
Sudah 3 hari berlalu semenjak pertempuran melawan kelompok assosiasi pembunuh berlangsung. Hari ini kubu aliansi telah berhasil membalikan keadaan dengan adanya pasukan cadangan sesuai rencana yang telah disepakati saat diskusi strategi perang sesaat sebelum berlangsung atau lebih tepatnya saat diadakannya rapat aliansi.
Para pasukan assosiasi pembunuh yang awalnya tersisa tinggal 100 ribu kini berkurang drastis menjadi 20 ribu pasukan yang masih bertarung termasuk para komandan yang memimpin para pasukannya.
Di lain pihak pasukan aliansi juga telah berkurang yang mana kini hanya tersisa 50 ribu beserta komandan pasukan yang tersisa tinggal 7 orang, mereka telah berhasil memulihkan diri, Untuk orang-orang yang baru dikeluarkan Zoan, Mereka berjumlah kurang lebih sebanyak 250 orang, meski begitu mereka memiliki kultivasi dan mental yang masih fit(belum kelelahan), juga dari 250 orang itu tidak hanya manusia saja melainkan ada para monster, beast yang mana mereka sudah menjadi bawahan Zoan. Diantaranya adalah Jean (Beast Chimera), Leo (beast elang es), Beast Gagak emas, Beast tryannosaurus, Beast Laba-laba Putih, Beast Ular Berkaki dan masih banyak lagi beast-beast atau binatang buas yang telah ia taklukan. Untuk Gorila pembalik sendiri ia berada didalam sebuah Artefak Penyegel Monster milik Hun jie(si pemilik tubuh racun) yang kini telah menjadi bawahan Zoan, ia belum dikeluarkan untuk bertarung saat ini entah apa alasannya, namun yang pasti Zoan tak mengijinkannya.
Zoan sendiri mengetahui keberadaan sang Gorila pembalik dari ingatan Hun jie sesaat membaca ingatannya dan bisa dipastikan keadaan cukup baik, tidak membahayakan daya kehidupannya.
Di atas langit pertempuran antara Zoan melawan Sarui si Pengendali darah masih berlangsung sengit, Kilatan-kilatan Merah dan Putih melesat kesana kemari.
Zoan menggunakan teknik kecepatan cahaya sementara Sarui melesat menggunakan teknik Kecepatan Aliran darah yang menyelimuti tubuhnya dengan aura merah.
"Menyerah lah, bahkan pemimpin tertinggi mu telah tiada ditangan ku!" ujar Zoan kembali memprovokasi, ia melayang tak jauh dari depan Sarui berada.
"Cih provokasi mu tak akan berguna, Peniru sialan!" Ucap Sarui dengan tatapan tajam bagaikan elang yang mengunci mangsanya.
"Ohoho... Baiklah!" Ujar Zoan sedikit menyeringai dan tanpa basa basi lagi ia melesat.
"Teknik Pengikat Bayangan!"
"Hukum Elemen : Dunia Gelap!"
Wush!
__ADS_1
Dalam seperkian detik sesaat Zoan telah menggunakan tekniknya, sebuah bayangan mengikat tubuh Sarui, lalu Zoan menggunakan teknik domain(hukum elemen) untuk mengakhiri pertarungannya agar lebih cepat.
Sarui tak mengira akan hal itu, karena sebelumnya Zoan mengayunkan pedangnya kearahnya.
"Sialan, dia menipuku!" Ucap Sarui menggertakan gigi dan memegang erat pegangan pada pedangnya, sesaat yang ia lihat hanya kegelapan tanpa ujung sejauh mata memandang.
"Serang bagaimana, masih tak mau menyerah?!" Ujar terdengar suaranya saja. Hal itu membuat sarui semakin mempertajam fokus dan refleksnya,
Trang...Trang...
Sarui berhasil menangkis tebasan yang Zoan lancarkan secara diam-diam layaknya assassin.
"Hem, refleksi yang bagus tapi..." Ujar Zoan sambil tersenyum misterius.
"Ikat...!"
Tentu ini salah satu keistimewaan dari teknik hukum elemen dunia gelap yang ia gunakan. Bahkan ia sendiri baru menggunakannya saat ini.
"Tebasan Gerhana!"
Whush!
Slash ...
__ADS_1
Zoan tanpa berkata-kata langsung mengeksekusi tekniknya tepat kearah leher Sarui yang kini menggelinding terpisah dari tubuhnya. Ia tak berhenti disitu,
"Tebasan Penghancur Jiwa!"
Slash...
Zoan kembali menebaskan pedangnya kearah tubuh yang hendak jatuh itu, tujuan nya ialah untuk memusnahkan jiwa Sarui yang hendak keluar dari pemilik raga. Zoan tak akan membiarkan musuhnya untuk bereinkarnasi apalagi menurutnya musuhnya itu dapat membahayakan dikemudian hari terkhusus pada dirinya. Yah, meski hanya serpihan jiwa.
Setelah dirasa selesai ia pun menghentikan teknik dan kembali kemedan perang. Ia langsung melesat memasuki pertempuran untuk membantai para lawan-lawannya yang tersisa dari kubu assosiasi pembunuh, ia telah bertekad untuk memusnahkan kelompok tersebut sampai ke akar-akarnya.
Slash!Slash!Slash...!
Setiap kali Zoan melesat pasti ada 1-3 yang tertebas oleh pedangnya. Dalam waktu 100 tarikan napas kini para anggota dari assosiasi pembunuh telah musnah sampai ke akar-akarnya.
Zoan memerintahkan untuk beristirahat selama satu hari penuh lalu setelah itu ambil semua harta yang ada sebagai rampasan perang, Zoan juga mengatakan agar rampasan itu sebagian dikumpulkan untuk dibagikan kepada keluarga orang-orang yang telah gugur perang atau para kultivator menyebutnya Sebagai Kompensasi Perang.
1 Hari kemudian...
Tepat pada saat matahari terbenam, Zoan dan para pasukan perang kembali ke benua hijau, tempat dimana tinggalnya sang kaisar.
"Ah.. akhirnya kita telah kembali "ujar salah satu komandan pasukan aliansi meregangkan tubuhnya.
Tentu hal itu disebabkan karena kali ini Zoan menteleportasikan mereka semua secara langsung tidak seperti pertamakali yang mana mereka dimasukan kedalam artefak ruang.
__ADS_1
Dari peperangan itu Zoan mendapatkan beberapa harta milik assosiasi pembunuh, diantaranya yaitu artefak Perpindahan Antar Alam, 1 botol darah biru(Darah Suci), dan Peta Benua Bulan. Untuk sisanya seperti koin emas yang menggunung, sengaja Zoan berikan kepada kaisar benua hijau agar dibagikan kepada keluarga korban perang sebagai tambahan kompensasi, Lagi pula yang ia berikan murni dari hasil jarahan perang itu sendiri maka dari itu tidak mempengaruhi koin emas yang ia miliki dalam cincin ruang nya.
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih!