
Malam pun berlalu, hari pun berganti tak terasa hari yang dinantikan para peserta turnamen tiba, khususnya para peserta yang memasuki 10 besar dalam babak final. Ramainya tempat pertandingan telah menjadi pertanda akan segera dimulainya pertarungan, sorak Sorai penonton memenuhi sisi arena. Duduk di kursi peserta zoan dan peserta lainnya yang masuk 10 besar merasa gugup, bagaimana tidak kali ini para penonton lebih banyak dari pada sebelumnya.
Sang wasit pun menaiki arena tak lupa ia memberikan beberapa sambutan kecil serta beberapa kata-kata yang dapat meriahkan dan memberikan semangat pada para peserta turnamen. "baiklah para hadirin yang hadir, para petinggi penguasa atau pemimpin benua hijau yang hadir, serta tak lupa sekte-sekte dari semua aliran yang tak bisa saya sebutkan satu-persatu, dengan hormat ini mari kita mulai kembali acara turnamen yang telah kita tunda ini. Peserta pertama yang akan melakukan pertarungan adalah Diu dari sekte 9 warna vs Sandi Alvous dari Guild bangau putih,. silahkan untuk memasuki arena!" ucap sang wasit.
"semangat saudaraku kamu pasti bisa" ucap Airon sambil menepuk pundak Sandi, tak lama Sandi pun melompat kearah Arena pertarungan begitu juga orang yang menjadi awannya Diu tak mau kalah.
"perkenalkan Saya sandi dari guild petualangan Bangau putih, mohon bimbingannya" ucap sandi sopan.
" saya Diu dari sekte daun 9 warna, mohon juga bimbingannya" ucap Diu memperkenalkan diri juga.
"Apa kalian sudah siap...? kalau begitu Mulaiii....!!!"ucap sang wasit setelah bertanya dan menerima anggukan yang menandakan sudah siap melakukan pertarungan.
srettt.....sandi dan Diu melesat bersama-sama, mereka berdua beradu pedang. sorak Sorai penonton menambah bumbu pertarungan menjadi semakin menarik.
"ayo tebas lengan dari peserta guild petualang bangau putih itu " ucap seorang penonton yang mendukung Diu (sekte daun 9 warna).
"ayo jangan mau kalah, kalah dan tebas belut dari peserta sekte daun 9 warna itu!!" ucap seseorang penonton yang merupakan pendukung berat Sandi (Guild petualang bangau putih),
" ayo serang dan tebas ....."
" ya ayo jangan mau kalah...."
teriakan para pendukung baik dari sandi maupun dari Diu terdengar saling bersautan seperti Ayam betina yang bertelur tak mau kalah.
Trang... Trang.... sandi dan Diu terus melakukan serangan jarak dekat dengan menggunakan pedang.
"hebat juga hehe, baiklah terima ini Tebasan Pedang Api" ucap sandi, melompat mundur lalu melakukan tebasan yang telah dialiri energi spirit elemen api.
" Tebasan 9 bilah pedang" ucap Diu tak mau kalah ia juga melompat mundur sambil terus menebaskan pedangnya sebanyak 9 kali dan terlihat tebasan dari kedua serangan yang dilancarkan oleh sandi dan Diu pun bertabrakan.
buummm.....
suara tabrakan tebasan pedang terdengar, serangan demi serang dilancarkan kembali oleh Diu kearah sandi, "eits... jangan meremehkan ku , Tebasan Api Neraka " ucap Sandi. benturan tebasan pedang kembali terjadi, kali ini Diu dan Sandi sama-sama terlempar 5 langkah kebelakang.
"mereka seimbang" ucap Airon memberi tanggapan. " tak juga tuan Airon, saudaramu sandi akan kalah dalam pertarungan kali ini karena dilihat dari mana pun pengalaman Peserta dari sekte daun 9 warna itu cukup tinggi." ucap Zoan memberi tanggapan.
"hm, mungkin kamu benar tuan zoan. memang kami memiliki ranah kultivasi cukup tinggi tetapi kalau soal pengalaman kami akui memang sedikit tertinggal mungkin itu faktor dari orang yang menyandang gelar putra/putri kerajaan" ucap Airon mengakui kekurangan nya. sementara Ghea,dan Bleazsi hanya diam fokus melihat pertarungan saudaranya itu, mereka hanya berharap setidaknya kalau tidak menang saudaranya itu(Sandi) tidak mengalami luka dalam yang terlalu parah.
__ADS_1
" kamu hebat Diu" ucap sandi disela sela pertarungan.
" terimakasih tapi kamu juga hebat tuan Sandi, dan saya tak akan kalah..." ucap Diu
" baiklah mari kita lakukan serangan terakhir, tebasan Dewa Api tahap satu : penghakiman pedang " ucap Sandi,mengalirkan lebih banyak energi spirit apinya kedalam pedangnya.
wish.... aura pedang berwarna merah bersinar dan melesat kearah Diu.
"baiklah terima ini, Tebasan 9 pilar cahaya " ucap Diu, sebuah aura pedang berbagai warna melesat kearah sandi.
duarrr....
buummm.....
"bruakk.... oekk" sandi terlempar kebelakang dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya akibat aura pedang yang dihasilkan dari bentrokan. Sementara itu Diu langsung menghindari aura pedang yang akan melesat kearah nya dengan cara langsung melesat kearah Sandi dan sesampainya disana ia menghunuskan pedang miliknya kearah leher sandi.
" Apa kamu menyerah?!" tanya Diu. "Baiklah aku menyerah" ucap sandi dengan suara lesu.
20 menit pun berlalu terlihat pertarungan sandi dan Diu mencapai akhir, terlihat Diu menghunuskan pedangnya kearah leher sandi yang duduk termenung setelah terkena serang Diu yang bernama " tebasan 9 pilar cahaya". sang wasit pun mengumumkan pemenang.
sandi dan Diu pun turun dari arena, " pertarungan yang hebat, tenang tak perlu putus asa tahun yang penting pengalamanya " ucap zoan.
Diarena pertarungan....
" baiklah mari kita kepertarungan selanjutnya yaitu kepada peserta Ghea dari Guild bangau putih Vs Said dari Akademi Zuang Guang, silahkan memasuki arena!" ucap sang wasit yang tak lain adalah Xian Zuan.
Ghea pun memasuki arena begitu juga Said yang menjadi lawan tandingnya. mereka berdua memperkenalkan diri masing masing sambil memangkupkan tinju sebagai tanda saling menghormati.
" Mulaiii...!" ucap sang wasit tanpa basa basi, serangan demi serangan pun saling berbenturan satu sama lain, yang satu menggunakan energi spirit elemen air sementara yang satunya lagi menggunakan energi spirit elemen Cahaya.
berbagai teknik atau keterampilan beladiri yang telah mereka kuasai pun dikeluarkan, Ghea atau pun Said nampaknya tak mau membuang banyak waktu.
" tehnik elemen air: pusaran tsunami" ucap Ghea lalu dari udara kosong tiba-tiba setitik air yang awalnya kecil lama kelamaan menjadi besar karena gue memasukan dan mengendalikan energi spirit elemen airnya.
" tapak Budha" ucap Said sambil mengarahkan tangannya kearah tsunami air, nampak dari tangan keluar cahaya berwarna emas lalu tapa tangan dari cahaya tersebut membesar dan menahan lonjakan tsunami air. Said berasal dari sekte Zuang Guang yang merupakan sekte aliran putih yang memfokuskan diri untuk mempelajari teknik Budha.
wush.... benturan pun terjadi
__ADS_1
" teknik Budha, menarik hehe" ucap zoan bergumam
"ya, kamu teknik itu banyak menggunakan energi spirit elemen cahaya dan juga selain itu teknik Budha merupakan salah satu teknik yang dapat memurnikan kegelapan." ucap Sandi yang sudah kembali seperti biasa.
"Ehm, kamu benar. meski begitu tidak sembarang orang yang mampu mempelajari teknik tersebut, lagi pula untuk mendapatkan teknik tersebut saat ini hanya ada di sekte Zuang Guang dan tidak sembarang orang akan diterima menjadi murid disana" ucap Bleazsi ikut berbicara.
"menurut kamu sekarang siapa yang akan memenangkan pertarungan,tuan zoan?" tanya Airon.
"nampaknya Ghea saudari kalian yang akan menang, dilihat dari manapun sampai saat ini saudari mu itu lebih aktif memberikan tekanan kepada lawannya dan jarang memberikan peluang untuk lawan menyerang nya" ucap zoan berpendapat.
"ouh, benarkah. saya juga berharap begitu " ucap Airon.
" ya semoga saja" ucap Zoan, lalu di angguki oleh Airon, sandi dan Bleazsi yang lagi fokus menonton namun mendengarkan pembicaraan Airon dan Zoan.
Kembali kepertarungan Ghea dan Said....
"hah...hah.... wanita ini hebat juga. sial energi spiritnya seperti tak ada habisnya" ucap sandi kewalahan menghadapi teknik air Ghea.
"tombak Dewi Air : hujan tombak air " ucap Ghea, dari arah atas arena pertarungan tepatnya dari arah langit muncul awan hitam tak la sebuah bintik air kecil berbentuk tombak terjatuh setelah itu bintik air semakin banyak dan dengan deras menghantam pertahanan Budha said yang masih belum sempurna.
wushh....
wussh......
kretakk....kretakk.... pertahan yang didapatkan said retak tak lama setelah itu hancur berkeping-keping seperti kaca yang pecah.
"sial kalau seperti ini terus berbahaya " ucap said panik.
" pertahan Budha tingkat dua" ucap said mencoba membuat pertahanan lapisan kedua, naas nya semua itu sia sia selain energi spirit nya telah terkuras habis, kelelahan mental,fisik dan pikirannya pun terkuras habis mengakibatkan ia gagal membentuk lapisan kedua. Teknik Budha mang kuat namun banyak menghabiskan energi spirit elemen cahaya, jika digunakan secara terus menerus. Maka dari itu Setiap pengguna teknik Budha kebanyakan selalu ingin cepat menghabisi/mengakhiri pertarungan, kecuali pengguna tersebut memiliki energi spirit cadangan yang telah lama disimpan selama bertahun-tahun, untuk para kultivator muda seperti said sulit untuk melakukan hal tersebut.
cleb..... sebuah tombak air sengaja the tusukan ke bahu Said, agar ia mengaku kalah dengan cepat.
"sadis juga saudari mu itu hehe..." ucap zoan cengengesan.
"yah seperti itulah kalau dia sudah kesal tuan zoan, " ucap Bleazsi.
kembali arena pertarungan....
__ADS_1
" Selamat kepada peserta yang berasal dari guild bangau putih Ghea anda menang!!" ucap sang wasit mengumumkan pemenang pertarungan.
Ghea pun tersenyum bangga lalu setelah itu ia turun dari arena dan duduk di bangku peserta menghampiri teman-temannya. begitu juga Said ia menerima kekalahan walau dalam hati masih agak kesal.