
Leo berjalan santai sambil melihat sekeliling, ia menemukan sebuah kedai. Yang menurut rumor yang beredar didalam kedai tersebut selalu diadakan adu panco serta menaruh taruhan.Mendengar hal itu Leo sedikit tertarik dan ia berencana untuk memenangkan pertandingan adu panco tersebut.
Leo pun tiba didepan kedai dan memasukinya lalu duduk dikursi sudut ruangan kedai. seketika Leo pun memesan makanan dan memperhatikan sebuah kerumunan orang, menurut sang pelayan makanan, orang-orang tersebut sedang memasang taruhan terkait pertandingan adu panco.
"50 koin perunggu..."
" 20 koin perak..."
"10 koin emas..."
pertaruhan pun terus terdengar hingga pada akhirnya ditutup dan pertandingan adu panco pun dimulai.
Leo pun mendekati pertandingan tersebut. "pertandingan yang menarik dan patut dicoba hehe" gumam Leo
"hei, bagaimana caranya untuk mengikuti pertandingan dan taruhan itu?" tanya Leo pada salah satu orang yang terlihat sedang mengikuti pertaruhan.
"eh kamu orang baru yah! em, begini untuk mengikutinya cukup mudah yaitu kamu mendaftarkan diri kepada orang itu serta untuk pertaruhannya kamu dapat mendaftar padaku!" ucap orang yang ditanya oleh Leo menjelaskan serta menunjuk seseorang yang sedang menjadi pengadil pertandingan adu panco, dan kebetulan juga orang yang ditanya oleh Leo adalah orang yang mengurus uang pertaruhan.
"baiklah saya paham, kalau begitu saya akan bertaruh 100 koin emas. dan tunggu sebentar saya akan mendaftarkan diri dulu menjadi peserta adu panco!" ucap Leo lalu pergi ke pria gemuk yang merupakan pengurus peserta yang akan mengikuti adu panco.
Tentu saja baik pengurus adu panco ataupun pengurus taruhan mempersilahkan Leo untuk mengikutinya, menurut penjelasan pengurus taruhan sebelumnya mengatakan bahwa setiap pengurus hanya mendapatkan imbalan sebesar 5% dari pemenang baik pemenang adu panco maupun pemenang dari taruhan.
Leo pun menyetujui hal itu, menurutnya itu cukup adil. Leo mendapatkan nomor urut peserta panco nomor 10, kebetulan peserta yang sekarang sedang melakukan pertandingan adalah peserta dengan nomor 8 vs 7.
gelak tawa mengiringi pertandingan sementara dikubu nomor 7 hanya dapat tersenyum masam karena kalah oleh nomor 8.
"baiklah, saudara-saudaraku mari kita sambut peserta baru kita Leo yang memiliki nomor peserta 10 sementara disisi lain juara bertahan kita yaitu Maki peserta nomor 9. silahkan untuk melakukan pertandingan secara adil dan sportif!" ucap sang pengurus adu panco yang berperan juga sebagai pengadil adu panco.
Leo pun bersiap didekat meja yang biasa digunakan sebagai lapangan adu panco, begitu juga lawannya Maki denan sedikit membusungkan dada ia menghampiri Leo dan berkata : " menyerah lah dan kembali saja kepada nenek mu sana!" ucapnya sombong. Leo pun tetap diam dan tak menghiraukan nya.
"baik, Mulaiii...!"
teng...teng.... sebuah suara tanda dimulainya pertandingan panco.
Disisi arena tepatnya ditempat pertaruhan berada, terlihat sang pengurus taruhan sibuk mengurusi uang taruhan. Banyak orang yang mempertaruhkan uang mereka kepada Maki dan meremehkan Leo, tidak ada satupun orang yang mau mempertaruhkan uang mereka pada Leo.
Diarena pertarungan panco...
__ADS_1
Terlihat maki sedang sedikit kesulitan untuk mengalahkan Leo dalam adu panco. Dengan santai nya Leo berkata : "mana katanya kamu orang terkuat bertahan?" ucap Leo di iringi senyuman mengejek.
"ah, jangan sombong kau ini baru permulaan!" ucap maki berkilah padahal sebenarnya ia sudah tak kuat menahan lengan Leo, padahal saat ini Leo hanya menggunakan murni kekuatan fisik sebab kalau ia menggunakan energi spiritual nya maka ia akan langsung didiskualifikasi, itu lah salah satu peraturan yang membuat Leo sedikit tertarik untuk mengikuti adu panco.
teng...teng... suara pertanda pertandingan adu panco telah berakhir.
"selamat kepada pendatang baru Leo, memenangkan pertandingan adu panco" ucap sang pengadil
terlihat banyak orang yang kecewa bahkan ada yang mengutuk maki tak berguna, khusus nya para peserta yang mempertaruhkan hartanya kepada Maki.
"dasar bodoh...!"
"tak berguna..!"
ucap suara-suara penonton yang mencemooh maki, mendengar hal itu maki sendiri hanya dapat menerimanya dan menyimpan dendamnya dalam hati kepada Leo bahwa setelah selesai ini ia berencana akan menghabisi Leo.
Leo dengan santai nya menerima uang taruhan sebesar 5000 koin emas atau setara dengan 10 koin platinum. Leo pun kembali menantang peserta lain dan akhir nya sama seperti peserta sebelumnya Leo lah yang memenangkan pertarungan, setelah cukup bosan Leo pun keluar dari kedai. terlihat sepanjang Leo berjalan menjauh dari kedai banyak pasang mata yang mengawasi disertai niat membunuh karena tak terima mereka dikalahkan dan dipermalukan oleh pendatang baru seperti Leo.
Leo sendiri telah melakukan pertandingan sebanyak 6 kali dan dari semua pertandingan itu Leo berhasil memenangkan semuanya, kini ia memiliki 20 ribu koin emas yang setara dengan 40 koin platinum, hal tersebut cukup menggiurkan bahkan untuk kaum bangsawan juga.
Leo terlihat berjalan santai keluar gerbang desa Saidan, tentu saja tak lupa sebelum pergi Leo membayar uang makanan dan memberikan sedikit tip pada pengurus adu panco dan pengurus pertaruhan.
10 siluet terlihat keluar dari balik pohon. Saat ini Leo sedan berada Dihutan tepatnya menuju dimana tuan mudanya(zoan) dan rekan-rekannya tinggal.
"cepat serahkan harta mu dan meminta maaf !" ucap seseorang yang berpakaian layaknya seorang Assassin, Dibelakangnya juga terlihat menatap Leo dengan tajam tak sedikit juga mereka mengeluarkan aura membunuh.
"untuk apa aku meminta maaf bukan kan pertandingan adu panco adalah hiburan semata, kenapa kalian membuatnya menjadi merepotkan" ucap Leo tetap tenang dalam setiap bicaranya.
"ah, saudara ku percuma berbicara dengannya lebih baik kita hajar saja dan rampok hartanya" ucap seseorang dari arah belakang lalu diangguki oleh lainnya.
"kau benar adik, mari serang!" ucap seseorang paling depan.
kedelapan assassin tersebut pun melesat kearah Leo sambil memegangi pedang.
"kalian yang memaksaku, bola api " ucap Leo sambil melambaikan tangannya. Di udara kosong tiba-tiba terbentuk sebuah bola api seukuran kelapa balita dengan jumlah 8 sesuai dengan banyak orang yang menyerang kearah Leo.
wish...!
__ADS_1
duarr...duarrr...duarr....!
suara ledakan bola api berhasil membumi hanguskan kedelapan orang yang menyerang Leo. terlihat dua orang tersisa tertunduk lesu disertai kaki gemetar karena takut.
"monster...!" hanya kata kata itu terucap sebelum menyusul kedelapan rekannya ke dewa Yama(mati). Alasan Leo dengan cepat menghabisi mereka semua adalah Leo tak ingin berurusan dengan lainnya, bukan karena ia takut namun ia hanya malas saja berurusan dengan orang yang menurutnya suka memperbesar masalah. Dengan cepat Leo melesat kearah kedalaman hutan tepat dimana zoan dan rekan-rekannya sedang melakukan kultivasi tertutup.
5 menit setelah kepergian Leo dari tempat terjadi pertarungan melawan 10 orang berpakaian assassin.
wush...
wush ....
Terlihat 5 orang berpakaian assassin datang ketempat pertarungan Leo.
"sial, orang tersebut sudah kabur" ucap seseorang yang juga berpakaian assassin.
"ya kau benar kita terlambat!" ucap rekannya lagi.
Kelima orang berpakaian berpakaian assassin itu pergi dengan di iringi rasa kesal. Kelima orang assassin tersebut tak lain dan tak bukan adalah anggota elite dari kelompok Assosiasi pembunuh, mereka berlima memiliki ranah Petapa Platinum tingkat mahir level 3, sementara yang Leo lawan adalah anggota dengan pangkat rendah atau biasa disebut dengan anggota biasa berada, mereka diranah antara Diamond God dan Supreme platinum God. Mungkin Leo tak menyadari dan tak mengetahui bahwa dikedai tersebut ada mata-mata dari asosiasi pembunuh dan Leo tanpa sengaja menyinggungnya saat melakukan adu panco.
Ditempat zoan, Leo Jai dan rekan-rekannya yang lain berada...
"apakah tuan Leo mendapatkan sesuatu yang menarik ?" tanya Jenita sesaat Leo datang menghampiri.
"tak ada hal yang menarik, malah saya ikutan pertandingan panco karena bosan " ucap Leo sedikit berkilah.
"oh benarkah, apakah tuan Leo memenangkan pertandingannya?!" tanya Jenita sambil membaca sebuah buku teknik keterapilan elemen ruangnya. Buku tersebut merupakan pemberian dari zoan sesaat Jenita masih di dunia artefak dimensi, waktu itu Jenita belum selesai mempelajari semua buku itu, lagi pula buku keterampilan yang diberikan Zoan sebanyak 5 buku.
"tentu saya memenangkannya, dan saya mendapatkan 20 ribu koin emas atau setara dengan 40 koin Platinum." ucap Leo sedikit bangga.
"ouh..." ucap Jenita singkat.
...****************...
Malam pun datang tanpa diundang, terlihat Jenita dan Leo sedang memanggang daging ayam hutan. Sambil berbincang-bincang mereka pun melahap daging ayam hutan yang sudah matang.
"tuan Leo besok giliran ku yang yang berkeliling dan mencari informasi, tuan Leo jangan lupa untuk berjaga dan mengawasi disekitar sini!" ucap Jenita
__ADS_1
"okeh, baiklah" ucap Leo singkat lalu melanjut menggigit daging ayam hutan yang sudah dibakar dan matang.
Untuk para kultivator sendiri tidak perlu waktu tidur ataupun makan sebab mereka dapat mengolah dan mengonsumsi energi yang telah mereka serap, namun karena kebiasaan lagi pula hidup seperti manusia fana pada umumnya maka dari itu Zoan ataupun rekannya suka tidur dan makan layaknya manusia fana pada umumnya.