Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 69 : Tiba Di Lereng Gunung


__ADS_3

wush....


wush ....


Zoan dan rekan-rekannya terus melesat dari pohon ke pohon. Kali ini terlihat mereka menghindari dari serangan para binatang beast, Zoan dan rekan-rekannya lebih berfokus agar lebih cepat sampai menuju lereng gunung yang mana tempat tersebut adalah salah satu cabang dari kelompok asosiasi pembunuh.


Sudah lebih dari 7 binatang beast yang telah mereka lewati selama perjalanan menuju lereng gunung.


"Berhenti ! kita akan beristirahat di gua itu untuk malam ini." ungkap Zoan menghentikan langkahnya.


"Tetap waspada karena kita tidak tahu binatang apa yang ada didalam gua itu." ungkap Zoan kembali melangkah maju kearah gua.


"Baik ketua!" ungkap Cause berjalan dibelakang Zoan.


groaarrghh...


groarrgghh.....


"Ehm, nampaknya ada 2 binatang beast. didalam gua itu." ucap Cause sesaat mendengar suara Auman binatang beast.


"yah, kamu benar nampaknya Binatang beast tersebut berjumlah 2 ekor serta memiliki basis kultivasi yang cukup tinggi" ungkap intan sesaat merasakan energi yang dikeluarkan dari Auman tersebut.


"Berhati-hatilah !" ungkap Zoan sambil mengeluarkan pedang dari Cincin ruangnya.


wush...


Dua ekor Singa es dan singa api tiba-tiba melompat keluar dari arah Gua. Singa es memiliki warna putih dan biru dimatanya serta mengeluarkan hawa dingin, sementara singa api memiliki warna bulu merah layaknya api dan memiliki warna mata kuning serta mengeluarkan hawa panas.


"aihk, Singa api dan es. Cukup merepotkan, tapi sayang sekali kalian bukan tandingan kami hehe..." ungkap Zoan mengalirkan energi elemen angin kedalam pedangnya.


" Serang! kelemahannya berada pada kedua matanya." teriak Zoan sambil melesat kearah singa es.


Tebasan demi tebasan Zoan lancarkan menuju singa es, bilah tebasan yang digabungkan dengan elemen Angin berhasil membuat singa es terpojokkan.


Meski begitu singa es terus berusaha melancarkan serangannya kearah Zoan, baik serangan terkaman, bahkan bola es yang dilancarkan dari mulutnya kearah Zoan. ia tetap dapat menghindari semua serangan itu.


Elemen angin merupakan elemen yang memiliki multifungsi diantaranya adalah mengacaukan serangan elemen lain. Seperti saat ini terlihat semua serangan bola es yang dilancarkan binatang beast singa es dikembalikan oleh Zoan sehingga menjadi serangan balik untuk lawannya.


wush....


duarr....duarr....


Singa es terlihat terpental mundur hingga menabrak mulut gua dibelakangnya.

__ADS_1


Teknik yang digunakan Zoan adalah tebasan Tornado, ia mendapatkan teknik tersebut sesaat memodifikasi dari teknik pedang bintang yang telah ia kuasai. Awalnya dia hanya mencoba untuk menciptakan teknik pedang bintang yang baru, hingga tanpa sengaja ia mengalirkan energi spiritual elemen anginnya terhadap teknik modifikasi itu. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk menguasai teknik tersebut dan menamainya teknik Tebasan Tornado.


Teknik ini dapat mengendalikan serangan lawan menjadi miliknya dan menggabungkan untuk menjadi menyerang lawan.


Groaarrghh...


groaarrghh...... groarrgghh....


Suara Auman marah terdengar cukup menggema, Setelah menabrak mulut gua ia kembali bangun dan menerjang kearah Zoan. Naas nya orang yang diterjang olehnya menghilang entah kemana, lalu tiba-tiba muncul kembali diatas punggung singa es.


Singa es meronta-ronta ke sana kemari, agar Zoan cepat turun dari punggungnya.


"Ehm, baiklah kalau itu mau mu hehe...." ungkap Zoan bergumam dan tangannya langsung menyentuh punggung singa es sambil bergumam kembali :


" Tapak Budak!"


Tak lupa juga ia meneteskan setetes darahnya kearah punggung singa es tersebut. ya, Zoan akan menjadikan singa es tersebut menjadi budaknya. Atau lebih tepat menjadikan rekan bertarungnya, Awalnya ia ingin membunuh singa es tersebut namun ia mengurungkan niatnya.


Sebuah cahaya serta sebuah tanda berbentuk gambar singa muncul di punggung tangan Zoan begitu juga dikening singa es muncul tanda titik merah. Cahaya berwarna emas pun pun menghilang, menyisakan Zoan yang telah berhasil menundukkan Singa es. Singa es terlihat pasrah mau tak mau ia akan menuruti perintah tuannya(Zoan) dan tidak akan pernah berkhianat selama kontrak budak nya masih ada.


Disisi lain terlihat Jean dan lainnya telah berhasil memenggal kepala singa api, mereka pun menghampiri Zoan tak lupa juga mereka mengambil kristal beast dari singa api serta memasukan mayatnya kedalam cincin ruang.


"Ini ketua kristal beast singa api, mohon diambil" ungkap Jean menyerahkan sebuah kristal berwarna merah.



"Simpan saja didalam Cincin ruang mu" ungka Zoan menolak.


"Tapi..." ucap Jean namun dengan cepat ucapannya dipotong oleh lambaian tangan Zoan.


"Tak apa, silahkan kalian gunakan untuk keperluan kalian" ungkap Zoan lagi sambil melangkah masuk kedalam gua, lalu diikuti oleh rekan-rekannya.


Tak ketinggalan juga seekor singa es ikut membuntuti mereka.


Jean dan lainnya tidak begitu terkejut akan singa es yang ikut serta dengan mereka, lagi pula mereka sudah menebak bahwa ketua mereka Zoan telah berhasil menundukkan Singa es itu.


"Ehm, ternyata hanya sampai sini ruangan pada gua ini. Baiklah kita akan beristirahat disini.!" ucap Zoan sambil duduk diatas sebuah batu didalam gua.


"Victor, kamu berjaga lah didekat pintu gua!" ungkap Zoan sambil melirik kearah singa es.


Sang singa es pun cukup senang diberikan nama oleh Zoan, meski pun tanpa basa basi. Namun didalam hatinya ia tetap bersyukur tidak dibunuh oleh Zoan waktu itu. Sang Singa Es pergi menuju dekat pintu gua.


"Istirahatkan lah tubuh kalian dan isi kembali energi spiritual. Besok pagi kita akan menuju perbatasan hutan kematian antara bagian dalam dan bagian inti." ucap Zoan.

__ADS_1


" Baik ketua!" ucap Jean dan lainnya serempak.


Pada malam itu mereka mula berkultivasi guna mengisi kembali energi spiritual, mereka juga berharap dapat meningkatkan basis kultivasi mereka. Meski itu cukup mustahil namun mereka tetap mencobanya.


...****************...


groarrgh...


groarrgghh....


Pagi-pagi buta terdengar suara Vitor mengaum cukup keras. Ia terlihat sangat bersemangat.


"Iya, iya kita akan berangkat sekarang" ucap Zoan menghampiri mulut Gua, dibelakangnya terlihat Jean, intan, Cause, Zuab, dan Jenita menyusul.


Mereka pun berangkat dengan cukup cepat, melesat dan melompat dari pohon ke pohon sementara terlihat Viktor sang singa es berlari menghindari batang pohon yang tumbang, melompati bebatuan bahkan terkadang ia menginjak beberapa ranting pohon. Victor sang singa es terlihat tak mau ke tinggalan oleh tuannya(Zoan), ia bergerak sangat cepat untuk mengimbangi gerakan Zoan dan lainnya.


Waktu terus berlalu, sinar matahari mulai menampakan Sinar yang lebih terang dari pada sebelumnya. Mereka menghindari pertempuran yang tidak perlu, meski begitu terkadang ada saja beast atau siluman yang keras kepala, sehingga mau tak mau mereka bertempur.


Semua pertempuran itu dapat mereka selesai cukup mudah apalagi dengan adanya bantuan tambahan mereka menjadi tidak terlalu banyak mengeluarkan energi spiritual dalam pertempuran tersebut.


"Berhenti! " ungkap Zoan menghentikan langkahnya.


" kenapa ketua?" tanya Zuab penasaran.


"Didepan adalah perbatasan antar bagian dalam dan bagian inti, selain itu disana adalah tempat dimana Lereng gunung berada dan yang dijadikan oleh mereka sebagai markas cabang nya." ungkap Zoan menjelaskan.


"Persiapkan diri kalian, kita beristirahat beberapa menit disini." ungkap Zoan kembali sambil turun lalu menghampiri Victor.


"Baik ketua!" ungkap Jean lalu turun dari batang pohon dan duduk bermeditasi lalu diikuti oleh lainnya.


20 menit terlewati akhirnya mereka telah selesai mempersiapkan diri. Meski kultivasi mereka cukup memadai namun apa salah nya untuk mempersiapkan diri menghadapi hal yang mereka belum ketahui detailnya.


Mereka pun kembali melesat namun kali ini dengan cukup santai, guna menghemat energi.


Hembusan Angin menerpa wajah Zoan dan rekan-rekannya yang saat ini mereka sedang bersembunyi dibalik sebuah semak-semak.


"aihk, ternyata benar mereka telah mendirikan sebuah markas disini. Besar juga nyali mereka itu" ucap Zuab sesaat melihat sebuah bangunan yang cukup sederhana serta diluar bangunan tersebut cukup banyak orang mengenakan pakaian Hitam menutupi seluruh tubuhnya kecuali mata dan telapak tangan mereka.


Ya, mereka kali ini telah sampai di lereng gunung. Pada awalnya mereka ingin menerobos masuk namun tiba-tiba mereka merasakan sebuah kekuatan yang cukup besar, maka dari itu mereka mengurungkan niatnya. Dan memutuskan untuk melihat dan memantau keadaan terlebih dahulu lalu menyusun strategi untuk melakukan penyerangan.


""Ssstt, jangan terlalu keras dan tetap sembunyikan aura keberadaan mu!" ungkap Zoan.


Mereka saat ini sedang terus memantau dan mengawasi keadaan, tak lupa juga Zoan memerintahkan kepada rekan-rekannya untuk terus menyembunyikan aura keberadaan mereka yaitu dengan cara menekan aura basis kultivasi mereka.

__ADS_1


Selain itu Zoan juga membuat sebuah pembatas ruang Dimensi, maka dari itu tidak sembarang orang yang dapat menemukan mereka.


Untuk Victor sendiri saat ini telah dimasukan kedalam Ruang artefak dimensi milik Zoan. Untuk alasannya adalah Zoan sendiri yang mengetahuinya.


__ADS_2