Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 54 : Perubahan Rencana


__ADS_3

Malam yang sunyi serta dinginnya angin menerpa tubuh, tak membuat Zoan dan rekan-rekannya menyerah untuk menembus ranah selanjutnya.


Dibawah alam sadar,....


Mereka terlihat sedang berusaha untuk melewati batasan antara ranah Kultivator alam fana dengan ranah Petapa yang merupakan ranah kultivator Galaxy.


Perlahan tapi pasti Zoan mulai menyelesaikan pelatihan jeroan yang merupakan salah satu dari 4 tahap menuju ranah Petapa.


"sakit juga, tapi aku harus bertahan!" ucap zoan dalam alam sadarnya. ia terus mengalirkan energi spiritual nya guna menempa tubuh yang ada didalam. Pelatihan Jeroan berfungsi untuk pemurnian tubuh dan energi spiritual agar lebih murni serta yang tak kalah penting yaitu untuk regenerasi kulit dan daging agar lebih cepat.


wushh.... terdengar suara dan pusaran energi di alam bawah sadar zoan berkumpul lebih cepat dan lebih murni dari pada sebelumnya.


"Saat untuk tahap selanjutnya yaitu tahap pembersihan Sumsum tulang...!" ucap Zoan dipenuhi tekad.


Pembersihan Sumsum tulang merupakan perbaikan ulang agar tulang dan inti tulang, Berfungsi sebagai penguatan tulang dan mempercepat regenerasi tulang.


Disisi lain juga teman-teman zoan berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada yang menjadi beban khusunya buat pemimpin mereka.


"aku harus bisa ...!" ucap Jean sambil terus mengalirkan dan menyerap energi spiritual, didalam bawah sadarnya ia terus menyerap dan mengalirkan energi spiritual nya ke seluruh tubuhnya, hingga terlihat warna biru samar yang merupakan energi spiritual elemen air yang telah menyebar mengisi seluruh tubuh bagian dalamnya.


Larut malam berhiaskan bintang, tepatnya diluar ruangan tempat dimana Leo dan Jenita berjaga. Leo dan Jenita masih terus mengobrol serta memakan daging ayam hutan yang entah sudah yang ke berapa. Waktu terus berjalan mentari pagi muncul disertai hembusan angin pagi yang cukup dingin meski tak sedingin angin malam. Sesuai apa yang sudah direncanakan dan dibicarakan malam itu, Jenita pergi menuju desa saidan guna mencari informasi.


"Teknik ruang: teleportasi!" ucap Jenita sambil menjentikkan tangan, tak ia pun menghilang menyisakan hembusan angin serta Leo yang bertugas menjaga zoan dan rekan-rekannya yang lain. Jenita memang dapat menggunakan teleportasi namun teleportasi ya hanya sebatas tempat yang sudah ia kunjungi, Berbeda dengan Zoan yang dapat mengatur tempat dan waktu dimana ia akan muncul, dan hal yang menjadi penyebabnya tentu adalah elemen dan kemahiran yang dikuasainya. Jenita sendiri hanya memiliki elemen ruang, sementara itu Zoan memiliki kecocokan dengan elemen waktu dan ruang asalkan dengan mengingat atau menyebut nama tempat/orang, ia dapat menggunakan teleportasi dan muncul dimana tempat yang ia inginkan. Lagipula Zoan memiliki kecocokan dengan semua elemen.


wush....


Di udara kosong tepatnya didekat penginapan guild petualangan serigala, Jenita muncul dan mengagetkan semua orang meski begitu semua orang pun tak begitu memperdulikannya karena sudah menjadi hal umum bagi pemilik elemen ruang dapat melakukan teleportasi, meski elemen ruang cukup langka namun ada beberapa orang pernah melihat hal tersebut dan menceritakannya kebanyak orang. Jenita berjalan menuju ke guild petualangan serigala guna mengobrol dan bertanya pada kaila sang manajer guild.


"hai, Jenita apa ada yang bisa guild kami bantu! dan dimana zoan dan lainnya?" tanya kaila seperti biasa ramah. Meski zoan dan lainnya telah keluar dari guild namun ayahnya dan kepala manajer memerintahkan untuk menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan zoan ataupun khusunya zoan sendiri.


" maaf sebelumnya, em... boleh saya bertanya beberapa hal?" tanya Jenita dengan wajah serius, melihat hal itu kaila paham dan mengajak Jenita untuk ke kamarnya, tak lupa sebelum pergi kaila berpesan kepada sekertaris guild untuk menggantikannya sebentar.

__ADS_1


"Mari masuk, tak apa anggap saja rumah sendiri ini kamar khusus ku" ucap kaila membukakan pintu dan mempersilahkan Jenita untuk masuk.


"Ehm, baik terimakasih nona kaila" ucap Jenita.


" tak usah pakai nona, kaila saja tak apa kok!" ucap kaila sambil menyiapkan kursi dan beberapa cemilan, tepatnya cuma dua gelas teh.


Jenita pun menerima dan menghormati jamuan kaila.


"jadi apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya kaila yang juga sambil meminum teh.


"Apakah ada informasi terbaru, dan menarik?" tanya Jenita tanpa basa basi.


"Ehm, jadi seperti itu. baiklah sebenarnya beberapa hari yang lalu, Sesaat kalian sudah sudah keluar dari guild ada sekelompok orang datang menemui guild dan mencari tuan Zoan. lalu kami memberitahukan bahwa tuan Zoan dan temannya telah keluar dari guild." ucap kaila sedikit menjeda ucapannya dan melihat reaksi Jenita.


"Lalu setelah itu apa yang terjadi, dan berapa jumlah sekelompok orang tersebut ?" tanya Jenita penasaran.


"sekolompok orang itu berjumlah 5 orang, mereka berpakaian layaknya orang biasa namun kami curiga mereka sedang menyamar dan kecurigaan kami semakin kuat saat tiba-tiba ke lima orang itu menghilang sesudah mengatakan sebuah pesan ancaman, salah satu dari orang itu berkata bahwa sekitar 5 bulan dari sekarang akan terjadi pertumpahan darah dan akan membalaskan kematian semua saudaranya, lalu setelah berkata begitu kelima orang tersebut menghilang" ucap kaila mengakhiri pembicaraan sambil menghela nafas. Kaila sendiri mengetahui kenapa kelima kelompok tersebut mengatakan hal itu karena kematian saudara mereka terkait dengan misi yang dijalankan zoan dan rekan-rekannya.


"lalu kenapa kamu tidak mengirimkan pesan suara melalui batu transmisi suara, kepada tuan muda atau kepada kami?" ucap Jenita.


"ah, sudah lah tak apa, lain kali kalau ada informasi seperti ini atau semacamnya beritahu saja kami. meski kami bukan lagi dari anggota guild namun tetap saja kita pernah saling kenal dan yang paling penting adalah kita teman" ucap Jenita tak tega sesaat melihat kaila menunduk merasa bersalah karena tidak cepat memberikan informasi.


"baik, terimakasih !" ucap kaila.


"Ya, sama-sama. begitu juga kami ucap kan Terimakasih " ucap Jenita.


lalu mereka kembali berbincang-bincang, setelah cukup lama akhirnya mereka mengakhiri perbincangan tersebut.Jenita pun pamit dan pergi dari guild, terlihat ia berjalan dan berkeliling desa Saidan hingga tanpa sengaja melewati kedai. Dari dalam kedai tersebut ia mendengar bahwa kemarin ada sebuah pembunuhan di hutan tepatnya sekitar 15 kilometer dari gerbang desa, dan akibat dari melakukan pembunuhan tersebut beberapa warga desa saidan dibunuh ditempat sebagi penebusan dosa. Dan hal yang lebih membuat Jenita terkejut dari perbincangan itu adalah orang yang membunuh beberapa warga desa saidan mengaku sebagai kelompok Asosiasi pembunuh. Mendengar hal itu Jenita mempercepat langkahnya dan mencari tempat yang cukup sepi guna melakukan teknik teleportasi, sambil menggunakan tekniknya ia berfikir apakah kaila dan guild tidak mengetahui hal itu atau sengaja menutupinya, tak mau terus memikirkan alasan hal tersebut ia pun menepisnya dan berfikir mungkin kaila memiliki alasan tersendiri. Jenita sendiri merupakan sosok yang waspada dan teliti, awalnya ia adalah seorang perempuan yang santai dan ceroboh namun setelah insiden yang terjadi dia berubah menjadi orang yang waspada dan teliti.


...****************...


Dihutan tempat zoan dan rekan-rekannya berkultivasi tertutup...

__ADS_1


wush..


Jenita muncul tepat di dekat Leo yang sedang memanggang daging ayam hutan, Tanpa banyak bicara Jenita langsung melancarkan pukulan kearah wajah Leo dan berkata :


"Bodoh kau..!" ucap Jenita kesal sambil terus memukul wajah Leo.


"he-heii... tunggu apa yang sebenarnya terjadi, tolong jelaskan aku tak mengerti?"ucap Leo sambil menahan kedua tangan Jenita, setelah sedikit tenang Leo melepaskannya.


" apakah kau tak tau akibat apa yang telah kau lakukan hah??"ucap Jenita masih berusaha untuk memukul Leo namun Leo dengan cepat kembali memegang kedua lengan Jenita dan berkata bahwa ia tak mengerti apa yang Jenita maksud juga meminta Jenita untuk menjelaskannya.


"Kemarin sesaat setelah kau setelah membunuh 10 kelompok orang berpakaian assassin itu, datang 5 orang yang merupakan rekannya menyusul. Dan kau tau apa yang terjadi selanjutnya adalah beberapa warga dibunuh sebagai pembalasan dan pelampiasan dari apa yang telah kau lakukan, selain itu orang yang membunuh dan yang telah kau bunuh itu adalah kelompok dari asosiasi pembunuh." ucap Jenita menjelaskan dengan masih menahan kesal terhadap apa yang telah dilakukan Leo yang menurutnya ceroboh.


"A-aapa...!? Beraninya mereka. " ucap Leo marah dan ia hendak pergi untuk mencari kelompok Asosiasi pembunuh.


"mau kemana kau?! tunggu. jangan seenaknya, kita harus memberitahu tuan muda dan juga ada informasi lain yang telah saya dapatkan dari kaila" ucap Jenita menghalangi jalan Leo. Dengan terpaksa Leo pun menghentikan niatnya, sesaat mengingat tugas yang diberikan tuan mudanya(zoan).


Jenita pun datang dan menghampiri zoan kekamarnya yang tidak dikunci.


"ma-maaf tuan muda, mengganggu kultivasinya namun ada hal yang penting yang perlu tuan tahu" ucap Jenita berbicara.


Didalam bawah sadar...


"hm, ada hal penting ? apakah mungkin mereka sudah bergerak ya." ucap zoan sesaat mendengar suara Jenita bahwa ada hal mendesak, terpaksa zoan pun mengakhiri kultivasi tertutupnya. Perlahan-lahan zoan membuka mata dan ia kembali lalu berkata :" jadi hal penting apa, Jenita?" tanya zoan santai seperti biasa. Mendapat pertanyaan itu Jenita menghela nafas dan menceraikan semua hal yang ia dapatkan termasuk melaporkan kelakuan Leo yang ceroboh hingga mengakibatkan kematian bagi beberapa warga didesa Saidan. mendengar hal itu Zoan tentu marah dan sedikit kesal akan tetapi ia berusaha menahannya serta memahami Leo yang juga tak menyangkan akan terjadi seperti itu pada akhirnya. zoan pun menasihati Leo dan agar dijadikan pelajaran khususnya buat dirinya sendiri agar tidak gegabah.


"aihk, merepotkan! mungkin kita akan mengubah rencana. Jenita, Leo coba kalian bangunkan Jai, Jean dan lainnya lalu berkumpul dikamar ku." ucap zoan memberi perintah sesaat setelah menasihati Leo dan mendengarkan semua laporan dari Jenita. zoan pun mau tak mau memutuskan untuk mempercepat kenaikan kultivasi dan perubahan rencana.


"baik tuan muda!" ucap Jenita dan Leo lalu menghilang.


"mau tak mau saya harus masuk artefak dimensi guna mempercepat kenaikan kultivasi kami." ucap zoan menghela nafas. Pada awalanya ia sengaja tidak menggunakan atau masuk kedalam artefak dimensi agar ia dan rekan-rekan nya berkultivasi dengan sedikit santai dan tentunya dapat merasakan apa itu yang namanya perjuangan yang tidak instan.


Tak berapa lama, Jenita dan Leo Kembali, dibelakang nya terlihat Jean, Cause, Zuab dan intan yang juga masih belum naik keranah selanjutnya.

__ADS_1


"Untuk mempercepat proses kenaikan kultivasi kita, maka kita akan memasuki artefak dimensi. Bersiaplah!" ucap zoan tanpa basa basi lalu mengalirkan energi spiritual nya ke Cincin hitam tak lama setelah itu sebuah pusaran layaknya pusaran dimensi muncul didepan zoan.


"Masuklah! kamu juga Leo, Jenita berlatihlah dan berusaha untuk meningkatkan kekuatan" ucap zoan mempersilahkan, lalu semua rekan-rekan zoan pun masuk secara teratur, tak lupa juga Leo, jenita dan terakhir adalah dia sendiri lalu menutup portal artefak dimensi tersebut.


__ADS_2