
Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya, Zoan terbangun dari tidurnya lalu beranjak membersihkan tubuh ke kamar mandi.
"Ah.. Segarnya !" Ujar Zoan sambil terus mengguyurkan air ke setiap tubuhnya seperti manusia fana membersihkan diri.
Beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi dan mulai mengenakan baju baru nya, serta bersiap untuk pergi memenuhi undangan dari kerajaan Black Hole tepatnya undangan dari tuan putri, Zhang Jingmi.
Dalam satu kedipan mata ia menghilang menggunakan teknik teleportasi. Dan muncul kembali disebuah tempat yang ada didalam daerah kekuasaan kerajaan Black Hole.
Sesampainya ditempat itu Zoan, terlebih dahulu singgah ke sebuah Rumah hiburan yaitu rumah Bunga 69. Alasannya tentu karena ingin menemui Yurui yang merupakan resepsionis ditempat itu sekaligus salah satu orang yang berada dalam kendali teknik telepati tingkat 4(Teknik Pengontrol dan pengikat pikiran budak).
Tak perlu waktu lama Zoan untuk memasuki rumah hiburan itu. Ia langsung saja saja menghampiri sang resepsionis, meski ada beberapa perbedaan ditempat tersebut, Zoan tak terlalu memperdulikannya karena tujuan utamanya adalah membawa Yurui.
"Ikutlah dengan ku!" Ucap Zoan, tak lama resepsionis itu mengangguk lalu mengikuti kemana arah Zoan berjalan.
Walau ada beberapa orang yang menaruh curiga terhadap hal itu, terutama para penjaga rumah tersebut, akan tetapi mereka menepis hal itu dikarenakan sudah biasa, terlebih mereka mengira orang yang mengajak resepsionis pergi itu merupakan kenalan penting.
***
Cukup lama Zoan dan Yurui berjalan, kini ia telah berada disebuah ruangan bawah tanah, yang mana dulunya merupakan markas dari salah satu kelompok cabang Asosiasi Pembunuh.
"Beritahukan semua informasi sesaat beredarnya kelompok asosiasi pembunuh hancur, kalah dalam perang !" Ujar Zoan sambil melihat kearah Yurui yang sedang berdiri serta masih menundukkan kepalanya.
"Tuan berdasarkan informasi yang telah saya kumpulkan sesaat beredarnya kabar bahwa kelompok asosiasi pembunuh telah kalah, tempat ini langsung diambil alih oleh kerajaan Black Hole. Meski rumah hiburan ini memberikan dampak negatif terkhusus untuk para generasi muda kerajaan nya, namun hal itu terpaksa dilakukan guna meningkatkan pendapatan ekonomi kerajaan yang masih belum stabil secara menyeluruh hingga kini." Ucap Yurui membeberkan informasi yang ia ketahui dan dengar.
"Ouh, seperti itu kah. Baiklah tak masalah dan kamu ikut dengan ku mulai sekarang. Untuk urusan lainnya serahkan padaku, karena aku akan meminta secara langsung kepada pihak kerajaan, agar kamu dapat keluar dari rumah hiburan ini tanpa banyak yang merepotkan." Ucap Zoan sesaat setelah mendengar informasi yang ia inginkan telah terpenuhi.
"Baik tuan, saya akan mengikuti keinginan tuan." Ujar Yurui masih dengan kepala menunduk.
Mendengar hal itu Zoan pun mengangguk, tak lupa juga ia menyuruh Yurui masuk, sesaat setelah terbuka nya pusaran portal yang bertujuan kedalam artefak ruang dimensi. Setelah di rasa selesai, Zoan pun menutup kembali portal.
Ctak....
Whussh!
Angin berhembus sesaat tiba-tiba Zoan menghilang dan hanya menyisakan hembusan angin, ia hanya perlu menjentikkan jari, berteleportasi dan juga membayangkan daerah dimana gerbang kerajaan Black Hole berada.
***
Beberapa meter menuju gerbang kota kerajaan Black Hole berada, Zoan muncul dari kekosongan. Beruntung tempat dimana ia muncul bukan lah ditempat yang terlalu ramai.
Ia pun berjalan menuju gerbang, dan mengikuti antrean yang cukup panjang. Beberapa waktu terlewati, kini giliran Zoan yang ditanyai serta disuruh membayar uang masuk sebanyak 10 keping koin perak.
"Apa tujuan mu? dan Berikan uang sebanyak 10 keping koin perak untuk biaya masuk." ucap salah satu penjaga gerbang kota kerajaan Black Hole.
"Ini..."Ujar Zoan singkat sambil menyodorkan surat undangan dan memberikan 10 keping koin perak.
Sang penjaga pun mengambil surat undangan beserta 10 keping koin perak, tak lupa memeriksa keaslian akan surat yang diberikan Zoan kepadanya.
"Emh,.. baiklah. Mari saya antar!" ujar sang penjaga tersebut.
Zoan hanya mengangguk, mengikuti dari arah belakang. Kini yang berjaga di gerbang itu tersisa 3 orang yang mana awalnya mereka ada 4 orang.
__ADS_1
Di karenakan zoan hendak cepat untuk menyelesaikan urusannya di kerajaan Black Hole, tanpa ragu ia langsung diarahkan ketempat dimana tuan putri berada.
"Silahkan ! dan maaf karena saya hanya bisa mengantar mu sampai disini." Ujar sang penjaga sesaat sebelum kembali pergi untuk melanjutkan tugasnya.
Zoan hanya mengangguk, mengucapkan terimakasih hingga tak lama pintu tersebut terbuka dan menampilkan dua sosok. Yang mana Zoan sangat mengenalinya, mereka adalah tuan putri Zhang Jingmi dan disampingnya merupakan pengawal pribadinya.
"Selamat datang tuan Zoan. Mari kita masuk!" Ujar Zhang Jingmi ramah, Zoan pun hanya mengangguk dan mengikuti dari arah belakang bersama sang pengawal pribadi tuang putri.
Cukup lama mereka berjalan, hingga akhirnya sampai ditempat yang dituju. Sesaat tiba didalam ruangan tersebut, Zoan dapat melihat beberapa orang yang hadir, yang mana 4 orang diantaranya ia kenali sebagai dewan-dewan kerajaan Black Hole.
Sang tuan putri terlihat duduk di kursi singgasananya, sesaat setelah mempersilahkan Zoan untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
Semua orang ditempat tersebut tahu akan jasa Zoan terkhusus kepada kerajaan Black Hole, maka dari itu semua orang menyambutnya dengan baik.
"pertama-tama saya ucapkan selamat datang serta terimakasih telah mau meluangkan waktu berkunjung kekerasan ku. Lalu yang kedua saya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas apa yang telah tuan Zoan lakukan untuk menolong saya, terutama saat membantu kerjaan kami dari cengkraman kelompok asosiasi pembunuh." Ucap Zhang Jingmi menguatkan salah satu niatnya mengundang zoan.
"Maka dari itu saya perwakilan dari kerajaan Black Hole akan memberikan penghargaan sebagai salah satu tokoh agung kerajaan Black Hole, dan mohon diterima sumberdaya ini." Ujar Zhang Jingmi kembali melanjutkan ucapannya, serta melirik kearah salah satu dewan guna memberikan apa yang ingin diberikan kepada Zoan.
Sang dewan pun mengangguk dan berjalan menghampiri Zoan, sambil membawa dua buah benda yaitu satu buah Cincin ruang yang telah diisi sumberdaya serta satu lagi berupa sebuah Lencana Emas yang memiliki arti pemegang keputusan atau kekuasaan yang sama dengan setingkat raja/ratu dari kerajaan Black Hole.
"Maaf sebelumnya tuan putri, saya tak bisa menerima Lencana emas ini dan lagi saya tak mau terhubung dengan suatu kubu." ujar Zoan menolak Lencana emas dan hanya mengambil cincin ruang yang berisi sumberdaya.
Mendengar hal itu, dengan cepat tuan putri Zhang Jingmi berkata kembali,
"Kalau soal itu tak perlu tuan pikirkan, dan lagi Lencana itu hanya sebagai tanda terimakasih atas pertolongan tuan Zoan kepada kerajaan kami. Maka dari itu tuan Zoan tak perlu khawatir akan terikat dengan kerajaan kami itu hanya sebagai simbol penghormatan kami kepada tuan Zoan." Ujar Zhang Jingmi menjelaskan.
Zoan yang mendengar hal itu, menghela nafas panjang dan memutuskan untuk mengambil Lencana berwarna emas tersebut.
Melihat hal itu para orang-orang yang hadir ditempat tersebut tersenyum senang karena penolong mereka mau menerima apa yang telah mereka berikan.
***
Matahari terus berjalan menyinari Benua hijau, tak terasa kini panas terik yang sebelumnya sangat menyengat telah berlalu pergi, digantikan oleh sinar matahari yang mulai tenggelam.
Acara utama dan jamuan makan telah selesai, Zoan pun ijin pamit. Akan tetapi salah satu pengawal kerajaan mengatakan bahwa tuan putri nya ingin mengatakan sesuatu hal disebuah ruangan.
"Tuan,.. tunggu!" ujar salah satu pengawal kerajaan mencegah Zoan yang hendak pergi.
"Iya, ada apa?!" tanya Zoan menoleh kearah belakang.
"Itu, tuan putri ingin tuan menemuinya. Katanya ada hal yang harus dibicarakan." Ujar sang pengawal dengan dibarengi ekspresi terburu-buru, karena sebelumnya kalau pengawal itu terlambat beberapa langkah saja mungkin orang yang akan berbicara dengan tuan putri kerajaan nya menghilang pergi.
"Mari ikut saya, tuan...!" Ujar sang pengawal itu kembali melanjutkan ucapannya.
"Haih... Baiklah, mohon pimpin jalannya" ujar Zoan, mau tak mau menuruti keinginan pengawal tersebut tepatnya keinginan tuan putri Zhang Jingmi.
Setelah cukup lama ia berjalan dibelakang sang pengawal kerajaan, akhirnya ia sampai disebuah ruangan yang mewah di bandingkan ruang tengah kerajaannya.
"Silahkan tuan, maaf hanya bisa sampai disini." Ucap sang pengawal mempersilahkan Zoan untuk memasuki pintu didepannya.
Zoan pun mengangguk dan langsung masuk sesaat setelah membukakan pintu didepannya.
__ADS_1
"Maaf merepotkan tuan Zoan kembali." ujar Zhang Jingmi sesaat melihat Zoan telah masuk kedalam ruangannya.
"Yah, tak apa." Ujar Zoan singkat.
"Langsung saja, Kapan tuan Zoan berangkat melakukan misi itu?" tanya Zhang Jingmi tanpa basa-basi.
"ah, itu yah... mungkin sekitar 15 harian lagi dari sekarang. Meski awal nya akan 10 harian lagi, namun ada beberapa hal yang harus saya selesaikan di benua ini." Ujar Zoan menanggapi pertanyaan Zhang Jingmi.
"Emh, seperti itu yah...?!" Ucap Zhang Jingmi dengan ekspresi sedikit canggung.
"Tak perlu ragu, silahkan katakan apa yang ingin tuan putri katakan kepada saya." Ujar Zoan sesaat melihat ekspresi canggung Zhang Jingmi terhadapnya saat ini.
"Em-...em..,Bb-bolehkah saya ikut dengan tuan Zoan nanti saat menjalankan misi? Sso-...soalnya-..." Ucap Zhang Jingmi semakin gugup disertai rona merah disekitar dua pipinya.
"Soal nya apa?" Ujar Zoan memotong ucapan Zhang Jingmi karena terlalu lama menunggu kelanjutan ucapannya.
"it-..itu soalnya..., ah yang pastinya bolehkan saya ikut dengan tuan.?" Ujar Zhang Jingmi sedikit mengeraskan suaranya.
"Haih, baiklah tak masalah. Namun bagaimana dengan kerajaan mu, bukan kah saat ini kamu hanya satu-satunya dari keturunan anggota kerajaan?" Tanya Zoan, menghela nafas panjang dan entah kenapa dirinya memperbolehkan Zhang Jingmi untuk mengikutinya menempuh jalan yang penuh bahaya itu.
"Kalau soal itu, tenang saja. karena masih ada ayah." Ucap Zhang Jingmi dipenuhi dengan semangat sesaat mendengar bahwa Zoan mengijinkannya.
"Tunggu..! bukan kah hanya kamu satu-satunya anggota kerajaan Black Hole yang masih hidup secara garis keturunannya..." Ujar Zoan dengan ekspresi terkejut sehingga tak sadar ada beberapa kata-kata nya yang dapat menyinggung perasaan Zhang Jingmi.
"Maaf, aku tak bermaksud untuk mengatai mu...!" Ujar Zoan cepat sesaat menyadari ada kata-kata yang menurutnya dapat menyinggung Zhang Jingmi.
"Tak apa, tuan Zoan." Ujar Zhang Jingmi sambil menunduk, Zoan pun berjalan lebih dekat dan mulai mengelus-kan tangan kanannya kearah kepala Zhang Jingmi hingga memeluknya.
Kini wajah Zhang Jingmi yang masih berona merah disekitar pipinya, telah berubah menjadi merah Semerah tomat, meski malu namun Zhang Jingmi terlihat enggan melepaskan pelukan Zoan dari tubuhnya saat ini.
Beberapa saat kemudian mereka berdua tersadar, Suasana canggung di ruangan itu pun terjadi apalagi mereka hanya berdua saja ditempat tersebut.
"Haih..." terdengar Zoan menghela nafas kasarnya.
"Coba kau ceritakan semuanya, tak perlu ditutupi lagi. mungkin saya bisa membantumu." Ujar Zoan mencoba untuk mencairkan suasana canggung yang telah terjadi itu.
Masih dengan wajah yang memerah dan menundukkan kepala Zhang Jingmi pun mulai menceritakan semua hal, termasuk bagai mana keadaan ayahnya dan bagaimana ditemukan ayahnya.
Perlahan tapi pasti Zhang Jingmi mulai menceritakan semuanya. Beberapa waktu terlewati, dapat dilihat dari kedua pelupuk matanya mengeluarkan air mata.
Karena Zoan tak bisa membuat Zhang Jingmi bersedih lagi ia pun berkata," sudahlah aku tahu garis besarnya dan tak perlu kamu lanjutkan lagi. Untuk sekarang aku akan mencoba menyembuhkan ayah mu, semoga saja bahan untuk menyembuhkan ayahmu ada didalam Cincin ruang ku" Ujar Zoan, sambil kembali mengelus dan menenangkan Zhang Jingmi kepelukan nya.
***
Menurut cerita Zhang Jingmi, ayahnya ditemukan oleh seseorang disebuah lembah yang merupakan tempat perbatasan dengan kerajaan Void.
Keadaan ayah nya sendiri saat ditemukan dalam keadaan sekarat, meski kini telah diobati serta lebih baik dari sebelumnya akan tetapi ditubuh ayahnya itu terdapat segel yang menahan kultivasi.
Sudah banyak ahli Aray yang mencoba untuk melepaskan segel tersebut, salah satunya sang kaisar benua hijau sendiri hingga akhirnya hasilnya tetap saja nihil, hingga saat ini.
Untuk sang ibu, serta kedua kakaknya ditemukan tak jauh dari tempat tersebut dalam keadaan yang sangat tragis. Sang ibu terlihat mati dalam keadaan telanjang dan diduga sebelum mati terpenggal sang ibu dinikmati terlebih dahulu, Sementara kedua kakaknya mati dengan cara yang sama yaitu semua tubuhnya dipotong-potong hingga terbagi enam bagian dan juga organ dalamnya ditemukan digantung di pohon.
__ADS_1
Mendengar itu semua Zoan tentu prihatin, terhadap apa yang terjadi pada keluarga Zhang Jingmi. Beruntung kini ayahnya masih dapat diselamatkan dan hanya mengalami cacat kultivasi karena disegel. Untuk masalah mental/jiwanya, nampaknya berdasarkan cerita terbaru Zhang Jingmi ayahnya telah berhasil diobati.
Jangan Lupa like dan komentarnya, terimakasih!