
Waktu terus berjalan, perlahan namun pasti kini Jai dan Viktor mulai mendominasi pertempuran.
Kini tersisa hanya 2 orang komandan pasukan yang tersisa, kedua komandan pasukan itu masih terus memberikan perlawan kepada Jai dan Viktor, kedua komandan pasukan itu adalah si hitam dan si Ungu, Hal itu memang cukup wajar karena mereka berdua adalah 2 komandan pasukan yang terkuat diantara kelimanya apalagi si Ungu, menggunakan artefak yang dapat melindungi serta memberikan serangan balik pada lawan nya.
"Ungu, bagaimana ini? aku tak yakin kita bisa menghabisi mereka berdua bahkan untuk kabur pun, saya rasa akan sulit..." ucap si hitam melompat mundur setelah melakukan pertukaran dengan terkaman Viktor.
Si ungu yang berada tak jauh dari si hitam mendengar itu pun langsung ikut mundur menghampiri, " Sebenarnya kita bisa saja kabur namun harus ada satu dari kita yang menahan mereka berdua sekaligus." ungkap si Ungu sambil terus melirik waspada pada Jai dan Viktor didepan nya.
Terlihat juga Viktor dan Jai cukup terengah-engah karena mereka dipaksa terus menggunakan teknik elemen es yang dapat mempengaruhi sekitar meski efektif namun jika terus berlanjut mereka akan kehabisan energi spiritual.
Groarrghh...
wush...
Viktor tiba-tiba melesat dengan sangat cepat kearah dua komandan yang sedang berdiskusi itu, Nampaknya Viktor tak ingin membicarakan lawan nya bersantai walau pun sejenak.
"Hem,... Saudaraku, terlalu bersemangat !" ungkap Jai tersenyum sesaat melihat Viktor sang singa es menerjang kearah dua komandan pasukan itu sekaligus.
Baik terkaman, gigitan, ataupun bola-bola es yang ditembakkan dari mulutnya, Viktor terus melakukan hal itu. Hingga suatu ketika Viktor terkena tendangan yang dilancarkan oleh si ungu tepat mengenai perutnya dan terpental menabrak salah satu rumah warga.
buakk...
duarr....
Rumah yang bertabrakan dengan tubuh Viktor hancur, disertai ledakan seperti layaknya rumah yang dirobohkan secara paksa. Beruntung di rumah itu tidak ada siapapun karena pemilik dari rumah itu telah berhasil di evakuasi, oleh beberapa orang yang berasal dari guild petualangan serigala beberapa waktu sebelum pertarungan sengit itu terjadi.
Groarrgh...
Viktor bangun dari reruntuhan itu, akan tetapi baru juga berdiri ia kembali terkena sebuah serangan yang mengakibatkan tubuhnya kembali terdorong. Viktor pun kembali terpental kali ini ia terpental hingga menabrak 3 rumah sekaligus, Tentu Jai yang melihat hal itu ia merasa khawatir. Tetapi ia juga tak bisa berbuat lebih banyak lagi karena dia juga disibukan oleh si Ungu yang melesatkan serangan kearahnya.
"Saudaraku...!" teriak Jai khawatir
"Fokus didepan mu, beast bodoh !" ungkap si ungu sambil menebaskan pisau belati ya kearah wajah Jai, beruntung dengan cukup cepat Jai menghindarinya, dengan cara langsung melompat mundur dan bertranformasi menjadi seekor burung elang.
Didalam batin nya Jai bergumam " Teriakan Elang : Suara pengacau konsentrasi !"
Kwak....kwakk....
sebuah suara yang semakin lama semakin sering itu serta dibalik suara itu memancarkan energi spiritual yang mana hal itu cukup efektif mengacaukan pikiran si Ungu.
Tentu Jai tak menyia-nyiakan hal itu ia melesat terbang dengan cepat kearah dimana Viktor berada, sesampainya ditempat nya Jai melakukan hal sama kepada si hitam.
kwakk... kwakk...
Groargh....
groarrghh...
Viktor seakan mengerti, ia langsung melesatkan cakarnya ke arah si hitam. Viktor berhasil mengenai salah satu wajah serta mata kiri si Hitam, hingga membuatnya merintih kesakitan.
Groarrgh...
Viktor kembali mengaum, ia lalu melesat, menerkam si Hitam Bahkan ia mulai menggigit serta mencabik-cabik tubuh si hitam yang kini tidak bisa konsentrasi penuh, alasannya tentu si Hitam lagi berusaha untuk menghentikan pendarahan pada mata serta wajah sebelah kirinya.
Beberapa menit kemudian Viktor telah berhasil membunuh Si Hitam, Jai yang melihat itu langsung kembali terbang kearah si Ungu, akan tetapi sesaat Samapi ia tak melihat nya.
Kwakkk...!!
Ungap Jai kesal, lalu ia kembali berubah mewujud manusia.
"Cih, berhasil kabur !" ungkap Jai sambil merilik ke sekitar. ia pun melesat beberapa serangan dengan menggunakan energi spiritual yang tersisa untuk menghabisi para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh yang masih hidup namun terluka.
wush...
__ADS_1
Duarr... duarr... !!
Serangan-serangan yang dilancarkan Jai berhasil membunuh beberapa anggota asosiasi pembunuh itu.
Groarrghh....!
Viktor datang ia pun juga melakukan hal sama, ia melesat ke sana kemari guna mengakhiri hidup para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh itu.
Ditempat Zoan berada
Pertarungan antara Jai, Leo dan Zoan kini sebenarnya tidak terlalu jauh dan terletak memang dekat dengan markas Guild petualang Serigala yang merupakan tempat dimana Zoan awal mendaftarkan.
Yang menjadi pembeda nya hanyalah arah serta beberapa mayat yang banyak serta cukup menghalangi jarak.
"Terimakasih tuan Zoan, maaf merepotkan...!" ucap salah seorang dari anggota guild petualangan serigala yang nampaknya mengenali Zoan.
"Yah, Sama-sama. Silahkan pulihkan diri lalu bantu yang lain untuk saling melindungi diri serta melindungi para warga biasa yang masih tersisa." ungkap Zoan sambil meletakan sang pria itu didekat sebuah pohon yang mana letak pohon itu cukup sepi dari pertarungan.
Sementara itu beberapa bayangan Zoan telah berhasil beberapa anggota asosiasi pembunuh itu. Di lain sisi Zoan juga menemukan 10 anggota World Explorer akan tetapi yang masih dapat bertahan hanya tinggal 5 orang itu pun Mereka sudah mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya.
Cukup mudah memang karena pada bagian ini hanya terdiri dari pada para anggota asosiasi pembunuh yang menang banyak dalam hal jumlah saja. Hal itu itu tidak begitu berarti dihadapan Zoan.
" Elemen kayu : 25 pilar hantaman kayu !"Gumam Zoan dari kejauhan disertai tangan kanan yang menyentuh tanah sesaat tangannya itu sudah bercampur dengan energi spiritual elemen kayu.
buakk...buakk...
Sebuah hantaman kayu yang tiba tiba muncul dari dalam tanah, langsung menyerang, para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh itu.
Clabb... clabb...!!
"argh..!"
arggh..!"
Teriakan-teriakan yang terdengar akibat terkena teknik elemen kayu Zoan terdengar sangat jelas. ada yang langsung tusuk pada bagian jantungnya, ada juga yang tertusuk tepat mengenai selangkangannya. Setiap hantaman pilar kayu itu memiliki ujung yang runcing, bahkan dapat menembus orang yang memiliki ranah perunggu-Platinum. Hal itu merupakan salah satu yang menjadi keuntungan Zoan di area Selatan ini.
Aura kegelapan yang padat menyelimuti ketujuh bayangan itu, mereka menebaskan pedangnya, dalam tebasan itu mengandung energi spiritual kegelapan yang pekat serta dapat memberikan efek rasa sakit yang 5× lipat pada Si korban.
Pertarungan itu memang cukup singkat serta itu merupakan hal baik bagi orang-orang di desa itu. Memang benar cukup banyak korban yang berjatuhan terkhusus dari pada para anggota Guild Petualangan Serigala.
Satu hari berlalu dengan begitu cepat kini terlihat banyak bangun yang sedang sedikit demi sedikit dibangun, meski pertempuran di luar sana belum usai terkhusus di kerajaan-kerajaan lain serta ibukota. Selama satu hari itu Zoan juga banyak membantu di desa tersebut, ia memakan cukup banyak mayat bersama dengan orang-orang yang berhasil dievakuasi. Suara tangis, Marah, kehilangan orang berharga, dan Benci saling bercampur aduk di desa itu kini.
"Aanakku, maafkan yah yang tidak berguna ini...!" ungkap seorang laki-laki paruh baya, sambil menatap kearah jasad anaknya.
"Ibu,.. ayah... kenapa kalian meninggalkan ku !" suara seorang anak laki-laki berumur 10 tahun bersama dengan seorang anak perempuan disampingnya.
" Hiks... hiks... " Suara tangis seorang perempuan berumur 7 tahun terdengar oleh Zoan lalu memperhatikannya dari arah cukup jauh.
"Hem, anak yang malang...!" ucap Zoan sesaat setelah menguburkan seorang mayat didepannya.
Zoan berjalan menghampiri kedua anak itu, ia menepuk pundak anak laki-laki serta anak perempuan yang menangis itu.
Sang anak laki-laki itu menoleh kearah Zoan berada dan, "Kenapa harus terjadi kepada kami, padahal kami tidak tahu apa-apa dan bukan kultivator ?" ungkap sang anak sambil terus mengusap air matanya yang perlahan turun, yang awalnya anak laki-laki itu terlihat tegar karena di sampingnya ada adiknya.
Namun sesaat ada orang yang menepuk pundaknya serta melihat tatapan yang sangat tulus itu, sang anak laki-laki mengatakan keluhannya.
Zoan yang mendengar itu hanya diam serta mengusap-ngusap kepala kedua anak itu, "Bersabarlah ini lah yang nama nya hidup , setiap yang hidup akan mengalami kematian tak peduli sekuat apapun... "ucap Zoan tiba-tiba mengatakan hal yang tidak ia sadari, ia juga perlahan mengingat kejadian Diman kakeknya meninggal serta intan dan Jenita yang mati karena dikhianati temannya. ia juga tak sadar air matanya sedikit berair mengingat semua hal itu.
"Kakak, kenapa ?" tanya sang anak laki-laki, mendengar hal itu tentu Zoan tersadar dan langsung mengusapkan tangannya guna menghapus air dimatanya.
"Tidak apa-apa, Apakah kalian ingin menjadi kuat...?" tanya Zoan tiba-tiba, sebenarnya niat awalnya ia ingin mengurus kedua anak itu serta tak ingin mengajari teknik kultivasi, namun setelah memikirkan lebih lanjut ia merasa tak akan bisa untuk selalu disamping kedua anak itu dan melindunginya.
Zoan cukup tau di dunia ini sangat banyak menggunakan hukum rimba, maka dari itu ia ingin kedua anak itu setidaknya dimasa depan dapat melindungi dirinya sendiri selain itu ia berharap juga kedua anak itu dapat membantunya karena itu lebih baik.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan dan ditawarkan oleh orang yang belum mereka kenal, tentu anak laki-laki itu sedikit ragu sampai tiba anak perempuan yang sedari tadi menangis kini berhenti dan menengok kearah Zoan.
"Apakah kakak, bisa membuat ku kuat?" tanya sang anak perempuan masih dengan mata berair menatap kearah Zoan.
"Tentu, Kakak bisa membuat kalian kuat. Tapi sebelum itu perkenalkan namamu anak cantik..." ungkap Zoan dengan tangan kirinya mengusap lembut kedua mata gadis itu yang berair.
melihat dan mendengar hal itu kedua anak itu pun sedikit terdiam, dan tak lama sang anak laki-laki, memulai kembali obrolan.
"Namaku Dong Peng, maaf kakak sebelumnya." ungkap anak laki-laki bernama Dong Peng(umur 10 tahun).
"Ak-aku Mei Su !" ujar anak perempuan(umur 7 tahun) memperkenalkan diri dengan sedikit gugup.
"Okeh salam kenal Dong'er, Mei'er. Nama kakak adalah Zoan, kalian boleh panggil kakak atau apa saja sesuka kalian" ucap Zoan sambil tersenyum ramah. Walaupun dalam hati ada sedikit mengganjal mengenai nama mereka, namun untuk saat ini ia menerus hal itu terlebih dahulu.
"Baiklah pertama-tama mari kita bawa jasad kedua orang tua mu ketempat kakak, lalu setelah itu kita akan memberi penghormatan terakhir kepada kedua orang tua kalian. Apakah kalian setuju?!" ungkap Zoan yang kini sedang memeluk kedua anak itu,.
Tidak ada alasan khusus Zoan merekrut mereka ia hanya ingin masa depan anak itu lebih baik serta dalam pengawasan nya, ia tak ingin kedua anak itu menjadi korban para penjual budak tidak manusiawi.
Mendengar perkataan itu, kedua anak itu mengangguk, tanda setuju dengan perkataan Zoan.
Zoan pun melambaikan tangan dan sebuah pusaran gerbang dimensi dari artefak ruang terbuka. Nampak keterkejutan dari kedua anak itu, Zoan hanya tersenyum hangat. Selain itu ada beberapa pasang mata lainnya yang melihat itu, terutama ada satu dan dua orang yang serakah dan bodoh dengan rencana busuk mereka. Zoan pun menyadari hal itu ia hanya tersenyum kecut dan membiarkannya untuk saat ini.
"Zuan lu, Jean keluarlah dan bantu masukan jasad kedua orang itu. Setelah itu kalian jemput Jai, Viktor dan kelima orang dari anggota kita." ucap Zoan melalui telepati.
Beberapa detik kemudian dari pusaran itu muncul dua orang pemuda yang satu terlihat bersemangat dan energik, sementara yang satu terlihat sedikit berwibawa walaupun kini terlihat tinggal tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih belum tumbuh kembali.
Kedua orang itu mengangguk dan menghampiri Zoan, lalu melangkah kearah dua jasad didepan Zoan dan kedua anak itu. Awalnya kedua anak itu terlihat tersentak saat jasad kedua orang tuanya dibawa oleh orang asing, namun orang yang mereka panggil kakak(Zoan) itu mengatakan bahwa orang-orang itu temannya. Walau masih ragu kedua anak itu akhirnya mencoba mempercayainya.
" Bagus sekarang cari Viktor, Jai dan kelima orang anggota kita, serta jangan lupa bawa kelima jasad anggota kita." ungkap Zoan sesaat melihat Zuab lu dan Jai telah kembali.
"Teknik kegelapan : klon bayangan ! Mereka akan menemani kalian..." ungkap Zoan sesaat sebelum Zuan lu dan Jean melesat pergi. Zoan tentu saja tak akan membiarkan kedua anggotanya itu mengerjakan berdua maka dari itu ia menggunakan ketujuh klon nya. meski klon itu masih berguna, selain bertarung mereka akan melakukan hal yang diperintahkan oleh sang pengguna teknik tersebut.
Sebenarnya dengan ranah Zoan kini ia bisa membuat sekitar 100 klon, namun itu dapat menguras energinya apalagi bila dilakukan untuk waktu lama. Untuk saat ini ia lebih sering dan menyukai untuk mengeluarkan 7 klon bayangan saja. Jika ia ingin memaksa maka, ia hanya bisa menggunakan klon-klon bayangan itu sebanyak 50 klon dengan total kekuatan setengah dari pemilik aslinya.
15 menit berlalu, kini terlihat Zuan lu, Jean dan ketujuh membawa orang-orang yang diperintahkan Zoan sebelumnya.
"Masukan mereka dan suruh mereka untuk memulihkan diri secepatnya." ungkap Zoan singkat, lalu diangguki oleh Zuan lu, Jean dan ketujuh klon nya.
Setelah dirasa urusan di desa itu selesai, serta ketujuh bayangan klon nya telah kembali, Zoan pun mengajak Dong Peng dan Mei Su.
"Mari, ayo kita pergi ke rumah kakak " ucap Zoan memegang tangan anak laki-laki itu, semetara untuk anak perempuannya Zoan memberikan isyarat agar anak itu naik kepunggung nya, untuk digendong. Seperti sebelumnya anak perempuan itu dengan gugup dan sifat malunya naik perlahan kepunggung Zoan.
Ctakk.... Menjentikkan taman kanannya.
"Teleportasi !" Gumam Zoan sambil tangan kirinya memegang erat tangan Dong Peng.
wush...
Beberapa detik kemudian Zoan muncul kembali di didepan markas World Explorer, ia langsung berjalan masuk bersama anak laki-laki dan perempuan itu, Mereka tidak banyak bicara. Lagi pula terlihat anak itu sedang melihat dan mengamati ruangan yang ada di markas itu.
Terlihat rasa kagum dan terkejut dari raut kedua wajah anak itu. Bagaimana tidak kedua anak itu kira akan biasa saja seperti rumah pada umumnya, namun sesaat masuk kedalam hal tersebut berhasil mengejutkan mereka.
Zoan sendiri membiarkan hal itu, ia sengaja melakukan hal itu dan berharap kedua anak itu sedikit terhibur dari rasa sedihnya.
...****************...
3 hari berlalu kini terlihat Zoan, Jean, Zuan lu, Jai, Leo dan anggota World Explorer lainya hadir disebuah ruangan kecuali dua anak kecil serta Viktor dan pak ija yang sedang menemani dan menjaga mereka di halaman depan markas.
Di ruangan itu cukup sederhana, hanya ada 6 kursi disisi kiri dan kanan serta satu kursi dari arah depan yang mana merupakan tempat dimana Zoan duduk saat ini.
Disisi kursi bagian kiri terdapat 5 anggota ditambah dengan Amelia, serta disisi kanan ada Zuan lu, Jean, Jai, Leo, Ai'shu(ahli formasi, ilusi) dan Ah tak(ahli tombak).
Mereka sedang membahas berbagai hal diantaranya adalah mengenai acara berduka serta proses pemakaman yang sudah dilaksanakan di halaman belakang markas, kedua yaitu melakukan rencana membentuk aliansi dengan seluruh kerajaan, sekte terkhusus di 8 Kerajaan Utama di benua hijau ini.
__ADS_1
Baiklah untuk masalah pertama yaitu perlindungan di makan para saudara kita, kita akan membuat formasi ilusi guna melindunginya, dan untuk yang kedua aku akan pergi meminta persetujuan Kaisar Benua Hijau agar rencana pembentukan aliansi lebih berjalan lancar.
"Setelah itu sisanya akan kita lakukan bersama-sama." ungkap Zoan mengakhiri pertemuan dan membubarkannya.