Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 71 : Pertempuran Di Lereng Gunung ll


__ADS_3

Wush... wush....


wush ... wush.... wush....


Jean, Cause, Zuab, intan dan Jenita mereka melesat dengan sangat cepat menuju tempat dimana kekacauan terjadi.


groarrgh... groarrgh...


Duarr... duarr...


Auman Victor dan Ledakan yang ditimbulkan dari serangan yang ia lancarkan terdengar cukup keras dan menarik perhatian para anggota asosiasi pembunuh.


Suhu dingin yang cukup menusuk kedalam tubuh, membuat daya gerak beberapa anggota asosiasi cabang sedikit terhambat,


"Aihk kacau sekali, sialan. sebenarnya siapa yang berani menyusup ke markas kita ini? ungkap Xiang kesal. ia merupakan salah satu dari lima komandan pasukan.


"Berhati-hatilah aku merasakan ada luapan energi spiritual dari arah sana!" ungkap orang yang berpakaian baju merah sambil menunjuk ke arah dimana Jean dan lainnya melesat, ia tak lain dan tak bukan adalah Vian, yang juga termasuk kedalam salah satu komandan pasukan.


"Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Jia, Dzou, dan Zura?! ungkap Xiang bertanya kepada Vian yang berada disampingnya.


"Ehm, Bukan kah mereka bertiga pergi kedalam ruang bawah tanah markas guna melaporkan bahwa pasukan sudah siap. Sepertinya ada yang tidak beres!" ungkap Vian sambil melirik kearah Xiang yang masih terlihat kesal.


"Kau benar, mungkin ini ada hubungannya dengan kekacauan yang terjadi." ungkap Xiang masih dengan suara ketusnya.


" nampak nya memang kita yang harus melihat dengan kepala mata kita sendiri kesana(ruang bawah tanah), tapi Sebelum itu kita bereskan kekacauan ini terlebih dahulu" ungkap Vian mengeluarkan pedang dari sarungnya.


"ah, kau benar. mari kita habisi para serangga pengganggu ini" ungkap Xiang melesat cepat kearah dimana Jean dan lainnya sedang bertarung dengan para anggota asosiasi.


Vian, dan Xiang berada diranah Supreme Platinum God tingkat ahli. Satu hal yang tidak mereka berdua ketahui adalah Jean dan lainnya memiliki basis kultivasi di atas mereka yaitu ranah Petapa Platinum Tingkat Dasar level 1.


kelompok Asosiasi pembunuh kali ini bagaikan semut sementara Jean dan lainnya adalah gajah. Asosiasi pembunuh unggul dalam hal jumlah namun dalam kekuatan mereka kalah kali ini.


"Kita harus habisi mereka jangan sisakan satu pun!" ungkap Jean, ia terus melancarkan teknik tapak air nya ke arah para anggota asosiasi pembunuh.


" Okeh!" ungkap Zuab dan Cause sambil melancarkan senjata mereka masing-masing.


"teknik elemen api: shuriken yoyo Api!"


ungkap Cause sambil melemparkan 3 buah yoyo yang telah dilapisi oleh elemen api.


wush.... wush....


"ahk... panas !" ungkap salah seorang terkena serangan Cause, tepat pada bagian dada nya.


"teknik dua elemen : Badai Api!" ungkap Cause kembali melancarkan tekniknya, yang kali ini sebuah angin layak nya tornado yang telah bercampur Elemen api.

__ADS_1


Badai api itu melesat dengan cepat kearah para anggota asosiasi, menarik mereka serta membakarnya hidup-hidup.


"Rasakan itu hehe!" ungkap Cause melompat sambil kebelakang, tepatnya menuju ke arah Zuab yang saat ini sedang menusukan tombaknya.


"Rasakan ini, Sialan...!" ungkap Zuab sambil menggunakan tekniknya. Tak lupa juga ia mengarah tombaknya kearah langit.


"Teknik langkah Petir!"


" Teknik tombak Naga Api!"


wush.... wush...


Clab...Clab... Clab...


Zuab melesat ke sana kemari menggunakan teknik langkah petir, lalu ia menggunakan teknik Tombak naga Api, yang mana setiap tusukan atau gores yang di arahkan kepada lawannya mengalami luka bakar yang sulit disembuhkan.


Apalagi setiap goresan dan tusukan tombak Zuab Selalu mengenai organ vital, seperti mata, jantung bahkan terkadang mengenai burung kesayangan lawan-lawannya(jenis kelamin) sehingga menimbulkan rasa panas terbakar yang menyakitkan dari pada kematian.


" Yo kawan, sepertinya kamu tidak memerlukan bantuan ku! " ungkap Cause menghampiri Zuab yang saat ini sedang terus melesat ke sana kemari sambil menusukan dan menggoreskan tombak nya.


" Yah seperti yang kau lihat, hehe" ungkap Zuab menjawab sapaan Cause,.


"Okeh baguslah kalau begitu, saya akan melihat lainnya." ungkap Cause kembali melesat. Sementara Zuab yang melihat hal itu ia sedikit tersenyum sebab memiliki teman yang saling peduli dan melengkapi satu sama lain.


Kali ini ia melesat kearah pertarungan dimana Jenita dan intan berada. Alasan Cause selalu melesat ke sana kemari adalah untuk membantu memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang lain, selain itu adalah salah satu strategi yang telah didiskusikan, Cause sendiri berperan layaknya Assassin+support.


Berbagai lesatan energi dari sabit intan cukup banyak mengenai para anggota asosiasi pembunuh tersebut. Seakan tak mau kalah, Jenita pun kembali melesat ke sana kemari sambil terus menusukan tombaknya. Sebenarnya bisa saja ia tak perlu menusukan tombaknya karena ia bisa dengan mudah mengendalikan ruang sekitar serta memunculkannya disekitar para lawannya.


Namun ia memiliki pandangan lain yaitu, Jenita ingin mengasah kegesitan dalam setiap gerakannya, baik dalam menghindar atau pun menyerang.


"Teknik elemen Api: shuriken yoyo Api!"


ungkap Cause sesaat sampai dimana intan dan Jenita berada. ia melihat bahwa ada seseorang dari arah belakang, menyerang intan secara tiba-tiba.


wush... wush...


"Argh... sial, panas!" ungkap seorang pria yang menyerang intan diam diam dari arah belakang, atau lebih tepatnya titik buta.


Tubuh Pria tersebut terbakar, ia berguling-guling diatas tanah.


"Cause, terimakasih!" ungkap intan sesaat menyadari bahwa Cause menghampirinya.


"Ya, sama-sama. mari saya bantu!" ungkap Cause, lalu ia melompat keatas guna mendukung teknik intan.


Cause mengalirkan energi spiritual elemen api dan angin nya, secara bersama kearah kedua tangan yang telah ia arahkan ke depan.

__ADS_1


" Teknik Dua elemen: Badai api!" sebuah angin berbentuk tornado berwarna merah, melesat kerah para anggota asosiasi pembunuh.


"Teknik Ganda : Tebasan Yin & Yang!" ungkap intan, menebaskan sabit nya sebanyak dua kali.


Dari tebasan tersebut terlihat dua warna berbeda, yang satu berwarna putih sementara satunya lagi berwarna hitam.


"argh...!! mereka terlalu kuat" ungkap salah seorang anggota asosiasi pembunuh sesaat menerima serangan dari intan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Arghh...!"


"Argh..." teriakan kesakitan terus menerus terdengar apalagi setelah terkena serangan Cause dan Intan.


Korban-korban berjatuhan dari pihak asosiasi pembunuh bagian cabang bertambah dari waktu ke waktu.


Seakan tak ada waktu untuk tenang Jean terlihat terus dan terus melancarkan teknik tapaknya. Meski hanya bermodalkan tangan kosong, ia dapat mengimbangi bahkan membunuh cukup banyak anggota asosiasi pembunuh tersebut.


Selama satu hari penuh mereka melakukan pertempuran tersebut, darah, bagian tubuh, mayat berceceran dimana-mana. Sudah tak terhitung berapa banyak nyawa anggota asosiasi pembunuh mati.


Tepat pada saat matahari terbenam Jean dan lainnya selesai melakukan pertempuran secara sepihak. Tidak ada satu pun dari Jean,Zuab, Cause, intan, Jenita yang mengalami kematian atau pun luka serius. Mereka hanya mengalami luka ringan serta kehabisan energi spiritual. Bagaiman tidak kehabisan energi spiritual, mereka telah berhasil mengalahkan sekitar 500 Anggota asosiasi pembunuh bagian cabang+ dengan 2 komandan pasukan.


Jean dan lainnya kini mereka terduduk lemas didekat salah satu markas cabang asosiasi pembunuh tersebut menunggu Zoan.


" Hebat, kalian sangat hebat. Mari kita beristirahat selama 2 hari penuh di sini." ungkap Zoan yang muncul tiba tiba.


"Okeh,!" ungkap Jean lalu disertai anggukan


Tak lupa juga Zoan memberikan masing-masing 10 pil penambah energi serta 10 pil penyembuh kepada semua rekan-rekan itu.


" Makan dan serap lah pil-pil tersebut. kalian tidak perlu khawatir mengenai efek samping, karena pil itu merupakan pil buatan ku." ungkap Zoan sesaat setelah melemparkan pil-pil itu.


"Untuk masalah mayat yang berserakan kalian serah kan saja padaku !" ungkap Zoan sebelum menghilang kembali.


Jean, dan lainnya mulai menelan pil pemberian Zoan serta menyerapnya.


flash back on:


Sesaat Jean dan lainnya melakukan serangan terbuka kepada para anggota asosiasi pembunuh.


Zoan sebenarnya selalu mengawasi semua rekannya, ia mengawasi mereka melalui ke tujuh klon yang ia ciptakan kembali.


Ia ingin melihat tekad serta batas kemampuan semua temannya. Sepanjang pertarungan Jean dan lainnya, Zoan sedikit tersenyum senang dan puas akan semua teman-temannya yang saling peduli dan melengkapi setiap masing-masing kekurangan mereka.


"Mereka benar-benar hebat!" gumam Zoan mengakui kehebatan semua rekan-rekan nya.


"Aku berjanji tidak akan membiarkan kalian mati. aku berjanji akan melindungi kalian saudara-saudara ku!" ungkap Zoan dengan penuh tekad, sesaat melihat semua rekan-rekan itu menuruti dan melaksanakan semua sesuai rencana yang telah ia perintahkan.

__ADS_1


flash back off :


Zoan terlihat sedang mengumpulkan semua mayat para anggota asosiasi pembunuh tersebut. Ia menumpukan mayat-mayat tersebut, lalu membakarnya hingga menjadi abu.


__ADS_2