Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 89 : Dekrit Kaisar


__ADS_3

Malam berlalu, kini menyambut mentari pagi yang cerah ditemani kicauan burung yang saling bersahutan. Disebuah hutan tepatnya dihalaman sebuah markas terlihat ramai berkumpul.


"Kita akan berbagi tugas masing-masing, sesuai dengan kesepakan pertemuan kemarin." ucap seorang pemuda berpakaian biru cerah serta gambar pohon berwarna hitam di dadanya.


" Sezu, Suzu dan Amelia kalian akan membuat Pill sebanyak yang kalian bisa selama 3 hari penuh. Untuk masalah bahan dan alat nya pergunakanlah ini....!" ucap pemuda itu tegas sambil melambaikan tangannya.


whushh....


3 buah tungku alkemis, serta berbagai herbal seperti Rumput 9 warna, Akar anggrek hitam, Lotus/teratai hitam, tangkai yin dan yang, Bunga bulan jatuh, bambu mata air kuning dan masih banyak lagi herbal-herbal yang terlihat. Semua herbal itu tentu tersimpan di masing-masing kotak khusus yang dapat mempertahankan keasliannya dan kemurniannya.


" Baik ketua, serahkan kepada kami!" ucap serempak Sezu, Suzu dan Amelia. mereka pun memasukan bahan bahan itu kedalam Cincin penyimpan miliki mereka. Memang cukup mengejutkan namun mereka tahu semua itu di dapat dari berbagai perjalanan yang telah ketuanya lalui, baik dari penemuan harta yang tak terduga ataupun dari hasil jarahan orang-orang keji seperti kelompok assosiasi pembunuh. Zoan merasa sudah saat menggunakan hal itu, ia tidak terlalu memikirkan akan pemborosan itu karena untuk saat ini itu diperlukan untuk persiapan pertempuran nanti.


Setelah memasukan itu semua Sezu, Suzu dan Amelia pamit pergi untuk memulai tugas bagian mereka. Mereka bertiga memang memilih mendalami teknik alkemis di dunia ruang artefak Zoan. Kini mereka telah menjadi alchemis tingkat 5 atau setara membuat Pill level Saint, Dengan ranah kultivasi Supreme Platinum God tingkat ahli.


" Untuk mu Jean, Zuan lu, Ah'tai, dan Ai'shu. Kalian berlatih dan berkultivasilah, terserah kalian akan berlatih dimana asalkan jangan terlalu jauh dari markas. Bawa dan pelajari ini bersama kalian !" ucap pemuda itu tegas sambil melemparkan 1 gulungan teknik ke masing-masing keempat orang itu, pemuda yang tak lain dan tak bukan adalah Zoan yang sedang memberikan arahan kepada para anggotanya.


"Terimakasih, kami tak akan mengecewakan Ketua " ungkap ke-empatnya bersamaan sebelum melesat pergi kearah hutan belakang markas World Explorer.


"Leo dan Jai kalian bantu latihan kelima orang ini, pergunakanlah ini, pelajari dan bagikan kepada kelima orang yang dilatih oleh kalian !" ungkap Zoan tegas menatap kearah Leo dan Jai serta menunjuk kearah 5 orang anggota World Explorer yang berhasil diselamatkan itu, dan Zoan juga melemparkan 35 botol yang berisi Pill kultivasi serta memberikan 35 buku teknik keterampilan.


"Baik tuan muda, Kami akan berusaha sebaik mungkin !" ungkap Leo mewakili, setelah mengatakan itu mereka pergi kesamping kanan markas yang mana ditempat itu merupakan tempat yang dijadikan ajang pelatihan markas World Explorer.


Kini Zoan menatap lembut kearah pak Ija dan Syi Nie, "Kalian mau tinggal disini atau mau masuk kedalam artefak ruang dimensi? tanya Zoan ramah.


"Kami akan disini saja ank, Zoan! Tak apakah? tanya pak Ija mewakili diiringi anggukan oleh Syi Nie di samping kirinya.


"Yah, silahkan. kalian bebas melakukan apapun yang kalian suka, dan berhati-hati lah." ucap Zoan tersenyum hangat tak mempermasalahkan keinginan mereka berdua. lagi pula Zoan kini menganggap mereka berdua sebagai peganti orang tuanya. dan lagi baik pak Ija maupun Syi Nie tak mempermasalahkan hal itu, malah ia senang bahwa penyelamat mereka menganggapnya begitu.


"Viktor, kamu jaga mereka dan sekitar sini. okeh ?!" ucap Zoan sambil menatap dan mengelus bulu lembut Singa Es yang sedang berdiri disampingnya itu.


Groarrghh... groarrghh... groarrgh...


Viktor mengaum-ngaum sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Bagus sobat, haha...!" ucap Zoan membalas senang sambil terus mengelus bulu Viktor. ia memang cukup menyukai hal itu apalagi saat sensasi dingin terasa di kulitnya.


"Dong'er dan Mei'er kalian berdua mau ikut kakak atau disini bersama paman(pak Ija) dan bibi(Syi Nie) ?" tanya Zoan sambil melihat kearah pak Ija dan Syi Nie, terlihat raut wajah kedua orang itu sedikit tak menyangka bahwa orang didepannya itu benar-benar menganggap mereka peganti kedua orang tuanya.


"Em,.. aku ingin ikut sama kakak saja. !" ucap Dong Peng menatap kearah Zoan.


"Mei'er juga ingin ikut bersama kakak ..!" ujar Mei Su tak mau kalah.


"Baiklah-baiklah kalian akan bersama kakak, mari ! " ucap Zoan sambil mengelus dan memeluk kedua nak itu. Zoan memang menyukai kedua anak itu, dan lagi ia telah berjanji akan menjaga mereka berdua terkhusus sebagai kakaknya, yah meski hanya kakak dan adik angkat.


Namum ia tetap ingin melakukannya apalagi sesaat menginat kejadian-kejadian dari serpihan ingatan kakeknya serta mengingat kematian kematian kedua anak itu. Ia semakin ingin dan tak akan membiarkan kedua anak itu mengalami hal seperti kehilangan orang yang mereka sayang lagi. Zoan tahu akan rasanya kehilangan orang yang berjaga dan ia sayangi.


"Paman bibi kami pergi !" ucap Zoan pamit, Syi Nie maupun pak Ija menganggukkan kepalanya. Mereka juga sudah diberitahu melalui telepati bahwa tujuan Zoan adalah Tempat dimana kaisar Benua Hijau berada.


Wushh...


Ctakk...


"Teleportasi !" gumam Zoan menjentikkan tangannya serta memeluk kedua anak itu.


Tentu kedua anak itu tak akan terpengaruh oleh gesekan antar ruang waktu dari teknik teleportasi yang digunakan Zoan, karena dilindungi oleh energi spiritual yang dialirkan ke masing-masing tubuh mereka.


...****************...


Di sebuah pinggir pantai tepatnya disebuah pulau, yang mana pulau itu menjadi tempat kediaman sang kaisar Benua Hijau berada.


wussh...


Tiba-tiba muncul tiga sosok, yang satu sesosok seorang pemuda berpakaian biru cerah, sementara dua lainnya adalah dua orang anak kecil yang dalam pelukan pemuda itu. Mereka adalah Zoan, Dong Peng dan Mei Su.

__ADS_1


Cukup banyak orang yang melihat hal itu terkhususs Sang penjaga pantai, "Hem Teleportasi !" ucap seorang penjaga terlihat akan mendekati Zoan namun diurungkan sesaat melihat sosok yang berteleportasi itu sedang berbicara dengan dua anak kecil. Sang penjaga itu berencana untuk mengatasi dan menanyakan maksud kedatangan mereka itu nanti.


Sang penjaga itu masih mengawasi Zoan dari jarak yang cukup jauh, namun Zoan tetap saja Zoan menyadari hal itu dan ia pun berpura-pura tak menghiraukannya.


"Kakak... kita dimana?" tanya Dong Peng, dengan wajah terkejut.


"Woahh... kakak hebat, ! kakak hebat !" ucap seorang anak perempuan menimpali perkataan Dong Peng, anak perempuan itu kagum, terkejut dan semakin mengagumi kakak barunya itu.


"Kita sekarang ada di tempat Kaisar, bagaimana indah bukan?!" ucap Zoan mengusap rambut kedua anak itu sambil menatap kearah lautan yang terus berdesir disertai ombak yang bergerak maju mundur.


"Woahh, indahnya. Mei'er baru pertama kali melihat air yang seperti itu " ujar Mei Su polos sambil tangan kiri dan kanannya menunjuk kearah ombak dan juga kakinya yang kini menginjak pasir.


Sementara itu Dong Peng terdiam seribu bahasa, dan terus menatapi alunan ombak laut di depannya. Zoan yang melihat itu membiarkannya, ia tahu bahwa Dong Peng lebih dewasa dari adiknya itu. Zoan juga melihat sekilas kilatan tekad dari mata anak laki-laki itu, "Anak yang menarik, tak ku sangka ia memiliki tekad yang mirip dengan ku " gumam Zoan tanpa sadar.


Tekad yang dimaksud oleh Zoan adalah tekad untuk menjadi kuat dari yang terkuat serta tak pernah menyerah dan tak mau kalah, tekad tegar yang mampu menampung beban dan penuh tanggung jawab.


Zoan juga merasakan semua hal itu apalagi sesaat setelah melihat ingatan dari serpihan jiwa kakeknya.


"Kakak,... Mei'er lapar !" ucap Mei Su membuyarkan pikiran Zoan dan Dong Peng, terlihat baik Zoan atau Dong Peng menatap adiknya itu cukup dalam dan sedikit tersenyum hangat.


"Baiklah ayo kita mencari makanan terlebih dahulu " ucap Zoan mengajak kedua anak itu.


"Maaf...!! Adikku merepotkan, kakak" ucap Dong Peng menatap kearah Zoan sambil berjalan menuju sebuah kedai yang terlihat dipinggir dekat pantai.


"Tak masalah, lagian kakak juga lapar " ucap Zoan terus berjalan tak mempermasalahkannya.


Mereka pun sampai di kedai yang dituju, ia dan kedua anak itu disebuah kursi, menunggu sang pelayan kedai datang, " Maaf tuan muda mau pesan apa ?" tanya sang pelayan sambil memberikan buku menu yang didalamnya berisi tentang makan serta minuman.


"Aku memilih kelapa muda dan cumi bakar,..." ucap Zoan lalu ia melirik kearah Dong Peng dan Mei Su yang terlihat sangat tertarik dengan 3 makanan yang ada didalam buku itu.


"Kalian mau itu...?" tanya Zoan lalu dibalas dengan anggukan kedua anak itu.


"Ehm, baiklah tambah beberapa makanan ini, 2 Jus buah jeruk,1 kepiting rebus, dan 1 Soup kakap Iga ikan Hiu."ujar Zoan sambil menunjuk dan menandai menu yang dipesan.


"yah, ini koin nya!" ucap Zoan sambil memberikan 25 koin emas dari tangannya kearah sang pelayan kedai.


"Terimakasih, mohon ditunggu !" ucap sang pelayan kedai kembali kedapur belakang tepat dimana makanan tersaji, Zoan hanya mengangguk mempersilahkan.


Beberapa menit terlewati, terlihat dan tercium wangi makanan menghampiri meja dimana Zoan berada, " ini tuan makanannya" ucap sang pelayan sambil mulai meletakan makanan dan minuman itu diatas meja Zoan.


"Terimakasih, !" ucap Zoan menatap kea sang pelayan dan dibalas oleh anggukkan sebelum sang pelayan itu menjalan tugasnya kembali.


Zoan, dong Peng dan Mei Su memakan makanan dengan lahap serta menikmati minuman yang mereka pesan itu. Tidak ada kejadian yang mengganggu saat mereka mulai makan hingga selesai.


Zoan berniat pergi melanjutkan perjalanan bersama kedua anak itu, tepat ketika diluar kedai ia didatangi oleh 5 orang yang mengenakan pakaian sama yaitu Merah dengan lambang Rumput hijau di dada baju mereka.


"Selamat siang tuan muda ! maaf menganggu, kalau boleh tahu tujuan tuan muda datang ke sini untuk apa yah? perkenalkan kami penjaga pantai sekaligus utusan keamanan dari kaisar Benua Hijau ucap salah seorang maju memperkenalkan dan mempertanyakan tujuan Zoan.


"Tujuan ku kesini adalah untuk menemui kaisar, dan ini buktinya.." ucap Zoan santai dan cepat ia mengeluarkan sebuah lencana khusus milik keluarga utama kekaisaran.


Sang penjaga itu langsung mengambil dan memeriksa keaslian lencana itu, hingga beberapa detik kemudian mengangguk bahwa lencana itu asli, "Baiklah kalau begitu tuan muda boleh mengikuti kami untuk menemui yang mulia kaisar." ucap sang penjaga sedikit lebih ramah dan lembut dari pada sebelumnya.


Zoan pun mengangguk dan mengikuti kelima orang berpakaian merah itu dari belakang. Cukup banyak cibiran yang menggunjing Zoan dan kedua anak itu, mereka adalah orang-orang yang tidak tahu kebenaran yang terjadi.


"Cih lihat, pemuda dan kedua anak itu nampaknya telah melakukan pelanggaran..." ujar seorang pria bertelanjang dada sambil mengandeng dua wanita diduga sisinya.


" Cih, rasakan itu siapa yang suruh menentang kekaisaran..." ujar seorang wanita paruh baya sambil terus memberitakan sinis kearah Zoan dan kedua anak kecil.


"Ssstt,... hati-hati kau bicara. Bukankah pemuda itu yang tiba-tiba muncul dipinggir pantai beberapa waktu lalu dan lagi pemuda itu menguasai teknik perpindahan." ucap seseorang yang tanpa sengaja melihat kemunculan tiba-tiba Zoan beberapa waktu lalu.


Setelah mendengar ucapan dari pria itu ada yang berhenti menggunjing Zoan namun ada pula yang masih berbicara sinis kepada Zoan.


"Cih, seandainya tidak ada kalian mungkin darah sudah muncul dipantau ini" gumam Zoan sambil menghela nafas beberapa kali (menekan kekesalannya), namun dapat didengar oleh kelima orang berpakaian merah didepannya.

__ADS_1


"Tuan, mohon maafkan orang-orang disini. Mereka mempunyai mata namun tidak bisa melihat dengan benar" ucap salah satu penjaga itu dengan sedikit panik. Bagaimana tidak orang yang mendapatkan lencana kekaisaran dan orang yang mendapatkannya adalah orang dari luar hanya dapat dihitung oleh jari, hal itu mencerminkan bahwa tidak sembarangan orang memiliki lencana itu, dan lagi lencana yang dikeluarkan Zoan cukup berbeda.


Kalau pada umum nya lencana yang diberikan kepada orang luar itu berwarna putih, sementara kencan yang diperlihatkan Zoan berwarna Ungu yang berarti memiliki hubungan serta keterikatan yang sangat penting bagi Kaisar Benua Hijau. Lencana kaisar Benua hijau ada tiga yaitu Putih (lencana khusus tanda hubungan baik), Lencana warna Ungu (Hanya dimiliki jenderal kaisar dan kerabat Kaisar) Sementara lencana Emas hanya dimiliki oleh keluarga utama dan dan kaisar sendiri.


Zoan sendiri mendapatkan lencana itu saat ia diperintahkan untuk menemui sang kaisar sesaat setelah melakukan Turnamen. ia mendapatkan tawaran untuk tinggal dan menjadi jendral muda di kekaisaran benua hijau namu ia menolaknya dan sebagai ganti kaisar memberikan kencana berwarna ungu itu. Sang kaisar juga mengatakan kapanpun dan dimana pun jika Zoan memerlukan bantuannya makan ia(sang kaisar) akan berusaha untuk memenuhinya. Mungkin itu salah satu bukti dari sang kaisar bahwa menaruh harapan besar dipundak Zoan setelah melihat semua pertempuran nya(Zoan) turnamen itu.


Kini Zoan dan kelima penjaga sedang berada didepan gerbang pintu Kekaisaran, sang penjaga pintu Kekaisaran itu pun terkejut sesaat melihat lencana yang dimilik Zoan, reaksinya sama dengan sang penjaga yang menemui Zoan di kedai dekat pantai.


Sementara itu Dong Peng dan Mei Su semakin erat memegang tangan Zoan, "Jangan takut tak akan terjadi apa-apa !" Zoan sambil menatap tajam kearah sang penjaga pintu yang masih terus melihat kearah kedua anak kecil yang bersama Zoan.


""ah, maaf kan saya tuan muda saya tak bermaksud !" ucap sang penjaga pintu Kekaisaran itu tersadar saat melihat tatapan tajam Zoan.


"Hah, sudahlah cepat tunjukan jalan menuju yang mulia kaisar. Aku tidak punya banyak waktu" ucap Zoan tidak bosan-bosan nya menghela nafas.


"Ba-baik, ma-mari tuan muda!" ucap penjaga itu dengan cepat mengajak Zoan untuk mengikutinya dengan nada yang gugup.


Zoan pun mengikuti penjaga pintu itu, tentu Dong Peng dan Mei Su juga ada di kedua sisinya. Di sepanjang jalan mereka berjalan seperti biasa ada beberapa orang yang selalu ribut penasaran dan saling berbisik ketika melihat hal yang baru. Beruntung Zoan benar-benar dapat mengendalikan tensi darahnya yang masih naik turun. Ia memang baik dan ramah namun terkadang ia juga akan menunjukan kekesalannya jika sudah sampai ke ubun-ubun seperti saat ini.


Zoan kembali sampai didepan sebuah pintu yang mana pintu itu lebih megah dari pada pintu sebelumnya. pintu yang sekarang berwarna emas dengan corak naga dan tumbuhan yang menambah kesan keindahan serta pelengkap pada binatang legenda itu.


Krak...


Pintu dibuka dan Zoan dipersilahkan masuk. Setibanya masuk Zoan disuguhi pemandangan yang cukup membius mata yah, walaupun dulu ia pernah melihatnya, namun tetap saja masih terpana apalagi dengan semua ornamen yang terlihat saling melengkapi. Apalagi Dong Peng dan Mei Su menganga dengan mulut lebar melihat hal itu semua.


"Ah, ku kira siapa. Ternyata tuan pendekar peniruan, mari sini dan duduk. Kebetulan tidak ada banyak orang sekarang!" ucap seorang pria berpakaian berwarna emas serta bercampur merah dan juga terdapat mahkota diatas kepalanya, berhasil menyadarkan Zoan, Dong Peng, dan Mei Su.


"Salam yang mulia Kaisar !" ucap Zoan sedikit membungkuk, sementara dong Peng dan Mei Su mengikuti apa yang dilakukan oleh Zoan.


"Yah, terimakasih. Ngomong-ngomong mereka siapa? putra dan putri mu kah pendekar peniru?!" tanya sang kaisar melihat kearah dua bocah yang disisi Zoan.


"Em, etto-... mereka adalah adik angkat ku. " ucap Zoan, dengan sedikit terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh kaisar Benua Hijau.


"Em,... kirain itu putra dan putri mu. hehe...!" ucap kaisar Benua Hijau sambil mengelus janggut putih nya.


"Tapi ngomong-ngomong kenapa pendekar peniru datang kesini, saya yakin tidak hanya untuk bertanya kabar ataupun memperlihatkan kedua bocah itu?" tanya sang kaisar kembali sedikit serius.


"Ah, seperti biasa anda sangat pengertian. Baiklah langsung saja, tapi sebelum itu bisakah anda membuat sebuah penghalang khusus " ucap Zoan dengan ekspresi wajah yang serius ia perlihatkan.


"O..., baiklah !" ujar sang kaisar tidak mempermasalahkan nya, dan lagi ia cukup penasaran apa yang akan dibicarakan pemuda didepannya ini.


"Teknik formasi : Pembatas ruang !" ucap sang kaisar Benua hijau melambaikan tangan kirinya serta mengalirkan energi spiritual nya.


"em, teknik formasi...!" ucap Zoan menaikan satu alisnya.


"Baiklah langsung saja,. Ini membahas tentang kelompok assosiasi pembunuh, Bagaimana jika kita membuat sebuah aliansi untuk berperang dengan kelompok mereka?" ujar Zoan sambil masing-masing tangannya mengelus dan menepuk lembut pundak kedua anak kecil yang ada disisinya.


"Jelaskan !" ucap sang kaisar Benua hijau meminta penjelasan dibalik ucapan dan pertanyaan Zoan.


"Kita akan membuat aliansi dengan semua pihak yang menentang kelompok assosiasi pembunuh itu, bahkan menurut perjalananku dan analisis ku di aliran hitam sekalipun ada beberapa yang tidak menyukai kelompok itu. Selain itu saya memerlukan persetujuan yang mulia kaisar, terlebih dahulu." ungkap Zoan menjelaskan maksudnya.


"Tak masalah, aku akan menyetujuinya. Sebenarnya dari pihak kekaisaran juga telah mengirimkan beberapa orang ke setiap kerajaan, namun entah mengapa sampai sekarang masih belum ada laporan. kamu lihat sendiri kan di ruangan tidak cukup sepi?! bahkan para dewan serta petinggi yang selalu membantu ku disini juga ikut diterjunkan langsung. Untuk menyelidiki dan membantu kerajaan-kerajaan yang terkena serangan dari kelompok assosiasi pembunuh itu. tapi tatap saja sampai saat ini masih belum ada laporan." ucap sang kaisar Benua Hijau memijat keningnya saat mengingat hal itu. ia juga ingat saat ini di kekaisaran nya hanya ada beberapa orang yang memiliki ranah kultivasi tingkat tinggi.


"em, untuk sisanya yang mulia bisa serahkan kepadaku. Saya hanya memerlukan tanda tangan persetujuan yang mulia kaisar dalam surat-surat yang saya bawa ini." ucap Zoan sambil mengeluarkan 16 kertas yang di dalam nya berisi tentang sebuah ajakan agar bergabung dalam aliansi.


Zoan pun menyodorkan satu kertas ke sang kaisar Benua Hijau, tentu sang kaisar pun menerima dan membacanya dengan teliti.


" Tak masalah aku akan menyetujui surat ini, lagi didalam surat ini semuanya saling diuntungkan. Bagus aku menyukai usulan dari surat ini !! mana sisanya biar langsung saya tanda tangani " ucap sang kaisar Benua hijau sambil mengalirkan energi spiritual serta meneteskan setitik darahnya kedalam salah satu surat yang dibawa Zoan itu. Tanda tangan di dunia kultivator tidak sama dengan tanda tangan pada umum nya, namun menggunakan energi spiritual dan setitik darah yang menandatanganinya, Serta surat yang berhasil ditanda tangani itu biasanya disebut sebagai Dekrit. Dekrit sendiri bermacam-macam, diantaranya adalah Dekrit desa, ibukota, raja, kaisar bahkan sampai dewa dan seterusnya. Setiap dekrit yang ada tidak bisa diubah oleh siapapun.


"Terimakasih yang mulia kaisar, sisanya serahkan padaku. Kita akan melakukan pertemuan tiga hari dari sekarang, lebih cepat lebih baik." ucap Zoan mengambil kembali surat-surat yang sudah menjadi dekrit kaisar itu. Ia memutuskan untuk segera pamit dan melaksanakan tugas bagiannya.


"Yah, baik lah. Berhati-hatilah pendekar peniru, aku harap semuanya berjalan sesuai rencana." ucap sang kaisar Benua Hijau lalu diangguki oleh Zoan.


"Pendekar peniru !!! jika kau bisa memenangkan pertempuran ini kau bisa meminta 3 permintaan padaku apa saja, asalkan permintaan itu dalam ruang lingkup kesanggupan ku." ucap sang kaisar dengan wajah serius sesaat sebelum Zoan pamit pergi dan menghilang berteleportasi.

__ADS_1


Zoan yang mendengar itu mengangguk kembali dan tersenyum senang. Tentu saja ia senang bagaimana tidak senang?! Ketika seseorang ditawari seperti itu dan lagi sang kaisar yang memberi penawaran itu, serta merupakan penguasa tertinggi di benua yang ia(Zoan)tempati sekarang.


__ADS_2