Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 25 : Kembali & Menjemput Syi nie serta Zuan lu


__ADS_3

Setelah selesai mengumpulkan inti inti monster iblis serta 10 batu giok regenerasi dan memasukannya kedalam cincin ruang, Zoan pun menghampiri leo, Jai juga teman temannya yang lain. Terlihat saat ini mereka sedang fokus memulihkan semua energi spirit yang sudah terkuras,.


Sesampainya Zoan di tempat mereka, " Saudara ku apa sudah kamu kumpulkan inti inti monster iblis tersebut?" tanya Jean sambil mengakhiri kultivasinya


" Sudah saudara ku, dan aku berencana tuk memberikan beberapa ke guild sebagai bukti serta tuk aku serap sisanya" ucap Zoan


" lalu kami...? " tanya Jean lagi


" tenang saja kalian akan aku berikan kristal inti beast dengan tingkat dan ranah sama dengan para monster iblis yang telah kalian kalah kan sebagai gantinya " ucap Zoan


" Terimakasih saudaraku " ucap Jean.


" ya sama sama saudaraku" jawab Zoan kembali.


" Untuk malam ini lebih baik kita bermalam di hutan ini berkultivasi atau beristirahat lebih dahulu " ucap Zoan kembali.


Awalnya ia berencana tuk langsung kembali dan melapor ke guild mengenai keberhasilan misi mereka, namun ia mengurungkan niatnya setelah melihat teman temannya yang kelelahan, meski mereka sempat beristirahat sebentar saat pertarungan akan tetapi energi mereka terkuras kembali saat ikut lagi bertarung.


Kali ini yang menyiapkan semua makanan adalah Zoan yang dibantu oleh Jai dan leo. Sesaat kemudian makanan yang dimasak sudah matang, mereka semua pun makan bersama ditemani langit malam beralaskan rumput.


Keesokan harinya Zoan beserta lainnya kembali menuju guild menggunakan kereta kuda, untuk Leo sendiri Zoan menyuruhnya untuk kembali kedalam artefak dimensi serta menjaga Jenita.


" teman teman sesampainya diguild mari kita melakukan misi lagi,?" ucap Zoan.


" ayo, siapa takut hehe..." ucap Zuab.


" baiklah lagi pula dengan melalui banyak pertarungan kita bisa menjadi kuat dan menambah pengalaman kita" ucap Jean.


" aku setuju" ucap intan


" okeh " ucap Cause.


" tuan muda, sebelum itu lebih baik kita jemput cucu Zheng lu serta istri putranya zheng lu" ucap Jai tiba tiba


" ya kau benar " ucap Zoan.


" Siapa Zheng lu, saudaraku " tanya Jean penasaran, begitu pun yang lainnya memberikan tatapan ingin tahu,


" Zheng lu adalah pria paruh baya yang saya pernah temui saat sedang mencari sebuah harta dari peta yang saya beli, ia juga menitipkan cucu serta istri dari suaminya tuk saya jaga" ucap Zoan


" lha terus kenapa nggak pria Zheng lu itu yang menjaga mereka malah dititipkan kepadamu saudaraku?" tanya Jean bingung


" yaa itu karena pria Zheng lu yang saya temui hanya serpihan roh atau ia sudah meninggal dan lagi pula saya bertemu dengannya secara tak sengaja di sisa sisa reruntuhan klan kuno " ucap Zoan lagi menjelaskan


" eh, seperti itu ya" ucap jean


" ya" ucap Zoan singkat


" terus bagaimana dengan cucunya serta istri dari anak si Zheng lu tersebut, ia ada dimana sekarang ?" tanya Cause penasaran.


" dia ada di Desa Zuran yang merupakan desa berada di kerajaan Garei disebelah Selatan Benua Hijau yang dipimpin oleh Xian Garei." ucap Zoan


" mereka bernama Zuan lu sang cucunya, dan istri dari putra zheng lu adalah Syi nie untuk suaminya saya lupa namanya siapa" ucap Zoan kembali menambahkan.


" okeh saya paham" ucap Jean serta Cause diiringi oleh Zuab mengangguk, sementara intan terlihat terus berkultivasi serta tak menghiraukan obrolan tersebut.


" Sudah lah , lebih baik kalian berkultivasi atau beristirahat besok kita akan berangkat tuk melaporkan hasil misi ke guild" ucap Zoan, lalu ia pergi keatas pohon tuk berkultivasi, gelap nya malam terus berlalu tepat saat tengah malam Zoan mengakhiri kultivasinya lalu ia melirik kebawah dan terlihat teman temannya tertidur lelap kecuali Jai dan intan yang masih berkultivasi, sementara jai ia ditugaskan tuk melihat lihat keadaan sekitar serta memastikan aman.


" hm, wanita kuat, namun sayang ia terlihat jarang bicara sehingga saya belum cukup mengenalnya seperti Jean dan yang lainnya " gumam Zoan sambil melirik intan.


" apa saya harus berbicara dengannya ya?" gumam zoan berfikir. Setelah cukup lama berfikir akhirnya ia melompat dari atas pohon dan menghampiri intan.


" hey, maaf mengganggu waktunya" ucap Zoan.


" iya, ada apa " ucap intan membuka mata mengakhiri kultivasinya.


" bisakah kita berbicara?" tanya Zoan.


" ya bisa " ucap intan datar.


" kenapa kamu jarang berbicara ?" ucap Zoan tanpa basa basi.


" gak apa apa, saya kurang suka saja" ucap intan datar.


" ouh yasudah, terimakasih sudah menjawab pertanyaan ku, dan silahkan lanjut kultivasinya " ucap Zoan lalu ia pergi dan melompat keatas pohon


" hah..." ucap intan terkejut, ia terkejut serta kesal karena apa yang dibicarakan Zoan terlalu singkat tanpa basa basi.


"hehe..." cengengesan Zoan diatas pohon, saat melihat ekpresi intan.


" ah, iya lebih baik saya melanjutkan tuk mempelajari hukum ruang dan waktu " ucap Zoan lagi, serta mengeluarkan sebuah buku yang pernah ia baca namun ia masih belum memahaminya.


" Ruang adalah tempat untuk melakukan suatu proses dapat juga diartikan cangkang suatu peristiwa,. Ruang dapat memunculkan tempat kosong dan memberikan tempat baru.


Waktu adalah seluruh rangkaian saat terjadinya proses, keadaan berada atau berlangsungnya sebuah peristiwa. Waktu dapat mempercepat serta memperlambat suatu hal, cukup mudah tuk dipahami namun sulit tuk dilakukan" ucap Zoan berfikir.


" tapi kalo di fikirkan lagi ruang dan waktu itu , seperti cahaya dan kegelapan, api dan air, kehidupan dan kematian, siang dan malam, mereka selalu saling berhubungan dan membutuhkan walau bertentangan" ucap Zoan berfikir keras berusaha tuk memahami


" Baik lah mari kita coba" ucap Zoan tiba tiba, lalu ia berdiri di atas pohon dan melambaikan tangan kanan nya yang dilapisi hukum ruang.


wush ....


sebuah retakan hitam muncul di depan Zoan,


" Satu lagi " ucap Zoan, lalu ia melambaikan tangan kirinya yang dilapisi hukum waktu.

__ADS_1


wush .....


terlihat aliran seperti bola angin yang cepat berhembus namun kadang pula lambat, cepat kembali dan lambat kembali.


" Jadi seperti itu, bagaimana kalau begini," ucap zoan, ia lalu mulai menyatukan kedua tangannya yang sudah ia aliri dua elemen ruang dan waktu.


bushh ....


Duarrr....


" aihk ternyata belum berhasil juga" ucap Zoan ketika melihat kedua elemen tersebut malah meledak. Suara ledakan tersebut juga berhasil membangunkan teman temannya,


" apa ada musuh ? dimana dimana ?" ucap Zuab langsung berdiri dari tidurnya. Begitu juga dengan yang lain mereka terlihat berdiri waspada. Hanya intan dan Jai yang tak terkejut karena sebelumnya mereka mengetahui bahwa Zoan sedang berlatih entah berlatih apa pastinya.


" huft, haha...haha... " tawa Jai terdengar.


" apa yang kamu tertawaan tuan Jai" tanya Cause yang masih berdiri waspada.


" maaf maaf , suara ledakan itu berasal dari latihan saya barusan " ucap Zoan tiba tiba menghampiri disertai merasa bersalah karena telah membangunkan istirahat mereka.


"aihkk...." ucap Jean menggaruk kepalanya yang tak gatal


" memangnya latihan apa, sampai menghasilkan ledak seperti itu tuan muda ?" tanya Cause


" hukum ruang dan waktu" jawab zoan.


" hem, jadi saudara ku juga memiliki kecocokan elemen dengan ruang dan waktu" ucap Jean.


" Bukan hanya itu saja bahkan tuan muda juga memiliki kecocokan dengan semua elemen" ucap Jai tiba tiba menimpali.


" Ap-apa itu serius ?? tanya Jean melirik Zoan


" iya ,hehe..." ucap Zoan


" benar benar pemuda yang luar biasa" ucap intan dalam hati saat mendengar bahwa Zoan memiliki kecocokan dengan semua elemen.


" woah, hebat hebat tuan Zoan, tak salah kami mengikuti dan berteman dengan mu" ucap Cause ,lalu di ikuti anggukan serta bangga oleh semua teman temannya termasuk intan.


" terimakasih " ucap Zoan.


Setelah itu mereka mengobrol sampai tak terasa malam pun berlalu berganti mentari pagi, obrolan mereka pun juga ikut terhenti, mereka mulai bersiap siap tuk kembali menuju guild, kali ini guild petualang yang mereka tuju adalah guild petualang cabang yang terletak didesa Zuran tepatnya di kekuasaan kerajaan Garei disebelah Selatan Benua Hijau yang dipimpin oleh Xian Garei. lagi pula ada tujuan lain yaitu tuk menjemput Syi mie serta putra nya Zuan lu.


Awalnya Zoan tak mengetahui hal itu , namun Jean memberitahunya bahwa markas guild di desa zuran terletak di sebuah hutan desa Zuran dan hanya diketahui segelintir orang terkhusus bagi anggota guild lama, tujuan awal membuat markas guild ditengah hutan adalah tuk mencari serta melihat informasi para penjahat seperti badit, perampok,serta bahkan sekte sekte terkhusus aliran hitam namun tidak aliran hitam saja yang mereka kumpulkan informasinya melainkan sekte aliran putih juga. Dari perkataan Jean juga, Zoan dapat mengetahui bahwa sekte sekte yang merupakan *A**liran putih* : Akademi Zuang Guang, sekte raja wali, sekte harimau putih, Akademi colzie , Akademi Elemen, Akademi Dixsa, sekte daun 9 warna, sekte mawar putih, sekte anggrek kuning dan sekte Merak.


Aliran hitam :


Akademi lubang hitam, Akademi kegelapan, Akademi darah, Akademi kematian , sekte kelelawar, sekte malam darah, sekte kalajengking, sekte ular, sekte Unicorn merah, dan sekte gerhana.


Aliran netral yang diketahui Jean :


Guild Petualangan Serigala( Zoan saat ini)


Asosiasi Bulan Perak


Asosiasi Bulan Bintang dan Asosiasi Alkemis


...****************...


Zoan dan teman temannya pun sampai di depan desa Zuran, selama diperjalanan mereka tak mengalami pertarungan besar, mereka hanya mengalami pertarungan pertarungan kecil seperti melawan para binatang beast ranah emas bintang 3, hal tersebut bukan lah masalah bagi mereka.


Zoan serta yang lainnya masuk setelah membayar uang sebesar 50 koin emas total semuanya. mereka sengaja tuk tidak memperlihatkan keanggotaan guild kali ini, sebab mereka tidak mau tuk selalu mencolok.


Sesampainya ditengah desa Zuran mereka pergi tuk mencari pil pil penyembuh, pil penambah energi serta peningkat kultivasi khususnya untuk teman teman Zoan.


" bagaimana apa sudah menemukannya?" tanya Zoan.


" ya, kami menemukannya toko tersebut berada di sebelah sana" tunjuk Jean.


" Baiklah mari kita kesana" ucap Zoan. Mereka pun pergi menuju toko tersebut, Sesampainya didepan toko yang bernama " toko Alkemis ".


" ada yang bisa saya bantu tuan tuan " ucap sang resepsionis sesaat melihat beberapa pemuda datang menghampiri.


" saya mau 30 pil penyembuh, 20 pil peningkat kultivasi serta 100 pil penambah energi " ucap jean.


" untuk tingkatan pil nya semuanya berada di tingkat surga" ucap jean. lagi.


" baik silahkan ditunggu sebentar" ucap sang resepsionis lalu, sang resepsionis pergi masuk kedalam toko.


Beberapa saat kemudian sang resepsionis kembali sambil membawa sebuah kotak ukuran sedang.


" ini mohon diperiksa, didalamnya terdapat pil pil yang tuan tadi pesan" ucap sang resepsionis sambil memberikan kotak tersebut. Jean beserta yang lainnya pun membuka kotak tersebut, saat terbuka dari dalam kotak tersebut tercium wangi pil yang menyengat.


" lengkap ,berapa semuanya " ucap Zoan.


" semuanya jadi 1000 koin emas " ucap sang resepsionis.


" baiklah ini, " ucap Zoan sambil menyerahkan 1000 keping emas.


" terimakasih " ucap sang resepsionis.


" ya sama sama" ucap Zoan lalu mereka pergi meninggalkan toko tersebut.


" sekarang mari kita ke hutan tuk melapor ke guild lebih dahulu lagi pula rumahnya Syi nie serta zuan lu tak jauh dari hutan tersebut " ucap Zoan mengajak.


" baiklah ayo " ucap yang lainnya.

__ADS_1


" jangan lupa entar pimpin jalannya,saudaraku" ucap Zoan, sambil menepuk pundak Jean.


"beres tenang saja" ucap Jean.


Jarak antara hutan Zuran serta desa


sangat berdekatan,tanpa menunggu lama mereka pun sampai dan pergi masuk kedalam hutan tepatnya di sebuah tebing, Sesampainya disana Jean lalu menekan salah satu batu yang ada di tebing tersebut lalu menempelkan lencana guild ke batu tersebut, tiba tiba dibalik tebing tersebut muncul sebuah pintu dan tak lama kemudian pintu tersebut pun terbuka. Mereka pun memasuki nya, disepanjang terowongan tersebut terdapat banyak sekali obor, selain itu mereka juga dapat mendengar banyak suara manusia yang sedang saling berbicara satu sama lain.


" hm sepertinya cukup ramai ya, walau dibawah tanah" ucap Zoan saat sampai dan melihat keadaan guild petualang.


" ya kamu benar saudaraku" ucap Jean.


" Berhenti, tunjukan identitas kalian" kata sang penjaga guild, mereka berjumlah 4 orang masing orang tersebut berada di ranah Diamond.


" ini" ucap Cause lalu menyerahkan lencana guild miliknya, yang bertuliskan level 3 sama dengan lencana milik Jean, Zuab dan intan.



contoh ilustrasi keadaan guild petualang dibawah tanah.


" Baik silahkan masuk, maaf sebelumnya " ucap sang penjaga tersebut sopan, Mereka berenam pun akhirnya masuk lalu mereka pergi ke tempat manager guild dan melaporkan tentang keberhasilan misi mereka.


" hm, misi rank S atau tingkat 1: membasmi sekumpulan monster iblis selesai " ucap sang manager sambil mencoret lembaran misi tersebut.


" mohon sebelumnya tuk memperlihatkan bukti nya" ucap sang manager lagi.


" ini silahkan dilihat dan diperiksa " ucap Zoan sambil mengeluarkan beberapa inti para monster iblis, serta tak lupa ia juga memperlihatkan beberapa inti petinggi monster iblis.


" baiklah inti inti iblis ini akan saya ambil dan digunakan tuk bukti penyelesaian misi ini" ucap sang manager dengan menyerigai.


" sudah kuduga" gumam zoan, "untungnya itu hanya sebagian kecil nya saja saya berikan hehehe..." batin Zoan. Dari awal Zoan melihat sudah dapat menebak bahwa hal itu itu akan terjadi, ia juga melihat manager guild tersebut kurang baik dimatanya.


" ini bayaran kalian " ucap sang resepsionis menyerahkan 1000 koin perak.


" Cih, dasar licik " ucap Jean


" apa kau bilang...." ucap sang manager membentak.


" maafkan saudara saya, ia memang begitu" ucap Zoan, sebenarnya ia juga kesal dan marah namun ia tak ingin membuat keributan ditempat ini, selain itu ia dapat melihat dan merasakan bahwa ditempat ini terdapat aura hitam dan kematian yang cukup pekat, berbeda dengan tempat guild guild yang pernah Zoan temui.


" tenanglah saudaraku jangan buat keributan disini" bisik Zoan.


Jean pun diam setelah mendengar bisikan Zoan serta langsung memperhatikan sekitar.


" Bagus lah, lebih baik kalian bawa teman mu itu" ucap sang manager arogan menunjukan sifat aslinya.


" maaf sebelumnya, nona tolong jangan bicara arogan didepan tuan muda saya" ucap Jai yang telah bersiap dengan pisau es nya namun dihentikan oleh Zoan.


" cukup " ucap Zoan serius.


"Ba-baik tuan muda" ucap Jai.


" hahaha.... tuan muda ternyata" ucap sang manager tertawa.


" sudahlah ,kedatangan saya kesini tuk melaporkan keberhasilan misi serta mengambil misi terbaru " ucap Zoan serius dengan tatapan tajam.


" Baiklah, ini misi terbaru nya silahkan kalian pilih " ucap sang manager kesal sambil memperlihatkan beberapa lembaran kertas yang berisi misi misi terbaru guild.


" Saya pilih misi ini " ucap Zoan, menunjuk selembar kertas yang berisi misi pengawalan untuk kerajaan Alvous untuk lebih detailnya dapat pergi ke kerajaan Alvous,. Misi ini tergolong tingkat Sss+ atau setara dengan tingkat 0(nol), serta diharuskan membuat party.


" kamu yakin saudara ku?" tanya Jean, " ya saya sangat yakin" jawab Zoan.


" baiklah kami mengikuti mu saja saudaraku" ucap Jean kembali begitupun yang lain mengangguk setuju. Setelah mengambil melaporkan misi serta mengambil misi mereka tak berlama lama ditempat tersebut, mereka keluar melalui tempat awal masuk,.


" mari kita kerumah Syi nie serta zuan lu , sebelum pergi tuk kerajaan Alvous (istana)" ajak Zoan.


Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai di depan rumah Syi nie.


tuk..., tuk..., tuk...,


" permisi, maaf ini saya Zoan" ucap Zoan sambil mengetuk pintu.


" iya tunggu sebentar " jawab seseorang dari dalam, ia tak lain dan tak bukan adalah Zuan lu yang saat ini sudah menginjak usia 10 tahun kurang lebih.


" eh, kak Zoan silahkan masuk sini kak" ucap Zuan lu ramah.


" ibu,.. ibu..., ada kak Zoan" ucap sini memanggil ibunya.


" iya iya " suara Syi nie dari arah dapur, lalu ia pun bergegas tuk menghampiri Zoan.


" nak Zoan silahkan duduk dan teman temannya juga silahkan " ucap Syi nie.


" Baik terimakasih " ucap Zoan


" terimakasih bibi" ucap Jean lagi.


" ya sama sama, ngomong ada perlu apa nak Zoan kesini?" tanya Syi nie tanpa basa basi takut ada apa apa.


" nggak saya cuma mau mengajak ibu Zuan lu serta zuan lu tuk ikut tinggal dengan saya...." ucap Zoan lalu ia juga menjelaskan alasan serta siapa yang menyuruhnya. Setelah mengetahui hal itu Syi nie menunduk sedih mengingat suaminya yang pergi dari klan kuno nya tuk membela kerajaan Garei namun ditengah pertempuran ia meninggal, serta Syi nie mendengar isu bahwa suaminya meninggal bukan hanya karena peperangan saja namun juga karena ada seseorang yang meracuninya, untuk kedua pedangnya saat itu kebetulan suami Syi nie atau biasa dipanggil pendekar pedang bintang, tak membawa kedua pedang tersebut ia malah menggunakan pedang pemberian dari seorang jendral kerajaan, entah apa yang terjadi namun pastinya ia meninggalkan kedua pedang bintang tersebut bahkan seolah olah suaminya Syi nie mengucapkan selamat tinggal terhadap pedang tersebut tuk diwariskan ke orang yang tepat atau ke putra nya tersebut. Nama suami Syi nie adalah Ziang lu.


" Baiklah saya dan putra saya akan ikut tetapi dimana kami tinggal?" tanya Syi nie bingung.


" kalau soal itu ibu bisa tinggal di artefak dimensi saya" ucap Zoan, lalu ia melambaikan tangannya dan terlihat lah pusaran dimensi.


" mari masuk , sementara tuk hal lainnya seperti pakaian, makanan atau tempat tinggal sudah saya siapkan didalam dan juga disana ada teman saya Leo yang akan menjaga kalian dan Jenita dapat dijadikan sebagai teman ngobrol pasti ia juga senang" ucap Zoan, Setelah mengetahui hal itu Syi nie dan Zuan lu yang awalnya merasa agak enggan takut sendiri di dalam tempat tersebut, akhirnya masuk tak lupa juga Zoan mempersilahkan semua temannya masuk dan terakhir sebelum tertutup ruang dimensi tersebut, Zoan sendiri memasukinya.

__ADS_1


jangan lupa like, komen and vote nya


see you next chapter.....


__ADS_2