
Pada malam itu Zoan bertanya kepada salah satu dari ketiga orang yang menyerang intan,
"Saya menginginkan informasi yang cukup hangat, apakah kalian akan memberitahukannya?!" tanya zoan sambil mendekat kepada salah satu dari tiga orang tersebut.
"Cih,...Sampai mati pun saya tak Sudi memberitahumu, meski itu adalah informasi umum sekalipun!" ucap salah seorang berkata sambil meludah kearah Zoan.
slash...
pluk... pluk...
Tanpa basa basi menebas pemuda tersebut, sebuah tubuh tanpa kepala pun jatuh, darah mengalir dari tubuh tersebut. Dua orang yang tersisa menelan ludahnya sendiri serta diiringi oleh tubuh mereka yang bergetar ketakutan.
"Aku tak suka berbasa-basi dengan kalian, cepat beri tahu informasi terbaru atau kalian berdua akan mengalami nasib yang lebih menyakitkan dari teman kalian barusan!" ucap Zoan sambil menggoreskan pedangnya kearah leher salah satu orang tersebut.
"Ba-baiik lah saya akan memberitahukan informasi saat ini yaitu..." ucap seorang pemuda tersebut lalu secara bergantian kedua pemuda itu memberitahukan informasi apa saja yang mereka ketahui.
"Em,jadi seperti itu. Nampaknya sudah saatnya kelompok kita memulai untuk menaikan reputasi hehe" ucap Zoan sesaat mengetahui bahwa sudah 1 Minggu ini ada cukup banyak orang yang hilang dari berbagai desa, para sekte aliran putih bahkan Para aliran netral pun ikut turun tangan untuk menyelidiki penyebab hilangnya orang-orang tersebut. Tak tanggung-tanggung kebanyakan orang yang menghilang tersebut adalah remaja para pemuda dan pemudi.
"Okeh terimakasih dan kalian bisa mati dengan tenang" ucap Zoan, lalu menebaskan pedangnya kearah 2 orang tersebut.
slash...
slash...
"Ehm, cukup kejam. Tapi itu bagus tak membiarkan musuh hidup" ucap Intan dalam hati melihat zoan membunuh 3 orang tersebut.
"Intan nampaknya selain mempersiapkan diri untuk melawan assosiasi Pembunuh kita juga harus melakukan beberapa perburuan untuk menaikan reputasi kita. Beritahu esok pagi untuk segera berkumpul !" ucap Zoan, lalu ia kembali naik keatas batang pohon sambil duduk bersila.
__ADS_1
"Baik, ketua !" ucap intan sambil mengangguk dan kembali mempelajari hukum elemen cahaya & kegelapan Agar ia lebih memahami lebih dalam.
...****************...
Mentari pagi datang tanpa diundang, Zoan dan intan terlihat masuk kekamar masing-masing guna membersihkan tubuh, tentu saja waktu jaga mereka berdua sudah selesai.
Sesudah membersihkan tubuh Zoan dan Intan keluar dari kamar lalu pergi ke halaman depan markas. Terlihat rekan-rekannya yang lain sudah didepan markas mereka sambil memanggang beberapa daging.
" Intan, saudaraku mari kita makan!" ucap Jean sambil melambaikan tangan, Zoan dan Intan pun berjalan menghampiri.
"baiklah mari kita makan!" ucap Zuab, sesaat setibanya Zoan dan intan.
Mereka semua pun makan dengan tenang, tak perlu waktu lama mereka semua pun menyelesaikan makannya. Zoan pun mengungkapkan keinginan nya serta menceritakan semalam kepada semua teman-temannya. Mendengar apa yang ucapakan oleh Zoan, semua rekan-rekannya pun sepakat akan mengikuti rencana Zoan, untuk menemukan informasi lebih detail zoan dan rekan-rekannya memutuskan untuk berbicara dengan guild petualang serigala. Zoan juga menugaskan Leo dan Jai agar berjaga di markas, mereka pun menyetujui hal tersebut tak keberatan sama sekali.
Zoan dan lainnya pun bersiap-siap memasuki kamar masing-masing, 10 menit pun berlalu nampak mereka sudah berkumpul dihalaman depan markas.
wush....
Tak butuh waktu lama Zoan dan rekan-rekannya pun langsung tiba di dekat toko pak Ija.
"ah, kamu nak Zoan. Mari sini minum-minum serta ajak teman-teman mu!" ucap pak Ija ramah, meski awalnya kedatangan zoan dan lainnya telah membuat terkejut.
"baiklah, maaf merepotkan" ucap zoan tanpa sungkan, tak lupa juga Zoan mempersilahkan dan mengajak teman-teman nya untuk duduk dikursi yang tersedia. Amelia pun datang sambil membawakan beberapa makanan ringan beserta minuman dari arah dapur.
"apa kabar pak Ija?" tanya Zoan
"baik, kalian sendiri?" tanya pak Ija kembali.
__ADS_1
"Seperti yang pak Ija lihat, kami baik-baik saja ko" jawab Zoan mewakili dirinya dan rekan-rekannya.
" Oiyah, pak Ija apakah ada berita terbaru saat ini?" tanya Zoan sambil meminum-minuman yang telah disediakan.
"ya, nak Zoan beberapa hari ini sudah terjadi kasus menghilangnya beberapa orang remaja didesa ini." ucap pak Ija dengan raut wajah khawatir sesaat mengingat putri satu-satunya.
"em, ternyata benar apa yang diinformasikan oleh ketiga orang tersebut." ucap zoan sesaat mengingat informasi yang disampaikan oleh salah satu dari tiga orang pemuda. Ketiga orang pemuda tersebut adalah 3 orang kriminal dan mereka bukan termasuk dari anggota dari kasus menghilangnya para remaja. Zoan juga sesaat mengintrogasi pemuda tersebut menggunakan teknik telepati Tingkat dua yang dapat memasuki ingatan korban.
"Tenang saja pak Ija..., bagaimana kalau Amelia ikut dan masuk kedalam kelompok saya ?" ucap Zoan sambil melirik Amelia yang sedang mengintip dibalik pintu.
"ah, itu ide yang bagus. Namun saya harus mengatakan apakah Amelia sendiri mau atau tidak" ucap pak Ija, terlihat ada raut wajah yang sedikit lega dan mengurangi rasa khawatirnya.
"Amelia..., sini nak!" ucap pak Ija memanggil putrinya. tak lama Amelia pun keluar dari balik pintu lalu mendekat kearah pak Ija. Pak Ija sendiri mengatakan hal yang dikatakan Zoan, mendengar hal itu Amelia pun berucap : "kalau itu yang bapa inginkan maka baiklah saya akan ikut dengan tuan tuan Zoan." Mendengar hal itu pak Ija pun senang dari raut khawatir dari wajahnya menghilang sepenuhnya.
"baiklah kamu ikut sama nak Zoan, dan nak Zoan saya mohon jaga putriku !" ucap pak Ija.
"baik, pak saya akan menjaganya" ucap Zoan sambil memangkupkan tinju kearah dadanya(Zoan) sebagai pertanda hormat. Setelah cukup lama berbincang-bincang Zoan dan rekan-rekannya pamit, tak lupa juga Zoan mengajak Amelia yang mulai saat ini ia merupakan bagian dari kelompok Zoan, World Explorer. Awalnya Amelia enggan pergi meninggalkan toko orang tuanya tersebut karena masih ingin membatu ayah nya ditoko, Namun pak Ija menasihatinya hingga akhirnya ia mau meninggal kan toko orang tuanya. Tak lupa juga Zoan mengatakan akan ada rekannya yang mengunjungi toko pak Ija selama seminggu sekali, serta untuk biaya hidup pak Ija tak usah khawatir karena rekan zoan akan membawakan beberapa hal yang diperlukan pak Ija.
Saat zoan dan rekan-rekannya menuju guild petualang serigala guna mencari informasi yang lebih detail mengenai kasus menghilangnya para remaja tersebut. Sesaat berjalan, zoan memberikan cincin ruang kepada Amelia. Didalam cincin ruang itu terdapat 4 buku keterampilan, Senjata, beberapa koin emas,platinum bahkan Diamond dan yang paling penting adalah terdapat ratusan kristal beast tingkat menengah yang dapat membatu memajukan ranah kultivasi yang dimiliki Amelia, ia memiliki kecocokan dengan Elemen Api dan Kayu.
Zoan dan lainnya pun akhirnya tiba didepan guild, lalu mereka menghampiri sang manajer guild, yang tak lain adalah Kaila. Dari penuturan Kaila serta beberapa saksi mata yang melapor ke guild, kasus menghilangnya remaja tersebut dilakukan saat malam hari, awalnya sesaat para remaja itu sedang tidur tubuh mereka akan diselimuti asap hitam yang perlahan menebal, beberapa saat kemudian asap hitam tebal tersebut menghilang disertai sang korban yang ikut menghilang juga.
"hm, baiklah saya dan rekan-rekan saya yang lain akan membantu kasus ini " ucap Zoan setelah cukup lama mendengarkan informasi dari Kaila.
"Terimakasih, tuan zoan " ucap kaila
"Tak masalah lagian kita harus saling membantu" ucap Zoan.
__ADS_1
Zoan dan lainnya pamit setelah mendapatkan cukup informasi.