Kun Fayakun

Kun Fayakun
Kesedihan;(


__ADS_3

📌Tinggalkan jejak, please mohon supportnya


🍁"Seberat apapun masalahmu berusahalah bangit dan jangan biarkan keterpurukan menghampirimu"🍁


Azan subuh telah berkumandang. Dengan mata sembab Zeva terbangun dari tidurnya.


"Allhamdulillah sudah azan" ucap Zeva dengan nada pelan.


Zeva berjalan menuju kamar mandi, ia membersihkan diri dan bersiap untuk melaksanakan shalat subuh.


Setelah 15menit Zeva keluar dari dalam kamar mandi. Ia mengambil sajadah dan menggunakan mukenahnya lalu bersiap melaksanakan ibadah shalat subuh.


**


Para ART sudah bersiap-siap melaksanakan tugasnya, mulai dari membersihkan rumah,menyiapkan sarapan dan lainnya.


"Bik Sum, Zeva sudah keluar dari kamarnya?" tanya Mama Veronika.


"Belum Nyah, mungkin masih siap-siap soalnya hari ini non Zeva kekampus pagi" ucap Bi Sumi.


"Oh yasudah".


Kini hidangan untuk sarapan pagi pun telah terhidang semua. Makanan sudah tersusun rapi.


Kini Tn Mahendra dan istrinya telah berada di meja makan dan menyantap hidangan sarapan pagi.


Tak lama Zeva pun keluar dari kamarnya.


"Selamat pagi Pa,Ma" sapa Zeva saat berada di meja makan.


"Pa, Ma Ze pamit mau ke kampus, hari ini kelas Ze dimulai pagi" ucap Zeva dan langsung menyalim tangan Papa dan Mama Veronika.


"Bik Ze pamit Assalammualaikum"


"Waalaikumussalam Non. Apa gak sebaiknya sarapan dulu Non?" ucap Bi Sumi.


"Bik Ze sarapan di kampus saja" ucap Zeva dan berlalu meninggalkan ruang makan.


"Kasihan non Zeva, matanya terlihat sembab. Mungkin di menangis semalaman" batin Bik Sumi.


**


Kini Zeva dan kedua sahabatnya telah berada dikampus.


"Ze tuh mata kenapa kok sembab begitu?" tanya Lena.

__ADS_1


"Em, gak papa Le" ucap Zeva.


"Ze lo gak usah bohong. Kita berdua tau pasti lo ada masalah kan" ucap Klara.


Bukannya menjawab Zeva malah terisak tangis,Lena dan Klara yang melihat pun seketika mereka panik.


"Ze, maaf kita gak bakal maksa kamu buat cerita. Tapi kamu jangan nangis gini dong" ucap Lena.


"Le, Kla aku..a k u dijodohin oleh papa dan tadi malam kita bertunangan" ucap Zeva dengan suara lirih dan terbata bata.


"Apa" ucap Lena dan Klara secara bersama. Mereka berdua sangat terkejut tentang apa yang baru saja mereka dengar.


"Ze, kamu serius? Jangan bercanda Ze" ucap Lena dan Klara.


"Aku serius, aku gak mungkin bercanda" ucap Zeva lalu diapun menceritakan semuanya secara detil dari awal hingga pertunangan dan juga rencana pernikahan minggu depan.


"Ze apa kamu mencintainya?" tanya Lena.


"Le aku tidak tau, tapi jika masalah cinta nanti kan akan tumbuh sendiri dengan seiring berjalannya waktu" ucap Zeva dan dia masih tetap terisak.


"Ze, apakah Kak Ahkam mengetahui hal ini?" ucap Klara.


"Kak Ahkam tahu, tapi di belum mengetahui jika seminggu dari hari ini aku akan menikah"


"Bagaimana dengan Nenek, apakah dia juga tau hal ini?" ucap Lena.


"Ze, kamu yang sabar ya. Maafkan kami yang tidak bisa berbuat apa-apa, sebab ini adalah urusan keluarga" lalu Lena dan Klara pun langsung berhambur memeluk Zeva.


"Tidak apa asalkan kalian tetap disampingku dan menjadi sahabat tempatku berbagi maka aku sudah sangat senang" ucap Zeva dan membalas pelukan kedua sahabatnya.


"Sudah kamu jangan nangis lagi, kita akan selalu mendukung keputusanmu" ucap Lena lalu melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air mata yang ada di pipi Zeva.


Ketiganya tersenyum, setelah itu berjalan menuju kekelas sebab mata kuliah mereka akan segera dimulai.


**


_Singapura Kediaman Keluarga Malik_


Hari ini Ahkam tidak pergi bekerja kerumah sakit. Hari ini dia berencana akan mengatakan mengenai perjodohan Zeva kepada Bunda (Ibu kandung Zeva Ny Laura).


"Bun, Ahkam ingin bicara ini mengenai Zeva" ucap Ahkam saat berada diruang keluarga.


"Sayang ada apa dengan Adikmu?" tanya Bunda.


"Bun,di Indonesia Zeva telah dijodohkan oleh papa dan nenek juga belum mengetahui hal ini"

__ADS_1


"Apa, Ahkam kamu jangan main-main Adik kamu masih terlalu muda untuk menikah usianya baru 19tahun" ucap Bunda.


"Sayang tenanglah, istigfar" ucap Tn Malik (suami Bunda Zeva/ ayah tiri Ahkam dan zeva)


"Mas, tapi putri kecilku dia hiks...hiks" Bunda tidak dapat menyelesaikan ucapannya karna dia langsung menangis.


"Ahkam kamu ceritakan dari awal" ucap Tn Malik.


Tanpa diperintahkan dua kali Ahkam langsung menceritakan semuanya dari awal hingga akhir.


"Ahkam apakah Adik kamu menerima perjodohan itu tanpa paksaan dari pihak tertentu" tanya Tn Malik.


"Pa Ahkam juga tidak tahu, tapi terakhir Ahkam menghubungi Zeva dia terlihat sangat murung dan matanya sembab" ucap Ahkam.


"Mas kasihan anak ku, dulu aku dipisahkan dengannya waktu dia masih sangatlah kecil, dia gadis kecil yang baik tapi kenapa takdirnya begini" ucap Bunda dengan tangisannya.


"Bun tenang lah, Ze adalah gadis yang kuat jadi dia tidak akan serapuh itu" ucap Ahkam.


**


_Kediaman Hijaya_


"Daniel apa-apa an ini semua" bentak Papa Daniel Tn Hijaya.


"Apa lagi Pa, ini semua wajar. Aku begini juga karena keputusan Papa" ucap Daniel yang sempoyongan.


Ya saat ini kondisi Daniel sangatlah acak-acakan dia baru pulang dari club malam dengan keadaan mabok. Dia pulang kerumah diantar oleh Andi sahabatnya.


"Daniel kamu itu adalah calon penerus HJY GROUP tapi kenapa kelakuan mu begini" bentak Papa Daniel amarahnya semakin memuncak.


"Dasar anak tidak tahu diri" ucap Tn Hijaya dan akan menampar Daniel. Namun sebelum tangan nya mendarat dipipi Daniel Ny Hijaya langsung menghentikannya.


"Pa, sudahlah kasian Daniel" ucap Mama Daniel.


"Ma kau urus anakmu ini, kau selalu saja membelanya" ucap Papa Daniel dan langsung pergi meninggalkan Daniel dan Mama.


"Sayang, kenapa kau jadi seperti ini?"


"Sudahlah Ma Daniel mau istirahat" ucap Daniel pergi meninggalkan Mama dan langsung menuju kamarnya dengan langkah sempoyongan.


"Anak itu, kenapa jadi seperti itu kelakuannya" ucap Ny Hijaya dengan suara paraunya.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih buat yang sudah like,rate5,love dan vote💚☺


__ADS_2