi. Entah cepat atau lambat pasti suatu saat hati yang tersakiti ini akan sembuh, namun masalah kapan ia kembali berlabuh kita lihat saja nanti entah cepat atau lambat.


Wanita itu kuat ia bisa jadi apapun namun jika hatinya sudah tersakiti ia akan sulit untuk bangkit. Namun dengan alasan yang tepat nantinya ia juga akan bangkit dan menutupi luka hatinya.


Sakit! itu pasti. Siapa pun itu jika ia telah berjuang namun tak dihargai pasti itu akan menyakitinya, namun setidaknya lebih baik kau merelakannya pergi bersama orang yang bisa membuatnya bahagi meski itu akan menyakitimu juga, tapi rasa sakit saat merelakan ini akan hilang dan suatu saat pasti akan ada hati untuk mu berlabuh yanpa harus merasakan sakit lagi.


.


.


.

__ADS_1


Next;)


__ADS_2