Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 91 : Rapat Untuk Pertempuran Aliansi


__ADS_3

Zoan kini masih melanjutkan buruannya, sudah 2 hari berlalu, semenjak ia berhasil menaklukkan sang monster Gorila Pembalik, kini monster itu berada didalam artefak ruang dimensi nya.


Zoan juga tak lupa mengatakan agar sang monster gorila pembalik itu tidak menakut-nakuti makhluk lain di dalamnya, tentu sang monster Gorila Pembalik mengangguk setuju.


Selama dua hari itu Zoan hanya 3 kali beristirahat. Ia benar benar menjadikan semua penghuni dibukit itu bawahannya.


Ada 2 ekor beast dan 2 ekor siluman yang mana kekuatannya setara dengan ranah Petapa Platinum berhasil Zoan taklukan. totalnya kini memiliki 5 bawahan baru yang sudah menginjak tanah Petapa termasuk sang gorila Monster.


Dua ekor beast dan dua ekor siluman yang memiliki kekuatan setara dengan ranah Petapa Platinum adalah, Beast Gagak emas, beast Tyrannosaurus, dan Siluman Laba-laba Putih, Siluman Ular Berkaki. Mereka memiliki tinggi antara 2-3 meter kurang lebih, tentu Zoan pun mendapatkan sedikit bantuan dari sang monster Gorila Pembalik untuk melemahkan mereka, jika tidak mungkin Zoan akan pingsan kehabisan energi spiritual untuk melawan mereka dan memakan waktu.


Ia pun mengakhiri perburuan saat menjelang malam, serta tak lupa ia mengunjungi Dong Peng dan Mei Su diruang artefaknya. Perkembangan mereka untuk seorang pemula cukup memuaskan terutama Dong Peng ia mulai bisa mempraktekan elemen yang ia miliki yaitu elemen Tanah, untuk Mei Su ia lebih suka bermain pedang yang terbuat dari kayu.


Melihat hal itu Zoan sangat senang, ia juga memberikan satu buku lagi pada masing-masing kedua anak itu, buku yang ia berikan itu berjudul 'Dunia alchemis' buku itu berisi tentang dasar-dasar alchemis dan cara penggunaan. Kedua anak itu mengangguk dan penuh semangat dari pada sebelumnya saat pertama kali. Entah apa yang membuat anak itu menjadi antusias dan tidak banyak berkomentar, Zoan hanya berharap hal itu akan berdampak baik pada mereka.


Semua hal, keberhasilan kedua anak itu disertai campur tangan artefak ruang yang istimewa, artefak ruang dimensi itu memiliki perbedaan waktu yang dapat membantu mereka dari pada belajar diluar, yaitu 1 : 30 hari di dunia luar.


Tiga hari didunia luar berlalu dengan cepat atau setara dengan 3 bulan didunia artefak dimensi. Zoan, Dong Peng dan Mei Su bersiap untuk meninggalkan dunia artefak dimensi. Zoan tidak banyak berkata ia hanya berpesan kepada sang monster Gorila Pembalik dan para beast serta siluman yang setara ranah Petapa itu untuk menjaga dan merawat dunia artefak nya, mereka pun mengangguk-anggukan kepala pertanda siap melaksanakan titah tuan nya itu.


Whussh...


Zoan menghilang dari dunia artefak dimensi, ia muncul kembali didepan markas World Explorer. Setibanya Zoan di sana ia melihat para temannya sudah berkumpul dihalaman markas melepas lelah masing-masing, karena mereka nampaknya baru menyelesaikan tugas yang diberikan Zoan. Begitu juga para klon bayangannya kini telah kembali dan tentu saja Zoan mengetahui apa yang terjadi di setiap apa yang dialami oleh para klon nya itu.


Di dekrit kaisar itu Zoan menuliskan akan diadakan rapat resmi Aliansi. Rapat itu harusnya hanya di hadiri oleh para petinggi atau orang yang memiliki jabatan tinggi saja, akan lebih bagus jika yang menghadiri rapat itu adalah pemimpin mereka baik pemimpin klan, kerjaan ataupun sekte. Ia sengaja menuliskan hal itu agar tidak terlalu mencolok walaupun pada akhirnya akan diketahui juga oleh pihak musuh.


Rapat itu akan diadakan 5 hari setelah dibagikannya dekrit kaisar. Kini baru hari keempat, masih ada waktu untuk santai atau mempersiapkan diri bagi Zoan.


Tentu ia harus sedikit santai karena dipertemuan rapat itu mungkin akan ada sedikit keributan. Hal itu berdasarkan beberapa laporan dari para klon nya.


Ada sekitar 160 pengkhianat jika ditotalkan dari ke 8 kerajaan utama, atau jika satuannya sekitar ada 20 Pengkhianat dari masing-masing kerajaan yang berhasil terungkap dan tentu mereka langsung mati dibunuh oleh para klon Zoan tanpa ampun. Untuk lainnya ada sekitar 4 sekte aliran hitam yang mau ikut kedalam pertempuran aliansi ini, sekitar 5 sekte aliran hitam sisanya memilih untuk menjadi bawahan sekutu dari kelompok assosiasi pembunuh.


Empat sekte aliran hitam yang memihak ke Aliansi yaitu sekte Malam darah(Sekte menengah), Sekte Kalajengking (sekte menengah), Sekte Ular(kecil), Sekte unicorn merah(sekte kecil), Sekte Gerhana(kecil). Walau tahu berbeda aliran dan bermusuhan Zoan tidak lah munafik, ia tahu bahwa tidak akan ada Hitam kalau tidak dimulai oleh Putih begitupun sebaliknya. Menurutnya yang paling penting adalah harus saling menyeimbangkan satu sama lain.


Aliran Putih sendiri sudah pasti semuanya mengikuti aliansi, kini hanya aliran netral yang belum memberikan kabar keputusan mereka. Zoan pun sedikit bingung dengan pikiran mereka, padahal tak sedikit dari aliran netral juga yang menjadi korban kekejian dari kelompok assosiasi pembunuh itu.


"Haihhh... entah lah, terserah mereka" ungkap Zoan menghela nafas panjang saat memikirkan hal itu.


"Kalian boleh melakukan hal apapun baik beristirahat atau pun kegiatan lainnya. Namun kalau kalian ingin beristirahat aku menawarkan untuk memasuki artefak ruang ku." ungkap Zoan terdengar cukup keras dan membuat semua orang di sana memperhatikan nya yang sedang berdiri itu.


"Ketua, kami ingin beristirahat didalam artefak dimensi !" ujar Jean, mewakili kelompoknya yaitu Zuan lu, Ah'tai, dan Ai'shu.


" Aku juga...!" ucap Amelia, Sezu feiz dan Suzu feiz.


"Kami juga tuan muda, maaf !" ucap Jean, Leo lalu di angguki oleh Kelima orang dibelakangnya.


"Baiklah-baiklah, tak masalah. dan Amelia, Sezu dan Suzu kalian jangan lupa beri merek pil penambah energi !" ucap Zoan sambil menatap kearah ketiga alchemis itu.


"Sudah ketua, masing-masing sudah saya bagikan sebanyak 3 butir bahkan paman Ija dan bibi Syi Nie pun sudah." jawab Sezu mewakili.


"Ouh baguslah ! kalau begitu berikan kepada mereka lagi masing-masing 10 butir, sisanya berikan padaku." ucap Zoan lalu ditanggapi oleh anggukan Sezu. Ketiga orang yang membuat pil itu mulai membagikan Pill nya ke masing-orang yang hadir kecuali Zoan, dong Peng, Mei Su dan Viktor.


" Ini ketua sisanya, kami berhasil membuat 4 jenis Pill yaitu pil kultivasi (500), pil penyembuh(500), pil penetral racun(500), pil penambah energi(500)." ucap Suzu berjalan menghampiri Zoan dan memberikan cincin ruangnya. Namun Zoan mengatakan untuk Cincin ruang nya bisa diambil kembali karena Zoan akan mentransferkan nya kedalam cincin ruang nya.


Suzu pun mengangguk serta tak lupa menanyakan perihal tanaman herbal sisa serta tungku alkemis kepada Zoan. Dan perihal itu Zoan mengatakan bahwa hal itu adalah hadiah dari ku karena telah menyelesaikan tugas dengan baik. Mendengar dan mengetahui itu baik Suzu, Sezu maupun Amelia sedikit terkejut akan senang dan tak menyangka akan mendapatkan hal itu terkhusus tungku alkemis nya. Karena bagaimana pun tungku alkemis yang Zoan berikan itu termasuk tungku alkemis tingkat neraka yang mana sangat tergolong tinggi, tungku itu hanya 3 tingkat dibawah tungku alkemis Misterius Semesta(terbaik)


Waktu berlalu dengan begitu cepat kini di markas itu cukup sepi hanya tinggal beberapa orang, karena yang lainnya telah masuk kedalam artefak ruang dimensi.


" Bibi, paman... ayo kita masuk dan makan." ucap Zoan mengajak pak Ija dan Syi Nie, sambil berjalan memasuki pintu markas dengan di kedua sampingnya terdapat dua anak kecil yang terus memegangi tangannya.


Viktor sendiri memilih untuk masuk kedalam artefak ruang dimensi. Alasan Viktor belum dapat berevolusi menjadi bentuk manusia adalah karena 1. Ia merasa nyaman dalam bentuk tersebut, 2. Ia belum ingin berubah bentuk kedalam bentuk manusia.


Biasanya ada hak khusus yang diberikan kepada hewan beast kontrak, yaitu dimana seorang beast dapat berevolusi Selain karena ranah namun juga karena terpengaruhi akibat pemberian nama oleh tuan yang mengkontraknya.

__ADS_1


Di hari ke-5


Tepat pada pagi-pagi buta, Zoan dan Jean bersiap akan pergi menuju pertemuan rapat seperti sesuai yang telah tertulis di dekrit kaisar.


Lengan Jean yang terpotong telah tumbuh kembali sejak beberapa hari yang lalu, itu adalah salah satu efek dari pil penyembuh yang ia konsumsi. Pil itu selain dapat memulihkan luka, juga sebagai pil regenerasi yang dapat menumbuhkan potongan tubuh kecuali kepala.


Untuk lainnya telah Zoan masukan kedalam artefak ruang dimensi, " Ayo kita berangkat sekarang saudara ku?!" ucap Zoan sambil menepuk pundak saudara angkatnya itu, tak lama ia menghilang bersama hembusan angin.


whussh....


Zoan dan Jean muncul didekat halaman sang kaisar Benua. Yah, memang ini adalah rencananya, yaitu mengadakan rapat yang bertata letak di istana kekaisaran benua hijau sendiri. Tujuan utamanya adalah agar tidak terlalu memancing keributan terkhusus bagi para orang-orang yang suka meremehkan, mungkin dengan adanya bantuan kaisar para orang-orang bangsawan yang memiliki harga diri tinggi itu bisa luluh.


Strategi yang menarik dan itu memang efektif, terlihat kini tidak ada yang berani untuk mengatakan saling mencibir, karena mereka sekarang berada dihadapan sang kaisar penguasa dimana kerjaan mereka berpijak.


Zoan berjalan tenang bersama Jean menuju tempat rapat akan berlangsung, mereka berdua diantar bersama salah satu dari prajurit kekaisaran. Tak terasa Zoan dan Jean Samapi didepan pintu utama kekaisaran dan di persilahkan masuk sementara sang pengantar langsung pamit setelah menyelesaikan tugasnya.


Kreakkk....


Pintu terbuka, dan seketika Zoan melihat didalam ruangan sudah ada cukup banyak orang, padahal menurutnya ini masih pagi. Tak mau memikirkan lebih lanjut Zoan dan Jean memberi hormat kepada sang kaisar.


"Hormat hamba, yang mulia Kaisar !" ucap Zoan membungkuk kan dirinya sedikit, begitu juga Jean melakukan hal sama.


"Silahkan duduk, pendekar peniru dan temannya etto--....?" ucap sang kaisar Benua hijau tak tahu nama orang yang berada disamping Zoan.


"Jean, yang mulia " ucap Jean memangkupkan tangannya ke dada.


"Oiyah, Jean. aku lupa hahaha.... Duduklah !" ucap sang kaisar sembari Sura tawa khass nya terdengar.


Zoan dan Jean pun duduk di sebelah kanan sejajar dengan para Raja, Sekte yang hadir di sana.


Di sana Zoan melihat 5 raja dari 8 kerajaan utama, sementara 3 sisanya Zoan tahu kenapa hanya diwakilkan. Terutama kerjaan Black hole karena ia sendiri ikut terlibat cukup banyak didalamnya. Dua lainnya yang diwakilkan adalah kerajaan Baryon dan kerajaan Fastan, Zoan tidak begitu mengenali mereka bahkan diantara 5 raja yang datang Zoan hanya kenal dengan 2 orang saja yaitu dari kerajaan Andreas dan kerajaan Alvous.


"Baiklah mari kita mulai acaranya !" ucap sang kaisar, lalu melambaikan tangan nya dan dengan sedikit gumaman sebuah formasi penghalang tercipta, itu dilakukan untuk menjada kenyamanan dan kemanan dalam rapat tersebut.


"Pertama-tama saya ucap kan terimakasih kepada semuanya karena sudah datang, dan untuk yang kedua kita langsung saja. Sesuai dengan apa yang ada dalam surat itu kita akan membetuk aliansi untuk melawan kelompok assosiasi pembunuh yang sangat meresahkan. Maka dari itu diperlukan pemimpin Aliansi, tapi sebelum itu kita dengarkan penjelasan dari seseorang yang memiliki informasi kelompok assosiasi pembunuh itu berada. Silahkan pendekar peniru ?!" ucap sang kaisar mempersilahkan Zoan.


Zoan pun dengan cepat memberi hormat kepada semua orang terkhusus kepada dan kaisar sebelum memberikan beberapa informasi yang telah ia dapat.


" Maaf semuanya, sebenarnya yang mengajukan rencana ini adalah aku lalu aku meminta persetujuan kaisar dan akhirnya disetujui olehnya. Mak-..." ucapan Zoan terpotong oleh seorang dari pemimpin Akademi aliran Putih, akademi itu bernama Zuang Guang.


"Sudahlah, cepat katakan informasinya jangan banyak bicara. Kita orang sibuk !!" ucap sinis sang pemimpin Akademi Colzie.


"Yah, cepat lah anak muda. meski ranah mu tinggi tapi dengan berkumpulnya kami disini kau tidak bisa berbuat apa-apa !!" timpal seseorang dari akademi Elemen.


"Cepatlah...!" ucap seseorang kembali dari akademi Dixsa.


Zoan yang mendengar dan melihat itu hanya diam, menahan rasa kesalnya. Sementara Jean ia terlihat sudah berdiri disertai aura membunuh yang merembes keluar sedikit demi sedikit bagaikan bom yang siap meledak.


Keributan terjadi sesuai dengan prediksi Zoan, padahal ini ditempat Kaisar Benua Hijau berada. ia hanya menggelengkan kepala sambil menghela nafas.


Wuasssh...


Duarr... duarr... duarr...


sebuah aura meledak dan berhasil menekan semua orang kecuali Zoan dan Jean, bahkan istri dan putri kaisar tak luput dari hal itu.


"Kalian ini, bukannya mendengarkan malah banyak menyela. Apakah kalian sudah tidak menghormati ku sebagai penguasa Kalian, Hah !?" tanya sang kaisar menggema ditelinga semua orang, terlebih sang kaisar memberikan menatap tajam kearah keempat perguruan yang merupakan orang-orang yang awal melakukan provokasi.


Keempat orang yang ditatap tajam seperti itu langsung ciut dan lebih terkejut lagi ketika ada dua orang yang tidak terintimidasi oleh aura yang dikeluarkan oleh sang kaisar yaitu pemuda yang dipanggil pendekar peniru serta seorang lagi seorang pemuda yang bernama Jean. Tentu mereka yang ada di sana terkejut bahkan orang yang sudah mengenal Zoan, kecuali sang kaisar, sementara Jean sendiri yang dilindungi oleh aura Zoan.


"Maaf kan kami kaisar ta-tapi anak itu-..." ucapan seseorang pemimpin dari akademi Zuang Guang tiba-tiba terpotong ucapan nya oleh Zoan.

__ADS_1


Wush... wushh...whussh....


Kali ini Zoan yang mengeluarkan aura kultivasi nya serta aura membunuhnya secara bersamaan, dan hal itu langsung menekan semua orang kecuali Jean.


"Tapi anak itu apa hah...?!" ucap Zoan berteriak sambil mengalihkan energi spiritual nya di setiap teriakannya.


"KAU INGIN BILANG AKU HANYA SEORANG ANAK BOCAH KAH...? !" ucap Zoan kembali berkata, serta penekanan di setiap kata yang ia lontarkan.


Semua yang ada diruangan itu terdiam, dengan tubuh bergetar bahkan sang kaisar pun berkeringat dingin. Meski ia tahu bahwa ia dan pemuda itu dalam satu ranah namun entah kenapa ia juga terintimidasi oleh aura yang dikeluarkannya.


"Hah... sudah lah langsung saja !" ucap Zoan sambil menarik kembali kedua auranya, "Sekarang kita pilih pemimpin perang ini, silahkan kalian ajukan. karena setelah ini kita akan langsung pergi untuk berperang menuju markas mereka, aku sudah mengetahui informasi markas mereka?!" ujar Zoan singkat.


Hening....


"Bagaimana kalau pendekar peniru saja yang memimpin, sementara untuk regu kelompok serahkan kepada masing-masing pemimpin, bagaimana mana?" ujar orang yang berasal dari sekte daun 9 warna sedikit gugup walaupun ia tak ikut berbicara apapun dari awal keributan.


"Baiklah tak masalah, aku tak keberatan. Bagaimana dengan yang lain?!" ucap Zoan menaikan alisnya sesaat melihat yang memberikan usulan itu adalah seorang wanita.


" Bagaimana menurut yang mulia Kaisar?" tanya Zoan kembali berusaha mencairkan ketegangan.


"Aku setuju itu bukan ide yang buruk, bagaimana yang lainnya? karena ini harus mencapai kesepakatan bersama." ucap sang kaisar sambil menatap sedikit sinis kearah keempat perguruan akademi aliran Putih.


Tentu kaisar Memang sedikit tidak suka kepada mereka selain barusan membuat keributan, mereka juga dari dulu juga suka merasa paling baik dan paling kuat padahal padanya kenyataan tidak seperti itu.


keempat pemimpin dari masing-masing perguruan akademi itu saling melirik dan bertatapan lalu menghela nafas panjang, "Baiklah kami setuju, kami akan melakukannya dan tak akan mengacaukan Aliansi." ucap pemimpin Akademi Zuang Guang lalu disusul oleh anggukan ketiga pemimpin Akademi yang hadir.


" Kami juga setuju, kami mewakili 8 kerajaan utama dan klan utama akan melindungi benua ini sampai titik darah penghabisan" ucap seorang raja dari kerajaan Alvous mewakili lainnya. Zoan pun mengenali orang itu tak lain adalah raja Kegelapan Lian.


"Aku juga dari Sekte aliran hitam setuju, dan lagi kelompok itu telah membawa Cucu ku" ungkap seorang wanita sepuh namun terlihat dari sorot matanya terlihat telah melewati berbagai Asam Garam Kehidupan. Ia adalah Matriak dari sekte Ular (sekte kecil).


Beberapa waktu telah berlalu semenjak perkataan itu kini, mereka sudah dapat menghilangkan ketegangan diruangan ini, namun tidak didalam hati mereka terutama keempat orang pemimpin dari akademi itu, selain rasa marah dan dendam di hati mereka tidak ada hal lain. Bahkan hal itu terlihat jelas namun orang-orang diruangan itu tidak mau memikirkan lebih jauh.


" Apakah kita akan benar benar berangkat sekarang, pendekar peniru?" tanya seorang serius, serta cukup dikenal oleh Zoan, ia adalah Minosi Andreas dari kerajaan Andreas.


"Yah, awalnya kita memang akan berangkat langsung dari sini. Tetapi nampaknya pasukan untuk peperangan aliansi melawan kelompok assosiasi pembunuh itu belum sampai. Kita akan menunggu dan juga ada kemungkinan esok pagi hari saja." ucap Zoan memegangi dagunya terlihat seperti orang tua yang berfikir serius.


"Ah, jadi seperti itu. Baiklah !" ungkap raja Minosi Andreas.


"Apakah ada pertanyaan lagi ?" tanya Zoan sambil melihat kearah lainnya.


" Ouh iya, bagaiman dengan para aliran netral apa keputusan mereka?" Tanya Zoan tiba-tiba teringat akan hal itu..


" Guild Bangau Putih, akan ikut membantu " suara yang cukup familiar, ia adalah Airon Alvous Putra raja Kegelapan dari kerajaan Alvous.


"Okeh baiklah,..!" Ucap Zoan sedikit senang.


"Kami juga dari Guild Petualang serigala akan membantu !" ucap seseorang disamping kiri.


Zoan menatap orang itu dan sedikit menaikkan alisnya ketika tahu bahwa orang yang berbicara itu adalah putra pertama dari kaisar Benua Hijau yaitu Wei Sui.


"Baiklah, lalu sisanya ?!" Tanya Zoan sambil melihat sekeliling. namun setelah beberapa menit terlewati tidak ada yang membalas ia menghela nafas panjang, dan sangat menyayangkan perilaku mereka.


"Nampak nya sudah tidak ada pertanyaan lagi, baiklah yang mulia Kaisar ..." ucap Zoan menyerahkan kembali untuk melanjutkan acara kepada sang kaisar.


" Jadi apakah semua sudah setuju ? Dengan apa yang pendekar peniru ajukan,! " tanya sang kaisar mengambil alih dan kembali memastikan.


Nampak semua hanya mengangguk setuju, serta ada beberapa orang yang takjub kepada pemuda yang telah mengenal siapa pendekar peniru itu. Diantaranya adalah Sang raja dari kerajaan Andreas, serta guild dari petualangan serigala, dan dari kerajaan Alvous. Mereka tidak pernah mengira bahwa pemuda itu akan berkembang secepat itu. Mereka merasa bahwa pemuda itu adalah anak baru namun kini anak baru itu sedang berusaha mendaki lebih tinggi lagi salah satu batu loncatannya adalah dengan menjadi pemimpin seluruh pertempuran atau biasa disebut Jenderal Perang.


#Jangan lupa like, komen, vote and rate 5


See you next time...

__ADS_1


__ADS_2