
Zoan melesat dari pohon ke pohon, setelah mengawasi sekitar dan dirasa cukup sepi ia menjentikkan jarinya.
Ctak...
"Teleportasi " gumam Zoan serta tak lupa ia menggambarkan tempat yang jadi tujuannya dalam ingatan yang ia miliki.
Dalam hitungan detik ia menghilang dan kini muncul tepat dihalaman markas World Explorer. Semakin sering dan semakin lama ia menggunakan teleportasi maka hanya dalam hitungan detik bahkan dalam sekejap mata ia dapat berpindah tempat, kini Zoan semakin mahir menguasai hal tersebut.
"Hem, sepi sekali " ungkap Zoan sesaat merasakan keadaan sekitar markasnya.
"Jai..., Leo ! apakah kalian bisa mendengar ku, kalian berada dimana?" ucap Zoan melalui telepati mencoba memanggil dua bawahannya.
"yaa,... tuan muda kami saat ini sedang berada di desa Saidan membantu guild petualangan serigala dalam menghadapi orang-orang dari kelompok assosiasi pembunuh yang berusaha menguasai desa ini !" ungkap Jai merespon panggilan Zoan.
" Oiyah tuan muda, orang yang bernama pak Ija berhasil kami selamatkan, kini ia berada didalam markas tepatnya diruang bawah tanah bersama 2 orang anggota kita yang menemaninya. Mohon tuan untuk berhati-hati saat memasuki markas karena ada formasi yang melindunginya, dan satu lagi formasinya dapat dipatahkan melalui... ungkap Jai kembali sambil menjelaskan mekanisme formasi yang melindungi markas World Explorer.
"Baik, terimakasih." ujar Zoan, setelah mengatakan hal itu ia pun berjalan memasuki markas, tentu ia tak lupa untuk mematahkan formasi yang menjadi pelindung markasnya dengan cara meneteskan darah pada 4 kertas formasi, ia melakukan hal itu agar dapat terbuka serta tidak menimbulkan perlawanan dari formasi. Zoan mengetahui letak keempat kertas formasi itu setelah diberitahukan oleh Jai melalui telepati.
Menurut penjelasan Jai, formasi itu jenis formasi pertahanan dan penyerangan. siapapun yang memaksa masuk maka akan terpental bahkan terkena serangan balik dan akan mengalami luka dalam, yah walau semua itu tidak akan berlaku bagi Zoan. Namun Jai tak ingin formasi itu rusak maka dari itu Jai memberitahukannya. kertas formasi ini menurut perkataan Jai tergolong kedalam tingkat Langit yang mana tidak akan hancur oleh orang yang berada dibawah ranah Supreme Platinum God, Jai sendiri mendapatkan formasi itu sesaat mengikuti lelang yang diadakan di ibukota kerajaan Andreas. formasi ini bernama Formasi Serbuk mimpi, memiliki efek memberikan ilusi pada korban, jika terus berlanjut terjebak dalam ilusi itu, maka energi spiritual si korban akan terkikis habis dan menyebabkan kecacatan merindian sehingga menjadikan si korban tidak bisa menjadi kultivator lagi.
Zoan melesat kearah empat mata angin guna menemukan serta meneteskan darahnya ke kertas formasi.
"Ah selesai sekarang tinggal memasuki markas. Selamat datang !" ungkap Zoan sesaat setelah berhasil membuat formasi Serbuk Mimpi itu mengenali dirinya.
Setibanya didalam markas langsung menuju ruang bawah tanah.
tak...tak...
Suara kaki Zoan melangkah menuruni anak tangga menuju ruang bawah tanah. ia juga kini mendengar ada tiga orang yang sedang berbicara, ruangan bawah tanah markas World Explorer cukup terang dengan setiap sisi ruangan ada obor yang menyala.
"Selamat datang tuan patriak !"
"Selamat datang tuan patriak !"
Ungkap kedua orang berpakaian biru gelap berbicara formal, kedua orang itu tak lain dan tak bukan adalah anggota kelompok nya.
"Yah, terimakasih. " ujar Zoan sambil melambaikan tangan kanannya memberi isyarat untuk tidak terlalu formal dan tetap santai.
"Nak, Zoan. apakah kamu baik-baik saja?" ungkap pak Ija yang terlihat sedang bangkit dari duduknya menghampiri Zoan.
__ADS_1
"ah, aku baik-baik saja pak. kalau pak Ija sendiri, gimana kabarnya?" ucap Zoan menyapa pak Ija dan mempersilahkan untuk duduk kembali.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja. Teman-teman mu juga baik kepadaku. Terimakasih, nak Zoan " ujar pak Ija sambil menepuk-nepuk pundak Zoan dengan lembut.
"Ah, syukurlah kalau baik-baik saja dan lagi tak usah berterimakasih segala lagian aku sudah menganggap pak Ija salah satu keluargaku pengganti kakek" ucap Zoan ramah.
"hahaha.... baiklah-baiklah, aku memang tak salah memilih mu untuk berteman dengan putriku " ungkap pak Ija dengan disertai tawa khass nya.
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar putriku dan dimana dia?" tanya pak Ija kembali.
"Oh dia baik-baik saja, dan lagi ia sedang berlatih di artefak ruang ku. Sebentar...!" ungkap Zoan tak lama ia pun melambaikan tangan kanannya dan muncul sebuah pusaran dimensi.
"Amelia, keluarlah ayah mu ingin bertemu dengan mu !" ungkap Zoan, tak lama setelah ia mengatakan hal itu seorang gadis berparas cantik keluar dari pusaran dimensi artefak ruang.
Amelia muncul tepat didepan pak Ija, ia langsung memeluk ayahnya dan berkata "maaf kan Lia'er, yang pergi cukup lama ayah !" ucap Amelia sambil memeluk erat orang yang dipanggil ayahnya itu.
"Sudah tak apa nak, ayah senang kau baik-baik saja apalagi sekarang ranah Mu telah meningkat pesat sampai ayah tidak dapat melihatnya" ungkap pak Ija menepuk-nepuk punggung putrinya itu.
Sementara itu Zoan pergi kelantai atas bersama 2 orang yang merupakan anggota World Explorer. ia tak ingin mengganggu pertemuan antara orang tua dan putrinya itu.
Tak perlu waktu lama Zoan dan 2 orang itu kini telah keluar dari ruang bawah tanah, mereka duduk sambil menikmati minum teh hijau semesta serta beberapa cemilan ringan seperti olahan kayu manis dan beberapa buah-buahan hutan. Mereka mengobrol cukup santai hingga suatu ketika Zoan meminta kedua orang itu untuk menceritakan situasi selama ia pergi.
"ehm, apakah kalian anggota baru kah?" tanya Zoan sesaat duduk sambil menuangkan serbuk teh semesta ke cawan nya lalu memberikan air hangat dan mengaduknya agar merata.
"kalau begitu silahkan perkenalkan diri kalian. Nama ku Zoan Prozz dan tak perlu memanggilku Patriak, kalian boleh memanggilku tuan muda atau apapun itu selain Patriak." ucap Zoan menatap kedua orang yang duduk didepannya itu.
"Perkenalkan nama saya Ah'tai dan disamping saya adalah Ah'shu." Ucap orang yang memperkenalkan diri yang tak lain Ah'tai lalu di angguki oleh Ah'shu disampingnya.
"Ouh nama kamu adalah Ah'tai(orang dengan wajah memiliki bekas luka pedang di bagian mata kiri) dan kamu Ai'shu(orang yang selalu memakai penutup mata pada sebelah kirinya layaknya bajak laut)" ungkap Zoan sesaat setelah kedua orang anggotanya itu memperkenalkan diri.
Menurut pengakuan mereka, Ah'tai dan Ai'shu merupakan anggota baru yang ditolong oleh Jai dari kepungan para anggota sekte aliran hitam. Ranah yang dimiliki kedua orang itu memang cukup tinggi yaitu ranah Diamond tingkatan Ahli, kedua orang itu memiliki keahlian yang berbeda. Ah'shu memiliki keahlian dalam bidang ilusi, formasi serta memiliki elemen air dan api. Sedangkan Ah'tai memiliki keahlian bersenjatakan tombak serta elemen petir/Guntur.
Dalam hati Zoan sedikit kagum bagaimana Jai berhasil menyelamatkan mereka serta bahkan merekrutnya, bagaiman tidak menurut cerita mereka saat itu mereka sedang dikepung oleh 100 orang pendekar aliran hitam. para aliran hitam itu menginginkan kitab yang dimiliki kedua orang itu terutama kitab teknik yang dimiliki Ah'shu yaitu kitab Formasi Kabut Darah sedang kan kitab milik Ah'tai adalah kitab Raungan Naga Langit. mereka berdua berusaha mempertahankan kitab tersebut sampai akhirnya terdesak beruntung saat itu Jai tanpa sengaja melihat hal itu dan menolong mereka berdua. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti Jai, mereka berdua adalah teman masa kecil dan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menjadi kuat.
Walaupun mengetahui hal itu ia(Zoan)tak akan pernah untuk tidak waspada kepada Ah'shu dan Ah'tai, karena seorang penghianat itu sangat lihai seperti apa yang terjadi pada Cause dan Zuab.
"Baiklah, saatnya sedikit serius. Ceritakan padaku apa yang terjadi sesaat aku tidak ada!" ungkap Zoan menatap kedua orang itu secara bergantian.
"Ah'tai kamu dulu, ceritakan..." ujar Zoan menatap kearah Ah'tai. Orang yang ditatap itupun mengangguk dan mulai menceritakan apa yang terjadi selama Zoan tidak ada dan apa yang ia ketahui.
__ADS_1
"Jadi seperti itu, sudah ada sekitar 2 Minggu lebih sudah terjadi gejolak pertempuran di semua wilayah dan itu semua disebabkan oleh kelompok cabang asosiasi pembunuh..." ungkap Zoan menangkap maksud dari semua cerita yang disampaikan oleh Ah'tai.
"Okeh bagus, informasi yang cukup berguna. Dan sekarang apa pendapatmu tentang ini? serta apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi mereka,Ai'shu?" tanya Zoan meminta pendapat Ai'shu. ia sengaja mengatakan hal itu karena Zoan ingin melihat keputusan apa yang akan diambil oleh salah satu anggotanya barunya itu.
"Kalau menurutku untuk menghadapi kelompok itu adalah harus membentuk aliansi guna melawan kelompok yang bernama asosiasi pembunuh itu." ungkap Ah'shu, mengutarakan pendapatnya.
"Kau benar namun itu semua sedikit sulit dan merepotkan, apa rencanamu agar aliansi itu terbentuk?" tanya Zoan, ia kembali menguji keputusan Ai'shu.
"Untuk soal itu pertama-tama kita mengirimi setiap 8 kerjaan besar, dan didalam surat itu berisi tentang ajakan motivasi agar mau melakukan aliansi. Kedua kita harus melakukan rapat aliansi agar mencapai kesepakatan, serta yang terakhir adalah membuat markas aliansi dengan satu komando." ungkap Ai'shu menjelaskan rencana yang dalam pikirannya.
"Rencana mu memang menarik dan itu tak ada salahnya untuk dicoba" ujar Zoan memangut-mangut setuju.
"Kita akan membicarakan hal ini bagi saat anggota yang lainnya telah hadir semua. Untuk saat ini kalian berdua tetap disini, aku akan pergi membatu anggota kalian yang ada di desa Saidan" ucap Zoan berdiri dari duduknya.
"Hati-hati tuan muda, terimakasih telah mau menerima kami!" ungkap Ah'tai dan Ai'shu secara bersamaan. Mendengar hal itu Zoan mengangguk dan langsung menjentikkan jarinya.
Ctak...
"Teleportasi.." gumam Zoan singkat, dan dalam sekejap mata ia menghilang dihadapan Ah'tai dan Ai'shu.
"Benar-benar hebat, nampaknya kita tak salah memilih tuan muda sebagai penolong dan mengabdikan diri padanya." ungkap Ah'tai.
"Kau benar, kita tidak boleh mengecewakannya " ucap Ai'shu menimpali, sebelum mereka kembali duduk dan menikmati teh hijau semesta yang mana kini sudah dingin.
ilustrasi Amelia (pemilik elemen kayu dan api) :
Ilustrasi pak Ija ayahnya Amelia (pedagang pedagang kayu bakar dan madu) :
ilustrasi Ah'tai pengguna tombak :
ilustrasi Ai'shu ahli formasi dan ilusi :
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote and rate 5
See you next time....