
Lesatan dari 3 komandan pasukan menjadi pelengkap dari pertempuran Zoan dengan sang komandan elit no 19, ledakan pertemuran di sisi Jean dan lainnya berada tak kalah hebat sesaat Zoan sudah mengirimkan suara telepati nya.
Jean dan lainnya langsung melesat lalu mengobrak-abrik para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh.
Berbagai teknik bertarung mereka langsung gunakan dengan cukup efisien dan tidak membiarkan para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh itu bernafas.
Dengan tangan kosongnya serta dipadukan dengan mengalirkan energi spiritual elemen air, Jean berhasil menumbangkan lawan-lawannya.
Jean mengepalkan tinju tangan kanannya kearah belakang dengan penuh energi spiritual elemen air, sementara tangan kirinya yang berada didepan bersiap dengan telapak tangan yang juga telah dialiri energi spiritual air.
"Tehnik air : tapak air !"
"Teknik air : Tinju gelombang tsunami !"
"Tehnik air : Pukulan air penghancur gunung!" ungkap Jean disertai kilatan mata yang dipenuhi keyakinan dan semangat yang membara.
bush....bush....
Duarr.... duarr....
Serangan pukulan-pukulan yang dilancarkan oleh Jean berhasil membombardir para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh, bagaimana tidak dibalik kepalan tinju yang dilancarkannya, tak lama keluar hantaman elemen air yang cukup besar dan membuat para lawannya terdorong mundur bahkan tak sedikit yang meregang nyawa akibat tidak kuat menahan daya arus air yang cukup mengerikan.
Apalagi Jean secara terus menerus melakukan serang tersebut disertai gelombang air yang berbeda-beda. Awalnya serangan pertama yang dilancarkan Jean bak air mengalir dengan tenang serta lembut namun dengan cepat berlalu, pukulan yang telah dialiri energi spiritual air itu mengganas dan menyakitkan para lawannya.
"Argh... sial dia memiliki teknik yang merepotkan ! ucap salah seorang yang terlihat sedang menopang tubuhnya menggunakan pedang yang ia tancap kan ketanah sengaja guna menahan efek hantaman dari teknik pemuda yang tak lain adalah Jean.
Begitu pula dengan beberapa anggota asosiasi pembunuh yang lain, mereka melakukan hal sama tak lupa juga mereka mengutuk Jean yang menggunakan teknik nya tersebut.
"hehe... rasakan itu ! ungkap Jean senang akan serangan yang ia lancarkan berhasil mempengaruhi lawannya. Dia terus menggunakan teknik-teknik nya tanpa memperdulikan terkuras energi spiritual miliknya. Satu hal yang Jean inginkan saat ini yaitu menghabisi para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh ini, meski begitu Jean masih tetap bisa mengontrol semua serangannya agar tidak membabi buta.
Wush....
Trang... Trang... trangg....
Benturan senjata tombak milik Zuab dengan para lawannya terdengar mengiringi pertarungannya.
"Teknik langkah petir !"
" Tusukan petir !"
Brzztt... brzztt..... terlihat kilatan dan sebuah efek kejut elemen petir berhasil mengenai lawannya.
Duarr... duarr....
Di samping benturan senjata yang terjadi, di saat itu juga teknik Zuab memberikan efek kejut serta ledakan pada lawannya.
Ada yang langsung melepaskan pegangan senjata akibat merasakan efek sengatan petir, namun ada juga yang terlambat menyadari sehingga ketika efek kejut berupa sengatan petir dan ledakan terjadi para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh itu meregang nyawa disertai kesakitan yang cukup merusak mental yang ditimbulkan oleh efek kejut elemen petir.
" Berhati-hatilah orang ini memilki energi spiritual elemen petir ! " ungkap salah seorang yang selamat dari serangan Jean. Orang itu memperingati rekannya yang lain yang juga berhasil selamat.
"Serang dari jarak jauh " ungkap salah satu rekannya menyuarakan pendapat sambil melirik kearah rekannya yang lain.
Mendengar ungkapan rekannya itu para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh yang sedang berhadapan dengan Zuab menganggu setuju. Disertai tatapan menusuk serta amarah dendam, mereka mulai melancarkan serangan jarak jauh sambil melompat mundur.
"heh... kalian pikir dengan serang jarak jauh dapat menjatuhkan ku, jangan mimpi" Ucap Zuab sambil terus melesat dan menghindari serangan yang kearahnya.
Dengan teknik langkah petir ia kembali berhasil memperpendek jarak dengan musuhnya yang melancarkan serangan jarak jauh.
__ADS_1
Brzzt... brzztt....
"Teknik Tombak Naga Api !" gumam Zuab sesaat menusukan tombaknya.
Clab... Zuab berhasil menusukan tombaknya kearah salah satu anggota asosiasi pembunuh. Tak lama orang yang telah berhasil ditusuk tepat pada bagian jantung itu mengerang kesakitan.
" Argh... panas ! " sambil terus memegangi dadanya. Beberapa menit setelah meneriakkan hal itu orang tersebut meregang nyawa.
"aih... nampaknya harus berlatih kembali " ungkap Zuab menghembuskan nafas kasar sesaat merasa bahwa teknik tombak naga apinya masih belum sempurna, jika saja di teknik itu sudah sempurna maka korban yang terkena akan langsung dapat terbakar menjadi abu.
Tak mau mengeluhkan kekurangan lebih banyak lagi, Zuab pun melesat kembali. Dengan tombak yang selalu berada ditangan kanan nya ia terus menerjang lawan-lawannya
"Teknik Ganda : Tebasan Yin & Yang !"
"Teknik ruang : tusukan tombak !"
"Teknik elemen api : Shuriken yoyo Api !"
slash...slash...
clab... clab...
wussh...
Tiga buah serangan yang dilancarkan oleh intan,Jenita dan Cause melesat bersama kearah lawan lawan yang mereka hadapi.
"Arrgh.... arggh...!"
Teriakan-teriakan memilukan terdengar dengan cukup jelas ditelinga ketiga orang yang telah melancarkan serangan bersama itu, bagian tubuh yang terpotong serta darah yang berceceran entah sudah berapa banyak menghiasi tempat tersebut. Intan, Jenita dan Cause mereka bekerja sama dengan baik.
"Rasakan itu..." ungkap Cause sambil terus melemparkan kunai menggunakan tangan kiri serta yoyo Shuriken yang ia gunakan ditangan kanannya untuk menangkis serangan lawan dari arah belakang atau titik buta lainnya.
Kembali ke sisi Zoan berada
"Matilah bocah sialan !" umpat sang komandan elit sambil melancarkan serangannya kearah Zoan.
Komandan elit sangat kesal meski ia telah bekerjasama dengan ketiga komandan pasukannya ia masih belum juga memberikan luka pada pemuda yang sedang ia lawan. Malahan kini terlihat 2 dari tiga komandan pasukan yang bekerja sama dengannya sudah meregang nyawa.
Dengan teknik teleportasi nya cukup mudah Zoan menghadapi lawannya itu.
"heh.. nampaknya kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh seorang komandan elit no 19 hanya segini saja, Mengecewakan !" ucap Zoan memprovokasi disertai senyuman yang mengejek lawannya.
Terlihat wajah sang komandan elit no 19 merah padam, ia terlihat berusaha agar tidak terpancing ucapan Zoan. Berbeda dengan komnadan pasukan yang berada disampingnya yang terlihat sudah melesat sesaat setelah mendengar ucapan Zoan.
Melihat hal itu Zoan pun menyeringai dan dengan senang hati menyambut serangan.
Komandan pasukan yang menyerang kearah Zoan itu adalah si hitam, sementara si merah dan si hijau telah meregang nyawa beberapa waktu lalu, untuk si biru dan si ungu mereka masih fokus pada pertarungannya yaitu melawan Viktor.
Trang...
Zoan dan si hitam berbenturan pedang lalu mereka melompat mundur.
"heh.. sepertinya kau sudah tak sabar untuk menemui saudaramu di alam baka, ya!" ucap Zoan semakin memprovokasi lawannya.
"Diam kau brengsek !" ungkap si hitam kembali melesat dengan cepat kearah Zoan.
"Teknik pedang hitam : Tebasan dimensi !" ungkap si hitam menebaskan pedangnya.
__ADS_1
"TEHNIK PEDANG HITAM : TEBASAN DIMENSI !" ungkap Zoan tak kalah sengit menebaskan pedangnya.
Duarr.... sebuah ledakan keras serta menimbulkan kepulan asap berwarna hitam bercampur debu yang berterbangan berhasil menghalangi pandangan Zoan dan si hitam.
Didalam hatinya si hitam hanya dapat mengutuk Zoan karena selain menguasai teknik teleportasi, lawannya itu juga dapat meniru semua teknik yang telah ia lancarkan. Si hitam terlihat sudah frustasi memikirkan hal itu, bagaimana tidak entah sudah berapa banyak teknik yang ia keluarkan bahkan sesaat teknik kombinasi dengan 2 saudara sebelum mereka meregang nyawa berhasil Zoan copy dan alhasil 2 temannya menjadi korban dari teknik kombinasi yang dilancarkan itu. Bahkan sang komandan elit no 19 juga terlihat sedikit putus asa akan hal itu.
Melihat asap hitam serta debu yang mulai menghilang sang komandan elit no 19 langsung melesat kearah Zoan berada, Dan hal yang sangat menyebalkan pun terjadi sesaat serangan sang komandan elit hampir mengenai lawannya yang tak lain adalah Zoan. Dengan teknik teleportasi nya berhasil menghindarinya bahkan, pemuda itu kini berada di belakang si hitam. Tanpa basa-basi lagi Zoan langsung menebas leher si hitam dari arah belakang.
slash.... tuk...tuk... tebasan yang dilancarkan Zoan berhasil memisahkan kepala si hitam dari tubuhnya, wajah terkejut terlihat sangat terpancar dari si hitam yang saat ini telah menggelinding dilantai.
Sang komandan elit pun hanya menatap dengan tatapan tak percaya bahkan satu persatu bawahannya di tebas oleh orang yang menjadi lawannya. Dari sudut matanya menyiratkan amarah dendam dan ingin mencabik-cabik pemuda itu namun apa daya meski ia berusaha melesat dan melepaskan serangannya selalu dapat ditahan atau pun dihindari oleh pemuda itu yang tak lain adalah Zoan.
"Sudah saat nya, teknik kegelapan : klon bayangan !" ungkap Zoan tak lama 7 buah klon bayangan muncul dari balik bayangan Zoan.
"Bantu Viktor,lakukan dengan cepat !" ungkap Zoan kembali. Ke 7 bayangan itu pun mengangguk dan langsung melesat kearah pertempuran Viktor melawan si biru dan si ungu.
Zoan sengaja mengeluarkan 7 klon nya sekaligus agar pertarungan itu berlangsung lebih cepat.
Dalam hitungan menit sesaat setelah ke tujuh klon nya melesat dan bergabunglah dengan pertarungannya Viktor tiba-tiba terdengar suara kesakitan yang cukup menyayat hati.
Sura kesakitan itu tak lain dan tak bukan adalah berasal dari si biru dan si ungu.
Awalnya si biru dan si ungu terlihat cukup unggul dalam melancarkan serangannya ke Viktor, namun semua itu berubah sesaat 7 klon Zoan datang dan tanpa basa basi langsung melesatkan serangan dan berkat itu juga si biru dan si ungu terdesak bahkan kini masing-masing kedua tangannya telah ter-tebas oleh pedang dari ke tujuh klon Zoan.
Melihat hal itu Viktor dengan cepat mengarahkan cakarnya ke salah satu leher dari komandan pasukan lebih tepatnya kearah leher si biru.
kini baik si ungu atau pun si biru dalam keadaan yang menyedihkan selain menahan sakit mereka juga merasakan penyesalan didalam hati kecil mereka. Namun semua itu sudah terlambat sesaat sebuah tebasan tanpa peringatan langsung menggorok leher mereka.
Setelah menyelesaikan tugasnya ke tujuh klon itu pun kembali dan melaporkan nya kepada Zoan sebelum kembali menghilang bak ditelan bumi. Tak lupa juga sang singa es Viktor pun langsung menghampiri Zoan.
Groarh.... Groarrgh... Viktor mengaum senang sesaat Zoan mengusapkan tangannya kearah kepalanya.
Disisi sang komandan elit no 19 terlihat mengeluarkan sebuah kristal batu berwarna hijau Jamrud. Zoan dengan cepat melesat dan merebut kristal batu itu sebelum sang komandan elit no 19 melakukan hal yang tidak ia inginkan. Zoan langsung memasukan kristal batu itu kedalam cincin ruanga nya, tak lupa juga ia mencengkram kuat leher sang komandan elit no 19.
Setelah memasukan kristal batu itu, Zoan dengan tangan kanannya ia langsung menampar wajah sang komandan elit itu, hingga membuat semua giginya rontok. Zoan sengaja melakukan itu sebab jika tidak melakukan hal itu maka ada kemungkinan sang komandan elit no 19 akan melakukan bunuh diri dengan cara menghancurkan racun yang terletak di salah satu giginya itu.
Darah keluar dari setiap bagian gigi yang telah rontok itu. Keadaan komandan elit no 19 benar-benar sangat menyedihkan meski masih dapat bernafas.
Tangan kirinya yang sebelumnya memegangi leher sang komandan kini berpindah memegangi kepala, ia lalu menggunakan tekniknya.
"Teknik telepati tingkat 2 : Pemecah pikiran !"
5 menit telah berlalu, kini Zoan telah berhasil mengorek informasi, dari informasi itu ia mengetahui bahwa target selanjutnya yaitu kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh no 20 yang bermarkas di Lembah persik Kematian. keberadaan lembah persik kematian sendiri berada di antara 1 dari 8 kerajaan besar yaitu di kerajaan Black Hole.
ilustrasi 8 kerajaan utama di daratan benua hijau beserta letak Kekaisaran benua hijau berada.
Disekitar ke delapan kerajaan besar itu terdapat berbagai sekte dari ketiga aliran serta berbagai klan-klan terkemuka dan klan-klan kecil. Ada 8 klan yang paling tersohor yaitu Klan Bai dikerajaan Fastan(Barat Daya), klan Yue kerajaan Suna(Timur Laut), klan Lin kerajaan Baryon(Tenggara), klan Zhang kerajaan black Hole(Barat Laut), klan Bing kerajaan Andreas(Utara), klan Ling kerajaan Void(Barat), klan Long kerajaan Garei(Selatan), klan Tang kerajaan Alvous(Timur).
...****************...
Setelah mendapatkan cukup informasi Zoan lalu menebaskan pedangnya kearah leher sang komandan elit no 19.
Raut wajah Zoan terlihat sangat khawatir akan keadaan akibat kekacauan yang ditimbulkan oleh kelompok assosiasi pembunuh. Zoan mengepalkan tangan, ia hanya berharap dengan apa yang ia lakukan sekarang dapat meringankan kekacauan serta dapat mengurangi kekuatan asosiasi pembunuh secara perlahan.
Zoan tahu bahwa saat ini tengah terjadi pertempuran yang cukup mengerikan diluar sana(Di setiap kerajaan/wilayah), meski begitu ia tetap akan melanjutkan rencananya yaitu mengurangi kekuatan assosiasi pembunuh secara sedikit demi sedikit, bukannya ia tak peduli tetapi ia merasa ini merupakan salah satu jalan yang tepat untuk membantu keadaan sekarang ini.
__ADS_1
Beruntung kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh sang komandan elit no 19 belum bergerak untuk melakukan misi barunya itu, maka dari itu juga belum ada korban yang berjatuhan dari para desa yang menjadi kelompok itu.
Kalau saja Zoan dan rekan-rekannya telat satu hari saja maka mungkin kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin komandan elit no 19 mungkin kini sudah melakukan pertumpahan darah kepada warga sipil yang tak bersalah di sekitar lima desa itu.