
Zoan melesat menuju array untuk memeriksa dan juga memecahkannya.
"Susunan array ini cukup rumit terlebih terdapat 3 lapisan yang sama rumitnya." Ucap zoan sesaat setelah mengamati dari jarak yang dekat.
" Tapi meski begitu bukan mustahil untuk dipecahkan, hehe.." Ungkap zoan kembali disertai senyuman percaya diri.
Pertama-tama zoan mengamati struktur array tersebut. Ia dengan cermat,dan hati-hati melakukan itu semua, tentu itu dikarenakan jika salah sedikit saja maka array tersebut dapat menyerang dirinya terutama pada jiwa Zoan.
Akhirnya setelah 50 tarikan nafas berlalu zoan pun berhasil mempelajari lalu membuka array lapisan pertama.
"Fyuih... Benar-benar menyusahkan saja. Seandainya array-array ini tidak akan mempengaruhi jiwa jika aku serang, maka sudah ku hancurkan dari tadi, Cih..!" Gerutu Zoan kesal.
Waktu terus berjalan tanpa terasa, zoan kini telah berhasil membuka lapisan array yang kedua.
Tepat saat ia akan membuka lapisan array yang ke tiga, sebuah eergi spiritual berwarna merah gelap mendadak menyerangnya dari dalam.
Wush!
Boom...!!
Bruak!
"Sialan...!" Umpat Zoan sesaat setelah dirinya terkena serangan itu juga mengakibatkn ia terpental menabrak pohon yang dibelakangnya.
Dong Peng dan Mei Su yang melihat hal itu ingin segera menghampirinya, namun dengan sigap kedua klon Zoan menahan mereka.
"Ohoho, hebat juga kau anak muda!" Ungkap seseorang yang berpakaian hitam serta memiliki rambut berwarna putih serta mata berwarna merah menatap tajam.
Zoan tak mengubris perkataan orang itu, ia malah bangun lalu melesat kearah sosok yang nenyerangnya tanpa basa basi.
" Oh, aku menyukai sifat mu ini, yang tak banyak bicara heheheee..!" ujar sosok itu kembali
"Cih, jangan banyak bicara. Buktikan dengan kekuatan mu !" ungkao zoan yang mana ia sudah terlanjut dibuat kesal, mulai dari saat memecahkan array lalu diserang oleh sosok yang ada didepannya. Terlebih ia memiliki firasat yang tidak enak terhadap orang-orang yang ada dibenua hijau secara tiba-tiba.
"Baiklah, aku tak akan segan pada mu anak muda." Ucap sosok itu yang kini ia mengeluarkan sebuah pedang dengan aura merah gelap yang terus merembes keluar juga membuat siapa saja merinding saat merasakan aura tersebut.
"Hmm, Pedang spiritual yang penuh dengan aura dan niat membunuh." Ungkap Zoan disela-sela pertarungan.
Wushh!!!
Zoan pun mengeluarkan pedang Jiwa naga dari cincin ruang.Seketika bentrokan pedang pun terjadi cukup sengit.
Trang..trangg..
Buasshh.. Duarr...!
Hembusan angin kencang serta ledakan akibat benturan pedang spiritual mengakibatkan kekacauan terhadap sekitar. Walau begitu bangunan yng menjafi markas Aliran Pemuja Iblis tetap berdiri kokoh.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup untuk saling mengukur kemampuan, kedua sosok itu melompat mundur secara bersamaan.
"Dia kuat! Serta memiliki ranah kultivasi diatas ku. Nampaknya aku memerlukan bantuan dari bawahanku." Ungkap zoan sesaat setelah menganalisa dn mengukur kemampuan lawannya didepan.
Belum juga selesai, muncul banyak sosok yang keluar dari bangunan Aliran Pemuja Iblis Itu. Mungkin sekitar 200 sosok muncul termasuk para petinggi beserta para Murid/penganut aliran mereka.
Zoan yang melihat itu langsung membelalakkan matanya, terutama saat merasakan beberapa sosok yang memiliki aura yng cukup mengerikan. Sosok-sosok yang mengeluarkan aura yang mengerikan itu berjumlah 7 orang.
"Haih, nampaknya aku dan lainnya harus berusaha meningkatkan kekuatan ku lagi nanti." Zoan bergumam disertai helaan nafas, Walau begitu ia merasa bisa menghabisi semua musuh didepannya. Hanya saja pasti memakan waktu yang cukup lama.
Terlihat sosok yang pertama menyerang zoan tersenyum meremehkan.
"Kau akan mati sekarang anak muda. Tenang saja aku akan menjaga mereka berdua mungkin menjadi pembantu untuk menjadi salah satu dari teknik pengorbanan aliran kami." Ungkap sosok yang mana merupakan salah satu dari petinggi Pemuja Iblis.
"Jangan senang dulu, pertarungan baru saja dimulai." Ungkap zoan lalu ia memanggil para bawahannyaBeast/monster) dari dlam artefak ruang dimensi.
"Viktor(Singa Es), Gorila pembalik, Tyrannosaurus, Gagak emas Keluarlah!" Ungkap zoan sambil mengibaskan tangan kirinya sehingga keluar sebuah pusaran porta ruang.
Dari dalam pusaran portal ruang itu tak lama keluar 4 sosok disertai aura yang taklah mengerikan dengan orang-orang dari Aliran Pemuja Iblis.
Zoan yang melihat dan merasakan itu tersenyum bangga serta ia merasa tak sia-sia membiarkan mereka tinggal didalam artefak ruang dimensi.
Ke empat sosok binatang itu memiliki ranah yang kini setara dengan Kesatria Bulan Level Mahir dua tingkat diatas Zoan.
Zoan sendiri memiliki ranah Prajurit Elit level Pemula. "Kalian bantu aku serta lindungi dan awasi Dong Peng juga Mei Su, karena aku juga akan membiarkan mereka tuk bertarung." Ujarnya, lalu keempat bawahannya itu mengangguk tanpa rasa keberatan sedikitpun.
Sementara itu sosok-sosok yang berasal dari kubu Aliran Pemuja Iblis sedikit terkejut akan kejadian tersebut, tentu hal itu karena mereka tak menyangka bahwa pemuda yang mereka remehkan itu memiliki rekan bahkan memiliki tingkat kultivasi setara dengan para petinggi Aliran Pemuja Iblis.
Zoan hanya mendengus dan tanpa basa basi langsung melesat kearah lawannya, begitu juga rekannya termasuk Dong Peng dan Mei Su yang ikut melesat setelah menerima kode.
Pertarungan tak terelakkan terjadi ditempat itu. Bebagai serangan yang nyasar mengenai pepohonan disekitar bahkan tak sedikit mengenai beberapa binatang liar yang tak sengaja melewati area pertarungan itu.
" Tebasan Badai Guntur! " Zoan mengeksekusi teknik nya guna mengawali serangannya sambil melesat.
Sebuah Badai disertai kilatan guntur melesat bersama zoan dibelakangnya guna membantai para Pemuja Iblis.
"Perisai Darah Iblis!" ungkap salah satu sosok yang merukapan petinggu Aliran Pemuja Iblis.
Sebuah Perisai Berwarna merah darah Terbentuk guna menahan serangan dari badai guntur.
Duarr...,Duarr!!!
Pertahanan dan serangan itu saling berbenturan sehingga menimbulkan ledakan aura yang cukup mengerikan.
Zoan tak menghentikan lesatanya, ia terus bergerak maju tanpa terpengaruh oleh ledakan dari kedua benturan tersebut.
Ia menebaskan pedangnya yang dialiri Energi spiritual. Pedang Jiwa Naga itu pun bercahaya biru, zoan kembali mengeluarkan tekniknya dalam tebasan pedang itu.
__ADS_1
"Tebasan Jiwa Naga!"
"Oh,.." Ucap sosok dari Pemuja Iblis Sesaat melihat siluet naga berwarna biru dari tebasan Zoan.
Beberapa detik sebelum tebasan itu mengenainya, sosok tersebut dengan santai nya menebaskan tangan yang memegangi pedang sehingga muncul aura pedang berwarna merah darah untuk menghalau tebasan Zoan.
Disisi lain terlihat Dong Peng dan Mei Su saling bekerja sama satu sama lain. Yang satu terlihat menghunakan tangan kosong sementara satunaya lagi menggunakan pedang putih pemberian Zoan.
" Tapak Budhaa : Tangkisan Kematian!"
Plakk.. Plakk...!
Setiap kali Dong Peng menangkis serangan dari lawannya bersamaan itu pula lawannya mengalami kelumpuhan pada titik yang disentuh, mirip dengan cara bertarung klan Hyuga didalam anime Naruto.
"Tarian Pedang Naga : Langkah Awan!"
Mei Su melompat dan meleaat serta mengayunkan pedangnya. Terlihat ketika Mei Su menggunakan ini ia seperti sedang menari guna membius lawannya.
"Tarian Pedang Naga : Tebasan Taring Naga!"
Setelah melesat dan melompqt kesana kemari ia berhasil mengecoh lawannya. Mei Su lalu mengeksekusi teknik kedua dari Tarian Pedang Naga.
Bersamaan dengan itu tebasan demi tevasan ia lesatkan bersamaan dengan aura pedang yang memiliki keagungan dengan ras naga.
Meski tebasan yang dilancarkan oleh Mei Su belum sempurna kaeena setiap tebasanya hanya menghasil 1 sja serta energi/kekuatan yang terkandung tidak begitu kuat. Tetapi tetap saja memberikan luka serta dapat merenggut nyawa para anghota Aliran Pemuja Iblis. Terlebih Mei su mengincarnya kearah titik vital lawan nya dengan tepat sasaran.
Berbagai terikan akibat dari serangan tebasan terdengar cukup memilukan. Awalnya Mei su merasa pusing sesaat melihat darah yang banyak menyembur keluar dari lawannya.
Bahkan hampir saja Mei Su terkena serangan dari lawannya, beruntung Dong Peng menghalaunya dengan cepat.
"Ahkk.. !"
"Ahk, sial...!!"
"Aahk, tangan ku!"
"Hentikan kedua anak itu! Serang bersama jangan biarkan mereka terus bekerja sama !!!" Teriak salah seorang yang sedang berusaha untuk menghentikan pendarahan akibat dari tebasan Mei Su yang mengenai tangan kirinya.
"Terimakasih Kakak Peng!" Ucap Mei Su sesaat melihat Dong peng kakak kandungnya menolongnya.
"Ya, sama-sama lagi pula itu sudah kewajibanku sebagai seorang kakak untuk melindungi mu." Ucap Dong peng disertai senyum yang tulus, lalu ia kembali berekpresi serius saat melihat ada serangan yang mengarah padanya.
Ia dengan cepat menangkis serangan itu kearah pinggang kiri lawannya, lalu kemabil memukulkan lebgan tapaknya kearah perut sehingga lawannya terpental kebelakang.
Pertarungan demi pertarungan terus berlanjut hingga tak terasa matahari mulai terbenam meninggalkan sinarnya.
>>>
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and subcribe !!!
Salam Persatuan_Minna_Sann... ^¤^