
"Cih, menyerah lah dan ayo bergabung dengan kami!" ungkap Cause kesal, sesaat ia melakukan serangan maka akan dibalas juga dengan serangan yang sama.
"Jangan harap !" ungkap Zoan singkat sambil melancarkan pukulannya kearah wajah Cause.
wush....
ketika pukulan Zoan hendak mengenai wajahnya, Cause dengan cepat menggunakan teknik dewa angin: penyatuan angin. Cause menjaga jarak dari Zoan, " terima ini... tebasan badai api ! ", sebuah tebasan kembali mengarah kearah Zoan berada.
"Cih, serangan yang sama !" ungkap Zoan bosan, bahkan ia sudah tidak bisa menghitung lagi serangan yang dilancarkan Cause ini. Tentu Zoan kembali mematahkan serangan ini dengan mudah.
1jam berlalu dengan begitu cepat, pertarungan Zoan dan Cause masih belum memperlihatkan siapa yang akan keluar sebagai pemenang pertarungan itu. Hal yang tidak disangka oleh Zoan sendiri adalah penyamaran Cause dan Zuab sangat sempurna bahkan dapat menekan dan mengelabui kultivasi ya sendiri dari orang lain. Zoan sendiri tak menyangka bahwa Cause dan Zuab telah memasuki ranah Petapa yang melebihi ranah miliknya. hal itu ia ketahui berdasarkan pengakuan Cause sendiri serta setelah cukup banyak beradu pukulan, Zoan pun jadi sadar akan hal itu sendiri.
Ranah Cause dan Zuab yang sebenarnya adalah ranah Petapa Surgawi tingkat pemula level 2 satu tingkat diatas Zoan yang masih berada diranah Supreme tingkat dasar level 1. Kesenjangan ranah memang tidak dipungkiri menjadi salah satu pendukung yang berada di pihak Cause atau pun Zuab saat ini, meski begitu dengan berbagai keterampilan teknik Zoan terlihat saat ini cukup dapat mengimbanginya.
"Keras kepala!" ungkap Cause kembali menggunakan tubuh Dewa angin : penyatuan angin.
"Aku benar-benar tidak menyukai hal yang disebut Pengkhianatan" ungkap Zoan disertai sorot mata yang tajam, bahkan aura membunuh nya sudah keluar dan terlihat berusaha untuk menekan Cause, Zoan pun tanpa sadar melakukan hal itu.
wush...
Zoan menebaskan pedangnya sebanyak beberapa kali, hingga tebasan pedang yang ketujuh terdengarlah suara serangan nya yang tertangkis.
Trang...
"Kena kau !" ungkap Zoan melesat kearah pojok kiri yang mana ditempat itu Cause masih dalam model penyatuan anginnya.
"Cih, nampaknya benar-benar tidak bisa. Dia itu selain dapat meniru teknik lawannya, ia juga sangat pandai menganalisis kelemahan lawannya." umpat Cause melesat kearah Zoan saat sudah selesai menangkis serangan nya.
Zoan dan Cause saling berhadapan serta saling menatap tajam, "Aku tak menyangka bahwa tidak hanya kau yang berkhianat, tetapi Zuab juga, ckckck... " ungkap Zoan masih tak habis pikir bahwa kedua temannya itu adalah mata-mata sekaligus kaki tangan sang pendiri kelompok assosiasi pembunuh.
"Hehe, maka dari itu menyerahkan dan mari bergabung dengan ku ke kelompok assosiasi pembunuh, mungkin kau juga akan memiliki jabatan tinggi di sana, bahkan tidak mungkin juga bahwa dengan kemampuan mu itu, kau akan mendapatkan rekomendasi menjadi pelindung tuan tertinggi yang ke empat." ucap Cause masih mencoba membujuk Zoan.
"Sudah ku bilang itu hanya dalam mimpi kalian" balas Zoan kembali melesat dan berbenturan pedang dengan Cause.
"Wind night killer !" ungkap Cause tiba-tiba .
"WIND NIGHT KILLER " ungkap Zoan melakukan teknik yang sama dengan apa yang digunakan Cause.
__ADS_1
wushh...wush....wussshhh.....
Hembusan angin yang berbenturan menyebabkan debu dan asap ditempat tersebut, Hembusan angin yang terlihat pelan itu terus berbenturan.
Duarr...duarr...
Sebuah suara ledakan mengakhiri bentrokan teknik angin malam kematian. "Teknik tubuh Dewa angin : penyatuan angin !" ungkap Cause sebelum menghilang disertai hembusan angin.
"Mau melarikan diri! oh, tidak bisa... " ungkap Zoan sesaat merasakan bahwa hembusan angin milik Cause semakin menjauh menuju tempat pintu menuju rumah Bunga 69 bagian atas. Tentu Zoan tak akan membiarkan hal itu terjadi, apalagi setelah mengetahui bahwa kedua temannya Jenita dan intan tidak bisa dihubungi serta menurut penuturan Cause saat di celah-celah pertarungannya sebelumnya mengatakan bahwa Jenita dan intan sudah dihabisi oleh Zuab. Mau tak mau Zoan mempercayai hal itu dan berusaha untuk tidak terlalu menunjukan emosinya saat ini.
"Teknik tebasan pemecah ruang dimensi !"
"Teknik hukum elemen : Dunia gelap !" ungkap Zoan menggunakan 2 teknik nya sekaligus.
wush...
slash.... duarr.... sebuah lesatan tebasan dimensi memaksa Cause menahan serangan Zoan dan menghentikan pelariannya, jika tida ia mungkin akan terbelah. Kemampuan akan menahan teknik milik Zoan tebasan pemecah ruang dimensi oleh Cause cukup membuktikan bahwa Cause itu kuat. Seketika Cause sedang menahan serangan Zoan sebuah ledakan terjadi dan mementalkan hingga menabrak dinding ruangan bawah tanah.
Tak lama setelah ledakan itu berhenti terdengar, sebuah aura gelap muncul baik disisi Zoan ataupun disisi Cause, ia terlihat cukup terkejut akan hal itu, bagaimana tidak menurut informasi yang ia dapatkan bahwa teknik Zoan ini yaitu Hukum elemen : dunia gelap, merupakan Salah satu dari seseorang yang telah berhasil memahami hukum elemen dan memiliki domainnya sendiri.
Menurut rumor teknik dunia gelap atau domain kegelapan itu merupakan teknik yang dapat membuat semua serangan lawannya itu tidak berguna dan terserap sesaat sudah terjebak didalam domain tersebut. Dan kini ia(Cause) telah terjebak akan teknik milik Zoan teknik dunia gelap atau orang-orang pada umunya menyebut teknik dunia kegelapan.
"Beritahu aku informasi yang kau miliki, Cause!" ungkap Zoan tiba-tiba muncul tak jauh dari Cause berada.
"Lebih baik aku mati dari pada memberi tahu mu, Zoan" Cibir Cause. ia lalu melesat dan bertarung menggunakan pertarungan jarah dekat dan jauh, tangan kanannya memegang pedang yang disertai kobaran Api sementara itu tangan kirinya kini telah berganti menjadi memegangi yoyo shuriken nya.
Cause kini menggunakan dua senjata yang mana salah satunya berbeda. Zoan dengan santai menangkis senjata Cause.
trangg..... trangg ...
baik pedang maupun yoyo shuriken berhasil ditangkis serta Zoan berhasil mendaratkan kembali beberapa sayatan dari pedang jiwa naga nya.
Cause melompat mundur dengan nafas yang terengah-engah, " Teknik hukum dual Elements : Dunia badai Padang berapi !" ungkap Cause.
Sebuah Padang gurun yang ber-badai dan di sertai hawa panas mengelilingi Zoan dan Cause. Kini Zoan telah berada di dunia domain milik Cause, yaitu domain badai berapi, yang mana di domain itu Cause dengan bebas mengendalikan api yang menyayat kulit serta elemen api yang dapat membakar tubuh korban menjadi abu.
"Haha... mati kau!" ungkap Cause sesaat melihat Zoan kepanasan serta terlihat banyak sayatan akibat dari badai angin tajam disertai panasnya api.
__ADS_1
Namun hal tidak diketahui oleh Cause bahwa samua itu hanya akting yang dilakukan Zoan, ia sengaja melakukan hal itu agar Cause merasa telah berhasil akan rencananya. Memang benar kalau menurut umum kelemahan domain dan cara keluar dari domain lawannya itu adalah dengan cara orang itu yang memiliki domain juga, yang artinya orang yang memiliki domain ada kemungkinan dapat keluar dan bahkan menyerang balik di domain miliknya sendiri, hanya saja itu berlaku bagi orang umum tidak seperti Zoan.
Wush...
Zoan melesat dan menebaskan pedang nya kearah Cause dan berhasil memotong tangannya bahkan tidak dapat ditumbuhkan kembali, padahal saat ini Cause berada di domain miliknya sendiri yang mana ia dapat memanipulasi sesuka hatinya bahkan jika kepalanya dipenggal pun akan dapat beregenerasi kembali dengan cepat. Namun kini dengan keadaan yang syok Cause melihat tangan kanannya tergeletak di bawah dekat kakinya dan tak bisa melakukan regenerasi.
"Apakah kau lupa bahwa aku dapat mengcopy jurus orang lain dan juga apakah kau lupa bahwa aku dapat memanipulasi semua elemen juga menguasainya?" ungkap Zoan santai. mendengar hal itu Cause memasang wajah bodongnya, ia tak menyangka akan merupakan informasi yang telah ia ketahui itu.
"Ahk.... sialan, nampaknya tidak ada jalan lain lagi. teknik pengorbanan darah Ledakka-...!" ungkap Cause namun dengan cepat Zoan melesat dan memukul perut dengan keras.
Buakk...
"Oeekkk.... " Cause memuntahkan darah dari mulutnya, belum juga darah dari tangannya yang telah terpotong itu berhenti, kini ia telah mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Tidak akan kubiarkan kau meledakan diri," ungkap Zoan melesat menyusul kemana Cause terpental setelah ia pukul, setibanya ditempat Cause Zoan langsung mencengkram lehernya dan kembali berkata :
"Teknik domain yang kau miliki sudah menjadi milikku, dan mulai saat ini semuanya berada didalam kendaliku. Itu semua terjadi sesaat kau membawaku ke domain teknik milikmu, jangan merasa menang penghianat !" Zoan mempererat cengkraman tangan kanan pada leher Cause yang berusaha memberontak.
"Teknik telepati tingkat 2 : Pemecah pikiran !" ungkap Zoan memegangi kepala Cause dengan tangan kirinya, sementara pedang jiwa naga telah ia masukan kedalam cincin ruang nya beberapa saat yang lalu.
5 menit berlalu Zoan masih terus menjelajahi pikiran serta ingatan milik Cause, ia memang memiliki beberapa informasi namun menurutnya itu belum cukup, hal itu terbukti beberapa informasi baru salah satunya informasi mengenai 3 pelindung sang pendiri kelompok assosiasi pembunuh. Zoan pun sadar jika ia melawan mereka sekaligus makan ada kemungkinan ia akan terluka parah serta kehilangan salah satu anggota tubuhnya, itu jelas terlihat bagaimana pertarungan Zoan dengan Cause saja memakan cukup banyak waktu serta energi spiritual.
Zoan juga mendapatkan informasi mengenai kemampuan 2 orang yang tersisa, dan ia akan berusaha mempelajari kemampuan dari kedua orang itu.
Beberapa waktu terlewati, Zoan masih berada dalam ruang pikiran serta ingatan milik Cause .
"Uhukkk... oekkl" Zoan tiba-tiba mendapatkan serangan balik sesaat alam menjelajahi informasi sang pendiri/pemimpin dari kelompok assosiasi pembunuh. Terkhusus tubuh aslinya yang tiba-tiba mengeluarkan seteguk darah dari mulut.
"Segel formasi jiwa ! Lebih baik aku tak memeriksa informasi mengenai hal itu jika memaksa maka kemungkinan jiwa ku akan tersegel di sana serta tubuh ku diluar sana mungkin akan terluka sangat berat." ungkap Zoan terkejut, tak lama ia langsung mengakhiri teknik pemecah pikiran nya. Ia tak mau mengambil resiko lagi pula saat ini ada hal yang lebih penting yaitu mempercepat pemulihan dirinya lalu membereskan 4 komandan pasukan yang berada di 4 desa tersisa.
Segel formasi jiwa merupakan segel yang dapat mengekang jiwa seseorang dan siapapun yang berusaha membukanya maka jika orang tersebut belum memahami formasi itu maka jiwa orang itu dapat ikut tersegel. Segel formasi jiwa hanya dapat dibuka oleh seseorang yang memahami formasi segel yang mendalam.
Hal itulah mengapa Zoan memutuskan untuk tidak menerimanya terlalu jauh, dan lagi saat ini Zoan belum mempelajari hal-hal yang berbau segel formasi.
Jangan lupa ,like, comen and vote nya Agar author menulisnya lebih semangat...
Terimakasih....
__ADS_1
Baybay.....