
Rapat yang dilakukan oleh kelompok assosiasi pembunuh akhirnya selesai dengan faksi 3/Faksi merah darah yang ditugaskan untuk memfokuskan dalam hal menyelidiki siapa yang telah membunuh salah satu anggota terlatih mereka.
Sementara itu 2 Faksi tersisa melanjutkan tujuan kelompok assosiasi pembunuh yaitu mengambil sumber energi dunia serta menguasai setiap dunia/planet yang telah mereka jajah.
Sumber Energi dunia sendiri dapat dikategorikan sebagai salah satu penopang atau penyeimbang dari sebuah planet/dunia.
Ada 3 penopang atau penyeimbang dalam sebuah planet/Dunia, yaitu 1) Sumber Energi Dunia atau biasa disebut sebagai benih energi spiritual yang mana banyak digunakan oleh para kultivator. 2) Energi Roh atau biasa disebut perwujudan dari berbagai mahluk hidup setelah mengalami kematian. 3) Energi Gelap/Kematian yang mana perwujudan dari penyeimbang dari energi roh atau lawan energi roh.
Walau sebenarnya ada satu lagi energi yang menjadi penopang suatu planet/dunia, hanya saja energi itu terlalu besar dan sampai saat ini belum ada yang pernah mengusik energi tersebut.
Lagi pula hanya orang terdahulu yang mengetahui akan nama atau pun sifat dari energi itu.
Di sebuah ruangan atau tempat dimana markas faksi3/Faksi Darah berada.
"Malam besok kita akan berangkat menuju benua hijau dan menyelidiki siapa yang telah membunuh salah satu anggota terlatih kita." Ujar Bram mengambil keputusan, sesaat setelah selesai melakukan rapat.
" Ya..., aku setuju! lalu bagaimana mana dengan mu, Brock?" Ungkap Aoi sambil melirik kearah Salah satu dari 3 orang anggota inti faksi Darah. Aoi sendiri adalah salah satu dari mereka.
"Okeh, tak masalah. Aku juga sedikit penasaran dengan orang yang telah berani mengusik kelompok kita, padahal tidak banyak orang yang berani melakukan hal itu selama ini kepada kelompok kita. " Brock masih dengan muka khasnya yaitu muka datar dan terlihat acuh.
Ketiga orang petinggi (3orang anggota inti) faksi 3/faksi merah darah pun sepakat bahwa esok harinya mereka akan berangkat menuju benua hijau.
...****************...
Hari kembali berlalu didalam artefak ruang dimensi. Zoan dan semua rekan-rekannya kecuali para Beast berkumpul di tempat biasa mereka berlatih selama ini.
"Baik lah, mari kita berangkat ! Untuk para beast sementara ini tinggal disini terlebih dahulu, karena kalian akan menjadi bantuan rahasia kami nanti, untuk memberantas para kelompok assosiasi pembunuh itu." Ungkap zoan cukup panjang.
Para beast/monster mengangguk kepala pertadan setuju, sementara itu para bawahan/rekannya termasuk Zhang jingmi terlihat sudah selesai mempersiapkan diri untuk memasuki pusaran portal.
Wussh!
Sebuah pusaran portal tiba-tiba muncul tak jauh dari tempat mereka berkumpul.
Zoan pun menoleh ke belakang dan menganggukkan kepala. Tentu teman-teman juga bawahannya yang mengerti itu satu persatu mulai memasuki portal tersebut.
Adapun teman-teman serta bawahannya yang keluar dari dalam artefak dimensi yaitu, Zhang Jingmi, Zuan lu, Amelia, Dong Peng, Mei Su, Hun jie, dan Lang Jun.
Wuusssh...!
Seketika saat semua orang telah memasuki pusaran portal itu termasuk Zoan, portal itu menghilang bak hembusan angin yang lewat.
Flash back on :
Zoan yang sedang mengawasi Mei Su dibawah sebuah pohon yang ia sendiri ciptakan,Tiba-tiba ia teringat akan Zhang jingmi yang sedang berlatih diluar artefak dimensi.
__ADS_1
Ia merasa bahwa Zhang jingmi akan lebih baik berlatih di dalam artefak dimensi dan lagi ia berencana untuk memberikan serta melatih semua teman ataupun bawahan dengan beberapa teknik yang ia miliki.
Maka dari itu Zoan pun menyuruh ketiga klon nya yang ditunjuk untuk menjaga Zhang jingmi agar membicarakan rencananya itu kepada Zhang jingmi.
Dan seperti yang Zoan duga Zhang jingmi setuju untuk berlatih dan ikut ke dalam artefak dimensi.
Tentu kedatangan Zhang jingmi diketahui dan disambut oleh Amelia, teman juga bawahan zoan yang mana telah dikabarkan akan kedatangan Zhang jingmi.
***
Zoan juga tak lupa untuk menyuruh satu dari tiga klon bayangan nya itu, agar tidak lupa untuk membayar uang koin sewa setiap bulannya kepada sang resepsionis penginapan.
Sebenarnya sang resepsioni agak heran karena baik kamar yang ditempati oleh zoan/zhang jingmi jarang keluar, bahkan jika keluarpun hanya akan membayar uang untuk tambahan sewa kamar.
Walau begitu sang resepsionis masih sedikit mewajarkannya karena, ia tahu bahwa kedua orang itu adalah seorang kultivator dan hal itu sudah menjadi hal yang biasa bahkan ada beberapa kultivator benua bulan. yang menyewa kamar hingga berpuluh-puluh tahun guna melakukan pelatihan tertutup.
Flash back off :
***
Sebuah pusaran portal muncul tepat didalam kamar no 11, yang merupakan tempat Zoan tinggal.
Satu persatu sosok mereka keluar dari pusaran portal tersebut. Orang yang pertama keluar adalah Zhang Jingmi lalu diikuti oleh Dong Peng dan terakhir adalah Zoan.
"Baiklah, Zoan! Aku akan pergi keluar kamar ini bersama salah satu klon mu, serta tak lupa untuk memberikan kunci karena kita sudah selesai memakai kamar penginapan nya." Jawab Zhang Jingmi disertai anggukkan kepala.
Setelah mengatakan hal itu, zhang jingmi dan klon zoan pergi keluar kamar penginapan. Sementara itu zoan dan lainnya menghilang bak hembusan angin.
Wush...!
Zoan menjentikkan jarinya, tak lqma ia dan lainnya menghilang dari tempat tersebut. Yap, dia menggunakan teknik teleportasi dengan tujuan sebuah gang dekat sebuah kedai.
Dilantai satu, tepatnya dilantai tempat sang resepsionis penginapan berada.
"Ah jadi seperti itu, baik lah terimakasih atas kunjungannya, Serta jangan lupa untuk berkunjung dan menginap lagi di Penginapan Indah kami !" ujar sang resepsionis sesaat setelah mendengarkan ucapan Zhang Jingmi, yang mengatakan bahwa mereka telah selesai menyewa kamar penginapan, termasuk mengembalikan kunci kamar.
Setelah melakukan hal itu Zhang Jingmi dan klon Zoan pun pergi keluar dari penginapan tersebut.
***
Disebuah gang yang minim akan penerangan, tiba-tiba muncul cukup banyak sosok. Diantara mereka ada dua anak kecil, meski begitu jangan meremehkannya.
"Mari kita pergi dan pakai ini untuk menutupi identitas kita."Ujar zoan sambil meleparkan 6 buah topeng polos berwarna putih.
Tentu zoan tak memerlukanya karena ia akan menggunakan teknik Seribu Wajah.
__ADS_1
Tak ingin berlama lama, mereka pun akhirnya pergi menuju kedai terdekar yang sudah disepakati.
Teoat sesaat mereka sampai didepan kedai tersebut, Zhang Jingmi juga sampai.
***
Zoan dan dan rekan-rekannya termasuk Zhang Jingmi yang beberapa saat yang lalu sampai dikedai tersebut.
Mereka kini sedang duduk dipojok kedai sambil menikmati beberapa makanan juga minuman yang telah dipesan. Tentu merrka tidaj hanya sebatas itu saja namun juga sambil mendengarkan beberapa infor madi terbaru, agar mereka tidak saah dalam hal mengambil langkah atau keputusan.
Hingga sampailah suatu ketika, seseorang datang bersama dengan rombongannya. Mereka mengenakan pakaian berwarna Merah bercorak Awan Hitam.
"Minggir... Minggir !!! " Teriak salah seorang dari rombongan itu.
Mendengar teriakkan tersebut banyak orang-orang perlahan membubarkan diri dari kedai tersebut.
Bahkan seseorang yang baru saja tiba dikedai itu serta hendak memakan makanan yang telah dipesannya pun langsung pergi meninggalkan kedai.
Siapa pun sudah tahu siapa rombongan itu. Mereka tak lain adalah rombongan yang berasal dari Pemuja Iblis.
Pemuja Iblis merupakan aliran sesaat yang sangat kejam dan sadis, bahkan kepada anggotanya sendiri yang berani melanggar ajaran Aliran Pemuja Iblis.
Sementara itu, meski zoan mengetahui hal itu namun ia tetap diam dan tak memperdulikannya malahan ia dan juga rekan-rekannya kembali melanjutkan makannya.
Tentu zoan mengetahui tentang Aliran Pemuja Iblis itu dari informasi yang telah ia dapatkan.
"Hei.. kau ! Kenapa kau masih disini? Apakah kau dan rekan-rekan mu berani melawan kami?" ucap seorang yang berasal dari aliran Pemuja Iblis.
Zoan yang hendak memasukan makannya kemulut pun menghentikannya sesaat orang-orang itu menghampirinya bersamaan dengan sikap yang arogan.
"Alasan apa yang membuat aku serta rekan-rekan ku untuk tidak berani dengan kalian,?" Ungkap Zoan menatap kearah rombongan Pemuja Iblis itu tanpa takut sedikit pun.
"Cih, kalau begitu Mati saja Kau.....!" Ujar Seorang dari rombongan itu tanpa basa basi melesatkan serangan berupaka kepalan tinju yang telah dilapisi energi berwarna merah gelap kearah Zoan.
Wussh !!
Bruakk...
Boomm....
Serangan itu berhasil dihalau oleh sebilah pedang milik Zuan Lu. Tentu zoan bisa saja menangkis serangan itu, akan tetapi beberapa saat yang lalu ia melihat secara sekilas yang menandakan bahwa Zuan Lu yang sedang menahan amarahnya akibat kedatangan rombongan Aliran Pemuja Iblis yang mengganggu ketenangan makan mereka.
"Hanya seonggok sampah berani menyerang kakak sekaligus guruku, dasar Brengs*k Sialan..!!" Ungkap Zuan lu disertai luapan aura energi spiritual yang perlahan merembes keluar.
Jangan lupa like, komen, Vote, and Subcribe
__ADS_1