
"Apakah sudah selesai ?" tanya Sezu sesaat melihat Zoan dan rekan-rekannya keluar dari ruangan kepala Desa.
"ya,sudah selesai." ucap Zoan singkat.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah kepala desa Feiz dengan ditemani Suzu dan Sezu guna mengenalkan keadaan desa Feiz kepada zoan dan lainnya. Tujuan pertama sesudah dari rumah kepala desa, zoan dan rekan-rekannya pergi ke kedai, setelah itu mereka pergi berkeliling sambil melihat beberapa dagangan disepanjang jalan yang cukup ramai.
Ada berbagai barang dagangan diantaranya adalah penjual herbal, penjual daging beast serta beberapa penjual makanan ringan seperti penjual roti kering, daging kering dan beberapa bahan pokok seperti gandum, jagung, padi, umbi-umbian bahkan ada sagu, selama diperjalanan zoan dan lainnya membeli beberapa bahan pokok terutama gandum, jagung dan beberapa karung beras.
Selain membeli makanan mereka juga membeli beberapa pil dan juga herbal, diantaranya yaitu pil penyembuh luka luar,Pill penambah energi, pil fondasi kultivasi, pil penetral racun yang berfungsi sebagai obat anti racun.
Walaupun kebanyakan pil-pil tersebut tidak banyak berpengaruh karena merupakan pil tingkat menengah, namun akan sedikit membantu dalam keadaan terpojok apalagi pil penyembuh, pil penetral racun dan pil penambah energi. Pill penambah energi memiliki efek mirip dengan kristal energi yang dapat mengisi kembali energi spiritual yang terkuras meski tidak sepenuhnya.
Sementara untuk tanaman herbal zoan dan lainnya membeli 50 tangkai rumput 9warna, 30 tangkai anggrek hitam, 45 tangkai yin yang dan 50 teratai Biru yang belum diolah berfungsi sebagai penawar racun tingkat menengah.
"Nampak nya untuk hari ini kita cukup berkeliling, apakah ada penginapan terdekat didaerah sini Sezu?" tanya Zoan sambil terus berjalan tanpa menghiraukan keramaian.
"Ada, namun menurut saya lebih baik kalian menginap dirumah saya saja. Bagaimana?!" ucap Sezu sambil melirik kearah Zoan.
"ah, itu maaf sebelumnya tetapi kami ingin menginap di penginapan saja. Tetapi kalau ada apa-apa saya akan menghubungi kalian" ucap Zoan.
"baiklah, saya akan mengantar ke penginapan terdekat. Penginapan tersebut bernama Penginapan Sehat." ucap Sezu sambil berjalan lurus memimpin jalan menuju ke penginapan yang dimaksud.
__ADS_1
"ahkk.... sampai juga, itu penginapan sehat" ucap Sezu sambil menunjukan kearah papan nama yang terpampang besar.
"Em, Terimakasih! mari apakah kalian berdua juga akan ikut masuk kedalam penginapan?" tanya Zoan sambil melirik kearah Sezu dan Suzu.
"maaf sebelumnya, kayaknya kami harus segera pamit lagi pula hari tak akan lama lagi gelap." ucap Sezu sambil sedikit tersenyum.
"Kami berdua pamit, sampai jumpa esok!" ucap Sezu kembali menolak ajakan Zoan.
"oh, baiklah sampai jumpa esok hari juga. Dan terimakasih atas hari ini!" ucap Zoan
"ya sama-sama " ucap Sezu begitu juga Suzu yang hanya tersenyum ramah dan melambaikan tangan. Selama diperjalanan Suzu tidak banyak bicara, Sezu dan Suzu adalah anak kembar yang cukup unik, Sezu adalah seorang kakak Perempuan sementara Suzu adalah adiknya laki-laki.
Penginapan Sehat dibagi menjadi 2 lantai, Lantai pertama berfungsi untuk ruang makan dan beberapa hiburan sementara ruang 2 berfungsi sebagai kamar menginap, Penginapan Sehat memang terbilang penginapan sederhana dan tidak terlalu mewah namun meski begitu penginapan tersebut selalu ramai, selain karena harga nya terjangkau oleh semua golongan, penginapan sehat juga tergabung dengan Aliran netral yaitu Asosiasi Alkemis maka dari itu jarang ada yang berani untuk membuat keributan di penginapan ini.
yah, meski memang ada sekali-kali orang bodoh yang melakukan keributan, namun pada akhirnya orang tersebut akan ciut sesaat menghadapi kepala manajer yang merupakan salah satu dari pemimpin cabang asosiasi Alkemis.
"Ada yang bisa kami bantu tuan, nona ?" ucap sang manajer penginapan ramah.
"saya ingin memesan 7 kamar selama 3 hari ke depan, apakah masih ada kamar yang kosong?" tanya Zoan.
"oh iya ada, tuan muda. Setiap kamar seharga 3 koin emas permalamnya" ucap sang manajer.
__ADS_1
"baiklah ini, " ungkap zoan sambil melemparkan 3 keping uang berwarna biru yang terbuat dari diamond. Sang manajer pun menangkap 3 keping uang diamond tersebut dengan wajah terkejut dan tangan nya sedikit bergetar.
"Tuan muda ini terlalu banyak" ucap sang manajer yang terlihat akan memberikan pengembalian sisa uangnya, namun dengan cepat zoan menolak dan mengatakan bahwa untuk sisanya ambil saja sebagai bonus. Dengan senang hati sang manajer menerimanya dan ia sendiri yang mengantarkan Zoan dan rekan-rekannya ke kamar penginapan, sesampainya didepan kamar sang manajer memberikan kunci pada masing kamar dan pamit untuk kembali melakukan tugasnya. Zoan pun mengucapkan terimakasih dan memasuki kamar begitu juga Jean, Cause, Zuab, intan dan Amelia. Alasan mengapa Zoan menyewa kamar sebanyak tujuh adalah agar mereka dapat berlatih atau melakukan hal sesuai keinginan mereka secara bebas. Lagi pula kalau ada hal yang mendesak tinggal menggunakan telepati, Amelia juga nampaknya mulai menguasai telepati. Selain itu Amelia sendiri saat ini mulai memahami elemen api dan kayunya, Zoan juga berencana untuk mengajarkan Alkemis kepada Amelia. Akan tetapi sebelum itu Zoan sendiri akan belajar Alkemis dahulu, bermodalkan tekad, kecerdasan, dan yang paling utama adalah dengan skill copy yang ia miliki ia dapat belajar dengan cepat. Secara teori zoan telah memahami apa Alkemis serta ia juga sudah cukup banyak menghapal tanaman herbal kalau diperkirakan mungkin zoan sudah menghapal 2500 tanaman herbal, baik dari zaman kuno ataupun zaman saat ini. Itu semua ia peroleh dengan membaca buku peninggalan dari gurunya yaitu maxstrong, zoan sendiri awalnya hanya iseng menghapal tanaman herbal-herbal itu, ia baru terpikirkan untuk belajar Alkemis baru-baru ini sesaat merekrut Amelia yang memiliki elemen yang cocok untuk menjadi Alkemis.
Zoan pun mengeluarkan tungku Alkemis dari cincin ruang nya, tungku Alkemis juga merupakan salah satu peninggalan dari maxstrong orang yang mengangkat zoan menjadi muridnya. Pada umumnya tungku Alkemis berwarna Hitam, namun tungku yang dikeluarkan Zoan berwarna Biru, menurut catatan yang telah ia baca dari buku peninggalan maxstrong, tungku Alkemis tersebut termasuk dalam tungku artefak surgawi. Pada masa jayanya tungku Biru dikenal Sebagai Tungku Heavenly God yang mana sering digunakan oleh Dewa Alkemis untuk meramu Pill.
Ilustrasi tungku yang dikeluarkan Zoan.
Saat ini Zoan mengeluarkan 3 tangkai rumput 9 warna,1 Bungai bangkai, 2 kristal elemen racun dan 2 buah persik kultivasi yang berfungsi sebagai penetral racun. Meski ada bahan berlawanan dan memiliki racun yang cukup mematikan seperti bunga bangkai, serta 2 kristal elemen racun. Namun dengan adanya 3 tangkai rumput 9 warna yang dapat berperan sebagai penyatu semua bahan dan disertai buku panduan Alkemis yang telah ia pelajari, zoan pun mulai memasukan bahan satu persatu disertai kontrol energi spiritual elemen api.
Waktu terus berjalan, keringat mulai memenuhi dahi Zoan.
1 jam sudah berlalu nampak ia masih terus berkonsentrasi, Pill yang akan dibuat zoan adalah pil penetral racun, meski ada bahan yang sedikit berbeda, namun bahan-bahan yang digunakan Zoan memiliki efek sama dengan Pill penetral racun pada umumnya malahan jika pil yang dibuat zoan berhasil maka pil penetral racunnya akan memiliki kesuksesan sebanyak 99% yang hampir mendekati sempurna untuk menawar segala jenis racun. Sementara pil penetral racun/anti racun umum nya rata-rata memiliki kesuksesan 50% sampai 70% itupun sudah banyak dikatakan sempurna di Benua Hijau ini.
"ahk...akhirnya selesai juga hehe," ucap zoan sesaat tiba-tiba 3 buah Pill penetral racun melesat keluar dari tungku nya.
"kenapa malah 3 Pill yang muncul, aihk nampaknya saya harus terus belajar" gerutu Zoan sedikit mengeluh karena seharusnya menurut bahan yang ia keluarkan seharusnya ia dapat membuat minimal 6 buah Pill dan maksimal 10 Pill penetral racun.
Zoan pun memeriksa pil penetral racun tersebut dan memasukannya ke botol Pill. Dari hasil pemeriksaan Zoan 3 Pill yang ia buat memiliki kesuksesan sebanyak 75%, ia pun kembali menghela nafas dan bergumam "nampaknya saya harus belajar lebih giat lagi dan juga nampaknya pengontrolan energi sesaat melakukan pemisahan kotoran herbal harus lebih halus dan lebih teliti lagi agar tidak banyak kotoran yang tertinggal dalam Pill." ungkap Zoan sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil terus memandangi ketiga Pill yang ada didalam botol.
__ADS_1