
๐Jangan lupa like sebelum komen๐
๐ Rasa tak ingin waktu cepat berlalu, aku masih ingin menatap wajah bahagia nya saat ia melupakan semua masalahnya _POV AHKAM_
"Yasudah tunggu apa lagi mari kita duduk dan makan sate di warung itu" ajak Ahkam kepada Zeva.
Zeva hanya mengangguk dan kini merekapun berjalan bergandengan menuju ke warung sate.
"Mas satenya dua porsi" ucap Ahkam saat berada di dekat gerobak sate.
"baik mas, tunggu sebentar ya" ucap Kang sate ramah.
Meskipun Ahlam dan Zeva dulu sering makan sate disini namun Kang sate tidak mengenali mereka, mungkin sebab faktor U ataupun karna saking banyaknya pelanggannya.
Ahkam dan Zeva berjalan untuk mencari tempat duduk yang pas saat memakan sate.
Tidak lama mereka duduk sate pesanan mereka pun telah selesai dibuat. Kang sate menghampiri mereka dan menyilahkan mereka menikmati satenya.
"Silah kan Mas, Mbak" ucap Kang sate sambil meletakkan dua porsi sate pada meja.
"Terima kasih pak" ucap Ahkam dan Zeva dengan senyum ramah mereka.
"Mas dan Mbaknya orang baru ya? Eh maksud saya Mbak dan Masnya baru pertama kali berkunjung kesini?" tanya Kang sate.
"Tidak kang, mungkin siAkang lupa dulu juga kita sering mampir disini, namun beberapa tahun yang lalu" ucap Ahkam.
"Ooo begitu toh, maaf Mas mungkin faktor U jadi saya lupa. Maklum sudah tua" ucap Kang sate sambil tertawa renyah.
"Hehehhe bisa aja si akang" ucap Zeva sedangkan Ahkam hanya tertawa.
"Yasudah Mas, Mbak selamat menikmati satenya saya permisi dulu masih ada pesanan soalnya jadi tidak bisa ngobrol lebih lama lagi" ucap Kang sate.
"Iya Kang, silahkan" ucap Ahkam.
Kang Satepun kembali membuat pesanan pelanggannya yang lain. Meninggalkan Ahkam dan Zeva yang tengah menikmati pesananya.
"Tidak ada yang berubah Kak, rasanya masih sama seperti dulu" ujar Zeva saat sate masuk kedalam mulutnya.
"Kau benar My Love ini sangat nikmat dan masih seperti dulu" ucap Ahkam sambil tetap menyantap satenya.
Kini mereka memakan sate masing-masing dengan hidmat dan tidak ada lagi yang bicara, hanya ada suara jangkrik dan hiruk riuh keramaian dari pengunjung taman.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, kini mereka telah selesai memakan sate pesanannya.
"Sudah selesai, gimana masih mau jalan lagi atau kita pulang?" ucap Ahkam kepada Zeva.
"Kak Ze masih ingin disini bersama Kakak, sebab Ze tidak tau nanti setelah menukah apakah kita masih bisa seperti ini atau tidak" ucap Zeva dengan nada lembutnya.
"Yasudah kita akan jalan-jalan di taman ini, tunggu sebentar disini kakak akan bayar dulu pesanan kita" ucap Ahkam dan bangkit dari duduknya menghampiri Kang sate.
Setelah membayar pesanan mereka Ahkam kembali lagi menghampiri Zeva.
"Adik kecil ayo katanya mau jalan-jalan" ucap Ahkam.
"Sebentar kak" sambil berjalan menuju tempat berdirinya Ahkam.
Kini Ahkam dan Zeva terlihat berjalan santai dengan bergandeng tangan menikmati pemandangan langit malam yang bertabur bintang.
Berjalan dan terus berjalan menyusuri taman, dan kini mereka mulai merasa lelah dan mereka berdua duduk di salah satu bangku taman yang bercat dasar putih.
"Kak, andaikan aku bisa menjadi bintang dan Kakak adalah langit malam" ucap Zeva.
"Kenapa harus menjadi Bintang dan langit malam? Apakah kau tak bahagia menjadi adik ku?" ucap Ahkam menyengitkan satu alisnya.
Kak sebenarnya aku takut, sebab dua hari lagi Zeva akan menikah dan Ze tidak tahu apakah kita masih bisa seperti ini lagi atau tidak" ucap Zeva.
Terdapat raut kesedihan pada wajah teduh Zeva. Dengan sayang Ahkam meraih kepala Zeva dan meletakannya bersandar pada dada bidangnya.
"Kau adalah adik ku, sampai kapan pun akan tetap menjadi adik ku, entah kau akan menikah atau tidak. Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa kau adalah adiku bahkan dunia sekalipun.
Tidak usah khawatir, kapanpun kau merindukan ku dan ingin berjalan-jalan bersama Kakak maka kakak mu ini akan siap terbang dari Singapura hanya untuk dirimu" ucap Ahkam dengan sayang.
Terdapat kenyamanan saat berada dekat dengan Kakanya, telah lama Zeva tidak merasa kan kenyamanan ini namun kali ini kenyamanan ini hadir lagi.
"Hey, lihatlah bintang itu" ucap Ahkam sembari menunjuk salah satu bintang yang ada di langit. Dan Zeva pun mendongakan kepalanya untuk melihatnya.
"Dia sangat terang meskipun dia berada sangat jauh dari bintang-bintang yang lainnya" ucap Ahkam.
"Jadilah seperti bintang itu, meskipun kau jauh dari Kakak maka kau harus tetap tersenyum dan bahagia" ucap Ahkam sedangkan Zeva hanya terdiam memandangi bintang di langit.
Sangat lama mereka berada di taman dan kini jam telah menunjukan pukul 10.30malam taman mulai sepi pengunjung, sebab semua pengunjung kembali pulang kerumah masing-masing.
"Ze, sudah malam mari kita pulang. Tidak baik jika kita kembali terlalu larut malam dan angin malam juga tidak baik untuk kesehatan" ucap Ahkam.
__ADS_1
"Yasudah ayo kak" ucap Zeva dan berdiri dari duduknya.
Tak lama taksi yang sudah Ahkam pesan telah tiba dan mereka naik kedalam taksi dan taksipun berjalan dengan kecepatan sedang membelah jalan ibukota yang tampak mulai sepi.
Setelah beberapa menit kini taksi pun telah sampai dirumah kediaman keluarga Mehendra.
Ahkam dan Zeva turun dari dalam taksi dan Ahkam membayar taksi.
"Kak kau tidur disini kan, dirumah utama?" ucap Zeva.
"Sebenarnya Kakak ingin kembali ke rumah Aldo dan menginap disana" jawab Ahkam.
"Kak tidurlah disini, aku mohon temani Ze sudah sangat lama Ze merindukan mu" dengan wajah sedih.
"Tapi Ze..." ucapan Ahkam terpotong.
"Ada nenek dirumah jadi Papa tidak akan mempermasalahkan kehadiran Kakak" ucap Zeva.
"Yasudah baiklah" jawab Ahkam.
Sebenarnya ia malas untuk menginap dirumah utama namun karna paksaat dari Zeva akhirnya dia setuju lagipulah Ahkam tak tega melihat adiknya bersedih.
Kini mereka msuk kedalam rumah dan masuk kekamar masing-masing.
๐
๐
๐
๐
Next.....
๐Maaf jika banyak typo betebaran:)
. Jangan lupa berikan saran dan masukannya:)
Terima kasih buat yang sudah mampir๐
๐Ojo lali buat like sebelum komen:)
__ADS_1