
Pagi-pagi sekali, Zoan bangun. Tak ingin berlama-lama di dalam kamar, ia pun secepatnya keluar, setibanya diluar kamar ia bertemu dengan Sezu dan Suzu yang kebetulan hendak pergi ke dapur menyiapkan makanan membantu Syi Nie yang telah lebih dahulu berada di dapur.
“Tuan muda, selamat pagi!” ujar Sezu lalu tak lama suzu pun mengatakan hal yang sama.
“Ya pagi juga! Suzu, Sezu...” ucap Zoan mengangguk disertai senyuman ramah khass nya.
“Oiyah apakah kalian tahu dimana Dong peng dan Mei Su.?” Tanya Zoan sesaat Suzu dan Sezu hendak berjalan menuju dapur.
“ Emm, kalau tak salah mereka lagi pergi ke desa saidan bersama dengan Zuan lu serta Amelia.” Jawab Suzu,
“Katanya, mereka Ingin berkunjung ke rumah lama Amelia.” Ujar Sezu menambahkan.
“Owh, seperti itu ya! Pantas saja dari kemarin aku tidak merasakan keberadaan mereka di markas ini. Baiklah kalau begitu, silahkan lanjutkan. Terimakasih.” Ungkap Zoan mempersilahkan Sezu dan suzu untuk pergi ke dapur membantu Syi Nie menyiapkan makanan.
Seperginya mereka Zoan pun melanjutkan langkahnya menuju halaman markas World Explorer untuk menikmati segarnya udara di pagi hari.
Setibanya dihalaman depan, Zoan melihat Leo dan Jai yang sedang duduk santai sambil memainkan sebuah bidak yang terbuat dari kayu ukir yang telah disusun rapih.
Permainan itu bernama Strategi Perang, mungkin dimasa modern banyak kita jumpai seperti, shogi, Catur atau pun permainan Dam. Satu hal yang pasti dari inti pokok permainan tersebut yaitu tentang mengasah pikiran, atau biasa disebut strategi.
Saking fokusnya Leo dan Jai tidak menyadari kedatangan Zoan. Sampai akhirnya Zoan berbicara tepat disamping mereka berada, hal itu pun berhasil mengejutkan kedua orang tersebut.
“Yo..., Fokus amat kawan!” ujar Zoan sambil menepuk pundak leo dengan tangan kanannya.
Bruakk!
Leo terperanjat terkejut sehingga papan dan bidak-bidak yang telah disusun rapih terjatuh dan berserakan kemana-mana.
“Woahh! Ttu_..tuann.” Ucap Leo sesaat terjatuh dari tempat duduknya beserta papan permainan yang kini telah berantakan.
Jai juga terkejut namun ia tak sampai seperti itu dan masih dapat sedikit mempertahankan ketenangannya.
“eehehehe...! Maaf, maaf mengagetkan kalian.” Ucap Zoan menggaruk kepala belakangnya disertai senyuman yang agak dipaksaan.
“Ti_tidak apa-apa tuan, tenang saja hehehe..., Benarkah saudara Leo?!” Ucap Jai menatap kearah Leo yang kini masih duduk di atas tanah setelah terjatuh dari tempat duduknya.
Leo sendiri mengangguk dan mulai berdiri, menggaruk kepala nya yang tak gatal karena bagaimana pun ia sedikit kesal akan tetapi disisi lain mana mungkin ia memarahi tuannya sendiri.
“Oiyah, apakah kalian mau berlatih di dalam artefak dimensi ku, sekarang gak?” tanya Zoan berharap dapat mencairkan sedikit suasana.
“emh, maaf tuan. Untuk saat ini kami rasa lebih ingin bersantai sedikit sambil berjaga disini.” Jawab Jai mewakili.
“Okeh, baiklah kalau begitu. Jangan lupa katakan jika ada orang yang mencari ku, katakan saja bahwa aku sedang dalam latihan tertutup.” Ujar Zoan yang tidak mempermasalahkan keinginan dua bawahan nya itu.
Mendengar perintah itu, Leo dan Jai pun mengangguk tanda akan melaksanakan tugas tersebut.
Zoan pun melambaikan tangannya hingga tak lama pusaran portal dimensi muncul di sampingnya. Ia pun memasukinya, di samping itu Jai dan Leo menatap ramah kepergian dirinya.
__ADS_1
Didalam artefak Dimensi*∆*
Whush!
Zoan muncul dipadang rumput yang mana tak jauh didepannya terdapat danau dengan air berwarna biru laut sebagai pertanda bahwa Danau tersebut cukup dalam.
Kedatangan nya langsung disambut oleh Kuda kesayangannya, Hun Jie, Yurui dan para beast ataupun para monster yang telah ia tundukkan itu juga datang menyambut kedatangannya.
Zoan tersenyum hangat saat melihat hal itu, terutama saat melihat monster gorila pembalik yang kini telah bebas dari artefak Penyegel milik Hun Jie.
“Baiklah, terimakasih-terimakasih! Lanjutkan kembali kegiatan kalian, karena saat ini aku ingin fokus pada peningkatan ku.” Ucap Zoan ramah dengan tangan kirinya yang masih mengelus punggung kuda kesayangan nya itu.
Tak lama setelah Zoan mengatakan hal itu, mereka pun membubarkan diri, kecuali Hun Jie.
“Hun jie, aku ingin meminta mu untuk mengajari ku teknik racun yang kau kuasai dalam 3 hari ini, apakah kamu bersedia?” tanya Zoan tanpa basa basi.
Tanpa ragu hun jie menganggukkan kepala sebagai tanda menyetujui permintaan tuannya itu.
Alasan Zoan ingin belajar teknik racun, karena ia merasa teknik racun itu akan sangat berguna dalam misinya itu. Bukan hal sulit untuk ia mempelajari teknik racun yang dimiliki dan dikuasai Hun jie.
Dengan skill uniknya, ia dapat melakukan hal itu lebih singkat dan efisien dari pada kebanyakan orang.
Tiga hari di dalam artefak Dimensi telah terlewati. Zoan pun kini ia sudah menguasai berbagai teknik racun dan semua hal yang berbau racun.
Hun jie pun kini telah kembali melakukan aktifitasnya, yaitu ia diberi tugas oleh Zoan untuk terus meningkatkan kultivasinya yang kini masih sama dengan ranah milik Zoan yaitu ranah Petapa Supreme tingkat ahli level 3.
Zoan juga tak mau ketinggalan, ia duduk lotus dan mulai berkultivasi. Perlahan tapi pasti, 10 bulan telah terlewati atau didunia luar setara dengan 10 hari.
Ledakan demi ledakan terdengar dari dalam tubuh, lebih dari tiga kali terobosan telah Zoan lewati dengan lancar tanpa hambatan.
Ia kini berada diranah Pertapa Nirvana tingkat Ahli level 3. Meski hanya bisa menaikkan sebatas dua ranah yaitu dari ranah Supreme-Nirvana, akan tetapi itu merupakan suatu pencapaian yang spektakuler dan sangat luar biasa terlebih bagi orang orang yang tinggal dibenua Hijau.
Bahkan dibenua-benua lainnya yang lebih tinggi dari benua hijau pun sangat langka terjadi hal seperti itu. Hanya orang-orang tertentu yang dapat melakukannya.
Setiap ranah, setiap tingkatan ataupun setiap level dalam berkultivasi, memiliki jarak yang cukup jauh dan memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk mencapai ranah baru.
Zoan masih memiliki waktu sekitar 5 bulan atau 5 hari didunia luar sebelum pergi meninggalkan benua hijau.
Untuk 1 bulan ia berencana untuk menyetabilkan kultivasi, sementara untuk 4 bulan untuk mempelajari hal-hal yang telah menarik minatnya. Diantaranya yaitu teknik menempa, teknik array, berlatih Aura, serta tak lupa untuk memperdalam pemahaman dari setiap teknik atau ilmu yang telah ia kuasai, agar lebih baik lagi.
Untuk orang lain mungkin mustahil, tetapi tidak bagi Zoan. Sekali lagi dengan berkah dari skill uniknya, ia dapat dengan mudah untuk mempelajari hal-hal itu.
Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, lima bulan terlewati tanpa terasa. Bahkan disela-sela itu Zoan berhasil menerobos ranah kultivasinya yaitu ranah Pertapa Misterius tingkat Dasar level 1.
“Woaah..., akhirnya selesai juga!” ucap Zoan sambil meregangkan tubuhnya, hingga terdengar suara tulang yang telah lama kaku saat digerakkan.
Ia beranjak dari duduknya. Lalu memanggil Salah satu bawahannya, ia adalah Yurui . Zoan sengaja memanggil nya, karena ia akan menugaskan Yurui untuk membantu Sezu dan Suzu dalam menangani hal merepotkan dimasa yang akan datang, terutama dalam mengurus pendaftaran Sekte.
__ADS_1
Perlu diketahui kelompok World Explorer kini telah berganti menjadi Sekte World Explorer, Hal itu terjadi ketika adanya beberapa usulan dari para bawahannya.
Zoan pun menurutinya, lagi pula semua orang sepakat terlebih para penguasa atau petinggi yang memiliki kekuasaan dibenua hijau pun memperbolehkannya.
Ada cukup banyak keuntungan yang Zoan peroleh, jika ia berhasil mengumpulkan kekuatan. Maka dari itu Zoan pun memutuskan untuk membuat kelompok World Explorer mendirikan sebuah Sekte.
Satu yang pasti alasan ia mengumpulkan kelompok, atau menghimpun kekuatan yaitu ingin membalas dendam dan menuntut keadilan atas apa yang telah terjadi pada klannya dimasa lalu.
***
Zoan keluar dari artefak Dimensi bersama dengan Yurui. Kebetulan sesaat mereka berdua muncul, tepat pada saat orang-orang dimarkas World Explorer sedang berlatih tanding di halaman depan.
Tanpa basa basi Zoan pun mengatakan niatnya dan menjelaskan kembali semua hal yang akan ia lakukan. Meski mereka semua sudah tahu akan kepergiannya, namun Zoan merasa bahwa tak masalah untuk mengatakannya sekalian memperkenalkan Yurui.
Untuk kepergiannya ia mengatakan hanya akan membawa Zuan lu(putra Syi Nie), Amelia (putri pak ija), Dong Peng, Mei Su( dua anak yang Zoan angkat menjadi adiknya), Hun Jie dan terakhir adalah Tuan putri kerajaan Black Hole yaitu Zhang Jingmi.
Para monster atau beast sendiri hanya sekitar 5 ekor yang akan dibawa, untuk sisanya akan ia tugaskan mereka untuk menjaga keamanan benua hijau terutama Sekte World Explorer.
Ke lima ekor binatang itu adalah, Viktor(Singa Es), Gorila pembalik, Tyrannosaurus, Gagak emas, dan seekor Kuda Yang memiliki alasan khusus Zoan membawanya.
Selain menjaga benau hijau, Zoan juga menugaskan kepada bawahannya itu terutama Leo, Jai dan para manusia lainnya agar merekrut dan mengumpulkan kekuatan serta jangan lupakan untuk meningkatkan kekuatan mereka sendiri.
Zoan menunjuk Jean sebagai patriak Sekte World Explorer, ia juga memberikan 3 buah artefak dan satu Menara 5 gerbang.
Ketiga artefak itu adalah, artefak dunia dimensi yang telah Zoan buat dengan bantuan skil copy-nya mirip denga artefak ruang dimensi milik Zoan, artefak Komunikasi antar Dimensi dapat saling berbicara/berkomunikasi tanpa pandang jarak, dan terakhir artefak Pertahanan dan serangan yang dapat menahan dan menyerang setingkat dengan ranah Petapa Supreme tingkat ahli level 3.
Artefak-artefak itu berhasil ia buat setelah mempelajari teknik menempa, serta tak lupa ia telah menganalisisnya agar lebih banyak kegunaan nya dari pada kerugian dari pemakaian ketiga artefak itu.
Artefak itu sendiri Zoan buat dengan bahan dasar batu Asteroid yang Zoan temukan didalam cincin maxstrong. Digabungkan dengan berbagai macam segel dan hukum ruang dan waktu ia berhasil membuat artefak tersebut yang setara dengan tingkat Surga.
Ada sekitar 150 keping batu Asteroid dalam cincin peninggalannya(Maxstrong\=Dewa Segala Alam/ Yang menjadikan Zoan sebagai muridnya),. Untuk membuat ketiga artefak itu Zoan mengambil 3 buah keping batu Asteroid.
Untuk menara 5 gerbang, Zoan mengatakan untuk dijadikan ajang berburu serta berlatih pengalaman para anggota sekte. Zoan juga telah memberitahukan cara membuka menara 5 gerbang itu kepada Jean, Leo dan Jai.
Setelah semua urusan yang berkaitan dengan Sekte World Explorer atau pun para bawahannya selesai ia langsung berteleportasi menuju kerajaan Black Hole.
Tak butuh lama, sesampainya di kerajaan Black Hole, ia disambut oleh ayah Zhang Jingmi dan para petinggi kerajaan.
Kurang dari 100 tarikan nafas, Zoan telah selesai melakukan urusannya. Ia kembali melakukan teleportasi bersama Zhang Jingmi dan muncul kembali di tengah hutan.
Untuk para bawahan atau pun para rekannya yang akan ia ikut sertakan dalam perjalanan, telah ia masukan kedalam artefak ruang dimensinya sesaat sebelum menjemput Zhang Jingmi.
Tanpa membuang waktu Zoan pun mengeluarkan dan mengaktifkan artefak Perpindahan Antar Alam dengan tujuan menuju Benua Bulan.
Wussh!Wussh!Wussh...!
Sebuah pusaran dari pada artefak yang telah aktif siap digunakan pun, muncul di depan dua insan itu.
__ADS_1
Zoan dan Zhang Jingmi saling mengangguk dan mulai memasuki pusaran perpindahan antar Alam, terlihat juga kedua tangan mereka yang saling berpegangan, karena akan sangat berbahaya jika mereka terpisah saat melewati portal dimensi menuju Benua bulan.
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih!